CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Ketika Mata Batin Terbuka ...
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f73096cc0cad77f125ae633/ketika-mata-batin-terbuka

Ketika Mata Batin Terbuka [Ep #82]

Tampilkan isi Thread
Halaman 20 dari 30
Ditunggu apdet nya lg masbro emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan zhiyan memberi reputasi
Tumben blm ada yg baru....

emoticon-Traveller
profile-picture
aan1984 memberi reputasi
Wah belum ada update lagi....
profile-picture
aan1984 memberi reputasi
Kisahnya udahan nih ?
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan schlafe memberi reputasi
Aabseenn siaaang
profile-picture
aan1984 memberi reputasi
Ayo om emoticon-Keep Posting Gan , di tunggu kelanjutannya yah

emoticon-Shakehand2
profile-picture
aan1984 memberi reputasi
baru baca sampe halamna sepuluh, ini nangkeo jin kayak nangkep pokemon aja.. luar biasa, semoga TS selalu dilindungi Allah SWT. Aamiinn.
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan zhiyan memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan

Episode 58 - Akhir Perburuan #1

Ketika Mata Batin Terbuka ...


Ini hanyalah sebuah kisah dimana aku mengakhiri petualangan "berburu" bersama Fadly di Amuntai. Karena aku sudah akan balik kampung.

Dikarenakan ini adalah malam terakhir ku bersama Fadly, dia ajak aku ke sebuah tempat yang lumayan jauh, supaya bisa lebih lama ngobrol di jalan. Malam itu aku diajaknya ke sebuah tempat yang lumayan jauh dari rumah nya. Tempatnya juga aku gak tau dimana, yang jelas malam itu terlihat melewati sebuah jalan yg sisi kanan kirinya penuh air yang luas. Di perairan itu banyak ditumbuhi tanaman tanaman air seperti eceng gondong dan sebagainya.

Tempatnya sangat gelap dan dingin, karena sekeliling cma perairan, tapi aku gak berani peluk dia dari belakang karena aku gak akrab seperti sama Zoya. Dari sunyi, kemudian ada sebuah kampung, kemudian sunyi lagi dan ada lagi sebuah kampung. Di perkampungan itu ternyata ada teman Fadly, dia yang meminta Fadly untuk kesana. Dia bilang di tempat mereka akhir akhir ini tikungan nya selalu minta korban.

Sekitar jam delapan, kami sudah berada disana. Kami di ajakin masuk dulu ke rumah teman nya Fadly yang bernama Anjar. Dia ngajakin minum dan istirahat sebentar karena baru dari perjalanan jauh. Sekitar sepuluh menit, dia ngajakin kami ke lokasi yang dia katakan sering minta tumbal. Malam itu lumayan menyeramkan tempatnya, karena di tikungan itu ada sebuah pohon beringin yang sangat rimbun dan besar. Pohon itu juga yang sering disebut warga pohon keramat dan penunggunya yang sering minta korban.

Saat sudah dekat dengan pohon itu, memang aura nya sedikit lain. O iya, kami berempat kesana, selain aku dan Fadly, juga ada Anjar dan adiknya (Ray). Kalo kalian bertanya tanya kenapa nama nama yang ku tulis disini cuma satu kata, gak ada nama orang yang panjang, ya karena aku gk pernah nanya nama lengkap orang. Cukup tau denger dari orang lain nyebut, atau karena kenalan dan orang kalo kenalan emang rata rata ngasih nama panggilan, gak mungkin ngasih nama lengkap disertai title dan marga nya. Dan "Ray" itu aku denger Fadly manggil dia seperti itu. Entah namanya Rayhan, atau Rayyan atau Raymond, yang jelas bukan Samuray.

Motor kami parkir di pinggir jalan dan berjalan menuju pohon besar itu. Awalnya Ray takut untuk ikut dan memilih untuk tetap tinggal di motor nunggu. Setelah beberapa saat, dia akhirnya nyusul karena katanya lebih menakutkan sendirian di motor daripada ke pohon keramat tapi banyak orang. Di bawah pohon itu, banyak sekali makanan makanan dan bunga yang segar dan sudah layu, menandakan tempat itu sering di kasih sesajen.

Fadly: "ini apa.."
Anjar: "bekas sesajen.."
Fadly: "kok tempat ngeri begini dikasih sesajen. ada ada aja warga ini."
Anjar: "gak tau lah warga.. biasa warga yang kecelakaan disini, mereka akan menaruh sesajen. bagi mereka yang selamat, mereka biasanya ngasih sesajen sebagai tanda terima kasih. sedangkan yang meninggal, keluarganya akan ngasih sesajen sebagai permintaan maaf karena membuat penunggu pohon ini marah."
Fadly: "malah bikin dia betah. harusnya kalo emang mengerikan, jangan dikasih apa apa, biar penunggunya pergi."
Anjay: "gak tau sih.. pemikiran orang beda beda.."

Tiba tiba ada hawa dingin mendadak di sekitar kami dan Ray berteriak di belakang.

Ray: "woy anak muda.. jaga mulut mu.."

Ternyata Ray kerasukan. Dia langsung menyerang kami, Fadly jatuh tersungkur di tanah karena ditendang oleh Ray dari belakang.

Melihat adiknya tiba tiba menendang Fadly dari belakang, Anjar langsung menghampiri adiknya dan berkata "Ray, kamu kenapa..". Tapi Ray dengan beringas langsung mencekik Anjar sampai dia susah untuk berbicara. Sedangkan si Beban (Gue) hanya bisa diam melihat keadaan, selama gak di ganggu, ngapain ikut campur. Karena, selain pandai memanfaatkan teman, aku juga pandai memanfaatkan keadaan hehe...

Fadly langsung berdiri membalas serangan nya, tanpa basa basi dia menyerang dengan tenaga dalam. Ray juga menyerang dengan tenaga dalam, akhirnya merekaa saling adu tenaga dalam. Sesekali, Ray mengarahkan tangan nya ke atas layaknya seperti orang sedang memetik buah, dia sedang menghisap aura di sekitar untuk menambah kekuatan nya. Melihat hal itu, Fadly langsung menggunakan panah dan membidik tangan nya dan panah nya tepat mengenai telapak tangan (tangan jin, bukan tangan ray) dan Ray tampak kesakitan.

Dia sangat marah karena Fadly melukai tangan nya, dia mencabut panah yang menancap itu dan melempar balik ke arah Fadly. Namun lemparan anak panah itu dapat dihindari Fadly dan menancap di pohon. Dia menapakan tangan ke tanah dan mencabut sebuah keris sepanjang sekitar semeter setengah. Fadly juga mengganti senjata nya dengan pedang yang ada dipundaknya.

Perkelahian mereka menjadi sangat sengit karena sudah sama sama memakai senjata. Fadly awalnya sempat kena beberapa tebasan di badan nya namun masih bisa bertahan. Pada suatu kesempatan, Fadly kembali mengeluarkan senjata cambuk kaca nya. Eh, padahal waktu di kebun pisang itu campuknya jelas jelas sudah hancur. Tapi ternyata malah bisa digunakan lagi dan dalam keadaan fullset no minus.

Dalam beberapa jurus, Ray bisa di ikat oleh Fadly dengan cambuk nya dan tanpa banyak basa basi, Fadly menduduki nya di perut dan di tusuk nya beberapa kali dengan pedang di bagian leher. Jin nya seolah tidak berdaya lagi namun tangan nya masih bisa bergerak gerak dan mengarahkan ke sebuah semak, dan ternyata dia mengambil sebuah benda manifestasi dari dalam tanah berupa sebilah pisau kecil.

Sadar dengan hal itu, aku langsung teriak "Awas Fad, dia pegang pisau". Fadly spontan langsung melompat ke samping dan Ray langsung berdiri dengan sebilah pisau, bukan pisau alam gaib, namun pisau yang asli di alam kita dan tentunya itu sangat berbahaya jika sampai kena.

Meskipun itu adalah benda gaib, tapi karena dimanifestasikan ke alam manusia, maka fungsinya pun juga akan sama dengan benda manusia pada umumnya, bisa melukai fisik. [Bersambung]

Mungkin beberapa hari ke depan aku gak bisa update karena lagi ada acara nikahan teman, diluar kota. Mungkin lanut nulis hari minggu atau sabtu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
enz076 dan 28 lainnya memberi reputasi
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 7 balasan
Sedikit amat updatenya bro..?
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan zhiyan memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Busyeeet... Ts ini bener2 'beban' yg menyebalkan... Temen di serang mlh asyik nonton doank...emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Selama ga diganggu jadi ngapain ikut campur


GAA GITU KONSEPNYA BAMBANK
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Jgn klawasan mang 🙄
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan zhiyan memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Baru sempet baca
Aah kentang yang bisa jadi kripik nih kalo minggu baru bisa apdet
Yowis semoga acaranya lancar aman dan terkendali,dan semoga nanti TSnya sendiri yang ijin mau nikah
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan zhiyan memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Salam dari anak Tabalong bro..emoticon-Cendol Gan
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan zhiyan memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Baru keliatan nih TS "batangnya"
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan zhiyan memberi reputasi
gaaaannn.. kapan apdet lagi.. emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan zhiyan memberi reputasi
Mantap gan...terima kasih untuk ceritanya....yg semangat ya berbagi pengalamannya....👍
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan zhiyan memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Ts lg sibuk bareng zoya?? emoticon-Malu
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan zhiyan memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan

Episode 59 - Akhir Perburuan #2

Ketika Mata Batin Terbuka ...


Fadly melompat ke arah pinggir dan Ray langsung mengejar nya. Saat itu memang keadaan yang sangat menegangkan. Aku dan Anjar juga berusaha untuk nangkap Ray.

Terdengar ada beberapa motor yang singgah dipinggir jalan, ternyata mereka para pengendara yang kebetulan lewat. Mereka langsung berlari ke arah kami karena mereka pikir kami sedang berkelahi dan ingin saling bunuh. Kami jelaskan kepada beberapa orang bapak pengendara tadi bahwa teman kami sedang kerasukan.

Mendengar penjelasan dari kami, salah satu bapak itu berusaha untuk membantu Fadly dan menangkap Ray. Bapak ini ternyata lumayan hebat kelahi, dia berkelahi dengan tangan kosong sedangkan Ray membawa sebilah pisau.

Awalnya, Ray berhasil ditangkap dengan posisi tangan di kunci kebelakang. Namun, tiba tiba Ray menginjak kaki Bapak tadi dan secara tidak sengaja melepaskan kuncian tangan Ray karena reflek kakinya sakit di injak Ray. Kemudian Ray langsung membalikan badan ke arah Bapak tadi dan memberikan beberapa tusukan di perut.

Kamipun kaget melihat kejadian itu. Karena sempat menerima beberapa tusukan, Bapak tadi langsung emosi dengan kembali menghajar Ray hingga sampai tersungkur ditanah. Bapak tadi langsung menundihi belakang Ray dengan tumit nya yang di tekuk dan mengambil pisau tadi lalu membuang nya.

Fadly gak mau menyiayiakan kesempatan itu. Dia langsung berlari ke arah Ray dan menancapkan beberapa pedang nya. Di leher satu pedang, di tangan kiri kanan masing masing empat, di pundak nya dua, di pinggang nya dua di paha nya empat dan pergelangan kaki empat. Pokoknya, tubuh Ray saat itu bener bener dikunci oleh Fadly dengan tusukan pedang yang membuat jin didalam nya tidak bisa bergerak.

Ray berteriak "ampun... ampun..." namun Fadly tidak menghiraukan, Anjar awalnya ingin menolong adiknya tapi dikatakan Fadly bahwa Ray tidak apa apa, yang kesakitan saat itu adalah jin yang ada didalamnya.

Kami menghampiri bapak tadi dan menanyakan apakah luka nya cukup parah. Dia membukakan baju nya dan memperlihatkan perutnya kepada kami. Ternyata tidak ada satupun luka, bahkan bekasnya pun gak ada. Dia bilang bahwa dia punya ilmu kebal, makanya berani maju menolong kami.

Kami akhirnya lega dan berterima kasih atas pertolongan nya. Fadly kembali mendatangi Ray yang berteriak teriak.

Fadly: "aku akan melepaskan mu asal kamu mau menjawab beberapa pertanyaan ku."
Ray: "baiklah... cepat tanya, aku sudah tidak tahan lagi.. sakitt..."
Fadly: "siapa nama kamu.. dan apa benar kamu yang sering menganggu pengendara disini."
Ray: "tirta galu pangga, benar aku yang sering menganggu mereka."
Fadly: "kenapa kamu membunuh dan membuat mereka kecelakaan, padahal mereka tidak pernah berbuat salah terhadapmu."
Ray: "aku tidak pernah membunuh dan membuat mereka kecelakaan. aku hanya kadang menampakan diri untuk memberitahu mereka akan kehadiran ku disini, bahwa tempat ini ada aku yang menunggu nya."
Fadly: "lalu, kalau bukan kamu, siapa yang mengganggu pengendara sampai kecelakaan."
Ray: "kecelakaan dan kematian sudah menjadi takdir mereka, aku tidak pernah ikut campur dengan itu. hanya saja mereka yang sering mengaitkan nya dengan ku."
Fadly: "lantas.. kenapa mereka sampai memberimu sesajen."
Ray: "setiap ada kecelakaan, aku mendatanginya dan keluarga nya, aku bisikan kepada mereka bahwa itu disebabkan kemarahan penunggu pohon yang ada ditikungan."
Fadly: "mereka mau...?"
Ray: "yah.. mereka mau.. namun sebagian yang kuat iman nya mereka tidak tergoda."
Fadly: "apa tujuan mu dengan itu, apa kamu dapat keuntungan dari sesajen ? bukankah kalian tidak memakan dengan yang nama nya sesajen."
Ray: "aku hanya menggoda nya, agar dia melakukan perbuatan tahayul. dengan demikian dia akan menjadi semakin sesat."
Fadly: "jika mereka sesat, apa kamu akan senang."
Ray: "tentu aku senang, karena kami bangsa jin yang bekerja dibawah komando danial lembawa akan mendapatkan penghargaan dan kenaikan pangkat seiring dengan banyaknya manusia yang kami sesatkan."
Fadly: "siapa daial lembawa ini.. apa dia bangsa jin juga."
Ray: "benar. dia adalah jin, namun dia adalah salah satu panglima kepercayaan iblis yang ditugaskan untuk memimpin para jin yang bekerja untuk iblis di beberapa daerah kalimantan selatan."
Fadly: "hmmm... jadi, sekarang kamu ini adalah salah satu anak buah iblis ?"
Ray: "ya.. benar.."
Fadly: "wah, bahaya kalo gitu.. kami harus aku kurung. supaya tidak membahayakan warga lagi."
Ray: "dasar manusia munafik. kamu berkata akan melepaskan ku, tapi malah mau mengurungku setelah semua informasi yang kamu tanyakan ku jawab."
Fadly: "aku cuma bilang mau melepaskan mu dari tusukan pedang ini, gak bilang mau melepaskan mu sepenuhnya."

Fadly kemudian mencabut semua pedang yang ditusuknya di Ray satu persatu kemudian menarik jin itu kedalam salah satu cincin yang diambil nya dari kantong kemudian disegel nya didalam.

Akhirnya kami tau perkara dan permasalahan tentang tikungan angker itu, dan untuk sementara mereka aman karena penunggu nya sudah dibawa Fadly. Namun, bukan berarti aman selamanya, karena tentu akan ada jin yang akan menggantikan nya dan meneruskan misinya kembali.

Kami kemudian kembali untuk pulang ke rumah Anjar. Bapak tadi juga pamit pulang dan bilang bakalan kasih tau para warga tentang fakta yang barusan terungkap. Kami juga pulang, Anjar naik motor sendiri sedangkan kami bertiga karena Ray keadaan nya masih lemah, takutnya bakalan terjatuh kalo dibonceng dibelakang. Jadi kami bertiga dan Ray posisi nya di tengah dijepit antara Fadly dan aku supaya aku bisa pegangin dia dari belakang supaya gak jatuh.

Sampai dirumahnya, kami disuruh untuk masuk ke kamarnya karena mau masukin Ray ke tempat tidur. Sementara itu, Fadly juga mau minta izin ke kamar mandi untuk cuci tangan dan kaki karena kotor. Kami istirahat sebentar dirumah Fadly untuk menikmati benerapa sajian minuman dan beberapa gorengan, serta mengobati luka Fadly.

Sekitar jam 10an kami baru pulang, sesampainya dirumah, Fadly langsung pulang setelah mengantarku. Aku cuma bilang ke Fadly terima kasih atas semua ini, karena selama ini sudah baik kepada ku dan Zoya, mau berteman dengan kami serta selalu menolong kami. Aku juga berterima kasih atas semua pengalaman yang selama ini sudah aku temui.

Aku cuma berpamitan saat itu dan bilang bahwa besok mungkin sudah tidak bisa bertemu lagi, karena malam ini adalah malam terakhir aku ada di Amuntai, besok aku sudah mau pulang kampung. Fadly bilang sama sama dan besok katanya dia bakalan menemui ku lagi didalam mimpi untuk memberikan aku sebuah "kenang kenangan" sebagai tanda pertemanan kami.

Sampai disini dulu kisah pengalaman selama berada di Amuntai...


***** BERSAMBUNG *****
Semoga yang ngasih cendol jadi orang kaya, Yang ngasih komen jadi orang sukses.

:goyang :goyang
profile-picture
profile-picture
profile-picture
enz076 dan 42 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Cie..... Udh kembali mendayung lg....
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan zhiyan memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 20 dari 30


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di