CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
Kerajaan Makassar : Kehidupan Politik, Ekonomi, Sosial-Budaya Dan Pengaruh Keberadaan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f5ca4a1facb955eb51cc809/kerajaan-makassar--kehidupan-politik-ekonomi-sosial-budaya-dan-pengaruh-keberadaan

Kerajaan Makassar : Kehidupan Politik, Ekonomi, Sosial-Budaya Dan Pengaruh Keberadaan

Kerajaan Makassar merupakan kerajaan gabungan antara kerajaan Gowa dan kerajaan Tallo.

Kerajaan Makassar : Kehidupan Politik, Ekonomi, Sosial-Budaya Dan Pengaruh Keberadaan

Kedua kerajaan itu disatukan oleh masing-masing penguasanya saat itu yakni Daeng Manrabia dari kerajaan Gowa, serta Karaeng Matoaya dari kerajaan Tallo.

Setelah bergabung, raja dari Gowa yakni Daeng Manrabia diangkat menjadi raja Makassar dengan gelar Sultan Alauddin. Sementara raja dari Tallo yakni Karaeng Matoaya diangkat menjadi Patih dengan gelar Sultan Abdullah. Pusat pemerintahan kerajaan Makassar sendiri berada di Sombaopu.

Kerajaan Makassar : Kehidupan Politik, Ekonomi, Sosial-Budaya Dan Pengaruh Keberadaan
Benteng Fort Rotterdam, bangunan peninggalan Kerajaan Makassar. ( Instagram.com/jejak_karaeng )

(1.) Kehidupan Politik

Dibawah perintah Sultan Alauddin. Kerajaan Makassar melakukan ekspansi untuk memperluas wilayah. Tiga kekuasaan atau Tellumpocco yang terdiri atas wilayah Bone, Wajo, dan Soppeng dengan usaha yang keras berhasil ditaklukkan.

Kerajaan Makassar tumbuh menjadi bandar perdagangan yang ramai pada masa Sultan Alauddin. Hal itu karena wilayahnya yang strategis berada diantara Maluku, Jawa, Kalimantan, dan Malaka. Selain itu, Jatuhnya Malaka ke Portugis membuat pertumbuhan itu makin cepat.

Sepeninggalan Sultan Alauddin pada tahun 1639, Kerajaan Makassar dipimpin oleh Sultan Muhammad Said. Ia hanya berkuasa selama setahun.

Wafatnya Sultan Muhammad Said membawa anaknya yakni Sultan Hasanuddin menjadi penguasa kerajaan Makassar.

Kerajaan Makassar : Kehidupan Politik, Ekonomi, Sosial-Budaya Dan Pengaruh Keberadaan
Sultan Hasanuddin (Sylvana Toemon)

Dikutip dari daftar raja-raja Gowa yang dimuat dalam buku Islamisasi Kerajaan Gowa Abad XVI sampai Abad XVII (2005:183) karya Ahmad M. Sewang, Sultan Hasanuddin adalah Raja Gowa ke-16, atau Sultan Gowa ke-3 sejak kerajaan ini mulai memeluk Islam.

Dicatat dalam buku Peristiwa Tahun-tahun Bersejarah Daerah Sulawesi Selatan dari Abad ke XIV (1985), Sultan Malikusaid wafat pada 6 November 1653. Hasanuddin pun naik takhta sebagai raja baru dan langsung membawa kerajaan mencapai puncak kejayaan, termasuk menguasai jalur perdagangan utama di Nusantara bagian timur.

Kerajaan Makassar : Kehidupan Politik, Ekonomi, Sosial-Budaya Dan Pengaruh Keberadaan

Namun itu tidak berjalan lama. Kerajaan Makassar yang sedang ada di puncak kejayaan, kedatangan VOC. VOC berusaha memonopoli perdagangan dan membujuk agar Makassar tidak menjual beras kepada Portugis.

Permintaan VOC itu ditolak. Konflik dan persaingan dagang pun tak terelakkan. Keadaan makin memanas sehingga perang terjadi. VOC yang mengalami kesulitan menundukkan Makassar memperalat Raja Bone yaitu Arung Palakka.

Akhirnya, VOC dapat merebut kerajaan Makassar dengan memaksa Sulthan Hasanuddin untuk mendatangani Perjanjian Bongaya pada 18 November 1667.

Dikutip dari ilmusiana.com Isi Perjanjian Bongaya sendiri antara lain

1. Makassar harus mengakui monopoli VOC.
2. Wilayah Makassar dipersempit hingga tinggal Gowa saja.
3. Makassar harus membayar ganti kerugian perang.
4. Hasanuddin harus mengakui Aru Palaka sebagai Raja Bone.
5. Gowa tertutup bagi orang asing selain VOC.
6. Benteng-benteng yang ada harus dihancurkan kecuali Benteng Rotterdam

Setelah Penandatanganan perjanjian tersebut, kerajaan Makassar terus mengalami kemunduran dan akhirnya jatuh ke VOC.

(2.) Kehidupan Ekonomi

Kerajaan Makassar berkembang menjadi kerajaan maritim berbasis pada perdagangan. Hasil perekonomian kerajaan Makassar diperoleh dari hasil pelayaran dan perdagangan.

Pelabuhan Sombaopu yang selalu ramai dikunjungi oleh kapal-kapal dagang menjadikan pelabuhan ini menjadi pelabuhan transit yang maju.

Kerajaan Makassar : Kehidupan Politik, Ekonomi, Sosial-Budaya Dan Pengaruh Keberadaan
Ilustrasi Pelabuhan Sombaopu(kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Ramainya pengunjung yang ada juga dikarenakan letaknya yang berada di tengah Maluku, Jawa, Kalimantan, dan Malaka. Apalagi, jatuhnya Malaka ke Portugis dan Maluku ke Belanda membuat banyak pedagang yang pindah ke Makassar.

(3.) Kehidupan Sosial Budaya

Struktur sosial masyarakat Makassar meliputi Golongan Bangsawan yang disebut karaeng, Rakyat yang disebut to maradeka, dan hamba sahaya yang disebut ato.

Islamisasi di Sulawesi makin berkembang pesat dengan datangnya beberapa ulama dari Minangkabau, yaitu Dato'ri Bandang (Abdul Makmur), Dato'ri Pattimang (Dato'ri Sulaeman), dan Dato'ri Tiro (Abdul Jawad), ketiganya merupakan saudara. Tiga ulama ini membawa pengaruh besar dalam mengislamkan kalangan bangsawan kerajaan.

Menurut Prof. Dr. Ahmad M. Sewang dalam Islamisasi Kerajaan Gowa: Abad XVI sampai Abad XVII, Sultan Alauddin mengeluarkan dekrit pada 9 November 1607 di hadapan jemaah salat Jumat bahwa Kerajaan Gowa sebagai kerajaan Islam dan pusat Islamisasi di Sulawesi Selatan. Islam menjadi agama kerajaan dan agama masyarakat.

Sebagian besar kebudayaan Makassar dipengaruhi oleh perkembangan maritim. Masyarakat Makassar banyak menghasilkan benda-benda budaya yang berkaitan dengan dunia pelayaran. Mereke terkenal sebagai pembuat kapal. Jenis kapal yang dibuat antar lain Pinisi dan Lombo.

Kerajaan Makassar : Kehidupan Politik, Ekonomi, Sosial-Budaya Dan Pengaruh Keberadaan
Uang kertas keluaran 1992 nominal Rp100 bergambar perahu pinisi

(4.) Pengaruh Keberadaan Kerajaan Makassar

- Menjadi tempat transit bagi kapal-kapal
- MengIslamisasi wilayah Sulawesi dan sekitarnya
- Pelabuhan dagang yang ramai disinggahi.
- Menjadi pusat perdagangan wilayah Indonesia bagian timur

Kerajaan Makassar : Kehidupan Politik, Ekonomi, Sosial-Budaya Dan Pengaruh Keberadaan
wordpress.com
Pelabuhan Paotere, salah satu pelabuhan rakyat warisan tempo dulu yang masih bertahan dan merupakan bukti peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo sejak abad ke-14.


Sumber:
Sawitri, Indah. 2016. Buku Siswa Sejarah Peminatan Ilmu-ilmu Sosial SMA/MA Kelas XI. Surakarta : CV Mediatama

https://www.ilmusiana.com/2015/06/is...ngaya.html?m=1

https://www.google.com/amp/s/amp.tir...yaan-gowa-cLHS

https://www.google.com/amp/s/histori...-selatan-P9j5m
profile-picture
kicquck memberi reputasi
Diubah oleh fizu22
wih keren nih.. baca perlahan ah buat nambah ilmu emoticon-Smilie


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di