CARI
KATEGORI
KATEGORI
Pengumuman! Segera Daftarkan Komunitas Kalian Disini
Home / FORUM / All / Entertainment / ... / Lounge Pictures /
Prilaku Debt Collector Jaman Sekarang
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/51cbd319e474b4557c00000b/prilaku-debt-collector-jaman-sekarang

Prilaku Debt Collector Jaman Sekarang

Tampilkan isi Thread
Halaman 14 dari 14
malminggu lagi, mau share debt collector dipolisikan karna tarik paksa mobil
Prilaku Debt Collector Jaman Sekarang

Langkah lima oknum Debt Collector yang menarik sebuah mobil milik nasabah berbuntut. Diduga lantaran menarik secara paksa, kelima oknum debt collector diadukan ke Polisi, Rabu (5/8/2020).

Persoalan tersebut bermula ketika lima oknum debt collector salah satu perusahaan pembiayaan mendatangi rumah nasabah, Astuti Yusuf di Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, Selasa (4/8/2020) pukul 20.00 WITA. Mereka datang lantaran mobil yang dicicil Astuti telah menunggak 4 bulan.

Sehari pasca penarikan mobil, Astuti datang mengadu ke Polres Gorontalo Kota. Alasannya, pembayaran angsuran akan dilakukan sore hari sebelum penaikan mobil.

“Angsurannya itu saya sudah mau bayar sore, tapi pihak dari kantor bilang katanya sedang ada gangguan mati lampu,” kata Astuti, Rabu (5/8/2020).

Lebih lanjut Astuti mengaku, penarikan mobilnya dilakukan tanpa membawa surat perintah penarikan dari kantor pembiayaan. Bahkan ada indikasi pemaksaan, setelah sopir Astuti disuruh menandatangani surat yang tak diketahuinya
malam sabtu lagi, trnyata jika kt melihat debt collector sbg sosok menakutkan, ini malah pihak kreditur yang berani ke pihak leasing
Tagih Utang, Debt Collector Ditebas, Pelaku Diciduk di Denpasar

Prilaku Debt Collector Jaman Sekarang
Peristiwa berdarah terjadi di Tabanan. Seorang debt collector bernama Adelius Dimas Marques, 36, nyaris tewas ditebas pelaku.

Peristiwa ini berlangsung di kosan pelaku Saiful Bahari, 23, warga Jalan Pulau Bawean, Banjar Jagasatru, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Selasa malam (18/8) sekitar pukul 20.00 Wita.

Menurut informasi, kejadian bermula ketika Dimas Marques, warga Bondowoso yang tinggal di Banjar Senapahan Kelod II, Banjar Anyar, Kediri, Tabanan datang ke TKP untuk menagih hutang.

“Tujuan datang kesana untuk meminta nomor handpone teman pelaku bernama Eko. Eko diketahui meminjam uang di BFI dan telat membayar,” ujar sumber di TKP.

Kabarnya Eko telat membayar empat hari. Diketahui, pinjaman itu menggunakan jaminan BPKB motor milik Jumaindan, teman Eko.

Namun, saat berada di TKP, Eko tidak ada ditempat. Korban justru ditemui Saiful. Namun celakanya, keduanya justru terlibat perang mulut.

Lantaran naik pitam, pelaku lalu mengambil sebuah celurit di kamar kosnya. “Ternyata pelaku satu kosan dengan Eko. Celurit itu digunakan menebas perut korban sebelah kanan. Akibatnya korban mengalami luka robek,” bebernya.

Dalam kondisi luka berat, korban Dimas Marques pulang ke rumah. Tak terima melihat kondisi anaknya, ibu korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kediri. Korban dilarikan ke RSUP Sanglah karena lukanya parah.

Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Dodi Rahmawan membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, pasca menebas korban, pelaku langsung menangkap pelaku.

“Usai beraksi, pelaku langsung kabur. Tim opsnal Reskrim Polsek Kediri diback tim IT Polda Bali kemudian mencari pelaku. Pelaku akhirnya diamankan di daerah Monang-Maning Denpasar,” ujar Kombes Dody seperti dikutip Radar Bali, Jumat (21/8).

Pelaku diamankan Rabu (19/8) lalu. Dalam kasus ini, pelaku dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) Undang – Undang Darurat No 12 Tahun 1951 dan Pasal 351 ayat (2) KUHP subsider Pasal 351 ayat (1) KUHP.
malminggu lagi, mau share debt collector yg ditelanjangi krn menarik paksa motor
Prilaku Debt Collector Jaman Sekarang


Seorang debt collector jadi bulan-bulanan massa usai melukai seorang pengendara motor hingga masuk rumah sakit.

Debt collector atau tukang tagih kerap bikin resah masyarakat yang menunggak kredit kendaraan.

Debt collector kerap tarik paksa motor kredit di jalanan tanpa melalui proses di pengadilan lebih dulu.

Seperti yang terjadi Kamis (23/7/2020) kemarin sekitar jam 09.00 WIB, debt collector atau oknum mengaku karyawan leasing tarik paksa motor di jalan.

Video peristiwa tersebut diposting oleh Ahmad Al Fariss di grup INFO KRIMINAL & LALU LINTAS NUSANTARA.



Diceritakan Ahmad, oknum debt collector mengaku karyawan leasing hendak menarik motor secara paksa di Jl. Raden Fatah Gg. H Umar Ciledug Tangerang.

Namun karena pemilik motor atau korban tidak terima dan coba mempertahankan motornya.

Pelaku sempat membawa motor tetapi korban mencoba mempertahankan motor miliknya hingga terseret beberapa meter.

Hingga akhirnya korban dan warga sekitar teriak jambret

Pelaku langsung dikepung dan dihajar massa.

Terlihat dalam video juga pelaku ditelanjangan oleh masa.



Baju dan celanan pelaku diminta warga untuk dibuka.

Khawatir warga jadi semakin brutal hingga tentara turun tangan ikut mengamankan pelaku.

Akhirnya pelaku berhasil diamankan.

Namun korban atau pemilik motor mengalami luka-luka dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Lebih lengkap videonya bisa lihat langsung di bawah:
ngeri kalo udah berurusan sama org2 begitu emoticon-Takut
mau share lagi Debt Collector Bank CIMB Niaga Mengintimidasi untuk Hutang yang Bukan Milik Saya
Prilaku Debt Collector Jaman Sekarang


awalnya hanya menanyakan nomer telepon yang valid dan alamat ayah saya tinggal dan saya sudah berikan semuanya. Tetapi debt collector ini menelepon saya setiap hari meneror saya memaksa untuk melunasi kartu kredit milik ayah saya yang sudah lama sekali menunggak. Tidak hanya sampai disitu ternyata suami saya, kantor suami saya bekerja dan beberapa teman saya ikut di telepon oleh debt collector CIMB Niaga. Suami saya diancam dilaporkan ke kantor suami saya bekerja jika tidak segera melunasi pinjaman kartu kredit ayah saya.

Sangat tidak etis meneror saya dengan cara seperti ini. Atas dasar apa saya dipaksa harus melunasi hutang yang bukan milik saya? Bahkan saya pun tidak tahu dan tidak ada tanda tangan saya juga, kenapa harus mengintimidasi saya seperti ini? Semua orang yang telah di telepon CIMB Niaga beralasan emergency call, debt collector jelas berbohong, hal ini sudah termasuk pencurian informasi data pribadi saya dan suami saya.

Dan bahkan kontak yang ada di saya dengan menelepon beberapa teman saya ini sudah termasuk menyalahgunakan informasi data pribadi saya. Ini sangat keterlaluan sekali menggunakan informasi data orang seenaknya. Dan parahnya lagi saya bukan nasabah CIMB Niaga berani sekali mencuri data pribadi saya. Sangat jelas dengan kejadian ini debt collector CIMB Niaga sudah melanggar beberapa pasal:

Menagih bukan pemilik kartu kredit
Menelepon terus menerus yang bersifat mengganggu
Menagih secara paksa bahkan sampai mengancam
Pencurian informasi data pribadi serta menyalahgunakan data tersebut untuk keperluan pribadi.

Gyna Irawan
Quote:


nmun tetep hrs dihadapi krn kadang keterlaluanemoticon-Smilie
profile-picture
profile-picture
profile-picture
noviasmawati dan 2 lainnya memberi reputasi
malminggu lagi
mau share kelakuan debt collector yg memukul driveremoticon-Gila

Prilaku Debt Collector Jaman Sekarang

Aksi perampasan sepeda motor oleh debt collector kian marak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Bahkan, para debt collector tidak saja merampas paksa kendaraan debitur, tetapi juga melakukan penganiayaan. Seperti yang menimpa Muhamad Aulia (24) driver Gojek asal Gunungputri, Kabupaten Bogor.

Bibirnya sobek akibat pukulan. Aulia mengaku babak belur dipukuli debt collector di Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor. “Iya, saya baru mau narik penumpang. Beli minum dulu di minimarket Jalan Bojongkulur. Tiba-tiba saya disamperin empat orang debt collector,” katanya, Kamis (3/9).Tidak hanya itu, debt collector tersebut juga mencoba merampas. Driver ojol Gojek tersebut pun dibentak dan dianiaya. “Saya hanya minta surat kuasa penarikan saja. Tapi malah dibentak. Terus diajak ke Polsek, saya mau. Tapi maksa ingin bawa motor, saya tidak kasih terus dipukul,” kisahnya.


Tidak sekali, korban juga berkali-kali dipukul hingga bibirnya sobek dan hampir pingsan. “Saya minta tolong warga, debt collector pergi,” tuturnya. Driver ojol Gojek itu langsung melaporkan penganiayaan dan perampasan itu ke Polsek Gunungputri. “Saya sudah laporkan. Semoga segera ditindak. Karena kasian apalagi kalau ini menimpa perempuan,” tukasnya.
minggu lagi, mau share debt collector tarik paksa kendaraan terancam 12 th penjara

Prilaku Debt Collector Jaman Sekarang

Bikin kocar-kacir debt collector tarik paksa kendaraan di masa pandemi.

Sektor kredit perbankan terdampak pandemi tapi gerak debt collector dibatasi dan kocar-kacir jika paksa tarik kendaraan terancam 12 tahun penjara.

Angsuran kredit kendaraan dan lainnya banyak yang macet karena masyarakat terkena PHK hingga terpotong gajinya.

Dikutif dari Tribunnews.com, beberapa perusahaan leasing maupun debt collector ramai beraksi menarik paksa kendaraan bermotor.

Lantas apakah hal tersebut dibenarkan hukum?

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Solo di Bidang Pendidikan, Kusuma Retnowani Amd SH MH turut memberikan pandangan.

Menurut Retno, tindakan debt collector maupun perusahaan leasing yang menarik paksa kendaraan tidak dibenarkan.

Pasalnya ada aturan yang mengatur bagaimana kredit seharusnya dapat membuat nyaman bagi masyarakat dan pelaku usaha.


Seperti yang tertuang dalam Pasal 1320 KUH Perdata, ada perjanjian atau kontrak yang berlaku bila melakukan kredit.

"Sebenarnya untuk kredit itu diawali oleh itikad baik dari semua pihak, dari kreditur atau debitur."

"Dari itikad baik itu apabila terdapat masalah dikemudian hari, misalnya ada wanprestasi dari pihak debitor."

"Lalu kreditur melakukan pemaksaan untuk mendapat angsurannya tepat waktu, itu harus ditinjau ulang perjanjiannya seperti apa," ujar Retno dalam program Kacamata Hukum Kredit Macet, Bolehkah Kendaraan Ditarik Paksa? bersama Tribunnews, Senin (31/8/2020).




Retno menuturkan, bila terjadi kendala dan menggunakan jasa debt collector, maka masyarakat harus memahami aturannya.

Sebab, penggunaan dept collector sendiri sudah diatur sesuai ketentuan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 130/PMK.010/2012 Tentang Pendaftaran Jaminan Fidusia bagi Perusahaan Pembiayaan yang Melakukan Pembiayaan Konsumen untuk Kendaraan Bermotor dengan Pembebanan Jaminan Fidusia.

Pengacara asal Solo ini menjelaskan, aturan tersebut mengatur debt collector tidak bisa memutuskan secara sepihak untuk menarik kendaraan.

"Secara fisik kendaraan itu dipegang masyarakat, apabila terjadi kemacetan itu masuk kategori wanprestasi."

"Sesuai peraturan, perusahaan leasing harus melimpahkan persoalan ini ke persoalan perdata."

"Setiap menyita harus melalui putusan pengadilan, tidak bisa diputuskan secara sepihak," papar Retno.

Oleh karena itu, sebelum melakukan kredit, Retno menyarankan agar masyarakat membaca klausul kredit secara detail dan cermat.

Apabila kurang jelas, masyarakat berhak menanyakan pasal yang ada dalam akad kredit.

Baca Juga: Wah! Ternyata Ini Alasan yang Membuat Debt Collector Tetap Tarik Motor Kreditan Saat Pandemi Virus Corona

Upaya tersebut perlu dilakukan agar apa yang diterangkan oleh kreditur menjadi tanggung jawab bersama.

Retno menilai, eksekusi Jaminan Fidusia harus berdasarkan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 8 tahun 2011.

Sebab aturan tersebut mengatur untuk menjaga ketertiban di masyarakat, seperti memberi aman bagi kreditor maupun pelaku usaha.


"Apabila terjadi pihak leasing melakukan perampasan terhadap fisik barang yang diterima masyarakat dalam angsuran kredit hanya karena kemacetan angsuran tanpa putusan pengadilan."



"Maka pelaku atau dept collector bisa dikenakan hukum pidana berdasarkan Pasal 368 ayat (2) jo Pasal 365 ayat (4) KUHP," terang Retno.

Ancaman hukumannya, lanjut Retno, bila dilakukan sendiri bisa terancam 5 tahun penjara dan 7 tahun penjara bila dilakukan dua orang.

Sedangkan bila dilakukan berkelompok dan secara pengeroyokan maka terancam 9 tahun penjara.

"Apabila dilakukan malam hari, kemudian merampas dirumah debitor tersebut dengan cara kekerasan maka bisa dikenakan 12 tahun penjara," tambah Retno.
met pagi , mau share lagi penagihan fif pdhal blm jatuh tempo
Prilaku Debt Collector Jaman Sekarang
Saya pelanggan FIF Group, merasa sangat kecewa dengan tindakan yang dilakukan oleh karyawan FIF Manado, yang meneror saya dan istri saya lewat telepon, padahal tanggal jatuh tempo belum lewat. Saya dan istri saya ditelepon oleh karyawan selama 1 hari.

Saya diganggu waktu bekerja sampai 20 panggilan dan istri saya juga merasa terganggu, karena hp sementara digunakan anak saya untuk belajar daring lewat aplikasi Zoom. Akibat perbuatan tersebut proses belajar anak saya terganggu dan juga kerjaan saya terganggu. Mereka seperti layaknya Debt Collector.

Apakah memang begitu tabiatnya karyawan FIF Manado yang tidak punya tata krama dan sopan santun? Ingat saya belum jatuh tempo sudah diteror seperti itu. Mohon penjelasannya dari manajemen FiF Manado. Nomor HP tidak saya tampilkan karena menjaga privasi dari yang punya nomor.


Adri Mende
riba emang suka gitu, ,berhati hatilah kawan, ,
Quote:


betulemoticon-Smilie
malam senin lagi, mau share debt collector FIF yang rampas motor nasabah
Prilaku Debt Collector Jaman Sekarang

Debt collector alias penagih utang kerap menjadi momok yang meresahkan para pemilik kendaraan, tak terkecuali roda dua dan roda empat. Sebab, mereka tak segan melakukan penarikan paksa unit sepeda motor yang tercantum di buku catatannya meski saat kita tengah melaju di jalan raya dan dimasa pandemi sekarang.

Mirisnya, mereka juga tak segan melakukan tindak anarki bila pemilik sepeda motor bersikap arogan dan tak ingin melepaskan motornya.





Seperti yang dialami Firmansyah Daeng Naba. Pada saat itu motornya dipinjam oleh keluarganya, Adi, namun di perjalanan motor Honda Vario yang digunakan ke Sungguminasa untuk membeli obat itu, dirampas oleh debt collector dari FIF Group cabang Makassar, Rudi.

“Debt collector tersebut langsung merampas kendaraan motor saya dan meminta STNKnya, di jalan poros Palangga, Kabupaten Gowa, beberapa hari yang lalu,” kesal Naba yang dikutip dari pernyataan istrinya, Daeng Lino, Rabu (30/09).

Lebih lanjut dikatakan Daeng Lino, setelah diketahui motornya dirampas oleh Debt collector, dia mendatangi FIF Group Cabang Gowa selaku pembiayaan yang terletak di Hertasning. Dan dia meminta daftar tunggakan pembayarannya. Pihak FIF Group langsung menyampaikan tunggakan pembayaran sebesar Rp 5 juta lebih.



Hanya saja, pada saat itu Daeng Lino belum bisa menyelesaikan karena belum membawa uang. Namun beberapa hari kemudian, Daeng Lino kembali ke kantor FIF Group untuk menyelesaikan tunggakan itu.

Tetapi, setelah saya sampai disana pembayaran tunggakan itu bengkak menjadi Rp.7 juta lebih yang harus dia bayar karena ada katanya biaya penarikan. “Saya kesal dengan permainan Debt collector FIF Makassar, karena saya ini salah satu korban perampasan yang mau dipermainkan di FIF,” sedihnya Daeng Lino.

“Pastinya saya tidak mau membayar biaya penarikan itu, yang saya mau bayar hanya tunggakan saya. Kalaupun pihak pembiayaan tak mau, saya akan laporkan di Polisi,”cetusnya Daeng Lino.



Sementara, Rudi, sang Debt Collector saat dikonfirmasi via telpon, menampik dan menurutnya dia tidak pernah menarik paksa kendaraan itu.

“Biasanya itu, anggota yang menarik dan dia berikan nomorku karena memang saya hanya biasa mediasi. Apalagi di FIF itu ada dua PT yakni PT Kiwal dan PT MMS yang kerjasama untuk penarikan kendaraan, nanti saya konfirmasi di FIF pak,” ucapnya.

Sedangkan pihak FIF Makassar, Iwan, membantah kalau dikatakan pembayaran tunggakannya itu membengkak sampai Rp7 juta.

“Saya tidak pernah sampaikan ke Nasabah bahwa tunggakan dan dendanya Rp5 juta. Memang banyak itu yang harus dia bayar karena ada beberapa bulan tidak pernah membayar ditambah dengan dendanya setiap bulan. Kalaupun nasabah mau melapor di Polisi, silahkan pak karena kami juga di Kantor siap untuk berhadapan di Polisi,” katanya.
demo 3hari berturut turut brlangsung luar biasa. mau share keluhan kosumen terhadap somasi FIF

Kami merasa keberatan dan sangat tidak nyaman dengan penagihan FIF cabang Praya Lombok Tengah! Mereka tiba-tiba datang ke rumah dan memberikan SOMASI penarikan unit, padahal baru lewat 3 hari dari jatuh tempo.

Di tengah krisis ekonomi karena pandemi saat ini bukannya memberikan permakluman/keringanan waktu, malah cara penagihannya seperti ini.

Berikut kami lampirkan;

– Bukti bayar angsuran + denda untuk angsuran 6 yang jatuh tempo tgl 2 September 2020

Prilaku Debt Collector Jaman Sekarang
Surat SOMASI yang kami terima tanggal 5 Oktober 2020, karena lewat 3 hari dari jatuh tempo tanggal 2 Oktober 2020 (angsuran 7).
ada berita baru lagi nih

FIF Group Dinilai Sepihak Tarik Kenderaan Warga kasusnya mirip ini
Prilaku Debt Collector Jaman SekarangPrilaku Debt Collector Jaman Sekarang
https://www.google.com/search?q=fif+jember&tbm=isch&ved=2ahUKEwiczt7zsJzvAhWBEbcAHZPhBn0Q2-cCegQIABAA&oq=fif+jember&gs_lcp=CgNpbWcQAzIECAAQHjIGCAAQBRAeOgYIABAIEB46BAgAEBhQxgdYpw1gkg5oAHAAeACAAXqIAecEkgEDNC4ymAEAoAEBqgELZ3dzLXdpei1pbWfAAQE&sclient=img&ei=XdVDYNyrNYGj3LUPk8Ob6Ac&bih=618&biw=1366&rlz=1C1ASUT_enID589ID766&safe=strict#imgrc=xfT63WKjglve0M

Lembaga pembiayaan FIF group yang berkantor di Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, diduga kuat telah merugikan konsumen dengan cara melakukan penarikan kendaraan, tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Dari laporan yang diterima Redaksi Prosesnews.id, di mana penarikan pihak FIF ke salah seorang warga Tilamuta, tidak diawali peringatan-peringatan. Seperti somasi keterlambatan setoran. Warga menilai tindakan itu sewenang-wenang dan hanya sepihak.

“Saya sudah berapa kali didatangi warga untuk meminta pendampingan hukum terkait tindakan FIF group Tilamuta yang dilakukan tidak sesuai prosedur ini. Keluhan warga adalah tindakan FIF yang sewenang-wenang,” ungkap Hendra R. Saidi, salah seorang Pengacara di Kabupaten Boalemo. Jum’at, (05/03/2021).


Padahal kata Hendra, kekurangan tersebut, diakui konsumen. Bahkan yang bersangkutan siap melakukan pembayaran. Hanya saja, pihak FIF menolaknya dan meminta konsumen untuk membayar lagi biaya administrasi, atas kendaraan yang telah ditarik.

“Konsumen juga sudah berulang-ulang mendatangi kantor FIF. Dari pengakuan konsumen, dirinya tidak dilayani dengan maksimal. Padahal kedatangan tersebut, guna melunasi setoran pembayaran,” kata Hendra

Dikatakan Hendra, atas peristiwa ini, dirinya mencoba mendatangi Kantor FIF di Tilamuta. Namun, oleh pihak FIF group, tetap meminta sejumlah uang dengan dalil biaya admnistrasi.

“Saat kami meminta rincian atas permintaan tersebut, pihak FIF group tidak bisa menunjukkan alasan untuk apa permintaan biaya tersebut. Artinya, bila administrasi itu disebut dengan biaya denda, maka mengacu pada ketentuan, bisa dipenuhi atau dibayar, nanti pada saat penyetoran terakhir,” urai salah satu anggota Perhimpunan Advokad Indonesia (PERADI) tersebut.



mau sharing lagi tentang prilaku debt collector[B] jaman now
Prilaku Debt Collector Jaman Sekarang
Polisi mengungkap alasan mata elang alias debt collector melakukan penganiayaan terhadap seorang pengendara sepeda motor di Jatinegara Kaum, Pulogadung, Jakarta Timur karena korban belum bayar cicilan sepeda motornya.

"Itu kan suruhan leasing, jadi dia diberhentikan karena memang belum bayar," ucap Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur, Komisaris Polisi Indra Tarigan kepada wartawan, Jumat 12 Maret 2021.

Tapi, dirinya menegaskan kalau apa yang dilakukan kedua mata elang itu adalah tidak benar. Hal itu, lantaran keduanya sampai melakukan tindak kekerasan.


Kata Indra, pihaknya telah mendapat laporan soal pemukulan itu pada Kamis 11 Maret 2021 kemarin. Kini, dua orang mata elang tersebut tengah dalam pencarian.

"Kalau sampai terjadi pemukulan dan pengambilan paksa, itu ranahnya sudah kriminal," ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, viral di media sosial Instagram sebanyak dua orang diduga oknum mata elang alias debt collector melakukan kekerasan ke nasabahnya buruannya. Mereka diduga memukuli nasabahnya yang menunggak cicilan sepeda motor. Adalah akun Instagram @info_jakartatimur yang mengunggahnya. Kejadian ini disebutkan terjadi di Jalan Jatinegara Kaum, Pulogadung, Jakarta Timur.


Terkait hal ini, Wakapolres Metro Jakarta Timur, Ajun Komisaris Besar Polisi Ahmad Fanani mengaku pihaknya masih melakukan penelusuran atas hal tersebut. Pasalnya, mereka belum menerima laporan polisi terkait dugaan premanisme tersebut.
pagi, mau share kelakuan debt collector yang ngga pantas

Viral Debt Collector Vs Emak-emak, Dituduh Pakai Pelat Nomor Palsu
Prilaku Debt Collector Jaman Sekarang
Emak-emak tersebut dituduh memakai pelat nomor palsu.

Video ini dibagikan oleh akun Facebook Inah Hopipah.

Terlihat kedua pria sedang memeriksa nomor mesin motor.

Keduanya mengenakan kaos hitam dan topi.

Mereka mengatakan bahwa pelat nomor tersebut palsu.

"Ini modus ya apa ya. Memang ya leasing motor masih begitu ya. Walau motor kredit padahal sudah di bayar cicilan sama bayar pajak. Palsu dari mana ya. Ini kejadian barusan ya di Juanda dekat pom bensin," tulis Inah Hopipah.

Emak-emak tersebut merekam kedua aksi debt collector saat mengecek nomor mesin.

Baca Juga: Debt Collector Batal Tarik Kendaraan Gara-gara Pemilik Bilang Kata Sakti Ini


"Nah guys motor saya disangka palsu. Coba buka maskernya. Katanya dari leasing," kata Inah menantang pria yang mengaku dari leasing.

Pria berbadan kurus itu pun membuka topi dan maskernya.

"Okesip thankyou," kata si Inah.

Seorang pria yang mengenakan baju putih itu sebenarnya sudah menjelaskan kalo apa yang dituduhkan sang debt collector salah.



"Ini bukan palsu, ini kan sama-sama O kan enggak beda," katanya.

Terlihat salah sasaran, debt collector yang memakai baju polkadot hitam mengatakan hanya mau mencocokan rangka nomor saja.

Kita cuma mau nyocokkan rangka nomor saja," katanya.

"Nah sekarang kan sudah kalian lihat ini platnya asli, terus permasalahannya apa," kata pria berbaju putih tadi.



"Enggak ada, kita lewat terus kita lihat sepertinya palsu makanya kita cek," jawab seorang debt collector.
mau share lagi pihak leasing FIF yang menjadi pelaku penipuan
Prilaku Debt Collector Jaman Sekarang
Seorang guru di SMAN 2 Rangkasbitung, menjadi korban penipuan debt collector yang mengaku dari lembaga pembiayaan (leasing) FIF Rangkasbitung.

Korban yang diketahui bernama Ita (37) itu mengaku kehilangan uang Rp2 juta. Uang itu tadinya akan dia bayarkan untuk pelunasan tunggakan terakhir motor yang dikreditnya.

Ita menuturkan, awalnya ia akan mengajukan permohonan pelunasan khusus (Pelsus) kredit kendaraan bermotor miliknya di kantor FIF. Korban pun kemudian didatangi seseorang yang mengaku sebagai petugas FIF berinisial AS.

Korban sempat percaya kepada AS, karena saat datang ke rumahnya, pelaku seolah tahu soal proses kredit yang dimilikinya. Korban pun bercerita soal keinginannya untuk melunasi sisa kreditnya di FIF.

"Pak AS mengaku bisa mengurus Pelsus motor scoopy saya di Leasing FIF. Dari pembayaran tinggal lima kali per bulannya sekitar R750 ribu dengan kontrak selama dua tahun di FIF. Pak AS menyanggupi hanya Rp2 juta, uang itu saya berikan pada Desember lalu kepada," kata Ita kepada TitikNOL.

Namun lanjut Ita, dirinya kaget saat mendapat surat pemberitahuan dari manajemen FIF Rangkasbitung, jika dirinya masih menunggak pembayaran kredit motor. Lantaran merasa sudah memberikan uang untuk proses Pelsus motor Honda Scoopy miliknya, Ita langsung mengkonfirmasikan kepada pihak manajemen FIF.

"Kata pihak FIF, uang untuk pelsus tidak ada masuk ke kantor FIF. Pegawai FIF pun tidak mengakui AS sebagai karyawan atau pegawai FIF," imbuh Ita.

Atas kasus dugaan penipuan tersebut, Ita pun berencana melaporkan AS ke Kantor Polisi.

Dikonfirmasi, Agus Divisi Kredit bermasalah pada kantor FIF Rangkasbitung mengatakan, AS bukan Karyawan FIF.

"FIF tidak memperkerjakan kolektor reguler (perorangan), kita semua (kolektor) pakai PT. Tidak ada kolektor perorangan," tandasnya
Halaman 14 dari 14


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di