CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ini Sebab Antibodi Tak Berkutik Lawan Virus Corona
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f6343014601cf25a01d4d3f/ini-sebab-antibodi-tak-berkutik-lawan-virus-corona

Ini Sebab Antibodi Tak Berkutik Lawan Virus Corona

Ini Sebab Antibodi Tak Berkutik Lawan Virus Corona

Kamis, 17 September 2020

TEMPO.CO, Jakarta - Mutasi D614G (aspartat/D diganti glisin/G, pada nomer 614) yang diduga menyebabkan virus corona Covid-19 menular lebih cepat telah ditemukan pada 57,5 persen kasus infeksi virus itu di Indonesia. Namun tetap saja dugaan itu masih butuh kajian yang mendalam.

"Perlu antisipasi secara seksama dengan kebijakan yang tepat. Beberapa negara ASEAN juga memiliki isolat dengan struktur D614G tersebut," kata Guru Besar Biologi Molekuler dari Universitas Airlangga (Unair) Chairul Anwar Nidom, Selasa 15 September 2020.

Nidom menuturkannya melalui literasi yang dia buat bersama tim laboratorium Professor Nidom Foundation (PNF). Literasi itu mengantar dan melengkapi publikasi hasil penelitiannya yang berjudul "Investigation of the D614G Mutation and Antibody-Dependent Enhancement Sequences in Indonesia SARS-CoV-2 Isolates and Comparasion to South Asian Isolates" dan sudah dipublikasikan di Systematic Reviews in Pharmacy.

Dia menjelaskan kalau mutasi itu terjadi pada urutan atau motif antibody-dependent enhancement (ADE) virus corona Covid-19. Ini disebutnya sama seperti pada virus MERS, SARS, HIV, Dengue, Ebola dan Zika. "Adanya motif ADE ini," Nidom berujar, "Menyebabkan antibodi tidak efektif menetralisir virus yang dituju."


Dengan adanya motif ADE juga, Nidom menduga akan mengubah afinitas ikatan virus-antibodi menuju FcRγ, suatu reseptor lain pada sel monosit-makrofag. Akhirnya, virus corona tetap bisa masuk ke dalam sel-sel dan tetap berkembang di dalam tubuh inang. "ADE menjadi titik kritis dalam desain dan pengembangan vaksin," kata Nidom.

Nidom mengingatkan bahwa studi terdahulu terhadap kandidiat vaksin Dengue (DENV) memberikan gambaran bahwa ADE bisa memicu tingkat keparahan penyakit pasca vaksinasi. Motif ADE juga diketahui berkontribusi terhadap kemunculan sindroma badai sitokin pada kasus MERS dan SARS.

"Terlebih munculnya mutasi D614G pada motif ADE ini, perlu mendapat perhatian dan kajian secara saksama," kata profesor di Fakultas Kedokteran Hewan Unair yang juga terkenal untuk riset virus flu burung ini.

Nidom menambahkan kajian atau studi karakter virus Covid-19 dalam mendampingi kebijakan pengendalian pandemi-19 ini perlu dipertimbangkan. "Mengingat karakter dan cara meliuk virus Covid-19 yang 'cerdik' ini," katanya.

Kecerdikan yang dimaksud adalah kemampuan virus corona baru ini yang disebutnya mampu membaca kesalahan dalam bereplikasi yang kemudian memicu mutasi. Secara spesifik, virus corona Covid-19 juga dijelaskannya mempunyai struktur non-structural protein-14 (nsp-14) yang akan membetulkan mutasi.


https://tekno.tempo.co/read/1387058/...a/full?view=ok

Ini Sebab Antibodi Tak Berkutik Lawan Virus Corona

Jakarta, CNN Indonesia -- Peneliti berpesan agar para pelaku uji klinis vaksin Covid-19 memerhatikan potensi bahaya jika virus corona SARS-CoV-2 terbukti menimbulkan fenomena ADE (Antibody-dependent enhancement).
Hal ini diungkap Guru Besar Ilmu Biologi Molekuler Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Chaerul Anwar Nidom terkait temuan susunan asam amino virus corona SARS-CoV-2 yang berpotensi menimbulkan fenomena ADE.

"Ini yang perlu kami sampaikan kepada pihak-pihak yang sedang upayakan vaksin, tolong diamati hal-hal yang terkait perubahan-perubahan virus ini," tuturnya dalam wawancara dengan CNNIndonesia TV, Rabu (16/9).ADE adalah fenomena virus berikatan dengan antibodi untuk menginfeksi sel inang. Potensi terjadinya fenomena ADE ini bisa dilihat dari pola tertentu dari susunan DNA/RNA virus.

Sebelumnya, virus corona menginfeksi sel lewat reseptor ACE2 yang ada di paru-paru. Tapi dengan fenomena ADE, maka sel akan masuk ke sel lewat makrofag.

"Sehingga, virus berkembang di sel mikrofag (sel darah putih) bukan di sel saluran pernafasan lagi," tuturnya saat dihubungi CNNIndonesia.com lewat pesan teks, Rabu (16/9).

Akibatnya, infeksi virus corona bisa terjadi tanpa menunjukkan gejala klinis (orang tanpa gejala/OTG) seperti batuk, demam, dan sebagainya. Akibat lain, infeksi virus corona jadi berlangsung kronis dan lama serta melemahkan sistem imun. Lebih lanjut, Nidom menyebut potensi ADE pada virus corona ini masih sebatas bukti empiris dari analisa data virus yang memiliki ADE. "Kemudian kita analogikan jika terjadi pada Covid," jelasnya.

Sehingga, ia mendorong agar dilakukan penelitian preklinis untuk mencegah hal itu terjadi ke manusia. "Jangan sampai kita terjadi seperti itu kita terlambat."

Kasus vaksin demam berdarah
Chaerul menambahkan ADE menjadi titik kritis dalam disain dan pengembangan vaksin. Studi terdahulu terhadap kandidat vaksin Dengue (DENV) memberikan gambaran bahwa ADE dapat memicu tingkat keparahan penyakit pasca vaksinasi.

Sebagai contoh seperti terjadi pada penerapan vaksin demam berdarah yang sempat diuji di Filipina pada 2017 lalu. Vaksin itu menurut Nidom sudah melewati uji klinis tahap III dan dikomersialiisasikan.

Menurut Nidom, saat vaksin itu duji ke anak-anak untuk memicu antibodi, vaksin itu malah menimbulkan patogensitas lebih tinggi ketika pasien terinfeksi virus berikutnya. Akibatnya, uji vaksin demam berdarah dihentikan di Filipina.

Contoh kedua adalah pada uji klinis pada vaksin untuk HIV AIDS di negara di Afrika. Vaksin yang diproduksi oleh sebuah lembaga riset Amerika Serikat itu ternyata malah menimbulkan masalah baru akibat muncul fenomena ADE.

"Maka program vaksinasi HIV distop," tuturnya lagi.

Hingga saat ini, para ahli terus melakukan penelitian terhadap virus corona dan mendapat temuan-temuan baru. Salah satunya terkait dengan potensi virus corona SARS-CoV-2 menimbulkan fenomena ADE seperti diutarakan Nidom.

Selain itu, Chaerul mengatakan keberadaan ADE ini menarik mengingat saat ini berbagai negara di dunia termasuk Indonesia sedang membuat vaksin yang akan menghasilkan antibodi.

Tak hanya itu, Indonesia juga sedang mengembangkan terapi plasma darah atau konvalesen. Terapi plasma darah konvalesen sendiri merupakan metode pengambilan plasma darah (serum) dari pasien positif corona yang sudah sembuh untuk ditransfusi ke pasien positif corona.



https://m.cnnindonesia.com/teknologi...potensi-bahaya

Ini Sebab Antibodi Tak Berkutik Lawan Virus Corona

Kini, pola ADE ini ditemukan dalam mutasi virus corona D614G yang kini sudah menyebar di Indonesia. Varian ini disebut Nidom bahkan sudah ada di 57,5 persen virus corona SARS-CoV-2 yang menyebar di Indonesia. ADE ini menyebabkan antibodi tidak efektif menetralisir virus yang dituju.

Chaerul juga mengatakan apabila benar Covid-19 bisa masuk ke makrofag, maka penyakit Covid-19 akan menjadi sebuah penyakit kronis yang terjadi dalam jangka waktu lama, seperti HIV. 

"Maka si pasien tak menunjukkan gejala klinis...tapi akan menjadi kronis lama, seperti yang terjadi di HIV karena sistem imun korban terganggu akibat pembelokan titik reseptor" jelasnya.


Ini Sebab Antibodi Tak Berkutik Lawan Virus Corona

https://m.cnnindonesia.com/teknologi...bodi-mirip-hiv

Ini Sebab Antibodi Tak Berkutik Lawan Virus Corona

When Developing a SARS-CoV-2 Vaccine, Researchers Need to Consider that Antibodies May Enhance Infection Rather than Provide Protection

There is encouraging news from recent clinical trials of SARS-CoV-2 vaccines, including several candidate vaccines that induce neutralizing antibodies with no apparent adverse effects. Their protective efficacy at preventing infections is not yet known, but will be ultimately determined by phase 3 trials. However, there are other potential concerns over vaccine outcomes, one of which is the possibility of inducing antibodies that make infection outcomes worse. One such phenomenon is called antibody dependent enhancement (ADE).

The poster child for ADE is, of course, dengue virus (DENV). Infection with one of the four common serotypes of DENV results in worse outcomes after later infection by a different serotype. Indeed, some tetravalent dengue vaccines mimic a first infection with DENV and cause worse outcomes upon later infection, even though neutralizing antibodies are elicited. It is speculated that a successful immune response to DENV requires a CD8+ T cell response. The recombinant vaccine contains only DENV envelope glycoproteins in the backbone of yellow fever attenuated 17D strain, which can be poor in inducing CD8+ T cell response. Indeed, live attenuated tetravalent DENV vaccines (National Institutes of Health ), which contain all the virion proteins, have provided enhanced protection.

How does ADE work?

The most common mechanism appears to occur when a non-neutralizing or poorly neutralizing antibody binds to a virus particle. The fragment crystallizable region (Fc) of the antibody interacts with Fc receptors (FcR) expressed on certain immune cells (i.e., macrophages, B cells, Follicular dendritic cells, natural killer cells, and neutrophils) and some of the complement proteins. This facilitates viral entry into immune cells, shifting the tropism of the virus. If the virus can replicate in macrophages or other FcR-containing cell, it provides new opportunities for viral replication and spreads into neighboring cells. In addition, infection of macrophages can cause adverse immune activities. This phenomenon is often observed when antibody concentrations decrease as a result of waning immunity. In addition, an antibody may neutralize potently at high concentrations but cause enhancement of infection at sub-neutralizing concentrations.

Another way in which vaccination can result in worse disease is by enhanced respiratory disease (ERD). This was seen in children vaccinated against respiratory syncytial virus and involves non-neutralizing antibodies forming complexes that get deposited in airways, thus causing inflammation. There also appears to be priming of cell-mediated immunity towards a Th2 inflammatory type of response.


What are the reasons for thinking that ADE will or will not be a problem with SARS-CoV-2? One example of a coronavirus infection for which ADE seems to present a problem is feline infectious peritonitis virus (FIPV). Kittens inoculated with a vaccinia recombinant vaccine containing the FIPV spike protein developed high levels of non-neutralizing antibodies, but only very low levels of neutralizing antibodies. They suffered far worse infection outcome at a much higher incidence. This phenomenon was not observed when other viral proteins were used instead of spike protein; yet, it should be pointed out that FIPV is an alphacoronavirus, unlike SARS-CoV-2, a betacoronavrus.

There are some data on ADE with SARS-CoV-2-related betacoronaviruses. One study showed that a candidate vaccine containing SARS-CoV-1 spike protein elicited neutralizing antibodies in vaccinated mice. The antibodies, however, potentiated infection of B cells by an FcR-mediated mechanism. Despite this, the vaccine provided protection to mice, so even though it elicited detectable ADE, it did not cause worse disease. A similar finding was made in hamsters.

ADE activities could be found in SARS-CoV-1-infected humans. Polyclonal antisera or of monoclonal antibodies that bind viral spike (S) protein can facilitate uptake by human monocytic cells via their Fcγ receptors (FcγRs). In the case of Middle Eastern respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV), Fc-mediated targeting has been observed with neutralizing antibodies that bind directly to the receptor-binding domain of S protein. For both viruses, this phenomenon is dependent on antibody concentration.

Low concentrations facilitated ADE, while high concentrations neutralized the virus. In SARS-CoV-1-infected macaques, antibodies to spike protein were associated with fatal acute lung injury, attributed to alterations in pro-inflammatory immune responses. Yan and colleagues found that a monoclonal neutralizing antibody to MERS blocked entry of a MERS-CoV pseudovirus into a typical target cell but facilitated viral entry into cells expressing FcR, such as macrophages, by a canonical viral entry pathway. The effect was attributed to the antibody loosening the spike protein trimeric structure, making it more accessible to proteolytic processing.

What about SARS-CoV-2? What of a vaccine based upon the spike protein alone? Is there a possibility that ADE may play a pathogenic role in natural infection? The reality is that there are far more questions about these possibilities than there are actual data. Epidemiological studies investigating ADE in individuals with multiple SARS-CoV-2 infections or cross-reactivity to common-cold-causing CoVs will likely take several years. One indication comes from the use of convalescent plasma. Administration into COVID-19 patients appeared to be generally safe. This does not necessarily reflect what will happen after vaccination with spike antibody protein or inactivated vaccines. Inoculation with whole inactivated virus protected macaques against subsequent challenge and showed no signs of ADE. Reducing the risk of vaccine-associated enhanced respiratory disease or ADF of replication involves induction of high-quality functional antibody responses and Th1-biased T-cell responses. If antibodies against SARS-CoV-2 with ADE potential are detected, vaccine development efforts can leverage the full suite of modern technologies around epitope mapping, protein design, adjuvant design and delivery to maximize safety. Currently, there are no data showing direct evidence of ADE for SARS-CoV-2 candidate vaccines. The answers will likely come from phase 3 trials, a number of which are underway, in recruitment, or planned. Results are most eagerly awaited.


https://gvn.org/antibody-dependent-e...nd-sars-cov-2/

💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢
ADE adalah fenomena virus berikatan dengan antibodi untuk menginfeksi sel inang. Potensi terjadinya fenomena ADE ini bisa dilihat dari pola tertentu dari susunan DNA/RNA virus.

Akibatnya, infeksi virus corona bisa terjadi tanpa menunjukkan gejala klinis (orang tanpa gejala/OTG) seperti batuk, demam, dan sebagainya. Akibat lain, infeksi virus corona jadi berlangsung kronis dan lama serta melemahkan sistem imun.

Ini Sebab Antibodi Tak Berkutik Lawan Virus Corona

💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢

Masih sebatas penelitian..
Tapi kalo seandainya ini benar dan terbukti...
Gw rasa relawan vaksin kemarin bisa aja dia itu terinfeksi ADE karna potensi yg di suntikan ke relawan yg positif covid kemarin antara vaksin atau plasebo itu 50:50.
Dengan gejala klinis OTG seperti yg di sebutkan diatas...

(Gw ngeshare berita ini bukan sok sokan ngerti soal vaksin dan segala macam nya.
Tapi gw pengen kalian fokus soal perkembangan vaksin ini gimana kelanjutan nya.. Karna yg bakalan di suntik itu kalian sendiri bukan GW..!!! Gw gak termasuk dalam daftar antrian karna gw gak berminat sama sekali.. 😰😰😰)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
koi7 dan 39 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh .noiss.
Halaman 1 dari 5
keduax di trit virus
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
Quote:


Pake vaksin Oxford yah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
king.aslan dan 11 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Perkembangan terbaru ya, Oxford paling paten dah. Apalagi di tim sana ada Indra sapa gitu yg S3 dari Indonesia. Jadi pasti ampuh

Ini Sebab Antibodi Tak Berkutik Lawan Virus Corona
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tepsuzot dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh khafidz99
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Kata sapa antibodi ga berkutik lawan virus Corona?
Itu kan cuma bisa2nya antek cinak yg takut ga bisa bersaing dengan vaksin Oxford

Ini Sebab Antibodi Tak Berkutik Lawan Virus Corona
Ini Sebab Antibodi Tak Berkutik Lawan Virus Corona
Ini Sebab Antibodi Tak Berkutik Lawan Virus Corona
Ini Sebab Antibodi Tak Berkutik Lawan Virus Corona
Ini Sebab Antibodi Tak Berkutik Lawan Virus Corona

(Ane ngeshare berita ini bukan sok sokan ngerti soal vaksin dan segala macam nya.
Tapi ane pengen kalian fokus soal perkembangan vaksin ini gimana kelanjutan nya.. Karna yg bakalan di suntik itu antum bukan ane.!!! Ane gak termasuk dalam daftar antrian karna ane rajin wudhu 😰😰😰)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bontakkun dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 6 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 6 balasan
Klo karakteristik n klakuan si virus kyk HIV, ya wasalam...obat n vaksin gak guna...cuman bisa “nidurin” si virus aja...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 6 lainnya memberi reputasi
Lihat 17 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 17 balasan
Virus inilah alien yang sebenarnya 👽
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gta007 dan 4 lainnya memberi reputasi
kalo tranverse myelitis yang terjadi pada relawan vaksin astra zeneca itu kenapa ya TS ?

sampai astra zeneca kudu stop sementara trial nya ?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
loco.loco dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Cepatlah sembuh duniaku
profile-picture
profile-picture
langkasenenge dan nomorelies memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Bahasanya ilmuan canggih banget sampe ane ga paham. Sehat selalu gan sis beserta keluarga emoticon-Angel
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gta007 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Jadi virus nya bermutasi dan berevolusi gitu ya?
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Penting banget ini untuk menambah pengetahuan penyebab antibodi bisa tidak berkutik melawan virus Corona.

Ane bantu jadikan hot thread dulu deh, biar makin banyak yang tahu.






Processing. . .



Hot thread done!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
langkasenenge dan 4 lainnya memberi reputasi
Ngomong opo to lett
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
emoticon-Cool waw bgt gan
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
Shi Zhengli bikin ginian 2010 lalu

Itu ilmuwan yg menyempurnakan transisi Corona dari hewan ke manusia. Ilmuwan mengleng Ccp. Kalo sampe sini make vaksinnya mengleng Desember- Januari 2021 ntar, fix lu mah babi percobaan emoticon-Leh Uga

Ane urutin kronologis nya buat dokter / virolog yg penasaran ini virus. Minimal kalo ente terpapar dan gugur, gak penasaran

Ato share ke komunitas kedokteran/virolog
JRX mungkin bener ini konspirasi, tapi bukan bikinan bill gates. IDI dan JRX bisa ketemu dan kompromi ditengah dengan topik ini

Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gta007 dan 7 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh KangPri
Semoga vaksin nya segera di temukan...dan virus corona di hilangkan oleh tuhan dr muka bumi.
profile-picture
profile-picture
serapionleo dan nomorelies memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Ya wajar sih side effectnya bisa macem macem, apalagi rentang waktu penelitian yang bisa sampe 10 tahun dipercepat jadi cuma 1 tahun.
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
mati aja lah kita swmua emoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
gta007 dan nomorelies memberi reputasi
males bacanya, intinya blom ada vaksin
profile-picture
nomorelies memberi reputasi
Mumet gan, nyimak aja
Bukti nya indo yg mati cuma 2%, banyakkan yg bisa sembuh sendiri. Brarti banyak yg imunnya lebih bagus dari itu virus, santai emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh littlevan
Lihat 18 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 18 balasan
Halaman 1 dari 5


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di