CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Demi Ketersediaan Listrik, PLN Tunda Bayar Utang ke Vendor Rp 4,5 Triliun
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f5a0b234601cf290b7f8d4d/demi-ketersediaan-listrik-pln-tunda-bayar-utang-ke-vendor-rp-45-triliun

Demi Ketersediaan Listrik, PLN Tunda Bayar Utang ke Vendor Rp 4,5 Triliun

 Demi Ketersediaan Listrik, PLN Tunda Bayar Utang ke Vendor Rp 4,5 Triliun



TEBET, AYOJAKARTA.COM - Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Zulkifli Zaini menyampaikan, pihaknya terpaksa harus menunda pembayaran utang kepada beberapa vendor. Menjaga ketersediaan listrik menjadi salah satu alasan menunda pembayaran tersebut.

Zulkifli menjelaskan, penundaan pembayaran utang dilakukan untuk memperbaiki kondisi keuangan perusahaan. Dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI mengakui saat ini PLN masih mempunyai utang sebesar Rp 4,5 triliun dengan beberapa vendor listrik. Hingga Juni kemarin PLN baru mampu membayar sebesar Rp 2,3 triliun.

AYO BACA : PLN Sediakan Program Gratis Balik Nama Kepemilikan Meteran

"Kami pilih jaga listrik, utang vendor kami tunda dulu. Dengan membaiknya demand listrik satu, dua bulan ini revenue kami membaik. Kami berkomitmen untuk lunasi tagihan vendor, tapi butuh waktu," ujar dia dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (9/9/2020).

Zulkifli menambahkan, secara umum dalam sebulan PLN bisa meraih pendapatan sebesar Rp 25 triliun. Sayangnya, penurunan demand membuat raihan pendapatan hanya berada di kisaran Rp 22 triliun hingga Rp 23 triliun.

PLN disebut memiliki utang kepada lima asosiasi ketenagalistrikan dengan nilai kurang lebih Rp 4,5 triliun. Asosiasi tersebut antara lain Himpunan Kontraktor Ketenagalistrikan dan Mekanikal Indonesia (HIKKMI), Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI), Asosiasi Kontraktor Ketenagalistrikan Indonesia (Aklindo), Asosiasi Pabrikan Tower Indonesia (Aspatindo), dan Asosiasi Pabrik Kabel Listrik Indonesia (Apkabel).

link


"Kami pilih jaga listrik, utang vendor kami tunda dulu. Dengan membaiknya demand listrik satu, dua bulan ini revenue kami membaik. Kami berkomitmen untuk lunasi tagihan vendor, tapi butuh waktu," ujar dia dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (9/9/2020).
profile-picture
profile-picture
profile-picture
general.maximus dan 3 lainnya memberi reputasi
PSBB jilid 2 apakah tagihan melonjak lagi pada libur. Lumayan buat nutup utangan.

emoticon-Traveller

profile-picture
petani.syusyu memberi reputasi
Diubah oleh lupis.manis.
tunda bayar utang tanpa kompensasi apa2 ?!


enaaaak bener....
profile-picture
profile-picture
rajkapoor dan agam_patra memberi reputasi
Mati dah vendornya.
profile-picture
agam_patra memberi reputasi
siap2 aja kontraktor pln ga dibayar sampe waktu yg ga jelas, apes dah
PLN dan perusahaan energy sejenisnya ini paling besar perputaran uang nya, dan jadi bancakan juga.
BUMN satu ini biar jajaran direksi ada yang di isi bekas orang perbankan tetap aja carut marut urusan pembayaran ke vendor ditunda sementara vendor perputaran uang pasti lah hutang bank emang bank bisa nunda pokok dan bunga belum lagi pajak setiap selesai pekerjaan terbitkan tagihan tentu ada faktur pajak lha kerjaan belum dibayar uda bayar pph rutin gaji dan asuransi iuran BPJS ketenaga kerjaan makanya seperti uda kerja ama setan suatu saat nyawa elu diambil (di sepak dari list vendor) dan ama vampir darah elu di sedot bulanan (pajak, bunga dan iuran) seringkali di tusuk bool elu sama waria (bayaran ditunda) sementara elu disuruh ngemut konti waria lain (biaya entertain pejabat bumn)
profile-picture
general.maximus memberi reputasi
Khas BUMN, seharusnya jika kondisi perusahaan kurang baik, yang harus dilakukan pertama kali adalah efisiensi, kurangi tunjangan kemewahan dan berbagai fasilitas karyawan PLN ,
Bahkan untuk jajaran managemant, gaji harus dipotong, jadi bukannya melemparkan masalah ke vendor2 dengan tidak mau membayar tagihan, sementara gaya hidup dan kesejahteraan karyawan PLN tetap tidak berkurang
Vendor, Supplier, Sub Contractor, Consultant, Pabricator, dsj sudah langganan hal serupa.. 1 Perusahaan sj tagihan nya bisa numpuk 2 tahun sampai puluhan miliar, udah nagih PIC nya malah sudah ganti2.. sering pula disodorin Pegawai Outsourcing yg nggk ngerti historis nya, ada jg oknum yg minta persenan & "titipan2".. bolak-balik gtu

Perusahaan2 besar tetap mau diajak kerjasama, nggk lebih cman menjaga portofolio proyek 5 tahunan dan daftar proyek utk lisensi Engineer, meskipun banyak dpt pahit.. beruntung proyek2 swasta non-bumn bisa bantu nutup & fair.. semoga bagian yg menyangkut keuangan dan audit bisa pelan2 dibenahi


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di