CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e98398dc342bb34613edd1e/hitam

HITAM

Tampilkan isi Thread
Halaman 100 dari 146
Quote:


Ok siap..
emoticon-Siap Gan
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan actandprove memberi reputasi
Semangat update terus yo mbah, jangan lupa taburin terus ganja nya, biar makin sedep bin nagih 🤩🤩🤩
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Disuruh bersabar tunggu update dari mbah.. pengen numpuk cerita biar banyak bacanya tapi penasaran juga, serba salah emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Kopi plus udud juga mbah..

Iya nih kudu banyak yang do'ain emoticon-Big Grin

Iya mbah, ngilu emoticon-Takut (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
banditos69 dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Kopi udud gorengan.. mantep..
Lama2 kayak angkringan gan..
emoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Quote:


Sediain wedang jahe, nasi kucing dan lain-lain sekalian mbah, jadi apdetan datang perut dah kenyang
emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 4 lainnya memberi reputasi

Firasat

     Suara kecipak air membangunkanku, kubuka mata dan di depanku terbentang lautan yang luas, dan suara debur ombak di pantai itulah yang membangunkanku. Saat itu matahari udah condong ke barat. Angin sepoi-sepoi membuat nyaman. Aku berbaring di atas pasir, dibawah pohon kelapa yang pendek. Semua ini membuatku terheran-heran, kenapa tiba-tiba aku bisa berada di sini?

    Belum lagi habis heranku, kurasakan ada sesuatu yang menghimpit dadaku. Ternyata ada seorang cewek berambut panjang sedang meletakkan kepalanya di dadaku! Dia sedang tertidur dengan pulas. Kuperhatikan wajahnya dan baru kukenali kalo dia adalah Citradani Inaya! 

    Aku jadi semakin heran, hal terakhir yang bisa kuingat adalah aku berada di kamarku dan tidur, ditemani nini Sawitri. kenapa tiba-tiba bisa terbangun di tepi pantai bersama Citradani yang sedang tertidur di dadaku?! Apakah ini mimpi? Ataukah sukmaku yang melayang keluar dari raga? Tapi kenapa bisa ada Citradani juga disini?! Saat aku memikirkan semua hal itu, tau-tau  tubuh Citradani bergerak, dia membuka mata dan menatapku, lalu tersenyum manis.

Quote:


    Mendadak Citradani berdiri, bibirnya cemberut. Tiba-tiba dia berlari ke arah laut! Aku segera berlari mengejarnya. Kuterapkan tenaga dalam agar bisa berlari cepat, tapi aku nggak bisa mengeluarkan tenaga dalam! Kucoba keluarkan seluruh tenaga dalamku, tapi aku bahkan nggak bisa merasakan tenaga dalam di tubuhku! Aku seperti orang awam tanpa tenaga dalam.

     Sementara Citradani masih berlari kira-kira 5 meter  di depanku. Kecepatan berlarinya terlihat lambat, tapi bagaimanapun kutambah kecepatan lariku, jarak kami selalu tetap sama! Dan anehnya, meskipun sudah beberapa menit kita berlari, tapi ternyata nggak nyampe-nyampe juga ke air laut.! Padahal jarak ke air laut terlihat sangat dekat..

   Waktu sedang berlari itu kurasakan telingaku terasa geli, seperti ada yang merayap ke dalam telinga. Kuusap-usap telingaku, tapi nggak ada apapun disitu. Aku lanjutkan mengejar Citradani, tapi lagi-lagi telingaku terasa geli. Kuusap-usap lagi telingaku, tetap nggak ada apapun disana.

   Saat itulah kulihat suatu bayangan besar di pasir, bayangan itu mirip dengan bayangan burung, tapi besar sekali. Aku mendongak ke atas, dan kulihat satu sosok kelelawar yang luar biasa besar, bentangan sayapnya aja mencapai kira-kira 10 meter! Tapi sosok itu memiliki tubuh seperti manusia, memiliki tanduk dan cakar panjang runcing di tangan dan kakinya. Sosok itu mengepakkan sayapnya melewatiku, dan meluncur langsung ke arah Citradani!

    Aku berteriak memanggil Citradani, tapi dia nggak menggubris teriakanku, sementara sosok kelelawar raksasa itu sudah dekat ke Citradani, dia mengembangkan dua cakar di tangannya yang besar dan langsung mencengkeram pundak Citradani, lalu sosok itu mengepakkan sayapnya dan membumbung ke atas bersama Citradani yang ada dalam rengkuhan cakarnya. Dan kemudian makhluk itu melesat cepat ke arah laut!

    Masih kudengar jeritan Citradani sebelum sosok itu menghilang di kejauhan bersama Citradani. Aku berlutut di pasir, takut, kuatir, bingung harus melakukan apa. Pengen mengejar, tapi mau mengejar kemana. Gimana caranya aku menjelaskan pada orangtuanya Citradani nanti..

    Saat itulah kurasakan geli kagi di telingaku, kuusap-usap lagi, tapi rasa geli itu makin hebat, dan berubah jadi rasa gatal. Meski sudah kugaruk-garuk tapi rasa gatal itu terus ada. Mendadak cuaca berubah, matahari yang tadi bersinar terik, kini tertutup awan. Angin badai dahsyat mengamuk di pantai itu. Padahal rasa gatal di telinga semakin menjadi-jadi sampai aku memejamkan mata menahan gatal.

    Saat aku membuka mata, yang kulihat adalah langit-langit kamarku. Ternyata itu hanyalah mimpi! Tapi terasa  sangat nyata! Tapi rasa geli dan gatal di telingaku masih terasa, dan itu adalah nyata. Aku menoleh ke samping, dan kudapati wajah cantik nini Sawitri berada satu jengkal di depan wajahku. Dan ternyata dari tadi dia menggelitiki telingaku dengan bulu ayam!

    Benar-benar aneh!! Bagaimana bisa, gelitikan di telinga bisa masuk juga ke alam mimpi?! Dan darimana nini Sawitri bisa dapat bulu ayam?! Padahal disini nggak ada yang memelihara ayam. Semua kejadian aneh itu membuatku lupa soal mimpiku tadi.

     Kulihat nini Sawitri masih memandangiku. Bisa kulihat jelas matanya yang bundar bening dengan bulu mata lentik. Bibirnya yang mungil merah tersenyum manis ke arahku. Dia nggak berkata apa-apa, cuma menatapku dengan tersenyum.

    Lalu terdengarlah adzan subuh. Ternyata baru jam 4 pagi. Padahal tadi aku tidur jam 3 pagi,  berarti cuma 1 jam aku tidur, tapi udah bermimpi sedemikian panjangnya, satu lagi keanehan..

     Meskipun mataku terasa sangat pedas dan badanku nggak karuan rasanya, aku beranjak bangun untuk mengambil air wudhu dan subuhan di kamar. Selesai subuhan. Aku berdoa pada Allah, minta perlindungan untuk semua orang terdekatku. Setelah itu kulanjutkan dzikir. Lalu kulanjutkan lagi dengan bermeditasi dan menyerap energi alam. 

    Penerapan ilmu raga sukma dalam jangka waktu yang lama telah membuat tubuhku nggak karuan rasanya. Seperti habis digebukin orang sekampung. Meditasi ini kumaksudkan untuk mengembalikan kondisi dan stamina tubuhku agar seperti sedia kala. Satu jam meditasi, badanku terasa lebih segar, meski mataku masih terasa mengantuk.

   Selesai meditasi, akupun segera mandi lalu memakai seragam dan sepatu. Saat keluar dari kamar, semua keluargaku melihatku dengan heran, ketika kulihat jam, baru setengah 6! Masih terlalu pagi untuk sekolah! Emang kalo otak dan badan nggak sinkron ya gini jadinya. Akhirnya aku cuma terduduk bengong di meja makan, menunggu seluruh keluarga selesai mandi dulu, baru sarapan bareng, begitulah rutinitas sehari-hari.

    Karena kelamaan nunggu, akhirnya aku sarapan duluan. Tapi sehabis sarapan, aku jadi bingung mau ngapain. Daripada bingung, mending aku berangkat saja langsung. Sampai di sekolah masih sepi, cuma segelintir murid yang udah datang. Aku segera naik ke lantai tiga untuk menuju kelas. Baru masuk kelas, sudah disuguhi pemandangan yang sangat aneh.

    Di jendela kelas, kulihat sosok noni belanda sedang nangkring menatap jalanan dibawah, dan yang aneh adalah, sosok noni itu bukan cuma 1, tapi ada 3 sosok yang nangkring di 3 jendela yang berjajar. Ketiganya berpakaian sama, yaitu putih mirip kunti. Rambut mereka sama-sama kuning pirang, dan kulit mereka sama putih, kulit bule eropa! Bahkan posisi nangkring mereka sama persis! Akupun mendekati mereka untuk coba ngajak ngomong.

Quote:


    Ketiga sosok itu menoleh berbarengan ke arahku. Bahkan wajah mereka sama persis. Lalu ketiganya tersenyum lebar, memperlihatkan giginya yang bagus rapi. Tapi kemudian gigi samping kiri kanan mereka tumbuh menjadi panjang, dan terus memanjang menjadi sepasang taring!

    Lalu mulai terdengar suara tawa cekikikan khas kunti, tawa yang jauh berbeda dengan tawa cekikikan dari manusia. Tawa yang bikin ketakutan bagi siapapun yang mendengarnya. Bukan cuma satu, tapi 3 suara tawa cekikikan berbarengan!

   Tapi kemudian dua sosok sebelah kanan berubah wujud. Mulai dari baju yang semula putih menjadi hitam dan pink, rambut yang semula pirang berubah jadi hitam dan putih. Dan wajah mereka berubah jadi wajah Salma dan Amrita! Dasar sialan! Pagi-pagi udah dikerjain 2 cewek halus! 

Quote:


   Salma dan Amrita malah tambah keras tertawa, ngerasa senang telah berhasil ngerjain aku. Baru kali ini aku lihat noni belanda itu tertawa, tapi sehabis tertawa itu, seperti nggak pernah terjadi apa-apa, dia balik lagi ke posisinya semula, yaitu menghadap jendela dan melihat ke bawah ke arah jalan dalam diam seribu bahasa, bener-bener aneh tingkah lakunya.

Quote:


    Istirahat pertama, aku segera ke kantin membeli kopi dan gorengan, lalu kopi dan gorengan itu kubawa ke belakang kelas 1E, tempat paling sepi di sekolah. Dulu ada sosok buto ijo di pohon belakang 1E ini, tapi sekarang aku nggak pernah melihatnya lagi. Aku duduk di bawah pohon, berniat ngobrol dengan Salma dan Amrita. Lalu aku ceritakan ke mereka semua hal tentang serangan kemarin, nggak ada yang terlewatkan.

Quote:


    Pulang sekolah, aku masih duduk di aula, menunggu biar jalanan sepi dulu, juga menunggu agar Citradani sampai di rumah dulu. Setengah jam kemudian aku beranjak ke parkiran mengambil motor. Sempat kulihat ke arah jendela kelasku, ada noni belanda di sana sedang menatapku, lalu dia tersenyum! Tumben banget, biasanya dia cuma diam saja dengan pandangan kosong.

   Setengah jam berkendara, sampailah di rumah Citradani. Terlihat sepi dan pintu tertutup, kucoba ketuk pintunya,  muncullah Citra dengan tanktop dan celana pendek. Selalu terukir wajah ceria dan senyum manis.

Quote:


       Aku berada di rumah Citra sampai sore. Jam 5 aku pamit pulang. Meskipun udah tau kalo Citra udah dijaga ketat, tapi rasa kuatir tetap ada. Jin kalo udah niat mencelakai, pasti akan menggunakan segala cara, termasuk tipu muslihat licik dan keji. Dan kami harus selalu waspada..


masih lanjut...


157
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nonanoz dan 41 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 6 balasan
mantabbb, lanjut mbah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 3 lainnya memberi reputasi
Makasih mbah updatenya...btw tumben "masih lanjut"emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 4 lainnya memberi reputasi
mantul banget cerita nya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 3 lainnya memberi reputasi
Sluman slumun slamet....
Ada yang tau artinya?....emoticon-Shakehand2emoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 3 lainnya memberi reputasi
Tq updatenya gan n cerita mulai ada tegangnya👍👍
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 3 lainnya memberi reputasi
Mampir lagi.🤭
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 3 lainnya memberi reputasi
Josemoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 3 lainnya memberi reputasi
Quote:


Sambil nunggu update baca lagi dari part awal ganemoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
cakramukti dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Judulnya bagus.. kaya judul lagu..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
arya56 dan 4 lainnya memberi reputasi
Quote:


Haha, biar nggak gabut gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
arya56 dan 4 lainnya memberi reputasi
Quote:


Oke siyap..
emoticon-Siap Gan
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan actandprove memberi reputasi
Quote:


Sama-sma gan..
Biar beda aja..emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan actandprove memberi reputasi
Quote:


Tengkyu lah gan..
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan actandprove memberi reputasi
Halaman 100 dari 146


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di