CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Debate Club /
[CLEAN DEBATE]Debate: Eksistensi Tuhan - Part 26
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dc53e7bc820846bb12d0eb1/clean-debatedebate-eksistensi-tuhan---part-26

[CLEAN DEBATE]Debate: Eksistensi Tuhan

Tampilkan isi Thread
Halaman 281 dari 312
Quote:


Heh banci klimis cebol emoticon-army @androidiot
Lihat 8 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 8 balasan
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Sosiopat adapt improvise overcome di negara ketuhanan yg Maha esa mrk tinggal memanipulasi sistem yg Ada

Hapus aja agama dr Indonesia biar kelihatan muka asli mrk seperti apa cuma doyan duit dan kekuasaan pengaruh
Yasu itu dalam bahasa arab untuk agama kristen

KISAH SUPERNATURAL


Berikut adalah beberapa kisah supernatural yang mengundang penasaran:

1. Gomchen dari Lachen

[CLEAN DEBATE]Debate: Eksistensi Tuhan - Part 26

Lachen Gomchen Rinpoche. (Sumber Wikimedia Commons)

Gomchen berarti "pertapa agung". Seorang gomchen dari Lachen ini tinggal di sebuah gua pegunungan Himalaya pada ketinggian 3.700 meter di atas permukaan laut, dekat perbatasan dengan Tibet.

Ia jarang bertemu orang lain, tapi kisahnya yang mampu terbang dan mengusir setan telah menarik perhatian pihak luar, termasuk seorang penjelajah wanita Prancis bernama Alexandra David-Néel.

David-Néel melakukan perjalanan berbahaya untuk menemui sang pertapa secara langsung, terutama untuk mempelajari mistisisme dan praktik perdukunan kuno Tibet.

Ia setuju belajar selama tiga tahun bersama sang gomchen, termasuk mempelajari tumo yang berarti "seni menghangatkan diri tanpa api di salju".

Ia menuliskan bahwa kemampuan melakukan tumo diukur berdasarkan jumlah lembaran kain basah yang bisa dikeringkan ketika menempel di kulit murid baru yang bergadang di luar ruang.

Yang menarik, beberapa penelitian terhadap para rahib Indo-Tibet pada 1989, 2002, dan 2013 telah menegaskan adanya kemampuan tersebut.
Diubah oleh ibnusinach
2. Maharishi Mahesh Yogi, Tirumalai Krishnamacharya

[CLEAN DEBATE]Debate: Eksistensi Tuhan - Part 26

Maharishi Mahesh Yogi. (Sumber Wikimedia Commons)


Maharishi Mahesh Yogi paling dikenal melalui gerakan Transcendental Meditation (TM). Ia juga mengaku mengajar "yoga terbang" sebagai bagian dari program TM-Sidhi tiga tingkat.

Para murid yang paling mahir disebut-sebut bisa melayang sesukanya dan kembali ke permukaan. Akan tetapi, semua muridnya ternyata hanya belajar melompat-lompat dalam posisi bersila bak bunga teratai.

Yang lebih menarik adalah "Dampak Maharishi" ketika pertama kalinya diamati pada 1976. Dalam fenomena ini, terjadi penurunan angka kejahatan suatu daerah yang lebih dari 1 persen warganya ikut dalam TM.

Salah satu penelitian, misalnya yang dilakukan di Washington DC pada 1993, mengungkapkan korelasi kuat antara praktik TM oleh 4000 warga dan 23,3 persen penurunan angka kejahatan di kota. Korelasi seperti itu hanya ada dua di antara 1 miliar kejadian.

Sementara itu, Tirumalai Krishnamacharya yang dijuluki "bapak yoga modern" karena memisahkan unsur agama dari yoga, pada 1930-an pernah memeragakan menghentikan jantungnya selama 1 menit di hadapan para tamu raja Mysore. Beberapa dokter hadir untuk melakukan pemantauan.

Orang yang tak percaya menuduh ia mengempit lemon pada ketiaknya agar menekan nadi sehingga menghentikan jantung. Akan tetapi, para dokter yang memantau berada di sampingnya sambil memasang stetoskop.

Sepanjang usia yang mencapai 101, ia telah menunjukkan kemampuan-kemampuan gaib termasuk menghentikan laju mobil dengan menggunakan tangan dan mengangkat beban dengan gigi-gigi.

Demikian juga dengan Yogi Satyamurti yang menghentikan detak jantungnya selama enam hari sambil dipantau menggunakan ECG saat warga Udaipur itu telah berusia 60 tahun.
3. Joseph dari Cupertino

[CLEAN DEBATE]Debate: Eksistensi Tuhan - Part 26

Joseph dari Cupertino. (Sumber Wikimedia Commons)

Joseph dari Cupertino adalah seorang biarawan mistis pada Abad ke-17 dan dikenal juga sebagai "Biarawan Terbang". Ia sering terlihat melayang antargereja dan mengambang di atas pohon.

Fenomena itu menarik banyak orang dan diduga menjadi tanggapan tak sengaja terhadap pengangkatan religius yang biasanya diawali dengan isakan atau jeritan.

Dalam suatu kejadian, ketika seorang ahli bedah sedang membakar luka pada pahanya, Joseph disebut-sebut sangat kesurupan dan mengambang beberapa sentimeter dari kursinya. Dikisahkan juga adanya seekor lalat yang mendarat pada bola matanya.

Di permukaan, sepertinya tidak banyak alasan untuk percaya kisah ini karena keadaan mengambang (levitation) merupakan tipuan lazim dan disukai para pelaku pertunjukan jalanan di seluruh dunia.

Akan tetapi, ada beberapa perincian yang membedakan kasus ini. Kemampuan Joseph dikuatkan oleh 150 kardinal, dokter, dan para prajurit dalam rentang waktu 35 tahun dan semuanya membenarkan bahwa lilin tidak berkedip ketika ia melintas.

Apalagi ada motivasi gereja untuk mencegah mujizat palsu sehingga pihak gereja berusaha keras membantah kisah Joseph agar tidak dipermalukan seandainya terbukti palsu.

Tidak ada yang bisa memastikan apakah Joseph memang terbang, tapi bukti yang ada telah cukup bagi Paus Benediktus XIV yang dikenal ketat dan teliti memeriksa mukjizat-mukjizat.
4. Tadashi Kanzawa

[CLEAN DEBATE]Debate: Eksistensi Tuhan - Part 26

Kanzawa Tadashi. (Sumber cuplikan video AsiaNewsTV)

Tadashi Kanzawa dikenal bisa menenangkan hewan dari kejauhan yang diakuinya dilakukan dengan memancarkan chi, yang dalam ilmu bela diri dikenal sebagai tenaga dalam.

Hal itu dilakukan terhadap berbagai spesies, mulai dari gajah, kanguru, berang-berang, tikus loncat, kerumunan domba, dan bahkan seekor harimau Bengal.

Suatu kali, di hadapan beberapa pakar, Kanzawa menyebabkan sekelompok kecil bison berbaring. Padahal, bison jarang berbaring ketika ada manusia di dekatnya.

Ia juga pernah mendorong jatuh alpaca (llama) dalam satu kandang, termasuk seekor betina dominan (alpha female) di siang hari. Menurut pemilik hewan-hewan, hal itu sangat jarang terjadi.

Setahun kemudian, melalui blog, pemilik hewan-hewan menambahkan bahwa Kanzawa juga menggunakan chi untuk menyembuhkan hewan sakit yang tidak bergerak, makan, atau menanggapi penyembuhan biasa.

Walau beberapa hal yang dilakukannya seakan tipuan, Kanzawa seakan dipandang sebagai pakar di Jepang dan ada beberapa buku yang ditulisnya.

Menurutnya, kemampuan itu datang mendadak ketika ia sedang tidur dan merasa ada kejutan-kejutan kuat yang mengguncang seluruh tubuhnya.
5. John Chang dari Surabaya, Indonesia

[CLEAN DEBATE]Debate: Eksistensi Tuhan - Part 26

John Chang. (Sumber cuplikan video Indo Magic)

Seorang mistis dari Indonesia bernama John Chang, yang dikenal juga sebagai Dynamo Jack atau Majusi Jawa, amat dikenal di kalangan praktisi neigong.

Ia ditemukan pada 1980-an oleh seorang awak film di Surabaya dan mengaku menggunakan chi sebagai sarana untuk menyembuhkan orang. Chi itu dialirkan melalui dua tangannya ke dalam tubuh pasien dalam bentuk kejutan listrik.

Dengan kemampuan chi menurut yin dan yang, ia juga diduga mampu mendorong atau menarik dari kejauhan, menghentikan tembakan peluru senapan angin dengan tangan, dan bahkan membakar sesuatu dengan tangan kosong.

Beberapa tahun setelah pertemuan pertama, awak film yang dimaksud kembali mengunjungi Chang bersama dengan sekelompok dokter yang skeptis.

Setelah demonstrasi kejut-kejut dari chi, mereka memeriksa seluruh tubuhnya dengan alat deteksi logam untuk mencari perangkat tersembunyi dan tidak berhasil menemukan apapun.

Chang menjelaskan sesudahnya, yaitu bahwa chi tidak terbaca karena keberadaanya bukanlah dalam bentuk listrik. Yang jelas, tim peneliti gagal menemukan bukti pemalsuan apapun.

Konon kabarnya, John Chang kaget dengan ketenarannya di Barat. Kemudian, ia menghilang begitu saja dan tak ada kabarnya.
Ibnu Taymiyyah dan Soal Diutusnya Buddha Menjadi Nabi


[CLEAN DEBATE]Debate: Eksistensi Tuhan - Part 26

Dalam tulisan-tulisan sebelumnya, telah disinggung bahwa Rasyid Ridha memperluas makna Ahli Kitab yang tidak hanya sebatas Yahudi dan Kristen, namun juga Budha, Hindu, Konghucu dan agama-agama lainnya yang memiliki kitab suci (al-kitab) atau pedoman yang mirip kitab suci (syubhat al-kitab).

Perluasan makna Ahli Kitab yang tidak melulu Yahudi dan Kristen ini tentu memiliki implikasi lain yang lebih luas, salah satunya ialah kemungkinan bahwa ada nabi-nabi lain yang berada di luar tradisi Bani Israil dan nabi ini membawa ajaran baru bagi masyarakat yang menjadi medan dakwahnya.

Adalah Ibnu Taymiyyah, cendekiawan muslim abad pertengahan yang selalu menjadi rujukan bagi gerakan salafi-wahabi, menegaskan ada kemungkinan munculnya Nabi di luar tradisi Bani Israil tersebut.

Dalam kitab al-Jawab as-Sahih li-man Baddala Din al-Masih (Jilid 5 Bab Syahadat al-Kutub al-Mutaqaddimah bi Nubuwwati Muhammad SAW), Ibnu Taymiyyah – dalam penafsiran atas kata Faran sebagai Mekkah ketika menjelaskan mengenai munculnya agama-agama samawi di beberapa tempat yang disebutkan perjanjian lama – menegaskan kemungkinan Buddha sebagai salah satu Nabi Allah SWT.

Ketika menafsirkan ayat pertama dari surat at-Tin, Ibnu Taymiyyah dengan sangat menarik menjelaskan:

واستظهر بعض المعاصرين أن قوله تعالى: “والتين” يعني به شجرة (بوذا) مؤسس الديانة البوذية، التي تحرفت كثيرا عن أصلها الحقيقي; لأن تعاليم بوذا لم تكتب في زمنه وإنما رويت كالأحاديث بالروايات الشفهية، ثم كتبت بعد ذلك حينما ارتقى أتباعها.


“Sebagian ulama saat ini (yang semasa dengan Ibnu Taymiyyah) menafsirkan firman Allah yang berbunyi Wat-tin (demi pohon Tin) sebagai pohon Budha, pendiri agama Buddhisme, yang telah mengalami banyak penyelewengan dari kebenaran aslinya. Penyelewengan ini terjadi karena ajaran-ajaran Budha sendiri belum dituliskan di masanya.

Ajaran-ajarannya disampaikan secara lisan sama seperti halnya periwayatan hadis-hadis Nabi (pra-kodifikasi). Namun ketika pengikutnya sudah mulai membanyak, barulah ajaran-ajarannya dituliskan.”

Setelah menjelaskan tafsir ulama yang semasa dengannya, Ibnu Taymiyyah seperti biasanya mentarjih pandangan yang menurutnya paling benar. Karena itu, dalam al-Jawab as-Sahih, ulama yang menguasai banyak bahasa ini mempertegas pandangannya:

والراجح عندنا، بل المحقق إذا صح تفسيرنا لهذه الآية أنه كان نبيا صادقا (ص. 6200 ) ويسمى: (سكياموتي)، أو (جوناما)، وكان في أول أمره يأوي إلى شجرة تين عظيمة وتحتها نزل عليه الوحي، وأرسله الله رسولا، فجاءه الشيطان ليفتنه هناك فلم ينجح معه. ولهذه الشجرة شهرة كبيرة عند البوذيين، وتسمى عندهم: (التينة المقدسة)، وبلغتهم: (أجابالا)


“Yang paling benar menurut kami setelah mengecek pandangan ini dengan teliti, dan jika memang tafsir kami atas ayat ini bisa sahih, Budha adalah seorang Nabi yang asli. Nama aslinya ialah Sakyamuni atau Gautama. Sebelum menjadi Nabi, pada mulanya ia pergi bersemedi di bawah pohon besar.

Setelah itu turunlah wahyu dan Allah mengutusnya sebagai Rasul. Lalu datanglah setan untuk menguji kenabiannya namun tidak berhasil. Pohon tempat Budha bersemedi itu sangat popular di kalangan penganut Budha. Bagi mereka, pohon ini disebut sebagai pohon Ara (pohon tin/bodhi) yang suci atau dalam bahasa mereka disebut sebagai Ajabala (?)”

Jika tafsir Ibnu Taymiyyah ini benar, pandangan Rasyid Ridha yang memperluas makna Ahli Kitab yang mencakup selain Yahudi dan Kristen bisa dibenarkan juga. Ini artinya para penganut agama Budha juga termasuk Ahli Kitab.

Namun yang menjadi tanda tanya, benarkah Ibnu Taymiyyah yang salafi itu berpandangan mengenai kenabian Buddha? Apa sumber-sumber yang digunakan Ibnu Taymiyyah untuk mengklaim kenabian Sidharta Gautama ini?

Kenyataannya penulis memang tidak mengutip langsung dari al-Jawab as-Sahih karya Ibnu Taymiyyah. Kutipan di atas berasal dari kitab tafsir yang berjudul Mahasin at-Ta’wil karya Jamaluddin al-Qasimi.

Penulis Mahasin Ta’wil ini mengutip pandangan Ibnu Taymiyyah ketika menafsirkan surat at-Tin dan menunjukkan bab yang dikutipnya. Beberapa halaman yang dikutip dari Ibnu Taymiyyah ini memang mirip.

Hanya saja kutipan pandangan Ibnu Taymiyyah mengenai kenabian Sidharta Gautama ini tidak ditemukan dalam kitab aslinya, al-Jawab as-Sahih, yang ditahkik oleh ulama Saudi. Kemungkinan dihapus besar dihapus karena ideologi Wahabi tidak mungkin menerima pandangan yang aneh-aneh atau yang kontra dengan ideologi salafinya (Allahu A’lam ini hanya su’uzhan).

Kendati demikian al-Jawab as-Sahih ini perlu ditahkik kembali kitab versi aslinya pasalnya dalam versi yang dikutip al-Qasimi, jelas-jelas Ibnu Taymiyyah berpandangan mengenai kenabian Buddha.

Bisa dipastikan bahwa al-Qasimi juga memiliki pandangan yang sama dengan Ibnu Taymiyyah. Hal demikian dibuktikan dengan tidak adanya sanggahan al-Qasimi terhadap pandangan Ibnu Taymiyyah dan diperkuat lagi dengan tidak adanya komentar beliau atas tafsiran tersebut.

Dan bahkan, ketika kita membandingkan kutipannya ini dengan rujukan aslinya, al-Qasimi hanya sekedar menjiplak kata-kata Ibnu Taymiyyah, tanpa ada yang diubah sedikitpun.

Bagi Ibnu Taymiyyah, seperti yang dikutip Jamaluddin al-Qasimi dalam Mahasin at-Ta’wil, surat at-Tin dari ayat satu sampai empat berbicara mengenai bagaimana Tuhan bersumpah dengan empat tempat munculnya agama besar di dunia.

Pertama, Tuhan bersumpah dengan pohon at-Tin, tempat Buddha mendapatkan wahyu dan menjadi Rasul dan lahirlah dari situ agama Buddha; kedua, Tuhan bersumpah dengan pohon az-Zaitun tempat Yesus Kristus diangkat menjadi Nabi dan Rasul lalu lahirlah agama Kristen.

Ketiga, Tuhan bersumpah dengan bukit Sinai tempat Nabi Musa mendapat mandat dari Tuhan untuk menyelamatkan Bani Israil lalu lahirlah agama Yahudi; keempat, Tuhan bersumpah dengan negeri yang aman (al-Balad al-Amin), Mekkah, tempat Nabi Muhammad SAW mendapat wahyu lalu lahirlah agama Islam.

Menurut sebagian ulama, jika Tuhan bersumpah dengan nama-nama makhluknya, itu menunjukkan bahwa nama-nama tersebut memiliki peranan penting di jagad raya ini. Misalnya dalam surat, as-Syams, Tuhan bersumpah dengan matahari yang menunjukkan bahwa matahari ini memiliki arti penting bagi kehidupan semesta.

Termasuk sumpah Tuhan dengan empat tempat munculnya agama-agama besar. Ini artinya agama-agama besar tersebut memiliki pengaruh yang besar bagi kehidupan manusia.

Pertanyaannya, kenapa Buddha-Kristen disebut lebih awal sementara Yahudi-Islam disebut paling akhir?

Ibnu Taymiyyah mengatakan bahwa penyebutan Buddha paling awal dilihat dari jauhnya agama ini dari kebenaran asalnya yang kemudian disusul Kristen dan Yahudi yang lebih mendekati kebenaran.

Sedangkan Islam disebut paling akhir karena kesempurnaan dan kebenarannya itu sendiri. Di sisi lain, dilihat dari wataknya, menurut Ibnu Taymiyyah, dua agama yang disebut paling awal tersebut dapat dikategorikan sebagai agama keutamaan (din al-fadilah) sedangkan dua agama yang disebut paling akhir disebut juga agama keadilan (din adalah).

Tentu pandangan ini lahir dari hasil pembacaan yang luas terhadap agama-agama berikut sekte-sektenya yang dikenal di masanya.

Dengan kata-kata lain, Ibnu Taymiyyah merupakan ulama yang memiliki cakrawala yang begitu luas. Kritiknya terhadap tokoh-tokoh filsafat, kalam, fikih, tasawwuf, sejarah dan kritik dan ulasannya mengenai agama lain tentunya lahir dari sumber bacaannya yang melimpah.

Karena itu, pandangannya tentang kenabian Buddha kemungkinan hasil dari bacaannya yang melimpah ini. Ditambah dengan penguasaannya terhadap bahasa selain Arab. Konon menurut beberapa pentahkik karya-karyanya, Ibnu Taymiyyah menguasai bahasa Persia, Turki, Ibrani, Aramia, Yunani, dan Latin.

Lewat penguasaannya terhadap bahasa Ibrani, Aramia, Yunani dan Latin ini, beliau mampu mengakses sumber-sumber primer ajaran Yahudi dan Kristen. Polemiknya dengan tokoh-tokoh Kristen serta bantahan-bantahan terhadap pandangan teologi Kristen tidak akan mungkin lahir dari kemampuan bahasa yang minim.

Ibnu Taymiyyah, konon katanya, ketika menulis al-Jawab as-Sahih, sudah membaca semua karya yang berkenaan dengan perdebatan di Konsili Nicea dan beberapa karya primer teologi Kristen. Karena itu, beliau seorang kristolog tulen dan ketika menulis berjilid-jilid karya ini, beliau hanya menghabiskan waktu duha.

Meski demikian luasnya, pengetahuannnya tentang agama Buddha tidak seluas pengetahuannya tentang agama Yahudi dan Kristen.

Jika kita menilik kembali karya-karya cendekiawan Islam yang mengulas agama Buddha, paling yang terkenal adalah al-Fihrist karya Ibnu an-Nadim, al-Milal wa an-Nihal karya as-Syahrastani dan Fi Tahkik Ma lil Hind min Maqulah Maqbulah au Marzdulah karya al-Biruni.

Dalam al-Fihrist ini, tidak ditemukan pandangan mengenai kenabian Buddha, yang ada hanya penjelasan mengenai biksu-biksu dan patung-patung Budha yang berasal dari Afghanistan, Cina dan India. Ulasan Ibnu an-Nadim tampaknya lebih menekankan aspek budaya.

Dalam al-Milal wa an-Nihal, as-Syahrastani mengulas sedikit tentang ajaran Buddha ini dalam bab Ashab al-Badadah. Buddha diterjemahkan olehnya sebagai al-Budd dengan jamaknya al-Badadah.

Ajaran-ajaran terpenting yang diulasnya salah satunya ialah larangan sepuluh seperti larangan untuk membunuh yang bernyawa, merampas harta orang lain, zina, berbohong, kikir, mengumpat, menghina, bertindak bodoh, menolak keyakinan akan adanya hari pembalasan dan seterusnya.

As-Syahrastani tidak menjelaskan secara eksplisit kenabian Buddha dalam karyanya ini. Hanya saja ia membandingkan secara sekilas sosok Buddha dengan Nabi Khidhr dalam Islam dengan mengatakan:

وليس يشبه البد على ما وصفوه إن صدقوا في ذلك إلا بالخضر الذي يثبته أهل الإسلام


“Jika memang ajaran-ajaran yang mereka jelaskan ini benar, Budhha ini tentunya mirip sekali dengan Nabi Khidhr dalam keyakinan orang Islam.”

Ketika memahami kutipan ini secara mendalam lagi, sebenarnya secara implicit as-Syahrastani mengakui kenabian Buddha jika memang data-data yang diperolehnya tentang ajaran-ajarannya ini benar dan valid.

Pengakuan ini berangkat dari usahanya dalam memiripkan Buddha dengan Khidir dalam Islam. Jika Khidir adalah Nabi, ya Buddha yang mirip dengannya tentunya Nabi juga. Begitu kira-kira maksud yang ingin diutarakannya. Hanya saja as-Syahrastani tidak ingin mengatakan lebih jauh daripada itu.

Dalam kitab Fi Tahkik Ma lil Hind min Maqulah Maqbulah au Marzdulah atau yang lebih dikenal dengan Kitab al-Hind, al-Biruni yang pernah tinggal di India bertahun-tahun dan mempelajari semua aspek kehidupan orang India mengatakan bahwa para penganut Buddha di India tidak pernah mengakui Buddha sebagai Tuhan.

Kata al-Biruni, mereka hanya berkeyakinan bahwa Buddha adalah seorang Nabi. Namun demikian, al-Biruni tidak berpandangan lebih jauh, Artinya, ia hanya sekedar memaparkan keyakinan orang-orang India yang diamatinya.

Al-Biruni sangat memahami bahasa Sansakerta dan tahu betul kondisi masyarakat di India saat itu. Dalam bukunya ini, kita akan banyak menemukan istilah-istilah Sansakerta yang memang agak sulit dibaca dalam bahasa Arabnya.

Jika kita letakkan pandangan Ibnu Taymiyyah dengan cendekiawan-cendekiawan Muslim sebelumnya seperti telah disebut di atas, jelaslah bahwa Ibnu Taymiyyah lebih berani dibanding ulama lainnya untuk mengklaim Buddha sebagai Nabi.

Dan kalau kita letakkan pandangannya ini dengan latar pengetahuannya yang luas, kita mungkin bisa berhipotesa bahwa Ibnu Taymiyyah juga menguasai bahasa Sansakerta yang dari situ kemudian dia mempelajari ajaran Buddha dari sumber-sumber aslinya.

Kata-kata Ibnu Taymiyyah yang berupa wa-arrajih indana bal al-muhaqqaq pada kutipan Arab di atas dan semangat beliau dalam mempelajari sesuatu berdasarkan prinsip ar-ruju ila al-asl (merujuk langsung kepada sumber aslinya) mengimplikasikan bahwa ia membaca literatur tersebut dalam bahasa aslinya dan membandingkannya dengan ajaran para Nabi kemudian mengklaim kenabian Buddha.

Ala kulli haal, jika pandangan Ibnu Taymiyyah ini diterima, paling tidak kita bisa menjelaskan kenapa para Wali di tanah Jawa dulu menikahi orang-orang Hindu, Buddha, Konghucu dan lain-lain (Sunan Gunung Jati misalnya). Jelas, itu karena mereka juga Ahli Kitab seperti yang dipertegas oleh Rasyid Ridha. Allahu A’lam.
Diubah oleh ibnusinach
Lihat 19 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 19 balasan
MENGAPA TUHAN ITU ADA?


“NOTHING” (tidak ada) tidak bisa menciptakan sesuatu. Jika alam semesta diciptakan melalui ledakan besar dari bola gas hidrogen padat maka pertanyaannya adalah, dari mana bola gas hidrogen itu berasal? Apakah ada ruang dan waktu seblum bola gas itu? Siapa atau apa yang menciptakan ruang dan waktu? Apa definisi dari NOTHING? Bisakah kita membuktikan bahwa NOTHING bisa menciptakan sesuatu?
profile-picture
noprirf memberi reputasi
Lihat 35 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 35 balasan
MENGAPA TUHAN ITU ADA?


Sedang tejadi perbincangan yang sengit antara , buah, daun dan ranting.

Buah : wahai sahabatku Daun, apakah akar itu ada ?

Daun : saya dan semua teman2 saya disini sudah cukup lama ingin menanyakannya, bahkan jauh sebelum kamu ada wahai sahabatku Buah.

Buah : sahabatku Daun, tidakkah pernah kau coba menanyakannya pada sahabat kita Ranting ?sepertinya Ranting lebih dulu ada diantara kita berdua.

Daun : sahabat kita Ranting memang lebih dulu ada, tetapi dia begitu pendiam dan cool, kami jadi segan menanyakannya.

Buah : baiklah sahabatku Daun, biar saya coba menyakannya kepada Ranting, sebelum aku terjatuh ke tanah.

"Sahabatku Ranting yang pendiam, kelihatannya kau cukup bijaksana, ijinkan kami bertanya kepadamu, apakah Akar itu ada ? sebab tidak satupun diantara kita yang melihatnya.

Ranting : (sambil tersenyum) itulah mengapa saya selalu terdiam wahai sahabatku semua, sebab setiap yang datang kepadaku untuk menanyakan apa akar itu ada ? Orang itu pula yang sekaligus menjawabnya bahwa tidak satupun yang melihatnya, jadi apa yang harus aku jawab wahai sahabatku semua,😁

___________

Dari dalam tanah

Tanah : menceritakan kepada Akar bahwa Buah, Daun dan Ranting diatas sedang memperbincangkan dan ingin mengetahui keberadaanmu.

Akar : hanya tersenyum (sambil bergumam dalam hati, bukankah mereka semua sahabat ku bermula dari aku? "dan bukankah kami semua melihatmu (Tanah), dan kau (Tanah) melihat kami semua.?) 🙄☺️

--------------

Bagaimana halnya dengan Biji, yang selama ini tidak satupun yang mengetahui keberadaannya bahkan menanyakannya !? ☺️😀

mungkinkah Tanah bisa menjelaskankannya ?!

Jadi siapapun,anda, beragama atau tidak, tetaplah menjadi diri anda sendiri. sampai kebenaran datang kepada anda.
profile-picture
noprirf memberi reputasi
MENGAPA TUHAN ITU ADA?


God + Nothing = Everything

Jika God = 0, maka Everything = 0

Dengan kata lain,…

1. Tidak akan ada segala sesuatu tanpa Tuhan.

2. Alam semesta yang temporer pasti dimulai dari atau oleh sesuatu yang kekal.

3. Alam semesta yang diciptakan (to be) pasti dimulai dari sesuatu yang tidak diciptakan (being).

4. Apabila yang temporer diasumsikan telah diciptakan oleh yang temporer pula, maka yang temporer yang eksis paling awal diciptakan oleh yang kekal.

5. Apabila ciptaan diasumsikan sebagai ciptaan dari ciptaan, maka ciptaan yang eksis paling awal diciptakan oleh yang kekal (being).

Kesimpulannya,…

1. Tidak ada eksistensi dari segala sesuatu yang sementara jika tidak diawali jauh sebelumnya oleh sesuatu yang kekal.

2. Tidak akan ada kualitas-kualitas yang akan eksis tanpa sumber pertama yang lebih berkualitas. Contoh: Ciptaan yang intelek diawali oleh Pencipta yang jauh lebih intelek.

3. Tidak akan ada keteraturan yang diawali oleh keberantakan. Contoh: Letak tata surya yang teratur, berotasi, dan berevolusi secara teratur diawali oleh sesuatu yang memiliki atau menguasai keteraturan pula.

Lantas, mengapa ada kejahatan? Dari mana kah asalnya? Apakah dari Tuhan juga?

Ingat, kejahatan bukan eksis seperti materi atau barang. Dia tidak diproduksi seperti produk-produk yang dihasilkan dari pabrik, tetapi dia adalah suatu pilihan atau tindakan yang meleset dari yang ideal. Itu yang biasa disebut dengan dosa. Jadi, dosa bukan materi tetapi kemelesetan dari pilihan dan tindakan yang ideal.

Akar dari kata “dosa" sendiri diartikan sebagai kemelesetan atau tidak tepat sasaran (Greek: hamartia; English: miss the mark).

Artinya, Tuhan tidak pernah menciptakan kejahatan sebagaimana menciptakan barang atau makhluk tetapi kejahatan adalah kemelesetan terhadap kehendak-kehendak-Nya yang suci, benar, dan sempurna.
profile-picture
noprirf memberi reputasi
Diubah oleh ibnusinach
MENGAPA TUHAN ITU ADA?


1. Apapun yang berawal pasti mempunyai penyebab.
2. Alam semesta mempunyai awal.
3. Alam semesta mempunyai penyebab.

Kesimpulan dari argumen di atas mengimplikasikan bahwa ada sesuatu yang menyebabkan eksistensi alam semesta. Penyebab ini haruslah memiliki kuasa yang luar biasa besar karena dapat menyebabkan terciptanya alam semesta (omnipotence). Penyebab ini juga haruslah personal being karena ada kala di mana alam semesta belum eksis yang mana tidak mungkin terjadi jika being ini tidak bersifat personal. Hal lain yang dapat disimpulkan adalah being ini juga haruslah bersifat self-sufficient karena dia dapat eksis sebelum segala sesuatu selain diri-Nya eksis. Ketiga hal ini konsisten dengan sifat-sifat yang diatributkan kepada Tuhan Personal agama-agama besar di dunia seperti Islam, Kristen, dan Yahudi. Oleh karena itu, saya mempercayai keberadaan Tuhan.
profile-picture
noprirf memberi reputasi
MENGAPA TUHAN ITU ADA?


Apa itu AWAL apa itu Akhir? Sesungguhnya segala sesuatu itu ADA dan TIADA. ADA karena terpikirkan, TIADA karena tdk terpikirkan. Kuncinya adalah PIKIRAN. Bila kita menyakini TUHAN itu Ada, maka segala kejadian yg tdk bisa kita jawab pasti kita akan bilang itu kuasa dan kehendak Tuhan. Karena kita sebagai manusia sering menemui hal2 yg bersifat gaib dari jaman dulu sd sekarang.

Contoh : seorang David coverfil pesulap kesohor, tiba2 muncul di suku pedalaman dgn seluruh kemegahan, kemudian dia membuat trik2 magic sulap yg luar biasa maka org2 dipedalaman pasti akan menganggap dia adalah Tuhan, karena mampu melakukan hal2 yg diluar nalar. Bahkan kemarin ada pemuka agama yg mengatakan david piara jin. Pdhal itu semua hanya bantuan teknologi.

Jadi pikiran kita gampang di manipulasi. Bila Tuhan itu Tiada, ya bagi yg berpikiran seperti itu mereka menganggap segala sesuatu terjadi ya terjadi saja, semua karena konsekwensi sebab akibat. Tdk ada hubungannya dgn Tuhan atau makhluk gaib. Kita tdk bisa memaksakan org yg berpikiran tuhan itu tdk ada, krn kalo kita ngotot, mereka minta kita hadirkan Tuhan, hayooo gimana?

Jadi semuanya berpulang kpd diri masing2 dgn keyakinannya. Tdk usah kita campuri, yg penting masing2 orang bisa berbahagia dgn keyakinannya itu sdh cukup. Dan kita bahagia dgn keyakinan kita. Maka dunia akan menjadi lbh baik ADA ataupun TIADA dgn sosok TUHAN. Oiya tambahan TUHAN itu jg istilah dlm bahasa loh. Jd jgn kita berdebat dan bersitegang dgn org yg tdk tau bahasa indonesia. Misalnya kita bilang TUHAN itu ADA, org inggris bilang NO, tidak ada Tuhan melainkan GOD.
profile-picture
noprirf memberi reputasi
Diubah oleh ibnusinach
MENGAPA TUHAN ITU ADA?


Seorang tukang cukur yg atheis berkata kepada pelanggannya. “TUHAN ITU TIDAK ADA”.

Sang pelanggan bertanya, mengapa tukang cukur berpikir demikian.

Kata sang tukang cukur, seandainya Tuhan itu ada, mengapa masih ada orang jahat di dunia?

Pelanggan tidak bisa menjawab. Tiba-tiba, melintaslah seorang yang compang camping dan acak-acakan di depan jendela mereka.

Pelanggan menjawab. Menurut saya, tukang cukurlah yang tidak ada.

Tukang cukur terkejut. Bagaimana mungkin kamu bicara begitu? Bahkan saat ini kamu sedang dicukur.

Pelanggan menjawab, jika benar bahwa tukang cukur ada, mengapa masih ada orang yang berantakan di luar itu?

Tukang cukur semakin marah. Bagaimana mungkin saya merapikan orang yang tidak mau masuk ke sini dan tidak minta dirapikan?

Pelanggan menjawab. Itu tepat sekali. Kejahatan ada karena manusia tidak mendekati Tuhan, bukan karena ketiadaan Tuhan.
profile-picture
noprirf memberi reputasi
MENGAPA TUHAN ITU ADA?


Untuk bisa mencapai bentuk alam semesta yang sangat teratur seperti ini (secara makro, misalnya salah satu contoh kecil saja: bagaimana bumi yang demikian besar dan bergerak dengan sangat cepat pada orbitnya ini malah terasa sangat stabil seakan tidak bergerak), atau sebaliknya, untuk mencapai bentuk manusia yang sangat teratur seperti badan kita ini (secara mikro, misalnya contoh kecilnya: bagaimana masing-masing bagian tubuh memiliki fungsi fisiologis yang demikian rupa yang sangat presisi dan teratur), tidak mungkin berasal dari kebetulan dan kebetulan dan kebetulan dst. Secara matematis, kebetulan kali kebetulan kali kebetulan tidaklah mungkin kebetulan. Itu adalah hasil rekayasa, itu adalah karya.

Mari kita fokus kepada probabilitas sebuah kebetulan. Satu contoh sederhana: untuk munculnya hidung di bawah antara kedua mata dan di atas bibir (dan kenapa hidung bukan di perut, atau bukan di kaki, atau bukan di tangan, atau di dagu atau belakang kepala), coba kita hitung berapa probabilitasnya. 1 per (jumlah area yang tersedia di seluruh permukaan tubuh). Ini baru hidung.

Lalu misalnya bumi. Probabilitas kenapa ada atmosfer melindungi bumi, dikalikan probabilitas kenapa atmosfer itu sedemikian tebal sehingga dapat mensortir overwhelming majority benda langit yang berupaya menembusnya, dikalikan kenapa blablabla dan blablabla, maka kemungkinan terjadinya adalah 1/(seluruh kemungkinan yang ada) x 1/(seluruh kemungkinan yang ada) dst. Ini baru soal atmosfer bumi. Dikalikan lagi dengan sekian milyar fakta alam lainnya di bumi ini. Kemungkinannya menjadi 1/(angka yang mendekati tak terhingga).

Hasil akhir kemungkinan inilah probabilitas terjadinya kesemua ini secara kebetulan. 1 dibagi hampir tak terhingga mendekati 0 bukan. Jadi, probabilitas bahwa semua ini kebetulan adalah hampir 0%.

Sebaliknya, 100% dikurangi hampir 0% adalah 99,99999999… % bukan?

99,999999999…% inilah kemungkinan bahwa semua ini terjadi bukan sebagai kebetulan.


Simpel!
profile-picture
noprirf memberi reputasi
MENGAPA TUHAN ITU ADA?


Coba bayangkan, berapa lama Bumi ini tercipta? Ratusan juta tahun yg lalu kan?

Dan sepanjang ratusan juta tahun yg lalu, kita menemukan ratusan juta prasasty, tanda, bukti, petunjuk dari berbagai jenis manusia lintas zaman yg menyembah kepada otoritas tertinggi, yg luhur dan agung.

Mereka, siapapun itu, suku jawa dg kejawennya, Celt dg Druidismenya, para Zoroastrian yg membentang dari Persi sampai India, Yunani dg Hellenismeny, dan ratusan ribu agama kuno bahkan modern adalah bukti konsistensi Tuhan berkomunikasi dg makhluknya ratusan juta tahun lamanya.

Berbagai macam manusia, yg terpisah jarak dan waktu di masa lalu bagaimana mereka bisa bersepakat dg adanya sang MAHA AGUNG? Tidak ada internet, tidak ada pesawat yg menghubungkan mereka utk bersepakat akan eksistensi Sang Pencipta.

Lalu kenapa Agama mereka berbeda-beda jika memang Tuhan itu ada? ingin sekali sy menyebutnya sebagai delusi massal manusia.

Delusi itu terjadi pada sosok atau gambaran makhluk Gaib diseluruh belahan dunia, org Jerman tidak pernah takut dg gendruwo, dan kita pun merasa aneh dg hantu China yg loncat2 berambut panjang yg diikat itu. Semua manusia mempunyai citra terhadap segala sesuatu yg mampu ia rasakan namun tak mampu ia lihat.

Cara kita menggambarkan sesuatu yg kita rasakan barangkali berpengaruh terhadap seperti apa kita menggambarkan Sang Maha Kuasa.

Tuhan, telah begitu lama konsisten menunjukkan kehadirannya, kita yg berbeda-beda dalam menafsirkan keberadaanNya.
profile-picture
noprirf memberi reputasi
MENGAPA TUHAN ITU ADA?


"Adanya Tuhan karena adanya Saya, Adanya Saya karena adanya Tuhan".


Nah loh…hheee…dipikir sendiri saja…

Siapa yang mengatakan Allah ada kalau bukan Saya?, Siapa yang mampu membuktikan keberadaan Allah kalau bukan Saya?, Siapa yang Mampu menyaksikan Allah kalau bukan Saya?,

"Manusia".

Binatang, tumbuhan, hewan, jin, setan, iblis, siluman dedemit peri periyangan, malaikat, matahari bulan bintang api air tanah angin hanya diam saja.

Hanya manusia yang mampu untuk

"Membuat yang Gaib menjadi wujud, membuat yang wujud menjadi gaib".


Siapa yang bisa membuktikan eksistensi Tuhan?, Ya Manusia, buktinya.

Yang gaib menjadi wujud :


Ilmu pengetahuan gaib lalu diwujudkan menjadi nyata, buat rumah dlsb.

Yang wujud menjadi gaib :

Makan nasi menjadi rasa kenyang dlsb.

Hayo sok dipikir lah sendiri….


Masih adakah?, Buanyaaak…hhee

Terimakasih.
MENGAPA TUHAN ITU ADA?


Tuhan adalah Sumber Kehidupan Manusia


Sejak datang dengan menangis ke dalam dunia ini, engkau mulai melakukan tugasmu. Engkau memulai perjalanan hidup dengan mengambil peranmu dalam rencana Tuhan dan dalam penetapan-Nya. Apa pun latar belakangmu dan bagaimanapun perjalanan yang ada di hadapanmu, tak seorang pun dapat lolos dari penyelenggaraan dan pengaturan yang telah diciptakan Surga, dan tak seorang pun dapat mengendalikan nasibnya sendiri, sebab hanya Ia, yang mengatur segala sesuatu, yang dapat melakukan pekerjaan tersebut. Sejak hari manusia diciptakan, Tuhan melakukan pekerjaan-Nya sedemikian rupa, mengelola alam semesta ini dan mengarahkan irama perubahan segala sesuatu dan jalur pergerakannya. Bersama-sama dengan segala sesuatu, manusia dalam hening dan tanpa sadar dipelihara oleh kemanisan dan hujan serta embun dari Tuhan. Seperti segala sesuatu yang lain, manusia tanpa sadar hidup dalam pengaturan tangan Tuhan. Hati dan jiwa manusia berada dalam genggaman Tuhan, dan seluruh kehidupannya berada dalam pengamatan mata Tuhan. Entah engkau memercayainya atau tidak, setiap dan segala hal, baik yang hidup maupun mati, akan berganti, berubah, diperbarui, dan lenyap sesuai dengan pemikiran Tuhan. Demikianlah cara Tuhan memerintah atas segala sesuatu.

Ketika malam diam-diam membayang, manusia tetap tidak sadar karena hati manusia tidak dapat mengerti bagaimana kegelapan itu datang mendekat atau dari mana kegelapan itu datang. Saat malam diam-diam menyelinap pergi, manusia menyambut cahaya pagi, tetapi mengenai dari manakah terang itu datang dan bagaimana terang itu mengusir kegelapan malam, manusia lebih tidak mengerti maupun menyadarinya. Pergantian siang dan malam yang terus terjadi berulang-ulang ini membawa manusia dari satu masa ke masa lainnya, dari satu latar sejarah ke latar sejarah berikutnya, sekaligus memastikan bahwa pekerjaan Tuhan dalam tiap masa dan rencana-Nya bagi tiap zaman terlaksana. Manusia telah berjalan melalui berbagai masa yang berbeda ini bersama Tuhan, tetapi tidak menyadari bahwa Tuhan mengatur nasib segala hal dan semua makhluk hidup, atau memahami cara Tuhan mengatur dan mengarahkan segala sesuatu. Ini adalah sesuatu yang gagal dipahami manusia sejak zaman dahulu kala sampai sekarang. Alasannya bukan karena perbuatan-perbuatan Tuhan terlalu sulit dipahami, atau karena rencana Tuhan masih belum diwujudkan, tetapi karena hati dan roh manusia terlalu jauh dari Tuhan sehingga manusia tetap melayani Iblis pada saat bersamaan dengan mengikuti Tuhan—dan sama sekali tidak menyadarinya. Tidak seorang pun berusaha mencari jejak langkah ataupun penampakan yang diwujudkan-Nya, dan tak seorang pun bersedia untuk hidup dalam pemeliharaan dan penjagaan Tuhan. Sebaliknya, mereka malah mau bergantung pada kebusukan Iblis, si jahat, agar bisa menyesuaikan diri dengan dunia ini dan aturan-aturan kehidupan yang diikuti oleh umat manusia yang jahat. Pada titik ini, hati dan roh manusia sudah dipersembahkan sebagai upeti kepada Iblis dan menjadi makanan Iblis. Lebih dari itu, hati dan roh manusia telah menjadi tempat Iblis berdiam dan menjadi tempat bermainnya yang pas. Dengan demikian, manusia tanpa sadar kehilangan pemahamannya tentang prinsip-prinsip kemanusiaan, dan nilai serta makna keberadaan manusia. Hukum Tuhan dan perjanjian antara Tuhan dan manusia perlahan menghilang dari hati manusia dan manusia berhenti mencari atau mengindahkan Tuhan. Dengan berlalunya waktu, manusia tak lagi mengerti alasan Tuhan menciptakan dirinya, maupun memahami perkataan yang keluar dari mulut-Nya dan segala hal yang datang dari Tuhan. Manusia kemudian mulai menentang hukum dan ketetapan-ketetapan Tuhan, hati dan rohnya menjadi mati rasa …. Tuhan kehilangan manusia yang Dia awalnya ciptakan, dan manusia kehilangan akar asal mula keberadaannya: Inilah kenestapaan umat manusia. Faktanya, sejak awal sekali sampai sekarang, Tuhan telah mementaskan tragedi bagi umat manusia, yang di dalamnya manusia menjadi pemeran utama sekaligus korbannya, sedangkan siapa sutradara di balik tragedi ini, tak seorang pun dapat menjawabnya.

Dalam bentangan dunia yang luas ini, tak terhitung perubahan yang telah terjadi, lautan mengendap menjadi dataran, dataran membanjir menjadi lautan, terus-menerus. Selain Ia yang memerintah atas segalanya di alam semesta, tak seorang pun dapat memimpin dan menuntun umat manusia. Tidak ada orang perkasa yang dapat mengupayakan atau melakukan persiapan bagi umat manusia ini, apalagi ada orang yang dapat memimpin umat manusia ini menuju tempat tujuan terang dan membebaskan mereka dari ketidakadilan dunia. Tuhan meratapi masa depan manusia, bersedih atas kejatuhan umat manusia, dan merasakan kepedihan karena umat manusia selangkah demi selangkah berarak menuju kebusukan dan jalur tanpa jalan kembali. Inilah umat manusia yang telah menghancurkan hati Tuhan dan meninggalkan-Nya untuk mencari si jahat: adakah yang pernah memikirkan arah mana yang akan dituju oleh umat manusia semacam ini? Inilah alasan sesungguhnya mengapa tak seorang pun yang menyadari kemurkaan Tuhan, tak seorang pun berusaha mencari cara untuk menyenangkan Tuhan atau mencoba untuk lebih mendekat kepada Tuhan, dan terlebih lagi, tak seorang pun berusaha memahami dukacita dan kepedihan Tuhan. Bahkan setelah mendengar suara Tuhan, manusia terus saja berjalan di jalannya sendiri, bersikeras menjauh dari Tuhan, menghindar dari kasih karunia dan pemeliharaan Tuhan, menjauhi kebenaran-Nya, dan lebih memilih menjual dirinya kepada Iblis, musuh Tuhan. Adakah yang pernah memikirkan—jika manusia terus membandel—bagaimana Tuhan akan bertindak terhadap umat manusia yang telah menolak-Nya tanpa menoleh ke belakang? Tak seorang pun mengetahui bahwa alasan Tuhan memberi peringatan dan nasihat berulang-ulang adalah karena di tangan-Nya Ia menggenggam malapetaka yang belum pernah ada sebelumnya, yang telah Ia siapkan, yang tidak akan tertahankan bagi daging dan jiwa manusia. Malapetaka ini bukan sekadar penghukuman untuk daging, tetapi juga untuk jiwa. Engkau perlu tahu ini: Saat rencana Tuhan gagal dan saat peringatan serta desakan-Nya tidak ditanggapi, murka seperti apakah yang akan ditumpahkan-Nya? Ini tidak akan sama dengan yang pernah dialami atau didengar sebelumnya oleh makhluk ciptaan mana pun. Oleh karena itu, Aku akan katakan kepadamu bahwa malapetaka ini belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak akan pernah terulang. Ini karena Tuhan berencana menciptakan umat manusia hanya satu kali ini dan menyelamatkannya hanya satu kali ini juga. Inilah yang pertama dan juga yang terakhir. Oleh karena itu, tak seorang pun yang dapat memahami niat serius dan antisipasi yang sungguh-sungguh Tuhan lakukan untuk menyelamatkan umat manusia kali ini.

Tuhan menciptakan dunia ini dan menghadirkan manusia, makhluk hidup yang ke dalamnya dianugerahkan-Nya kehidupan. Selanjutnya, manusia memiliki orang tua dan kerabat dan tidak sendirian lagi. Sejak pertama kali manusia melayangkan pandangannya ke dunia lahiriah ini, dia telah ditakdirkan untuk berada dalam penetapan Tuhan. Napas kehidupan dari Tuhanlah yang menyokong setiap makhluk hidup selama masa pertumbuhannya hingga dewasa. Selama proses ini, tak seorang pun merasa bahwa manusia bertumbuh dewasa karena pemeliharaan Tuhan, melainkan mereka meyakini bahwa manusia bertumbuh karena kasih pemeliharaan orang tuanya, dan bahwa naluri kehidupannya sendirilah yang mengatur proses pertumbuhannya. Anggapan ini ada karena manusia tidak memahami siapa yang menganugerahkan kehidupan dan dari mana kehidupan itu berasal, terlebih lagi, cara naluri kehidupan menciptakan keajaiban. Manusia hanya tahu bahwa makanan adalah dasar keberlanjutan hidupnya, bahwa kegigihan adalah sumber keberadaannya, dan bahwa keyakinan pada pemikiran sendiri adalah modal bagi bergantungnya kelangsungan hidupnya. Sedangkan tentang kasih karunia dan pemeliharaan yang berasal dari Tuhan, manusia sama sekali tak mengetahuinya, dan dengan demikian, manusia menyia-nyiakan kehidupan yang dianugerahkan kepadanya oleh Tuhan, tanpa tujuan …. Tak seorang pun di antara umat manusia yang dipelihara Tuhan siang dan malam, mengambil inisiatif untuk menyembah-Nya. Tuhan semata-mata terus membentuk manusia tanpa mengharapkan apa pun darinya, sebagaimana direncanakan-Nya. Ia berbuat demikian dengan harapan bahwa, suatu hari, manusia akan terjaga dari mimpinya dan tiba-tiba memahami nilai dan makna kehidupan, harga yang Tuhan sudah bayar untuk segalanya yang telah diberikan-Nya kepada manusia, dan perhatian sungguh-sungguh yang dengannya Tuhan menantikan manusia berbalik kepada-Nya. Tak seorang pun pernah menyelidiki rahasia yang mengatur asal mula dan kelanjutan hidup manusia. Hanya Tuhan, yang memahami semua ini, yang dalam hening menahan kepedihan dan pukulan yang diberikan kepada-Nya oleh manusia, yang telah menerima segalanya dari Tuhan, namun tidak tahu bersyukur. Manusia tidak menghargai segala yang diterimanya dalam hidup, dan demikianlah, “tidak mengherankan”, jika Tuhan dikhianati oleh manusia, dilupakan oleh manusia, dan diperas oleh manusia. Mungkinkah rencana Tuhan benar-benar sangat penting? Mungkinkah manusia, makhluk hidup yang dijadikan oleh tangan Tuhan ini, betul-betul sangat penting? Rencana Tuhan tentu saja penting; kendati demikian, makhluk hidup yang diciptakan oleh tangan Tuhan ada demi rencana-Nya. Oleh karena itu, Tuhan tidak dapat menyia-nyiakan rencana-Nya karena kebencian terhadap umat manusia ini. Demi rencana-Nya dan demi napas yang Ia embuskan, Tuhan menanggung segala siksaan, bukan demi daging manusia, tetapi demi hidup manusia. Ia melakukannya demi menarik kembali, bukan daging manusia, melainkan hidup yang telah diembuskan-Nya. Inilah rencana-Nya.

Semua yang datang ke dalam dunia ini harus melewati kehidupan dan kematian, dan sebagian besar di antaranya melewati siklus kematian dan kelahiran kembali. Mereka yang hidup akan segera mati dan mereka yang mati akan segera kembali. Semuanya ini perjalanan kehidupan yang Tuhan tetapkan bagi setiap makhluk hidup. Namun, perjalanan dan siklus ini sesungguhnya adalah kebenaran yang Tuhan harap dapat dilihat manusia: bahwa hidup yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia itu tak berujung, tak terkekang oleh kejasmanian, waktu, atau ruang. Inilah misteri kehidupan yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia dan bukti bahwa kehidupan itu berasal dari-Nya. Meskipun banyak orang mungkin tak percaya bahwa kehidupan berasal dari Tuhan, manusia tetap saja menikmati segala yang berasal dari Tuhan, entah mereka percaya atau menyangkal keberadaan-Nya. Seandainya Tuhan suatu hari tiba-tiba berubah pikiran dan ingin mengambil kembali semua yang ada di dunia ini dan menarik kembali kehidupan yang telah diberikan-Nya, semua akan lenyap. Tuhan memakai hidup-Nya untuk menyokong segala sesuatu, baik yang hidup maupun yang tak bernyawa, membuat segalanya teratur dengan menggunakan kekuatan dan otoritas-Nya. Ini adalah kebenaran yang tak terpikirkan atau dapat dipahami siapa pun, dan kebenaran yang tak terpahami ini adalah perwujudan dan bukti akan kuasa kehidupan Tuhan yang sesungguhnya. Aku akan memberitahukan sebuah rahasia: Kebesaran kehidupan Tuhan dan kuasa kehidupan-Nya tidak terselami oleh makhluk mana pun. Demikianlah adanya saat ini, sama seperti demikianlah dahulu, dan demikian pula adanya di masa yang akan datang. Rahasia kedua yang akan Kuberitahukan adalah ini: Sumber kehidupan bagi semua makhluk ciptaan berasal dari Tuhan, bagaimanapun perbedaan makhluk-makhluk itu dalam wujud dan bangunnya. Jenis makhluk hidup apa pun engkau, engkau tidak dapat bergerak berlawanan dengan jalan kehidupan yang telah Tuhan tetapkan. Dalam segala hal, Aku berharap manusia memahami ini: tanpa pemeliharaan, penjagaan, dan perbekalan Tuhan, manusia tidak dapat menerima segala sesuatu yang semestinya diterimanya, terlepas dari seberapa tekun upayanya atau seberapa gigih perjuangannya. Tanpa penyediaan kehidupan dari Tuhan, manusia kehilangan rasa nilai dalam kehidupan dan rasa makna kehidupan. Bagaimana mungkin Tuhan membiarkan manusia, yang dengan sembarangan telah menyia-nyiakan nilai kehidupan-Nya, bertingkah begitu riang? Seperti yang telah Kukatakan sebelumnya: jangan lupakan bahwa Tuhan itulah sumber kehidupanmu. Jika manusia gagal menghargai semua yang telah Tuhan anugerahkan, Tuhan bukan saja akan menarik kembali semua yang telah diberikan-Nya pada awalnya, tetapi Dia akan menagih manusia dua kali lipat untuk mengganti rugi semua yang telah Dia berikan.
profile-picture
noprirf memberi reputasi
Halaman 281 dari 312


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di