CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Mengejutkan! WHO Tak Sarankan Lockdown Lagi, Kok Bisa
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f83d2f9b41d303cb917615e/mengejutkan-who-tak-sarankan-lockdown-lagi-kok-bisa

Mengejutkan! WHO Tak Sarankan Lockdown Lagi, Kok Bisa

Mengejutkan! WHO Tak Sarankan Lockdown Lagi, Kok Bisa

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar mengejutkan datang dari Badan Kesehatan Dunia (WHO). Salah seorang petinggi organisasi ini, menyerukan para pemimpin dunia untuk berhenti melakukan penguncian (lockdown) demi ekonomi.

Hal ini diutarakan Dr Davis Nabarro. Ia bahkan mengklaim satu-satunya kesuksesan lockdown adalah meningkatkan kemiskinan, tanpa menyebutkan potensi menyelamatkan nyawa.


"Penguncian hanya memiliki satu konsekuensi yang tidak boleh Anda remehkan, dan itu membuat orang miskin menjadi semakin miskin," katanya dikutip dari media Australia News.com yang mengutip The Spectator.

"Kami di WHO, tidak menganjurkan penguncian, sebagai cara utama pengendalian virus ini."

Ia menegaskan lockdown dapat dibenarkan hanya untuk memberi waktu bagi para pemimpin menyusun kembali sumber daya untuk melindungi petugas kesehatannya. Ia mengatakan akibat lockdown banyak industri global hancur, misalnya pariwisata dan pertanian kecil.

"Tampaknya kita mungkin memiliki dua kali lipat kemiskinan dunia pada tahun depan. Kami mungkin memiliki setidaknya dua kali lipat dari malnutrisi anak," ujarnya lagi.

Ia pun meminta pemimpin dunia melakukan cara lain. Misalnya bekerja sama satu sama lain.

Hal ini berbeda dengan seruan-seruan sebelumnya yang diutarakan lembaga PBB itu. Beberapa kali WHO memperingatkan negara-negara agar tidak berlaku cepat mencabut penguncian terutama selama menghadapi gelombang pertama virus.

"Hal terakhir terjadi di negara mana pun saat membuka sekolah dan bisnis, hanya untuk dipaksa menutupnya lagi karena kebangkitan (corona)," kata Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus sebelumnya ditulis NYPost.

Meski begitu, bos WHO itu juga meminta negara-negara lainnya semakin aktif dalam pengujian dan pelacakan kontak. Sehingga lockdown bisa dibuka dengan aman dan menghindari penguncian lainnya di masa depan.

"Kita perlu mencapai situasi yang berkelanjutan di mana kita memiliki kendali yang memadai terhadap virus ini tanpa mematikan hidup kita sepenuhnya, atau beralih dari lockdown ke lockdown lain yang sangat merugikan bagi masyarakat," katanya.

CNBC Indonesia juga tengah menghubungi WHO untuk meminta klarifikasi soal ini.

sumur

https://www.cnbcindonesia.com/news/2...-lagi-kok-bisa
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Richy211 dan 6 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 3
drun serang who

emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
voorvendetta dan 2 lainnya memberi reputasi
kadrun2 pro lokdan lokdon mana asuaranya ???

serang WHO drun emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
knoopy dan 3 lainnya memberi reputasi
ya memang... lockdown itu berguna klo memang diterapkna dengan tegas. klo lockdown setengah hati ya ttp aja ada celah buat virus masuk lagi.

solusinya memang herd immunity, yang kuat yang bertahan hidup
profile-picture
profile-picture
profile-picture
knoopy dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Lokdon yg bagus yak self lokdon. Semakin mengundang banyak org,.apalagi terdapat org idiot.. semakin percuma klean lokdon.
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan scorpiolama memberi reputasi
China sama arab sukses lokdon, karena memang tegas, kalau di sini yg jangan harap, nggak pemimpin nggak rakyatnya sama saja
profile-picture
profile-picture
profile-picture
adithiaprieska dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Angkat anies gabener tolol jd presiden kadrun biar d lockdown mereka ga bs kemana2..


emoticon-Wakakaemoticon-Wakakaemoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
akumidtorc dan gabener.edan memberi reputasi
Kadrun belok kiri
Berarti yg bener adalah belok kanan
terus apa manfaatnya kita kayuak gini hampir setahun? emoticon-Cape d...
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
emoticon-Ngakak
lhp jerinx bener dong? trus dokter kt mukanya mau dikemanain? kan kasian mereka garda terdepan
profile-picture
profile-picture
bontakkun dan scorpiolama memberi reputasi
Mengejutkan! WHO Tak Sarankan Lockdown Lagi, Kok Bisa


Klo mini lockdown msh boleh?? emoticon-Ngakak


hari gini virusnya udah merata mau sibuk2 lockdown satu negara?? emoticon-Gila


lockdown epicentrum itu dimasa2 awal lah emoticon-Leh Uga
profile-picture
hbhbhb2008 memberi reputasi
Govlok who emoticon-Mad
Dasar kacung idi emoticon-Hammer

Laukdaun itu cuma untuk negara kaya emoticon-Mad
Negara miskin kayak indonesia ya herd immunity emoticon-Mad




























































emoticon-Mad (S)
profile-picture
Cupu1971 memberi reputasi
Mana nih tim pro lockdown emoticon-Wakaka
Penyakit model korona yang gampang nyebar ga semudah itu untuk ditekan dengan lockdown
Di vietnam yang kemarin berhasil aja muncul lagi
profile-picture
bontakkun memberi reputasi
Quote:


Kadrun mana ngerti yg kaya gini.. emoticon-Malu (S)

Mengejutkan! WHO Tak Sarankan Lockdown Lagi, Kok Bisa



emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
knoopy dan bontakkun memberi reputasi
Diubah oleh valkyr7
Pada dasarnya ga ada yang kuat lokdon lama, balik lagi ke duit sama ekonomi
profile-picture
bontakkun memberi reputasi
Negara kismin kayak indo kalo lokdon 14 hari juga resesi
emoticon-Leh Uga
profile-picture
scorpiolama memberi reputasi
Pake cara sini aja gas rem ala supir bus kejar setoran...

emoticon-Big Grin

udah telat....., itu alasannya...emoticon-Traveller
kalo bener infonya ? : nunggu KOMENT dari Team Dokter Indonesia..

katanya mereka garda depan..
Jadi membiarkan kematian dan membiarkan dokter kewalahan, dan membiarkan terjadi seleksi alam/herd immunity, by by pesan ibu ttg covid
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di