CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e98398dc342bb34613edd1e/hitam

HITAM

Tampilkan isi Thread
Halaman 87 dari 146
Makasih mbah update nya...
Ada pelajaran ya hari ini...

Bermanfaat utk sesama, mulai dari sedikit, namun rutin....
Warbiasah....

emoticon-2 Jempol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
actandprove dan 3 lainnya memberi reputasi
Belajar itu manfaatnya kan kembali untuk diri sendiri bukan mbah?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
actandprove dan 3 lainnya memberi reputasi
Quote:


Sama-sama gan.. senang bisa update tepat waktu..
profile-picture
actandprove memberi reputasi
Diubah oleh Mbahjoyo911
Quote:


Sama-sama gan..
Sebisa mungkin bikin trit ini nggak cuma buat hiburan.. tapi juga bisa bermanfaat..
profile-picture
actandprove memberi reputasi
Quote:


Bener banget gan.. kita sendiri yang akan memetik hasilnya..
profile-picture
actandprove memberi reputasi
Quote:


Makasih buat apresiasinya gan..
emoticon-2 Jempol
profile-picture
actandprove memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Maksih gan updatenyaemoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Mbahjoyo911 dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Yoi Bre. Kalau ada waktu kosong ane mau maraton bacanya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Mbahjoyo911 dan 2 lainnya memberi reputasi
Terima kasih mbah buat update nya
emoticon-terimakasih
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan 4 lainnya memberi reputasi
Quote:

Oke sip dah, jangan lupa siapin minum emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
littlesmith dan 4 lainnya memberi reputasi
Semoga tetap istiqomah updatenya emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
actandprove dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Quote:


Sama-sama gan..
emoticon-Shakehand2
Makasih juga udah setia pantengin..
profile-picture
profile-picture
actandprove dan sipuputt memberi reputasi
Quote:


Sama-sama lah gan..emoticon-shakehand
Makasih juga buat cendolnya yang banyak lagi..
emoticon-Jempol
profile-picture
actandprove memberi reputasi
Quote:


Quote:


Amiinnemoticon-Blue Guy Smile (S)
Tengkyu lah buat supportnya..
emoticon-terimakasih
profile-picture
profile-picture
actandprove dan arya56 memberi reputasi
8.5 jam menuju update selanjutnya emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
actandprove dan 3 lainnya memberi reputasi
Quote:


Start countdown..emoticon-Hammer (S)
profile-picture
actandprove memberi reputasi
Masih nunggu update terbaru nihh mbah emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
actandprove dan Mbahjoyo911 memberi reputasi

Tikungan maut

    Tiga hari kemudian, pas malam minggu, aku ke rumah Vano lagi untuk bantuin  dia membersihkan warung dari gangguan jin, karena aku udah janji akan membantunya. Nggak lupa mampir di penjual martabak telor untuk oleh-oleh buat ibu dan adiknya. Sekalian melihat keadaan ibunya yang sakit, aku juga pengen tau pengobatannya Vano berhasil atau nggak.

     Aku udah chat ke Dita, kalo aku nggak bisa datang ke rumahnya. Meski awalnya dia ngambek, tapi setelah tau tujuanku untuk membantu orang, dia malah memberi dukungan buatku, dukungan yang disertai syarat kalo besok aku harus ke rumahnya. Aku iyain aja lah daripada ribet dan ngambek lagi dia.

    Salma dan Amrita juga kumintai tolong buat mendampingiku. Sampai di rumahnya Vano, ada Vina lagi duduk di kursi beranda rumah, segera kuhampiri dia.

Quote:


   Kami berangkat ke rumah makan itu berboncengan pake motorku, yang tentunya dengan arahan Vano. Sekitar satu jam berkendara, kamipun sampai di sana. Tikungan jalan itu nggak terlalu tajam, kalo dari arah aku datang, tikungan itu belok ke kiri. Di kanan jalan ada  jurang yang besar dan memanjang sampai ke belakang rumah makan itu. Aku nggak tau seberapa kedalamannya karena gelap. Di kiri jalan ada tebing tanah setinggi kira-kira 4 meter. 

    Baru saja sampai di tempat itu, sudah kurasakan beberapa jenis aura kuat di kanan tikungan, tepat di jurang. Aku yakin banyak jin kuat berkumpul di situ. Sekitar 20 meter dari tikungan ada sebuah bangunan berbentuk joglo klasik, itulah rumah makan yang di maksud oleh Vano. Rumah makan itu masih buka, dan rame banget, mobil berderet di parkiran, dan di dalamnya, semua meja udah penuh oleh pengunjung. 

   Tapi nggak cuma pengunjung yang memenuhi rumah makan itu, banyak sekali sosok anak kecil berlarian di tempat pengunjung sedang bersantap! Dan ketika kuperhatikan lagi, ternyata sosok-sosok itu berwajah tua, bahkan ada yang berjenggot dan ada yang botak juga, hingga hampir menyerupai tuyul. Ada satu kesamaan dari mereka, yaitu semuanya bertelinga lancip dan bertaring kecil


HITAM
ilustrasi makhluk kerdil


    Rumah makan ini terlihat seperti menggunakan jasa penglaris karena sedemikian banyaknya jin, padahal itu cuma jin-jin liar dari jurang dibelakang.  Aku dan Vano sampai berpandangan heran karena saking banyaknya jin kerdil itu.

     Saat kami masuk rumah makan itu, semua sosok kerdil itu langsung melihat ke arah Vano, karena auranya masih terpancar. Sedangkan saat itu aku sedang menyembunyikan auraku. Tapi ketika tiga jinnya Vano masuk, ditambah Salma dan Amrita, sosok kerdil itu berlarian serabutan pergi dari tempat itu, hingga dalam sekejap, rumah makan itu telah bersih dari makhluk kerdil. Tapi ada beberapa sosok yang kurasakan auranya masih berada di dalam rumah makan.

   Kami segera menemui pemilik rumah makan yang juga tetangganya Vano. Menurut cerita Vano, namanya adalah pak haji Muchsin. Untung beliau sedang berada di rumah makan itu. Kami menemuinya di sebuah ruangan yang berfungsi sebagai kantor rumah makan.

Quote:


    Kami mulai dari bagian dapur, karena menurut cerita pegawai, dapur ini lah yang paling sering ada penampakan pocong. Saat pertama masuk dapur, lagi-lagi kulihat sosok-sosok kerdil. Dua jin hitamnya Vano segera maju, dan sosok-sosok kerdil itupun segera kabur berserabutan. Dan seperti yang dikatakan para pegawai, di pojokan dapur yang luas itu kulihat sosok pocong berdiri diam, wajahnya hitam dengan mata melotot mau keluar dari tempatnya.

   Baru saja aku mau menghampirinya, mendadak dua jin hitam Vano menerjang pocong itu, terdengar suara bak-buk seperti tubuh terkena hantaman dan tendangan. Sosok pocong itu terlempar menembus tembok dapur. Hadeh.. demikian brutal dan terburu-buru mereka itu. Aku yakin nanti pocong itu pasti kembali lagi. Biar kutinggal dulu aja.

    Kami teruskan menyisir dua ruangan yang ternyata adalah kamar tidur yang disediakan buat pegawai yang mau tidur di sini. Kalau ada pegawai yang mau tidur disini, berarti dia termasuk pemberani, mengingat begitu banyaknya sosok jin di sini. Kedua ruangan itu nggak ada satu sosok jin pun, bahkan auranya pun nggak ada. Mungkin mereka udah pergi duluan sebelum kami datang.

    Tapi saat aku mau menutup pintu kamar kedua, diambang pintu itu, dua jengkal didepanku muncul sosok perempuan yang setengah wajahnya sangat cantik, beralis tebal, berkulit mulus, mata bundar bening, bibir tipis kecil. Tapi wajah yang setengah lagi udah membusuk, nggak ada kulit lagi di separuh wajahnya itu,  pipinya berlubang besar digerogoti banyak belatung, hingga gigi gerahamnya kelihatan dari lubang itu. Matanya nggak punya kelopak hingga seakan mau melompat keluar. Suatu perpaduan wajah Benar-benar mengerikan.

    Aku sangat terkejut melihat kemunculannya yang mendadak dan sangat dekat denganku, tanpa sadar aku berteriak dan melompat ke belakang. Vano yang ada di belakangku melangkah maju dengan cepat dan langsung mengirim jotosan tepat mengenai bagian wajah yang cantik dari sosok perempuan itu.

    Buuaakk..!

    Suara jotosan mengenai kepala itu menimbulkan suara yang menggidikkan. Bagian wajah yang cantik itu langsung hancur, bahkan rambutnya yang sebelah tampak rontok ke lantai. Sosok perempuan itu menjerit setinggi langit, hingga telingaku terasa pengar. Sosok itu segera berubah jadi asap dan menghilang, melarikan diri dari kami.

Quote:


   Kami lanjutkan penyisiran ke ruang terakhir, yang digunakan sebagai tempat menyimpan barang-barang. Baru masuk, sudah ada sosok kunti putih yang menggantung di langit-langit dengan posisi terbalik, kaki menempel di langit-langit dan kepala di bawah. Rambutnya menjuntai sangat panjang sampai menyentuh lantai. Wajahnya terlihat lebih ke aneh dari pada menyeramkan. Kunti itu berwajah putih seperti memakai bedak tebal, dia nggak punya hidung, bermata lebar dan hitam. Aura sosok kunti itu adalah yang paling kuat di diantara jin lain dalam rumah makan ini.


HITAM
ilustrasi kunti terbalik


     Aku cuma diam melihat ke arahnya, biar Vano yang bertindak, karena disini aku memposisikan diri cuma sebagai back up, biar Vano bisa belajar mengatasi sendiri. Salma dan Amrita kuberi isyarat agar jangan bergerak sebelum kusuruh. Vano mendekati sosok kunti itu.

Quote:


    Bentakan Vano dibalas dengan tawa cekikikan khas kunti itu, tawa itu sangat keras hingga membuat telingaku berdenging, itu adalah serangan suara yang mengandung energi tinggi. Vano berlari menerjang ke sosok kunti itu, tapi baru satu langkah berlari, rambut kunti itu bergerak, melesat ke arah Vano dan membelit lehernya. Gerakan berlari Vano terhenti, jeratan rambut itu mengencang dan tertarik ke atas, membuat Vano tergantung pada rambut itu.

    Terdengar suara tercekik dari mulut Vano, dan sepertinya dia nggak bisa bernafas. Aku berlari memburunya untuk membantu, tapi mendadak dari sebelah kiriku melesat tiga sinar, dua merah dan satu kuning, langsung menghantam sosok kunti itu.

    Blaarr..! Blaarr..! Blaarr..! 

    Tiga ledakan terdengar, sosok kunti itu terlempar ke belakang menembus tembok ruangan itu, bersamaan dengan jeritan keras darinya. Dan Vano yang masih terjerat rambut itu ikut tertarik ke depan, mengikuti gerakan kunti yang terlempar itu. Tapi dari samping kananku berkelebat satu bayangan hitam disusul dengan melesatnya seberkas sinar biru berbentuk sabit memotong rambut kunti itu. Ternyata bayangan hitam itu adalah Salma yang telah memotong jeratan rambut kunti untuk menyelamatkan Vano.

    Vano jatuh bergedebukan di lantai, nafasnya megap-megap seakan ingin menghirup oksigen banyak-banyak. Seluruh kejadian itu berlangsung nggak sampai 5 detik. Bahkan aku baru berlari satu langkah, belum sempat melakukan apapun. Benar-benar cepat sekali kejadian itu.

    Lalu  Vano bersila di lantai, bermeditasi menyalurkan energinya untuk memulihkan kondisi tubuhnya. Aku keluar dari ruangan itu, meminta botol air mineral ke pegawai rumah makan, lalu kembali ke ruangan itu lagi. Vano sudah selesai meditasi, lalu kuberi dia botol minuman air mineral, yang segera ditenggaknya banyak-banyak.

Quote:


   Kami berjalan keluar ruangan. Sepertinya di dalam rumah itu sudah bersih dari jin. Masih kurasakan banyak sekali aura jin dari belakang rumah makan. Maka kamipun menuju kesana. Baru kutau kalo dibelakang rumah makan itu masih ada halaman lagi yang berbatasan langsung dengan jurang yang panjang itu. Halaman belakang itu kira-kira selebar 5 meteran sampai ke jurang.

    Dan di halaman itu sudah menunggu kami puluhan sosok jin bermacam-macam bentuk, kebanyakan berwujud seperti gorila besar berbulu hitam. Yang berwujud kunti putih juga banyak. Aura mereka menunjukkan kemarahan, dan siap menyerang kami. Kulihat juga banyak sekali makhluk-makhluk cebol yang tadi berada di dalam rumah makan, ternyata mereka lari kesini semua. Aku memilih bernego dulu daripada bentrokan.

    Tapi ternyata mereka nggak bisa diajak bicara, mereka adalah sekumpulan jin liar yang nggak mau kompromi. Begitu kami menginjak tanah di halaman belakang itu, serentak mereka menyerbu kami! Segera kuedarkan energi ke seluruh tubuh untuk perlindungan, dan kubentuk dua pedang cahaya di tanganku. Lawan segini banyak harus dihadapi dengan senjata, karena aku nggak mau mati konyol disini.

    Vano dan dua jin hitamnya  udah duluan menerjang ke depan, sementara ki Suralaya melindungi Vano di belakangnya. Aku cuma menunggu lawan datang, Salma dan Amrita juga bersiaga di sebelahku. Tapi akhirnya kamipun nggak luput dari serangan juga. 

   Kuputar pedangku membentuk setengah lingkaran, menyongsong empat jotosan dari makhluk berwujud gorila. Segera tangan mereka terpapas buntung. lolongan kesakitan segera terdengar sahut-sahutan. Ganti pedang tangan kiriku yang menyambar setinggi dada, tapi cuma satu musuh yang kena, sosok gorila itu terbelah dua di bagian perut,  dia langsung terkapar dan berubah jadi asap.

    Meski tangan mereka udah buntung, tapi mereka masih menyerangku dengan kaki dan menerkam. Kusabetkan pedang kanan ke atas memapasi tendangan dari kanan sambil tendangkan kaki kiri menyambut terkaman dari kiri. Pedang kiri kuubah jadi bola cahaya menghadang tendangan dari depan.

     Crass…! Buukk..! Blarr..!

    Makhluk di kananku terbelah dua dari pangkal paha sampai dada, sedangkan makhluk di kiriku terjengkang ke belakang termakan tendanganku di dadanya. Sementara makhluk di depanku langsung hancur oleh tangkisan bola cahayaku. Semua kejadian bersamaan itu nggak lebih dari 2 detik.

    Mendadak 6 sosok makhluk kerdil menyerbu dan mengerubutiku, menarik kaki dan tanganku, menggigit perut dan dada, bahkan ada yang duduk di pundakku sambil menjambak rambut. Sungguh pertarungan serabutan yang ngawur dan nggak ada seni nya sama sekali. Dengan pengerahan tenaga dalam penuh, segera kuputar badanku dengan berporos pada kaki seperti gasing. Keenam makhluk kerdil itu bermentalan lepas dari tubuhku.

    Kulihat Salma dan Amrita cuma mengibas-ngibaskan tangannya sambil tertawa-tawa, seakan pertempuran itu cuma sebuah permainan. Tampaknya mereka memang nggak serius dalam pertempuran ini. Setiap kibasan tangan mereka mengeluarkan angin yang deras yang membuat lawannya berpelantingan. 

     Setelah bebas dari makhluk-makhluk kerdil itu, aku merangsek ke depan, membabat kiri kananku dengan pedang. Segera kucari jin yang auranya paling kuat, karena aura terkuat pastinya milik pemimpin mereka.  Kulihat satu sosok genderuwo yang beraura paling kuat, dia sedang ikut mengeroyok Vano yang mulai keteteran dikeroyok banyak sosok.

    Segera kuterjang punggung sosok genderuwo itu dengan tendangan, dia terjengkang ke depan. Belum sempat dia jatuh menyentuh tanah, langsung kususul dengan tendangan bertubi-tubi. Terdengar raungan keras darinya. Terakhir kuberi dia pukulan yang mengandung ilmu dari eyang Dim. Dia terkapar dengan kepala pecah, dan langsung menguap menjadi asap.

    Pertempuran serabutan itu hampir berakhir, jumlah gerombolan jin itu sudah mulai menipis. Rupanya Salma dan Amrita mulai serius, membelah tubuh lawan-lawannya tanpa ampun lagi. Vano dan dua jin hitam nggak usah ditanya lagi, serangan mereka begitu brutal dan kejam, setiap serangan selalu memakan korban. Kini tinggal beberapa sosok yang beraura kuat, dan mereka telah terdesak ke tepi jurang oleh serangan kombinasi Salma dan Amrita...


bersambung...


147
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Octorius dan 35 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Quote:


Update gan..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
actandprove dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Pertarungan belum selesai,
Masing serangan dari kanan dan kiri...
Semoga segera mencetak gol.....emoticon-Argentina
profile-picture
profile-picture
profile-picture
actandprove dan 4 lainnya memberi reputasi
Halaman 87 dari 146


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di