CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Gara-Gara Najwa Shihab, Akhirnya MENKES TERAWAN MUNDUR Juga!
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f759af388b3cb30931b5555/gara-gara-najwa-shihab-akhirnya-menkes-terawan-mundur-juga

Gara-Gara Najwa Shihab, Akhirnya MENKES TERAWAN MUNDUR Juga!

Tampilkan isi Thread
Halaman 2 dari 4
kita lihat aja, kalau nana berani minta maaf, berarti dia masih coba obyektif & tau yang kemarin kelewat batas. tapi kalau terus bela diri & nggak akui itu salah, berarti dia gabung dengan kami & ILC.
profile-picture
profile-picture
eyefirst2 dan Judess memberi reputasi
Lihat 37 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 37 balasan
emang video najwa mengandung bully an, tapi buat mentri terawan yg gak pernah nongol di masa pandemi bahkan harusnya untuk take the lead penanganan corona, itu konyol banget, malu lah kita punya menkes konyol macam gini


sekalinya nongol bikin statement lucu lucuan, dunguemoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
hantupuskom dan eyefirst2 memberi reputasi
profile-picture
eyefirst2 memberi reputasi
Seenggaknya najwa masih lebih bermutu dari bajer bloon bernama desi

emoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
reid2 dan 5 lainnya memberi reputasi
Kewajiban buat datang sih engga
Kan mumpung menkes kita lagi gabut, lagi g ada kerjaan
Ya bisa datang kali
profile-picture
profile-picture
hantupuskom dan eyefirst2 memberi reputasi
Ciok, si DS dapet meme terawan mundur dari Reddit apa yak?
profile-picture
eyefirst2 memberi reputasi
sebenarnya bukan soal bangku kosong si najwa sih,
intinya teracloud harusnya udah nongol di publik menebar senyumnya yg canggung itu bukannya ngumpet emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
hantupuskom dan eyefirst2 memberi reputasi
saya merekomendasikan Menkes selanjutnya dari praktisi pengobatan alternatifemoticon-Leh Uga
profile-picture
eyefirst2 memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Haha...

Banyak cebonk pada baper..

Cebong asuhan deni sirogol..Dan Abu jandol.

emoticon-Ngakak.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Spartan King dan 5 lainnya memberi reputasi
Gak wajib dateng sih, tapi sebagai bentuk tanggung jawab untuk menjelaskan apa yang sudah dilakukan, baik yang berhasil atau tidak.

Ibarat kata kapal sudah mau tenggelam, kaptennya ngumpet aja di kabin, anak buah kapal bingung mau abandon the ship atau sinking with the ship. Kira-kira bagaimana perasaaan anak buah kapal kalo yang disuruh menjelaskan malah first officer disaat kritis ?



profile-picture
eyefirst2 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
mmg menkes sdh bikin janji mau hadir ?
tapi DS sejak dulu berisik gak jelas arahnya kmn. cuma kang nyinyir kesana kemari cari sensasi. emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan eyefirst2 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Memang ngga mudah jadi Menteri biar pun dia pakar...masih ada Menko diatas nya...diatasnya lagi ada Presiden...keputusan itu tak semata - mata ada pada sang Menteri...bisa saja ditolak Menko ataupun Presiden...belum lagi dari wakil rakyat dan oposisi...cape deh emoticon-Cape deeehh
profile-picture
ILW memberi reputasi
Udah sah jadi kadroooon belom nih najwa?
emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
Ada sebuah paragraf terakhir di sebuah status Facebook yang membuat saya begitu gagal paham. Yakni, ucapan seorang dosen komunikasi yang menyebut bahwa kalau seorang narasumber tidak mau berbicara, maka yang pertama kali boleh disebut gagal adalah si jurnalis.

Membuat orang mau berbicara, adalah tugas seorang jurnalis. Dan hal pertama yang membuat saya gagal paham adalah yang menulis status itu adalah seorang jurnalis sendiri.

Ya, bisa ditebak. Status itu sebenarnya kritikan terhadap wawancara bangku kosongnya Najwa Shihab. Dan seperti bisa ditebak pula, banyak dukungan yang kemudian mengalir ke status tersebut. Apalagi disajikan dengan sangat bagus.

Sah-sah saja, meskipun saya pribadi menganggapnya berbahaya.

Kenapa berbahaya? Yang pertama, saya belum pernah mendengar teori itu. Jika ada narsum yang tak mau bicara, maka yang gagal adalah si jurnalis itu sendiri. Saya ingin tahu bagaimana dan dalam konteks seperti apa dosen itu berbicara.

Setahu saya, jurnalis gagal adalah jurnalis yang tidak bisa menggali informasi dari narsumnya. Mungkin karena kurang menyiapkan bahan wawancara, mungkin karena manner yang buruk sehingga narsum menjadi ilfeel, atau apapunlah. Tapi, syaratnya: jurnalis dan narsum-nya sudah harus bersama dan terjadi proses wawancara.

Tapi, tidak pernah saya mendengar ada pejabat publik tidak mau ngomong ke publik, lalu yang disalahkan adalah jurnalisnya. Ada memang kasus-kasus di mana jurnalisnya malas ke narsum yang sebenarnya accessible. Dan itu memang kegagalan.

Tapi, tidak dalam kasus Najwa Shihab ini.

Jika kredo ini kemudian menjadi prinsip kebenaran, maka enak saja jadi pejabat publik. Karena apa? Sependek pengalaman saya menjadi jurnalis selama 16 tahun, para pejabat ini sebenarnya lebih suka untuk tidak perlu harus menjelaskan apa pun ke publik.

Menjelaskan ke publik itu berarti banyak hal. Itu berarti pejabat yang bersangkutan sudah harus menyiapkan bahannya, sudah berani mempertanggungjawabkan kebijakannya, dan sudah memberlakukan transparansi dalam kebijakan yang diambil.

Tak mungkin dong, menyatakan kebijakan publik yang diambil berbeda dengan yang di lapangan. Misalnya, ada pejabat bilang ngurus KTP di daerah saya hanya sehari jadi, padahal fakta di lapangan baru seminggu jadi. Bicara ke publik itu berarti dia bisa mempertanggungjawabkan akuntabilitas kerjanya.

Dengan tidak adanya keharusan untuk menjawab wawancara jurnalis, maka memungkinkan para pejabat mendasarkan kebijakannya pada deal-deal under the table.

Toh, tidak ada akuntabilitas publik yang harus dipertanggungjawabkan. Dan kita semua tahu bahwa deal-deal seperti itu sangat berbahaya. Kita tidak akan tahu apa yang diketahui sepenuhnya oleh Terawan, apa yang tidak bisa atau belum dilakukannya, dan hal-hal lain yang seharusnya publik tahu bagaimana kementerian mengelola sistem kesehatan nasional.

Dalam konteks Menteri Kesehatan Terawan, itu jelas sekali banyak bolongnya. Pernyataannya yang kontroversial, ketidakjelasan strategi mitigasi pandemi, penanganan pandemi di Indonesia yang secara umum masih buruk.

Bahkan, Presiden Jokowi saja berani mengkritik terbuka Terawan melalui video YouTube. (Meski saya juga heran, kenapa juga tidak segera direshuffle).

Mau tidak mau, Terawan sebagai pejabat publik harus mau menjawab semua keresahan publik terkait hal tersebut. Salah satu bagian dari pejabat publik ya memang itu: menjawab ke publik.

Jika memang tidak suka dengan gaya wawancara Najwa, boleh-boleh saja Terawan memilih panggung dan media lain. Tapi, yang terpenting, banyak pertanyaan publik harus segera dia jawab.

Saya benar-benar ingin tahu kenapa Terawan tak segera muncul dan menjawab panjang lebar terkait itu? Padahal, wawancara doorstop singkat sangatlah misleading, dan penanganan pandemi di Indonesia bagaimanapun juga telah membuat 59 negara menolak kedatangan WNI dan mengeluarkan travel warning.

Sejauh ini, saya membaca ada sejumlah komentar dan status yang membenarkan paragraf terakhir kegagalan si jurnalis itu. Intinya, menyebut Najwa telah mempermalukan Terawan dan juga dirinya sendiri karena gagal menghadirkan Terawan. Sesuatu yang sebenarnya mengandung kontradiksi. Dengan logika itu, Najwa pun bahkan belum dibilang gagal. Karena wawancara bangku kosong itu bisa dianggap sebagai upaya untuk membuat Terawan bicara, kok.

Oh ya, silakan jika menganggap saya membela Najwa Shihab. Saya tak ambil pusing. Tapi, sebenarnya kritikan yang terjadi mungkin tak sedikit orang yang sudah tidak suka dengan gaya wawancara Najwa. Yang dianggap terlalu lebay dan menyudutkan. Nah, kalau ini, silakan kritik. Saya sendiri pun juga sering merasa Najwa berlebihan ketika melakukan interview.

Jadi mungkin reaksi yang terjadi setelah status itu apa yang seperti tergambar dalam etika empirisme A. J. Ayer. Yakni, argumentasi ilmiah dari problem etika itu sebenarnya bungkus dari suara-suara purba “Hore”, “Huu” –yang membuat Ayer disebut sebagai Filsul “Hore-Huu” (hurrah/boo theory).

Ayer mencontohkan ketika berargumentasi terkait apakah pemberian sesembahan itu salah, maka sebenarnya yang muncul adalah yang setuju akan bilang: memberikan persembahan itu horeeee. Sedangkan yang tidak setuju bilang, memberikan persembahan itu huuuuu.

Kasus Najwa Shihab sebenarnya sederhana saja. Dia meminta Menkes Terawan hadir untuk menjawab keresahan publik yang diserapnya. Terawan tidak datang-datang. Dan dia memperlakukan situasi tersebut dengan cara baru. Lalu, apakah masyarakat setuju dengan cara Najwa “memancing” Terawan?

Yang tidak suka Najwa: huuuuuu, yang setuju Najwa: horeeeeee…

Tapi, lepas dari itu. Terawan adalah pejabat publik. Dan dia harus menjawab banyak pertanyaan publik untuk itu. Baik melalui Najwa atau melalui panggung yang lain.

Tapi, Najwa sudah benar ketika dia dengan medianya mengundang Terawan untuk menjelaskan. Dan dia tidak gagal sama sekali ketika Terawan tidak datang.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hantupuskom dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh chigo.ji3
kritik sesopan najwa diserang habis pasukan buzzer dari sudut sopan santun kah ?

profile-picture
profile-picture
aldonistic dan lonelylontong memberi reputasi
Apasih peler
berita dari sumber ga jelas.
Masih heran, kok sampe sekarang belum diangkat jadi komisaris juga? Padahal kurang apa jilatnya?
Ketika sang raja diusik disitulah pion2 bergerak melindungi, ga ngedukung terawan ga ngedukung najwa karena masing2 punya bahan tuk dinyinyirin tp lebih ngebahas ke para pembela entah itu nasbung atau nastak yg slalu maju klo jagoannya diusik, sama2 ngelempar isu anti kritik ke pihak lawan tp klo kubunya dikritik langsung ngotot, gimana hukum mau adil klo untuk sekelas masyarakat biasa aja sudah terbiasa melakukan praktek ga adil sama kaya ngeberantas KKN tp di masyarakat nya sudah terbiasa malah terkadang bangga melakukan KKN
emoticon-Ngakakemoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
Tokainosuke dan b4breakk memberi reputasi
hadir di mataNAJWA memang bukan urusan urgent. gak harus. saya setuju soal itu.

tapi hadir di mataRAKYAT itu WAJIB.

sudah lupakah anda bahwa Indonesia ini adalah negara REPUBLIK? Siapa bos sesungguhnya di Indonesia? RI 1 Jokowi? RI 0 Luhut? Atau Najwa Shihab?

Tidak

Bos sesungguhnya di Indonesia adalah RAKYAT sesuai dengan esensi negara REPUBLIK.

Dan sejujurnya, fakta di lapangan berkata bahwa Terawan sudah mengecewakan rakyat. Kinerjanya buruk. Aksinya nihil. Malah seringkali bikin blunder di statementnya

Udh jarang nongol, skalinya nongol malah blunder. Ya ampun pak. Jangan samakan jabatan menteri dengan satpam komplek
emoticon-Cape d... miris saya
profile-picture
hantupuskom memberi reputasi
Halaman 2 dari 4


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di