CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Ketika Mata Batin Terbuka ...
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f73096cc0cad77f125ae633/ketika-mata-batin-terbuka

Ketika Mata Batin Terbuka [Ep #78]

Tampilkan isi Thread
Halaman 19 dari 29
Zoyaaa... emoticon-Frownemoticon-Frown


Pdhl seru baca kisah joyaKetika Mata Batin Terbuka ...
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan zhiyan memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan

Episode 55 - Kebun Pisang Pak Adi #2

Ketika Mata Batin Terbuka ...


Berpisahnya aku dengan Zoya buka berarti mengakhiri kisah ku di Amuntai. Aku masih punya waktu beberapa hari lagi untuk "bermain" bersama Fadly.

Karena aku merasa kesepian dirumah gak ada teman, akhirnya aku putuskan untuk berkunjung ke rumah Fadly. Rumah dia lumayan jauh kalo di tempuh berjalan kaki, sebab aku masih gak bisa naik motor haha.

Ketika sampai dirumahnya, ya seperti biasa, dia gak ada dirumah jam segitu, dia mancing di sawah. Aku harus berjalan lagi jauh ke sawah. Sesampainya disana, ternyata Fadly sedang santai rebahan di sebuah pondok di tengah sawah.

Fadly: "eh yan... sendirian ?"
Aku: "iya.."
Fadly: "tumben. gak sama kaka mu?"
Aku: "siapa.."
Fadly: "zoya.."
Aku: "oh.. dia bukan kaka ku eh.."
Fadly: "soalnya kalian terlihat sangat dekat dan akrab."
Aku: "gak.. biasa aja.."
Fadly: "kemana dia.."
Aku: "dia pulang..."
Fadly: "oh.. jadi ceritanya kamu lagi gk ada temen ni, pantes nyari aku."
Aku: "hehe.. iya.. kamu lagi apa disini. kok santai. kata ibumu, kamu lagi mancing.."
Fadly: "iya.. tapi lagi santai aja.."
Aku: "malam ini ada acara lagi gak.."
Fadly: "gak ada kayanya.. blm ada kabar."
Aku: "gimana kalo kita ke kebun pisang yang di pekarangan pinggir jalan dekat tikungan itu."
Fadly: "punya pak adi?"
Aku: "iya.."
Fadly: "gak ah. gak berani aku."
Aku: "kenapa.. tumben takut.."
Fadly: "bukan takut, masalah nya pak adi itu masih ada hubungan keluarga sama orang tua ku. kalo aku ganggu peliharaan dia, nanti bisa merusak hubungan kekeluargaan kami."
Aku: "hmmm.. bener juga sih.."
Fadly: "tapi kalo kamu mau, kita bisa kesana malam ini.."
Aku: "gak usah.. susah nanti urusan nya."
Fadly: "bukan sama peliharaan pak adi, tapi penunggu lain."
Aku: "yang biasa nongkrong di bawah pohon ketapang itu?"
Fadly: "kok tau.."
Aku: "ya tau.. kan hampir tiap aku lewat, dia selalu ada.."
Fadly: "sip, nanti malam aku jemput kamu pakai motor."
Aku: "sip.. aku minjam pancing mu ya.. mau mancing dulu. kamu tiduran aja disini."
Fadly: "oke.. awas kalo gak dapat."
Aku: "gampang bos..."

Sekitar dua jam aku mancing di sawah pindah pindah tempat, gak ada satupun ikan haruan yang menyambar. Mungkin hari itu ikan pada tidur, akhirnya aku menemui Fadly dengan tangan kosong. Dia cuma ketawa dengan hasil memancing ku yang nol haha.

Karena sudah agak siangan, Fadly ngajak aku pulang kerumah nya, namun sebelum pulang, dia ngajakin aku ke semak semak dulu. Aku kira dia mau ngasih benda gaib atau apa lah, eh ternyata di ajakin buat meriksa jebakan burung. Kalo gak salah ada sekitar 20 jebakan yang di pasang, yang di semak semak itu ada empat, dapat nya satu burung. Sisanya tersebar di pinggiran sawah dan ada tiga yang kena, jadi totalnya ada empat burung yang didapat waktu itu.

Tiga ekor burung baburak (ruwak) dan yang satunya burung kontool.. eh, bener gak sih gitu nulis nya emoticon-Big Grin yang jelas bukan nama alat kelamin ya, itu beneran gitu orang sini nyebut nya. Sejenis burung bangau tapi dengan badan lebih kecil dan badan nya ada warna coklat, kalo bangau kan putih semua nya.

Sesampainya dirumah, aku di ajak tinggal dulu dan baru boleh pulang setelah makan siang, kata ibu nya nanti biar Fadly yang antar pakai motor. Aku sih iya aja, masa nolak di ajakin makan, kan lumayan haha. Dan sepertinya, ibu nya Fadly ini ada keturunan orang jawa nya, karena dia kalo masak identik dengan lombok dan santan, mengingatkan ku sama Bu'le yang selalu ngajakin aku makan ditempat nya sewaktu di lokasi tambang dulu (episode awal).

Skip aja ya .. langsung ke malam hari aja..

Malam hari sekitar jam 8, ada seseorang yang menjemput aku didepan rumah, katanya dia teman Fadly. Sesampainya dilokasi, ternyata rame sudah orang di kebun itu. Ada beberapa warga, bahkan para anak kecil juga banyak mengerumuni. Saat aku mendekat, ternyata ditengah sana ada Fadly bersama para teman nya yang memakai baju hitam hitam dan ikat pinggang kain putih. Melihat dari pakaian dan postur tubuh mereka, bisa dipastikan anak anak muda ini adalah anggota perguruan bela diri, tapi gak tau beladiri jenis apa.

Melihat aku datang, Fadly mendekati ku.

Fadly: "ayo masuk, kita sudah mau mulai.."
Aku: "maksud mu mulai apaan."
Fadly: "ini teman teman ku, mereka katanya mau bantu aku untuk bersihkan kebun ini."
Aku: "bukan nya kata mu nanti takut pak adi marah."
Fadly: "gapapa kok. kebetulan tadi siang aku bilang sama bapak ku kalo malam ini rencana mau nangkap jin yang suka jadi pocong mengganggu anak anak sepulang ngaji."
Aku: "trus gmna.."
Fadly: "boleh... awalnya minta izin sama pak adi lewat telpon, dan dia berpesan kalo bisa, sekalian musnahkan saja peliharaan pak adi itu. karena dia bilang sudah gak mau lagi berhubungan dengan jin wanita itu karena sangat menyusahkan. katanya itu adalah jin perliharaan ayah dari kakek nya pak adi."
Aku: "lalu, mereka itu siapa."
Fadly: "mereka teman ku, salah satu nya adalah anak dari yang bekerja di kebun sini. dia dan teman teman nya katanya bakalan bantu."
Aku: "dan para warga ini? gmna bsa banyak gini.."
Fadly: "biasa lah, gara gara para bocah liat kami banyak orang, mereka ikutan, sebagian ada yang pulang dan ngasih tau orang tua nya, akhirnya jadi banyak yang kesini."
Aku: "kalo gitu, aku ikut sama para warga aja ya nonton.."
Fadly: "oke deh..."

Setelah itu.. mereka mulai membuat sebuah portal gaib yang memagar sekitar area kebun agar para penghuni nya tidak bisa kabur. Sedangkan kami gerombolan para warga, dibuatkan juga pagar gaib, takutnya ada yang mencoba menyerang kami.

Ada 9 orang yang berjaga di beberapa sudut untuk memperkokoh pagar gaib yang mereka buat. Dan proses pun dimulai. Tapi, kali ini akan berbeda dari yang biasa kami lakukan, sebab banyak para warga datang, maka mustahil mereka bisa melihat atau mendengar perkataan dari jin. Maka, disediakan dua orang modiator (satu cadangan) yang sudah dalam keadaan duduk di tengah.

Mereka menarik jin yang biasa berada di pohon ketapang yang suka ganggu anak kecil, jin itu dimasukan ke dalam tubuh mediator. Saat jin itu masuk, dia langsung berdiri dan menyerang. Dia berkata "kurang ajar.. kalian berani masuk ke wilayah ku dan membuat onar, akan aku bunuh kalian semua."


***** BERSAMBUNG *****
...Segini aja dulu ya....

:goyang :goyang
profile-picture
profile-picture
profile-picture
enz076 dan 30 lainnya memberi reputasi
Lihat 21 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 21 balasan
Sekarang udah bakat nanem kentang......emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan zhiyan memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Elah kentangnya masih muda nihemoticon-Marah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Kwalah lah min upload foto pian😁
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 11 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 11 balasan
Ada kisah yang menarik gak ni om di daerah Asam Asam ? emoticon-Bingung
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan zhiyan memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan

Episode 56 - Kebun Pisang Pak Adi #3

Ketika Mata Batin Terbuka ...


Saat jin itu masuk, dia langsung berdiri dan menyerang. Dia berkata "kurang ajar.. kalian berani masuk ke wilayah ku dan membuat onar, akan aku bunuh kalian semua."

- Part #3

TF: "jangan harap kamu bisa membunuh kami, kami lah yang akan membunuh mu."
Jin: "Kalian bocah ingusan, akan aku jadikan makanan ku."

*TF: Teman Fadly

Dia langsung menyerang Fadly dan teman teman nya hingga perkelahian pun terjadi. Namun, disini mereka lebih kepada berkelahi dengan tenaga dalam dibandingkan dengan fisik. Awalnya, hanya satu lawan satu, namun tidak sanggup untuk menghadapi jin itu, akhirnya menjadi dua lawan satu.

"hmm... lumayan hebat juga tubuh ini. aku suka dengan tubuh ini, punya ilmu tinggi dan punya banyak senjata. bisa untuk melawan kalian." kata jin itu.

Dan memang, yang jadi mediator saat itu dia bukan orang sembarangan, tapi juga anggota yang bisa dibilang sudah berada pada tahap akhir dalam perguruan bela diri. Terlihat bahwa mediator itu punya beberapa senjata gaib, untuk saat itu sih sekitar 8 bilah pedang dia punya, gak tau kalo mngkin msh ada senjata yang lain.

Dua lawan satu mereka masih tidak mampu untuk menghadapi, akhirnya mereka berlima mengeroyok jin tadi. Awalnya, mereka bersatu mengelilingi jin itu untuk menyerangnya dari segala arah, ketika mereka menyerang secara bersamaan, jin tadi menapakan tangan nya yang sudah di isi dengan tenaga dalam ke
tanah, dan mereka berlima terpental jauh.

Karena mereka sudah mulai tidak dapat mengendalikan keadaan, mereka masing masing mengeluarkan senjata gaib nya, dan jin tadi mencabut sebuah pedang yang merah menyala, anjay gan, keren banget pedang nya, seperti orang yang sedang atraksi api. Mereka semua berkelahi.

Para warga yang melihat saat itu kebingungan, soalnya melihat mereka berkelahi memain main kan tangan kosong, padahal sebenarnya mereka masing masing sedang menggunakan pedang gaib. Seandainya apa yg kulihat saat itu bisa divisualisasikan ke sebuah proyektor agar para warga juga bisa melihat yang sebenarnya terjadi agar bisa ikut merasakan keseruan nya.

Salah satu dari perguruan silat itu ada yang terluka akibat tebasan pedang api yang digunakan oleh jin itu. Sedangkan jin nya masih terlihat belum ada serangan yang tembus mengenainya, setiap serangan dapat ditangkisnya walaupun diserang secara brutal dan keroyokan.

Tak hanya sampa disitu ketegangan nya. Salah satu dari penjaga pagar tiba tiba lumpuh kaki satu nya ke tanah. Para warga perhatian nya tiba tiba terfokus kepada dia. Mereka bertanya tanya kenapa tukang pagar itu mendadak berlutut satu kaki dan bertiak "aaaarkkkhhh".. Padahal, ada salah satu jin yang menyerangnya dan sepertinya jin itu ingin melemahkan pertahanan portal yang dibuat.

Melihat teman nya ada satu yang diserang mendadak, beberapa dari mereka langsung mengejar menyembuhkan kaki nya dengan tenaga dalam, sedangkan mediator cadangan yang tadi ikut duduk digerombolan kami para warga, masuk ke tengah arena dan duduk. Dua teman lain nya yang sedang bertarung kemudian menghampiri mediator yang duduk bersila ditanah tadi dan menarik jin yang menyerang penjaga pagar dan memasukannya ke dalam mediator.

Ketika jin itu masuk, dia langsung tertawa "hihihihihi...." dan menyerang mereka. Kali ini, dua mediator (yg dalam nya jin) itu bergabung hingga perlawanan menjadi 5 vs 2. Beuh.. satu aja susah apalagi lawan dua. Salah mereka juga sih, kenapa juga yang dijadikan mediator malah yang berilmu tinggi, jadinya malah susah dihadapi ketika jin yang didalam mencoba memanfaatkan kekuatan milik mediator.

Jin wanita yang baru masuk tadi, dia juga menggunakan sebilah pedang milik mediator, hanya saja, gak ada yang istimewa dari pedang nya, standar seperti yang lain. Mereka berdua menyerang dan membuat yang berlima semakin mundur. Kami yang melihat situasi kurang baik begitu, jadi merasa terancam, jangan jangan mereka kalah dan bisa bisa kami para penonton diserang sama jin tadi.

Situasi yang kurasakan saat itu bener bener seperti sedang nonton kuda lumping, yang mana kalo pemain sudah kesurupan, penonton bakalan tegang. Apalagi kalo pemain barongan naga nya sudah masuk ke arena, bakalan siap siap lari kalo dia mendekat, soalnya yang kena gigit barongan naga bakalan ikut kesurupan juga.

Pertarungan mereka saat itu bisa dipimpin oleh dua jin. Dari pihak manusia sudah beberapa yang terluka kena pedang sedangkan dari pihak jin masih belum ada satupun pedang yang bisa menyentuh mereka.

Mediator #1 yang dirasuki pertama tadi mulai brutal karena melihat para anak remaja silat itu mulai terluka, dia maju menyerang mereka dan hanya dengan satu hentakan kaki, mereka semua terpental kebelakang, bener bener mantap si om jin. Ada salah satu bapak di antara kami yang mengeluarkan hape untuk merekam, si Mediator #1 langsung sadar karena lampu kamera si bapak nyala. Dia hanya menggerakan tangan nya dan hape si bapak tadi melayang ke udara kemudian meledak.

Si bapak langsung terpaku, termenung, atau entah terpana dengan apa yang barusan dia lihat. Bener bener seperti sebuah adegan sulap, hanya saja kalo sulap itu hape nya masih bisa dibalikin, sedangkan ini hancur beneran. Fadly mengeluarkan cambuk yang seperti kaca nya itu dan mencoba menyerangkan kepada Mediator #1 namun lagi lagi dapat ditangkis dengan pedang api nya, cambuk Fadly putus menjadi beberapa bagian. Entah si jin itu bener bener hebat atau kekuatan pedang nya yang sangat sakti.

Mungkin, mereka sekarang mulai menyesal, kenapa jin nya dimasukin ke tubuh mediator itu, harusnya cari mediator yang lembek aja biar mudah dikalahkan.

Tak hanya sampai disitu, Fadly kembali menggunakan senjata lain, karena dia punya banyak senjata gaib. Kali ini dia menggunakan sebuah tombak yang mata tombak nya seperti parang besar. Mereka kembali bertarung dengan sengit 1 vs 1. Tidak lama, Fadly juga bisa dikalahkan nya dan Mediator #1 mengeluarkan sebuah jurus yang mana ketika dia menendang perut Fadly, Fadly langsung terpental jauh kebelakang sampai jatuh mengenai salah satu penjaga pagar. Fadly menyuruhnya untuk menggantikan di tengah, sementara itu Fadly bertukar menjadi penjaga pagar. Mungkin dua sudah mulai kelelahan.

Pengganti Fadly tadi membidikan panah kepada si Mediator #1, ketika dia sedang menarik busur sekuat tenaga, Mediator #1 mengunci badan dia lalu menancapkan pedang api tadi ke tanah, dia langsung tersungkur ketanah seperti ditarik oleh tali dari bawah tanah. Panah yang di pegang nya terlepas dan melesat ke atas hingga menembus portal dari pagar gaib dan merusak nya.

Melihat portal nya rusak, salah satu dari rejama perguruan silat tadi berteriak "jaga pertahanan". Para penjaga langsung membuat kembali pagar gaib namun beberapa jin yang ada diluar sempat masuk ke dalam portal dan merasuki beberapa warga. Para warga jadi kerasukan, ada bapak2, ibu2, dan anak2.

Parahnya, saat itu aku sedang posisi duduk jongkok. Orang yang berdiri di belakang ku kebetulah kesurupan dan seperti zombi kejang kejang gak jelas. Karena aku kaget, aku gak sadar nonjok bapak itu, eh, ternyata jin yang merasuki nya tadi terpental keluar dari tubuh si bapak, bapak nya langsung tak sadarkan diri. Tapi dia gak sadarkan diri karena efek jin keluar secara paksa, bukan karena ku tonjok.

Tiga dari warga yang kesurupan tadi (dua cwk, satu cwk) bergabung dengan dua mediator dan kini mereka jadi berlima. Sedangkan jin yang kena tonjok tadi masih keliaran terbang mengitari portal, mungkin dia ingin mencari celah yang rentan dan ingin merusaknya. Mereka para jin berlima berkelahi dengan para remaja perguruan silat. Tentu hasilnya sudah bisa ditebak, mereka luka luka dengan banyak sayatan serta tusukan dan berdarah darah (dalam visualisasi gaib, di penglihatan asli ya gk klhtn).

Jin yang dari tadi beterbarang mengitari portal tidak menemukan celah nya dan kembali kebawah berniat untuk merasuki warga lagi. Dia berhasil merasuki seorang ibu dan ibu tadi langsung drop ke tanah dan kejang kejang. Salah satu penjaga pagar berlari menghampiri dan mengeluarkan jin itu. Dia keluar dan berbalik arah lagi ingin merasuki salah satu dari kami. Dia merasuki lagi seorang ibu dan penjaga pagar tadi langsung memegang leher si ibu dan di pencetnya, jin tadi terkeluar lagi. Si penjaga tadi terus mengejarnya dan akhirnya jin tadi merasuki seorang kakek yang dari tadi ada di pojok bersama beberapa bapak yang sedang menonton.

Kakek itu berpakaian putih dan celana yang digunakan adalah celana tepung. Tau kan, kain yang biasa bekas tepung terigu, biasanya ada tulisan berat tepung nya. Jadi, misal yang jahit kurang teliti dan tulisan berat itu tepat di antata selangkangan, bisa bahaya. Nanti cewe cewe bisa histeris liat tulisan "Berat Bersih 50 KG" tepat senjata si pemakai celana haha.. Nah, celana itu masih banyak dipakai masyatakat, karena enak dipakai dirumah kain nya, dan cocok juga untuk dibawa mancing atau ke sawah.

Si penjaga tadi langsung lari mengejar. Namun, hal aneh pun terjadi. Ketika dia dekat dengan si kakek, dia berhenti dan mundur beberapa langkah Si kakek tadi dirasuki bukan nya terkapar di tanah, malah langsung berdiri. Dia mengangkat tongkat kayu nya yang tadi diketakan ditanah. Dia berteriak "keluar kamu..." sambil menancapkan tongkatnya ke tanah. Jin yang merasuki nya tadi langsung terlempar keluar, si kakek mengambil batu di tanah dan menyentikan nya ke arah si jin dan batu kerikil itu menembus kepala si jin lalu jin nya terbakar di udara dan menyebabkan sebuah efek menyala sekilas diudara lalu menghilang, bahkan para warga pun saat itu sembat ada yang berkata "eh.. itu apa tadi seperti ada yang menyala sekilas".

Melihat kejadian itu, mereka para remaja perguruan silat langsung menekuk kaki ditanah dan berlutut sebagai tanda menghormati dan berkata "eyang..". Si kakek berdiri ke tengah menghampiri mereka. Para warga juga tercengang, mungkin kaget dengan si kakek ini, dan mungkin mereka juga bertanya tanya siapa sosok kakek tua ini.

Melihat si kakek berjalan menghampiri, Mediator #1 tadi menyuruh para warga yang sudah dirasuki tadi untuk menyerang si kakek. Mereka mendatangi kakek, namun kakek dengan santai berjalan ke arah mereka dengan tongkat disebelah kanan dan tangan kiri dimasukan ke dalam kantong celana. Saat mereka sudah dekat, kakek tadi hanya mengayunkan tongkatnya ke arah orang yang kesurupan tadi dan di pukulkan ke paha. Jin nya langsung terseret keluar secara paksa, kakek tadi mengeluarkan sebuah benda yang ada disaku nya.

Ternyata sebuah cincin batu akik, di lemparkan ke arah jin yang keluar secara paksa tadi dan jin itu terperangkap ke dalam batu nya. Begitu juga dengan yang selanjutnya hingga 3 jin sudah tertangkap dan para warga tadi sudah tidak kesurupan. Si penjaga pagar tadi disuruh untuk memunguti cincin yang dilempar tadi, sedangkan si kakek terus nendekat ke tengah.

Melihat kehebatan kakek, jin itu mulai gentar sempat mundur beberapa langkah. Dia tetap menyerang dan yang diserang kali ini adalah si kakek, para murid murid perguruan itu langsung berlari melindungi si kakek. Namun mereka terlambat...


***** BERSAMBUNG *****
Semoga yang ngasih cendol jadi orang kaya, Yang ngasih komen jadi orang sukses.

:goyang :goyang
profile-picture
profile-picture
profile-picture
enz076 dan 34 lainnya memberi reputasi
Lihat 9 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 9 balasan
Uwooooowemoticon-Wow kakek sakti beraksi nih kayaknya.buat "beban" nonton duduk manis aja yaemoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Terlambat , si kakek keburu ngamuk dan zhiyan tetep ssantai nonton dari luar , kalau dia ikutan kasian jinnya auto kalah pas ada yg kesurupan aja sekali tonjok jinya mental ama zhiyan syalalalalala


Eh ia makasih lhoo updatenya kereen
profile-picture
profile-picture
profile-picture
soedin123 dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh schlafe
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Pas seru motongnya emoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Teman2ny lg kesulitan....
Cm bengong nonton doank emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan zhiyan memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Ngerih bener
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan zhiyan memberi reputasi
Guru datang smoga keadan jadi tenangemoticon-tempted
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan zhiyan memberi reputasi
Lanjutkan breee...emoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi

Episode 57 - Kebun Pisang Pak Adi #4

Ketika Mata Batin Terbuka ...


Melihat kehebatan kakek, jin itu mulai gentar sempat mundur beberapa langkah. Dia tetap menyerang dan yang diserang kali ini adalah si kakek, para murid murid perguruan itu langsung berlari melindungi si kakek.

- Part #4

Namun mereka terlambat, tongkat si kakek lebih dahulu menangkis serangan dari Mediator #1 dan sempat memukul nya di bagian paha. Mediator #1 langsung mundur kesakitan. Kelihatan nya, kakek ini bukan lah lawan yang mudah untuk mereka bereskan.


Dengerin musik sambil baca kayanya enak hehe.. klik tulisan Listen in Browser jika kamu sedang memakai hape.


Mereka berdua kemudian bergabung untuk menyerang si kakek. Dengan penggabungan tenaga dalam, mereka sepertinya ingin menyerang dan melumpuhkan si kakek. Namun, kakek tadi melemparkan tongkat nya ke arah mereka berdua dan mereka langsung terpental kebelakang. Mediator #2 langsung bangkit dan menyerang kakek dengan pedang nya. Lagi lagi, kakek itu cuma menghentakkan tangan nya ke tanah, Mediator #2 langsung jatuh tersungkur ke tanah.

Melihat keadaan sudah mulai kualahan, si kakek tadi berkata kepada para remaja perguruan silat itu "ikat" dan mereka semua masing masing menggunakan sebuah rantai (gaib) mengikat jin berdua tadi dari segala arah. Mereka berdua tidak dapat berbuat apa apa lagi. Kakek tadi menghampiri mereka dan mengambil tongkat yang dilemparkan nya tadi dan pergi dari tempat itu.

Sekarang, giliran mereka yang membereskan dua jin yang sudah tak berdaya ini. Fadly mendekati mereka (para jin) dan menggunakan salah satu selendang yang mengikat di pinggang nya (di episode sebelumnya, pernah ku ceritakan bhwa fadly itu selain selalu memakai pakaian gaib berupa baju perisai saat "berburu" hantu, dia juga memakai beberapa selendang di pinggang nya, serta membawa pedang di punggungnya). Nah, sedangkan selendang yang ku ceritakan ini, bukan selendang yg pakaian gaib nya itu, tapi emang selendang beneran yg bisa dilihat oleh mata.

Fadly menutupkan selendang nya ke kepala Mediator #1 sambil memegang kepala Mediator #1, kemudian selendang itu di tariknya sambil berteriak "Allahu Akbar". Jin yang ada di dalam Mediator #1 tadi langsung lenyap dan tubuh si mediator langsung lemas.

Fadly kemudian mendekati Mediator #2 dan sempat terjadi beberapa percakapan.

Fadly: "apa sebenarnya mau mu berada disini."
Mediator #2: "aku hanya memenuhi tugas dari sahabat ku untuk selalu melindungi keturunan nya."
Fadly: "apa maksud mu dengan melindungi."
Mediator #2: "kami membuat sebuah perjanjian, dan aku akan menjaga dia serta membantu nya dalam menghadapi para penjajah pada masa itu."
Fadly: "sekarang kan dia sudah gak ada. ngapain kamu terus ikut sama keturunan nya."
Mediator #2: "karena aku sudah berjanji untuk melindungi nya, ketika dia sudah tidak ada maka aku akan berpindah kepada keturunan nya."
Fadly: "tapi cara mu salah. gak ada yang mau dilindungi sama kamu kalo kamu brutal. orang gak ngasih sesajen aja di ganggu."
Mediator #2: "itu sudah jadi kewajiban mereka. karena mereka yang memulai nya."
Fadly: "gini aja, kamu mau berhenti untuk mengikuti mereka atau kamu akan aku musnahkan."
Mediator #2: "aku tidak akan pernah untuk pergi. aku akan selalu mengikuti hingga sampai keturunan nya yang akan datang."
Fadly: "wah.. gak bisa dibiarkan mahluk gini, cuma jadi parasit."

Fadly kemudian memukulkan selendang nya ke dada Mediator #2 tadi dan jin nya langsung terpental keluar lalu terbakar. Aku ya juga sempat berpikir, kalo tu selendang bisa membunuh jin kaya gitu, kenapa gak dikeluarin dari tadi. Apa memang senjata pamungkas hanya bisa dikeluarkan di akhir atau memang ada waktu yang tepat untuk mengeluarkan nya.

Sekarang, semua sudah aman dan kondisi juga sudah kondusif. Para warga sebagian sudah mulai sedikit demi sedikit pulang, sedangkan mereka masih saling memulihkan tenaga karena tenaga mereka cukup banyak terkuras dalam pertarungan tadi, mereka juga punya banyak luka dalam.

Skip Aja.. Kami kemudian saling berpisah untuk pulang. Fadly mengantar ku pulang dengan motornya. Diperjalanan, aku sempat tanya siapa kakek yang hebat tadi, ternyata dia salah satu sesepuh dalam dunia seni bela diri. Beliau adalah orang tua dari guru para anak anak silat itu, pantes aja mereka menyebut si kakek dengan sebutan Eyang.

Sesampainya dirumah, aku ajak Fadly masuk dulu dan ajakin dia makan, soalnya aku berangkat itu masih belum makan. Fadly awalnya menolak pas ku ajak makan, tapi karena ku paksa akhirnya dia mau. Aku tanya dia apa ada urusan lagi setelah ini, dia bilang gak ada. Ya sudah, berarti dia punya banyak waktu untuk malam itu. Aku ajak dia ke belakang rumah di sawahan yang sebelum nya aku sama Zoya pernah liat kuyang.

Ku bilang ke dia bahwa kami pernah melihat kuyang, siapa tau malam ini bisa liat kuyang lagi dan berencana mau nangkap sama Fadly. Aku cari semak yang rerumputan yang agak tebal supaya bisa tiduran disitu berdua. Aku ajakin Fadly untuk menunggu kuyang itu dan aku minta dia cerita tentang pengalaman apa aja yang pernah dia temui semasa berburu hantu.

Lumayan banyak dia cerita waktu itu, dan kisahnya bisa dibilang seru sekaligus menegangkan, hanya saja gak perlu ku ceritain disini karena itu kisah dia, bukan kisah ku. Sekitar hampir dua jam kami ngobrol, gak ada juga terlihat kuyang, udah gitu badan mulai gatal gatal karena tiduran di semak, apalagi banyak nyamuk. Akhirnya kami memutuskan untuk balik ke rumah aja.

Fadly pamit pulang, padahal dia ku ajakin untuk sekalian nginap aja di tempat ku. Tapi kata nya takut orang tua nya nyariin karena dia belum izin. Ya sudah sih, dia pun pulang.

Aku masuk ke kamar, ku lihat jam sekitar jam 11 lebih, aku masih belum bisa tidur. Akhirnya aku telpon Zoya, nanya nanya kabarnya disana gimana. Kami telponan sekitar hampir jam setengah satu karena banyak yang dibicarakan, terutama cerita soal kejadian tadi di kebun pak Adi. Dia menyayangkan karena gak sempat untuk ikut.

Udah aja ceritanya ya,,, jadi malah ingat lagi aku sama Zoya wkwk.. malam itu pokoknya gak ada lagi kejadian mistis, jadi ku akhiri sampai sini aja dulu.

***** BERSAMBUNG *****
Semoga yang ngasih cendol jadi orang kaya, Yang ngasih komen jadi orang sukses.

:goyang :goyang
profile-picture
profile-picture
profile-picture
enz076 dan 40 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh zhiyan
Update ......cakep..
Dayung terus...emoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Memang zhiyan dan Zoya pasangan yang cocok lagipun melengkapi 🙏
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 21 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 21 balasan
Petualangan dg fadly msh ada atw udh selesai smpai di situ aja.....???
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Lagunya bagus banget tuh hahahaha

Makasih updatenyaa
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Masi nunggu kapan yang lebih menantang lagiemoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 19 dari 29


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di