- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Peras Warga di Kompleks Wartawan, Oknum OKP Diburu Polisi


TS
serikat.palak
Peras Warga di Kompleks Wartawan, Oknum OKP Diburu Polisi

MATATELINGA, Medan; Oknum salah satu OKP di Medan diduga meminta uang keamanan kepada warga Komplek Wartawan, Kecamatan Medan Timur viral di media sosial instagram (IG), Selasa (6/10/2020).
Polsek Medan Timur yang mengetahui dugaan pemerasaan dan pungutan liar tersebut langsung turun ke lokasi kejadian.
"Anggota sudah turun ke TKP begitu mengetahui adanya vidio viral di Medsos," kata Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin kepada wartawan.
Saat petugas tiba di lokasi kejadian,lanjut Arifin diduga pelaku pemerasan sudah melarikan diri.
"Pelaku sudah tidak ada lagi di TkP saat personil tiba," tambahnya.
.
Petugas selanjutnya memintai keterangan warga yang menjadi korban pemerasan oknum OKP tersebut.
"Pelaku meminta uang keamanan kepada warga yang tinggal di dalam komplek tersebut," jelas Arifin.
Kepada petugas, korban menolak memberikan uang keamanan kepada pelaku yang identitasnya sudah diketahui.
"Pelaku sempat marah karena tidak dikasi uang keamanan dan mengancam korban," terangnya.
Pihak kepolisian mengucapkan terima kasih kepada warga dan pemilik akun IG yang dekat cepat menviralkan vidio tersebut sehingga petugas kepolisian dengan cepat menuju ke lokasi.
"Kita berharap kerjasama kepada warga untuk segera melaporkan kepolisi bila ada tindakan yang merugikan warga," pinta mantan Kasi Propam Polrestabes Medan ini.
https://www.matatelinga.com/Berita-S...-diburu-polisi
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ah biasa saja tuh, si ALex, jek, hafitz, harahap, dan gerombolan santri kampung badur dan aur saja mungud duit keamanan dan palak parkir tiap hari di medan kota, tidak ada yang ngelapor, tull gak ? ga percaya, tanya noh ke werengtabes medan

ane dengar juga bocah2 kampung badur berkeliaran di sekitar kampung hamdan, multatuli, juanda, wajir, mangkubumi tanpa masker, cekikikan 24 jam, pura2 selfie depan rumah warga, mode bokeh lae, bokeh (yang diblur muka dan kepala mereka, yang di fokus tepi atas tembok, pagar dan atap rumah warga)

mereka juga latihan naek motor di kampung hamdan, kalau ketabrak warga baik2 yah takbir fefek k0nt0l anjeng sambil mintak ganti rugi (silakan tanya ke imam2 masjid tepi kali al muntahib deli buat penjelasan fefek k0nt0l anjeng dari segi Quran dan Hadith)
Dan jangan lupa, masih ada satu makhluk di medan yang jujur dan ikhlas apabila anda bertanya tentang kondisi medan yang sebenarnya, makhluk satu ini tidak akan pernah berbohong pada anda

Nama makhluk ini adalah "CCTV"

Untuk mendapat jawaban jujur, ikhlas, apa adanya, jangan tanya kondisi medan ke jenderal, ke ulama, ke pastor, ke tokoh masyarakat petak, tapi tanyakanlah ke "CCTV", niscaya anda mendapat jawaban sejujur jujurnya

Ane dengar dari medsos, bocah2 badur lemparin rumah chinese dekat multatuli karena pasang CCTV di rumah tinggal nya (bukan ruko), sambil takbir "Anjeng Kaw chinese" , mungkin karena fatwa haram CCTV dari majlis parkiriyah dan al fefektullah kampung badur/aur

beberapa muslim Russian bilang ke ane, kalau petaklimin petaklimun north sumatra punya bakat alami jadi motivator, dan pasti sukses besar bila menulis buku2 motivasi dengan judul "Bagaimana percaya diri walau gagal total", "Tampil bermartabat walau tertangkap basah" dan sejenisnya huakakakak (langsung jadi international best seller, melebihi Harun Yahya dgn barisan pustun hasil oplas nya)

Dan ada mualaf kulit hitam amerika yang bilang ke ane, setiap baca berita penangkapan freeman oleh polisi north sumatran, pertanyaan pertama yang musti kita tanya adalah:
"SIAPA YANG TIDAK KENA TANGKAP?"
Pertanyaan kedua adalah :
"BERAPA LAMA DURASI SELFIE?"
Ok, that's all, kesimpulan dari berbagai netizens beberapa negara yang ane suguhin berita sumut adalah :
"Polisi adalah tulang punggung premanisme dan penyebab peningkatan korban covid19 di medan/sumut"
Berkat peredaran mujahidin2 parkir dan palak beserta bocah2 mereka dari tepi kali sungai deli ke pemukiman warga baik2, maka angka covid 19 dan pemerasan mencapai peak level, dimana bisa dilihat dari tajamnya kenaikan harga2 kebutuhan pokok di medan

5 temen ane sudah meninggal karena covid19 di medan, dan ane sadar mereka jadi tumbal buat ngendutin perut petaklimin petaklimin tepi sungai deli, tepi rel kereta api dan menambah jumlah tanda pangkat di bahu jenderal petak

Dulu ada timses salah satu paslon pilkada walkot medan yang bilang ke ane kalau mereka rencana bebaskan dan gusur sungai deli
Ane jawab buat apa gusur ? rugi, mesti kasih uang ceb0k rugi ke dajjal2 kali
Cukup bekukan aparat yang ada sekarang, kirim garnisun baru buat penegakan hukum di medan
Malak -----> tembak mati di tempat
Malak parkir -------> tembak mati di tempat
Jambret --------> tembak mati di tempat
Sabu --------> tembak mati di tempat
Rampok/tikam/bunuh/curi ------> pokoknya tembak mati di tempat
niscaya tanpa digusur pun, haji banana, ustad haphaphap, habib batudarah, marbot dan santri darul kuntul, Jamaah parkiriyah, ansharot palak, nanti hengkang sendiri kok dari tepi sungai deli, dengan alasah "sudah tak enak maen nya"

Robana Robana Parkir Mana





androidiot dan nomorelies memberi reputasi
2
505
2


Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama


Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan