CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
WHO: "Nasionalisme Vaksin" Hambat Penghentian Pandemi Covid-19
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f53d4c2365c4f54963ef0e3/who-quotnasionalisme-vaksinquot-hambat-penghentian-pandemi-covid-19

WHO: "Nasionalisme Vaksin" Hambat Penghentian Pandemi Covid-19

KOMPAS.com - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pada Jumat (4/9/2020), "nasionalisme vaksin" hanya akan menghambat upaya menghentikan pandemi Covid-19.

Dia menegaskan, vaksin harus digunakan secara adil dan efektif, salah satunya melalui proyek vaksin global COVAX.

Untuk diketahui, WHO memimpin pengembangan dan pendistribusian massal vaksin corona bernama COVAX yang saat ini sudah mendapat dukungan dari Jepang, Uni Eropa, dan Jerman.

Dikutip dari Reuters, Jumat (4/9/2020), Tedros berkata saat ini ada 78 negara kaya yang bergabung dengan rencana alokasi vaksin global COVAX, sehingga totalnya menjadi 170 negara. Jumlah ini disebut Tedros akan terus bertambah.
Dia mendesak negara lain untuk bergabung dalam fasilitas ini sebelum 18 September 2020 sebagai komitmen yang mengikat.

WHO bersama dengan aliansi vaksin GAVI memimpin fasilitas COVAX yang bertujuan membantu membeli dan mendistribusikan suntikan vaksinasi secara adil ke seluruh dunia.

Namun ada beberapa negara yang telah mengamankan pasokan vaksin untuk negaranya sendiri melalui kesepakatan bilateral, seperti Amerika Serikat. Negara-negara ini sudah memastikan tidak akan bergabung dengan COVAX.

"Nasionalisme vaksin akan memperpanjang pandemi, bukan memperpendeknya," kata Tedros dalam briefing WHO di Jenewa, tanpa menyebut negara mana pun.

“Jika dan ketika kita memiliki vaksin yang efektif, kita juga harus menggunakannya secara efektif. Dengan kata lain, prioritas pertama yang harus dilakukan adalah mengimunasi beberapa orang di semua negara. Bukan memvaksin semua orang, tapi hanya di beberapa negara," katanya.

Dia menambahkan, kelompok yang menjadi prioritas mendapat vaksin paling awal adalah petugas kesehatan, orang tua lanjut usia, dan mereka yang memiliki gangguan penyakit tertentu.

Tedros berterima kasih kepada Jerman, Jepang, Norwegia, dan Komisi Eropa karena bergabung dengan COVAX dalam seminggu terakhir.

“Tentunya pada pertengahan 2021 kita harus melihat vaksin benar-benar diberikan ke masyarakat di masing-masing negara," kata kepala ilmuwan WHO Soumya Swaminathan, mengulangi komentar sebelumnya.

Saat ini sudah ada 13 kandidat vaksin yang masuk dalam uji klinis atau percobaan ke manusia.

Berkaitan dengan itu, Swaminathan optimis bahwa vaksin bisa beredar pada pertengahan 2021. Mungkin nanti 10 persennya dapat disetujui untuk diberikan ke semua orang setelah menguji keamanan dan keefektifannya.

Namun Swaminathan mengingatkan, vaksin dapat diluncurkan ke seluruh dunia hanya jika sudah melakukan pengujian menyeluruh dan keamanannya disetujui.

"Tidak ada vaksin yang akan disebarkan secara massal sampai regulator yakin, pemerintah yakin, dan WHO yakin telah memenuhi standar minimum keamanan dan kemanjuran," tegasnya.

Swaminathan mengharapkan, hasil uji coba fase 3 yang sudah dilakukan beberapa kandidat vaksin sudah ada pada akhir tahun atau awal 2021.

"Jika vaksin sudah tersedia, tidak bisa segera diberikan untuk seluruh orang di dunia sekaligus. Nanti pasti vaksin akan cukup untuk semua orang, tapi butuh waktu dan prioritas," ujar dia.



https://www.kompas.com/sains/read/20...9?amp=1&page=1



WHO: "Nasionalisme Vaksin" Hambat Penghentian Pandemi Covid-19


WHO: "Nasionalisme Vaksin" Hambat Penghentian Pandemi Covid-19





colek Siti Fadilah Supari, Bossman Mardigu, Jerinx SID emoticon-Matabelo



cebong pilih di suntik vaksin cinak atau vaksin WHO?? emoticon-Leh Uga






emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
profile-picture
indramamoth dan 26 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 4
njir dp 3.3T taunye paksin blom jelas
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gustav45 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Virus hoax
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rampratamadhan dan 10 lainnya memberi reputasi
ebong d cuntik paksin
berubah jdi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rampratamadhan dan 11 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Luar biasa kan WHO dengan intervensinya kaitan vaksin corona. Sejauh ini berhasil 78 negara tunduk, ikut dalam program vaksin Covax. Lagi² seperti ingin melakukan monopoli global, seperti pada vaksin flu burung, bisnis vaksin Dunia. Kalau demikian pada akhirnya merekalah yang untung. Selain itu juga ada agenda tersembunyi di balik monopoli vaksin, entah itu sosial, politik, ekonomi.

Soal vaksin corona semua pasti baik.

Siti Fadilah ( Mantan Menkes era SBY ) terlepas dari kasus korupsi dan politik saat ini, dia pernah melawan WHO soal monopoli vaksin flu burung. Dia jadi sorotan internasional setelah menggalang dukungan negara² lain untuk menggugat WHO terkait penanganan wabah flu burung H5N1 pada 2005. Siti melawan dengan tidak mengirimkan spesimen virus yang diminta WHO. Dia tak terima penanganan wabah harus mengikuti standar Global Influenza Surveillance Network (GSIN) karena tidak transparan dan berisiko dijadikan sebagai komoditas monopoli perdagangan vaksin. Upaya Siti membongkar dugaan konspirasi bisnis kesehatan dunia telah dituangkan ke dalam buku Saatnya Dunia Berubah (2008) disertai pemaparan literasi dan bukti-bukti data sepanjang dia jatuh-bangun menuntaskan wabah flu burung di Indonesia. Buku tersebut berujung kontroversi. Salinan yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris bahkan sempat dikabarkan ada yang menarik dari peredaran. Terlepas dari polemik yang terjadi, Siti mendapat pengakuan dari dunia. Majalah The Economist di London, misalnya, menempatkan Siti sebagai tokoh yang memulai revolusi dalam menyelamatkan dunia dari dampak penyakit pandemik.

"Menteri Kesehatan Indonesia itu, telah memilih senjata yang terbukti lebih berguna daripada vaksin terbaik dunia saat ini, dalam menanggulangi ancaman virus flu burung, yakni transparansi," tulis The Economist, 10 Agustus 2006 lalu.

Menurut Siti Fadilah, semua negara memiliki kedudukan yang sama dan bahwa semua pihak harus bekerja sama menghadapi pandemi.

"Dan kita mempunyai kedudukan yang sama di negara manapun, tidak ada yang di bawah tidak ada yang di atas. Kalau sakit kita semua harus menolong harus bersama-sama berpikir," ucap Siti Fadilah.

Siti bahkan mengatakan bahwa pada tahun 2017, dia sempat membongkar bahwa Bill Gates pernah mengatakan dalam forum Davis ekonomi internasional bahwa akan terjadi pandemi yang luar biasa besar.

"Pada tahun 2017 akhirnya saya kumpul-kumpulkan saja nah begitu terjadi saya bongkar-bongkarin. Terus saya ikutin kapan ya ada pandemiknya dan betul ternyata ada pandemik yang sebetulnya tidak terlalu berat (COVID-19) seperti flu burung," ujarnya.

Jerinx SID pun pernah membela Siti Fadilah Supari dengan bikin kaos I believe in Siti Fadilah Supari, Jrx secara pribadi melihat sikap dari mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah ( Tapi ini diluar konteks kasus korupsi, kasus politik, sikap Jrx fokus di sikap Siti Fadilah ) yang berani melawan WHO. Dan sikap Siti Fadilah itu untuk situasi saat ini, di Indonesia dan mungkin di seluruh dunia, layak ditiru dan juga kalau bisa ditularkan. Jrx melihat bahwa WHO itu tak selamanya benar, Jrx bilang jika kita sebagai sebuah bangsa kita punya hak kedaulatan untuk menentukan nasib kita sendiri. 

Jadi jangan mau diatur, jangan mau terlalu diatur-atur oleh bangsa asing, oleh institusi asing . Jadi sikap itu yang hendak ditularkan Jrx kepada bangsa ini, Indonesia. Jika bangsa ini berdaulat, punya martabat dan kita seharusnya menggunakan hak kita sebagai bangsa untuk mencari jalan keluar sendiri.

Dan Jrx bersama kawan²nya berharap, apa yang disampaikan semoga bisa sampai ke telinga para pembuat kebijakan. Jadi agar mereka termotivasi untuk berani. Kita ini bangsa yang berdaulat, Indonesia ini kaya akan sumber daya pikir, sumber daya alam, dari sekian ratus ribu ilmuwan dan dokter masak kita ngak bisa bikin vaksin sendiri. Jrx yakin, jika memang vaksin itu benar² dibutuhkan, dia yakin banget Indonesia bisa bikin vaksin sendiri dan Indonesia bisa lepas dari monopoli farmasi global. Jadi kalau Indonesia bisa bikin vaksin sendiri, dengan begitu minimal agenda monopoli farmasi global itu bisa direduksi.

Jokowi mengatakan bahwa vaksin Merah Putih sedang disiapkan oleh konsorsium. Konsorsium itu terdiri dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman serta sederet perguruan tinggi dan lembaga penelitian.

"Saat ini vaksin Merah Putih dalam tahap pembuatan benih vaksin dan prosesnya sudah sekitar 30-40%. Uji klinis awal tahun depan," ucapnya.

"Insyaallah siap produksi pertengahan 2021," sambung Jokowi.

Sembari menunggu vaksin Merah Putih jadi, awal tahun 2021 pakai dulu vaksin Sinovac. Bisa dibilang pemerintahan Jokowi ngak mau tunduk kepada WHO.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
m4ntanqv dan 10 lainnya memberi reputasi
Lihat 12 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 12 balasan
bukanny vaksin haram
profile-picture
profile-picture
profile-picture
KurohinaM1911 dan 3 lainnya memberi reputasi
Virusnya kan udah berkali2 mutasi. Kalo misal vaksin global ternyata ga cocok sama varian virusnya? Justru nasionalisasi malah lebih bagus kan menyesuaikan yg hidup di daerahnya emoticon-Matabelo
profile-picture
profile-picture
profile-picture
KurohinaM1911 dan 3 lainnya memberi reputasi
Pesan moralnya selama vaksin blm tersedia mari kita patuhi protokol kesehatan dan tingkatkan imun tubuh..emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 9 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Pilih vaksin ontak emoticon-Belgia
Sesungguh nya klean akan dikataken Harem jika menggunaken produk non ontak.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gomamon. dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
hanya menghambat emoticon-Leh Uga
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
Org bodoh itu menerima apa saja yg diajarkan
Orang bebal tidak akan pernah yakin dgn apa yg diajarkan
Dan sebaik nya org cerdas memposisikan diri diantara org bodoh dan org bebal
Mau menerima ajaran,tapi tidak percaya begitu saja

(Gw lupa siapa org nya yg ngmng gitu emoticon-Big Grin)
Nasionalisme termasuk salah satu hal yang terbukti tidak berdaya menghadapi virus corona.

Sudah waktunya manusia mempertimbangkan ulang berbagai hal yang tak berguna dalam pandemi--
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Sakuntalaa666 dan 2 lainnya memberi reputasi
Semua musti ada stempel WHO keknya emoticon-Hammer2
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Who itu bandit farmasi. Suka malak uang jg



emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Sakuntalaa666 dan 2 lainnya memberi reputasi
Stempel who
Stempel halal

Intinya selalu ada pihak yg menang banyak....pada akhirnya
profile-picture
profile-picture
didit.d dan gabener.edan memberi reputasi
+ nasionalisasi vaksin niscaya negarak inik bakalan matik njeeeng, lo lo pada dapet paksin mwerah pwutih barok pertengahan 2021, kalok nggak dapet paksin luar negeri matik ajak lok semuak njeeenk emoticon-Metal

- paksin wehao belom tentuk cocok denan negarak penerimak njeenk emoticon-Metal

tapi tetep tedros kudu diinjek palaknya ampe mampos, pwenjilat pantat cwinak emoticon-thumbsup:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gomamon. dan 3 lainnya memberi reputasi
Ingaaaat emoticon-cystg Vaksin Tidak Gratis!

By : Eric Thohir

emoticon-Selamat emoticon-Ultah
profile-picture
profile-picture
didit.d dan Guciano08 memberi reputasi
Ujungnya emang setor duit ke big farmasi emoticon-Wkwkwk
profile-picture
didit.d memberi reputasi
WHO gak nasionalis nih
Dua-duanya .. mungkin .. diperlukan ...
Baik yang COVAX (kok jadi inget koplak ya ? emoticon-Ngakak Ganti nama lain yang lebih keren 'gih), atau "non COVAX" (tidak satu macam vaksin saja).
Yang COVAX diperlukan untuk jenis virus yang "doyan sembarang" (tidak pilah-pilih sikon suatu wilayah), sedangkan yang "non COVAX" untuk varian virus yang cuma demen tinggal di suatu sikon pada wilayah tertentu (berguna agar tidak terjadi proses mutasi, saat seseorang menjadi carrier virus bersangkutan yang tidak diberi vaksin "non COVAX" itu keluyuran ke wilayah dengan sikon yang berbeda).

Sekali lagi perlu diingat mengenai situasi kondisi bumi saat ini. "Kemudahan" proses migrasi manusia dari Afrika ke berbagai belahan bumi lainnya, jangan dipakai sebagai suatu standar acuan, kalau kita sedang bicara mengenai masalah kesehatan terkait keberadaan virus-bakteri khas di masing-masing belahan dunia.

Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
di Indonesia ini ,msh ada dua masalah lain: (1) tdk mampu beli dan (2) sejak awal tdk mau divaksin
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di