CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pengamat: Kita Tak Bisa Harapkan Kehadiran Menkes, Langsung ke Presiden Saja
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f72eee5349d0f0b597d49ea/pengamat-kita-tak-bisa-harapkan-kehadiran-menkes-langsung-ke-presiden-saja

Pengamat: Kita Tak Bisa Harapkan Kehadiran Menkes, Langsung ke Presiden Saja

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio mengatakan, publik sebaiknya tidak menantikan kemunculan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto untuk menjelaskan penanganan Covid-19 di Indonesia. Agus menilai, Terawan akan sulit memberikan penjelasan kepada masyarakat. Sebab, saat ini penanganan Covid-19 telah didelegasikan kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Padahal, penanganan pandemi semestinya merupakan tugas Menkes. "Kita tidak bisa harapkan kehadiran Menkes. Langsung ke bosnya saja (Presiden)," ujar Agus saat dihubungi Kompas.com, Selasa (29/9/2020).

Hampir Setiap Pekan Kirim Undangan ke Menkes Terawan Agus menjelaskan faktor lain yang menyebabkan Terawan tidak muncul di depan publik. Pertama, sejak awal pandemi Covid-19, Terawan sering membuat pernyataan yang memicu kontroversi. Agus mencontohkan saat Terawan menyebut orang Indonesia tidak akan tertular Covid-19. Kemudian, saat tampil di depan publik, Terawan kerap melontarkan candaan. "Pak Menkes kalau ngomong sambil cengengesan (bercanda), tak ada kesan serius. Itu kesalahan juga. Lalu, Presiden saat itu membentuk Gugus Tugas," ungkap Agus. Sebenarnya Terawan ikut dilibatkan dalam Gugus Tugas Penanganan Covid-19. Akan tetapi, kemunculan Terawan sangat minim apabila dibandingkan Ketua Gugus Tugas Doni Monardo atau para juru bicara. "Sampai sekian lama ya Menkes tidak muncul, sebab komentarnya tidak friendly dan tidak memberi kejelasan kepada masyarakat," tutur Agus.

Agus menilai, Menkes Terawan memiliki kemampuan yang baik dalam aspek keilmuan. Hanya saja, Terawan tidak memiliki leadership yang baik. Dengan demikian, saat berhadapan dengan masyarakat, Terawan tidak mampu menempatkan diri sebagai Menkes. "Leadership beliau tidak ada. Ini persoalannya," ucap Agus. Sementara itu, desakan agar Terawan mundur dari jabatan Menkes pun telah muncul sejak lama. Desakan itu, kata Agus, mempunyai inti yang sama, yakni apabila Menkes tidak mampu muncul dan memberikan penjelasan kepada publik, sebaiknya segera diganti. Namun, desakan itu belum mendapatkan respons. "Sehingga, tanyakan kepada Presiden kenapa tidak diganti-ganti ya, atau Menkes memang sengaja tak dimunculkan. Saya tak tahu alasannya, tanyakan ke Presiden," kata Agus.

Sebelumnya, jurnalis sekaligus presenter Najwa Shihab mengaku sudah berulang kali mengundang secara resmi Terawan untuk menjadi tamu dalam acara Mata Najwa. Undangan itu sudah ia sampaikan jauh sebelum dibuatnya video Mata Najwa edisi "Menanti Terawan" di media sosial. "Hampir tiap minggu selalu kirim undangan. Tiap episode soal pandemi," kata Najwa kepada Kompas.com, Selasa (29/9/2020). Najwa mengatakan, undangan yang ia sampaikan tidak selalu direspons oleh pihak Menkes. Sekalinya dijawab, pihak Menkes mengaku tidak bisa hadir dengan alasan padatnya jadwal. "Pernah menjawab bahwa tidak bisa karena jadwal, dan kemudian kami selalu menawarkan agar wawancara diatur menyesuaikan waktu dengan agenda Pak Terawan," ujar dia. Namun, setelah pihak Mata Najwa menawarkan untuk wawancara menyesuaikan jadwal Menkes Terawan, kembali tidak ada jawaban lanjutan dari pihak Menkes. "Tapi, tiap minggu kami selalu kirim undangan untuk mengingatkan," ujar Najwa

Sementara itu, Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan menduga Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto tak terlalu senang berbicara sehingga jarang tampil di publik. Hal itu disampaikan Luhut saat menjawab pertanyaan Najwa, seperti ditayangkan akun YouTube Najwa Shihab, Kamis (24/9/2020). Kompas.com sudah mendapat izin Najwa Shihab untuk mengutip wawancara tersebut. Mulanya Luhut membantah Terawan jarang muncul ke publik. Ia mengatakan baru saja Terawan berbicara di hadapan pimpinan TNI-Polri dan kepala daerah dalam rangka menyinergikan penanganan Covid-19. "Enggak juga, kemarin dia muncul tuh di depan para panglima, kapolda, gubernur, dia ngomong, bicara dia yang dia mau buat, ini begini-begini. Hadir dia," ucap Luhut. Namun, Najwa kembali menanyakan alasan Terawan jarang berbicara kepada publik untuk mengklarifikasi isu-isu terkait penanganan Covid-19. Luhut pun menjawab hal itu bergantung pada kepribadian masing-masing pejabat. Ia mengatakan, ada pejabat yang suka berbicara dan ada yang tidak. "Ya dulu banyak orang yang kayak gitu juga. Ada yang suka bicara, ada yang tidak. Dia (Terawan) mungkin tidak suka bicara, saya enggak tahu," kata Luhut.

Seperti diketahui, sejak Covid-19 mewabah di Indonesia, Terawan jarang berbicara mengenai penanganan virus corona. Bahkan, saat itu Presiden Joko Widodo menunjuk juru bicara khusus penanganan virus corona selain Terawan. Saat itu, Jokowi menunjuk Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Achmad Yurianto sebagai juru bicara. Setelah Yurianto tak lagi menjadi juru bicara, pemerintah lalu menunjuk Wiku Adisasmito selaku Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 yang bertugas menyampaikan informasi penanganan virus corona kepada publik.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pengamat: Kita Tak Bisa Harapkan Kehadiran Menkes, Langsung ke Presiden Saja", Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2020/09/29/12080961/pengamat-kita-tak-bisa-harapkan-kehadiran-menkes-langsung-ke-presiden-saja?page=all#page2. 
Penulis : Dian Erika Nugraheny
Editor : Kristian Erdianto


Bijimane tuh gan?

Dikira waktu awal karirnya bakal menanjak dan namanya semakin harum, gak taunya jabatan ini jadi batu sandungan

Karma is biatch emoticon-Embarrassment
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bangduta dan 4 lainnya memberi reputasi
terawan lagi ga berani nongol..abis dicolek najwa
profile-picture
profile-picture
profile-picture
.noiss. dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh nomorelies
Repecel tinggal menghitung hari emoticon-Wink
profile-picture
profile-picture
kakekane.cell dan lupis.manis. memberi reputasi
langsung k presiden mo ngapain juga?
tempo hari itu orang terakhir d wawancara najwa shihab, keluar deh istilah mudik beda dengan pulang kampung. lol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
checkedusername dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh o@s!s
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Luhut Binsar Pandjaitan menduga Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto tak terlalu senang berbicara sehingga jarang tampil di publik


lah ngapain mau jadi pemimpin?

ini masalah pandemi, masalah bidang kesehatan, kalo gak u yg bacot trus siapa?

menkes tulul tukang cuci otak ya gini hasilnya
profile-picture
profile-picture
kakekane.cell dan lupis.manis. memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Lah ga malu Menkes kalah sama Menkeu SMI yang lantang bicara baik soal pajak, defisit, inflasi, apbn, revisi, untung rugi, neraca keuangan dll.

SMI gentleman bicara terstruktur, logis dan profesional sesuai keahliannya dan jabatannya.

Ini bicara kesehatan malah ngalor ngidul kalo di publik.
profile-picture
profile-picture
kureno23q dan kakekane.cell memberi reputasi
Jokowi butuh jasanya terawan utk kesehatan seluruh keluarga nya, dan oleh sebab itu maka terawan tdk akan di resapel dan akan di pertahankan hingga akhir masa pemerintahan ini

Hal2 mengenai urusan yg tdk bs di selesaikan oleh menteri2 terkait, akan di selesaikan oleh opung dalam tempo yg sesingkat-singkatnya

Demikian maklumat ini buat


emoticon-Toast
Diubah oleh pilemon889
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Ane liat pak terawan itu bagus sbg dokter, tp beliau itu tipe orang di bagian pelayanan, bukan struktural apalagi buat ambil kebijakan.
Mestinya menkes itu dari dokter yg punya reputasi dalam kegiatan inovasi di masyarakat atau kebijakan publik bidang kesehatan.

Sepertinya beliau itu "titipan" di kabinet, makanya sampe skrg msh langgeng.
Diancam reshuffle juga gak terjadi sampe skrg.
Menyalahkan soal covid ke beliau seorang ya kurang adil, bosnya jg harus disalahkan.

Btw, yg lucu td ada yg cerita, di forum ASEAN ttg covid, mgkn di dunia cuma Indonesia yg pake satgas khusus nangani covid, ketua dari tentara pula.
Negara lain semua dipegang kemenkes dan berfokus ke kesehatan.
Jd gak heran kenapa covid di Indonesia makin amburadul gak jelas arahnya.
profile-picture
profile-picture
.noiss. dan checkedusername memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
seperti ada dan tiadaemoticon-Kaskus Radio:
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Pak awan ini kerjaaannya tukang ngilang.. apa kebanyakan tidur Kali
lgsg ke Pak Luthut aja gan
terawan nggak punya latar belakang kesehatan masyarakat, jadi kerepotan soal penanganan covid19. kalau soal manajemen dia bagus, RSPAD aja maju banget di bawah pimpinannya. jadi dia perlu diberi jubir ahli kesehatan masyarakat yang komunikatif, jangan dokter hewan.
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
emang gak bisa kita ngarepin pak terawan yang menghilang ntah kemana, kaga jelas juga ini gimana cara nanganin pandemi nya. pokoknya kita kudu stay safe and stay sane.
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Emg dari dulu kontroversial sih..

Bedanya dulu dibelain sama yg sama2 ijo, jdnya arogan..

Skr lu jd pejabat publik, si ijo ga bisa sembarangan belain lu lagi, sifat arogan gara2 biasa dibelain jadi senjata makan tuan, rasain deh emoticon-Ngakak (S)
Diubah oleh RyoEdogawa
kalo cuma sekedar berani tampil, konpres nyocot tiap hari sana sini, ya wan klaster jagonya

ini bukan masalah berani tampil atau gak, tapi hasil kerjanya gimana?

tercloud ini, gimana yah. brosing rekam jejaknya, mentereng asli. tapi hasil kerjanya, faktanya koordinasi runyam, berantakan. antar lembaga pusat, kerja sendiri2. pusat geger sama pemda. pemda besar, geger sama pemda kecil. koordinasi SOP yg gak sinkron, dsb.

prediksi ane, mungkin.. sesuai tradisi, yg namanya reshuffle hampir pasti mencopot atau menggeser posisi beberapa orang menteri sekaligus. kowi takut ada hard feeling, kalo cuma ngeganti si tercloud sebiji. masalahnya, siapa lagi yg kudu ikut jadi tumbal? tepat gak timingnya kalo ada beberapa kementerian, kudu penyesuaian pemimpin baru di situasi sekarang?

apalagi menkes membawahi pemda, lembaga, dan beberapa organisasi sekaligus, terkait penangan covid. ada resiko disintegrasi koordinasi kalau tiba2 dipecat, dan diganti orang baru. ditambah kalo si pengganti, punya agenda dan kebijakan baru. ya bisa mulai dari nol lagi


jadi, ya.. opung lagi aja deh
Diubah oleh kureno23q
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Pejabat publik tp gak bisa ngomong??? Tp cengengesan bisa?

Sunguh sunguh aneh klau gak boleh dibsebut tolol.
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Lha trs bupati, walikota, gubernur, dprd gunane nggo opo?
Kabeh2 presiden, opo sitik presiden,
Gendeng suwe wong2 ki
emoticon-Bingung
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Hanya sedikit "terawang".

Kl Mbak Najwa masih ngotot, takut nya akan ada drama "narkoba".
Bpk Terwan kan mentri, jadwal padet.
Sudah ada jubir Covid.

Disamping menkes, beliau juga aparat baju hijau (letjend). Jiwa korsa yg sangat sangat sangat di lingkup ini.
Akan sangat mudah "menarkobakan" mbak Najwa.
Cari popularitas acara mbak Najwa boleh, asal tidak salah milih "tamu undangan".

emoticon-Cendol Gan
&t=146s

menterinya pelawak semua

udah ada contohnya, semoga rakyat solo dan medan sadar

emoticon-Leh Uga
kalau menurut ane mah presiden juga tidak mau karena semuanya sudah menjadi tugas dan bidangnya sendiri sendiri..
pdhal presiden udh ngelantik menkes biar bantu dia nanganin masalah kesehatan yg ga bs dia tanganin sendirian ya hmm


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di