CARI
KATEGORI
KATEGORI
Pengumuman! Segera Daftarkan Komunitas Kalian Disini
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f8d15eeb8408812fb03cea5/tumbal-siluman-buaya

Tumbal Siluman Buaya

Tumbal Siluman Buaya

Beberapa tempat di sekitar kita sering menyembunyikan misteri. Salah satunya sungai yang ada di dekat rumah ane. Cerita di bawah ini adalah kejadian nyata yang dialami sepupu ane. Dia meninggal tenggelam di sungai yang konon di sungai tersebut ada buaya siluman. Tiap tahun sungai tersebut selalu meminta tumbal. Dan memang setiap tahun selalu ada saja yang tenggelam. Korbannya selalu remaja tanggung usia belasan tahun. Wallahu a'lam bishowab.

*****

"Huahhh," Parman ke luar dari dalam air.

Tak lama kemudian, bapak dua anak itu menyelam lagi. Ia bertekad harus menemukan anaknya yang beberapa saat lalu tenggelam.

Namun, sudah beberapa kali menyelam, anaknya tak kunjung ditemukan.

Parman frustasi. Ia kemudian naik ke tepian sungai. Di tepian sungai Tim SAR yang dipanggil warga bersiap untuk menyelam mencari Firman, anak Parman yang tenggelam.

Pencarian berlangsung selama dua jam. Tim SAR tak hanya mencari di sekitar lokasi. Tetapi, diperluas sampai ke beberapa tempat aliran sungai.

***

Saat itu, baru masuk musim penghujan. Sungai Drajat yang terletak di Kelurahan Drajat Kota Cirebon merupakan sungai yang tenang. Arusnya tidak deras, bahkan cenderung tenang.

Meskipun sudah masuk musim penghujan, arus sungai tersebut tetap tenang. Selama di daerah Kuningan tidak terjadi hujan besar. Lain halnya jika di Kuningan terjadi hujan besar, arus sungai tersebut akan sangat deras dan bahkan airnya bisa meluap dan menyebabkan banjir.

Ketika Firman tenggelam, sungai tersebut cenderung tenang. Arusnya yang tak deras membuat Firman dan kawannya berniat mencari ikan dan berenang.

"Rif, ayo kita balapan sampai seberang!" Firman yang jago berenang menantang Arif, kakak sepupunya.

Namun, belum juga aba-aba di mulai Firman sudah melesat. Tak butuh waktu lama ia sampai diseberang.

Ia kemudian berenang kembali. Namun, saat berada di tengah sungai ia tak dapat melanjutkan berenang.

Kakinya seperti ditarik dari bawah.

"Firman! Man! Kamu kenapa?" Arif berteriak memanggil Firman. Ia kemudian berinisiatif menghampiri Firman.

Arif mencoba sekuat tenaga agar Firman tak tenggelam. Namun, ia merasa Firman ditarik begitu kuat dari bawah. Arif kewalahan, ia takut ikut terseret ke bawah dan tenggelam.

Akhirnya Arif melepaskan Firman. Ia naik ke tepian sungai kemudian berlari ke rumah Firman yang tak jauh dari sungai.

"Firman, Bi. Huhuhu, tenggelam." Arif berteriak pada paman dan bibinya.

Parman yang mendengar anaknya tenggelam langsung berlari dan lompat ke air. Sempat ia lihat gelembung dari dalam air sebelum menyelam. Namun, saat di dalam air tak juga ia temukan anaknya.

Pencairan oleh Tim SAR tak membuahkan hasil, padahal sudah dua jam pencarian dilakukan.

Akhirnya dipanggil sesepuh dan ustadz.

"Lemparkan benda kesayangan Firman ke sungai," kata para sesepuh.

Akhirnya bantal yang sering dipakai oleh Firman di lemparkan ke sungai.

Setelah bantal tersebut di lempar ke sungai. Sesepuh menyuruh Tim SAR mencari kembali.

Benar saja, ternyata tak butuh waktu lama. Jasad Firman yang sudah membiru dengan darah keluar dari lubang hidung dan telinganya ditemukan.

Menurut sesepuh tangannya tergencet batu besar. Dan yang lebih aneh, ia ditemukan disebuah lubang dibagian dalam tepi sungai. Wallahu a'lam bishowab.

Ini gambar sungainya gaes.

Tumbal Siluman Buayasumber


berita tenggelamnya sepupu ane

Sumber: Pengalaman Pribadi


Pertanyaan ane : Ada yang bilang kalau ada remaja tanggung lewat dekat rumah korban, perhatikan jejak kakinya di tanah. Katanya kalau jejaknya seperti langkah buaya, segera ditangkap dan si korban yang tenggelam bisa kembali. Apakah itu benar?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tien212700 dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh erinherlina
Sampe sekarang masih sering terjadi tiap tahun pasti ada yang tenggelam di sungai itu.


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di