CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Sektor Properti Dipercaya Topang Pemulihan Ekonomi
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f4603ac7e3a726b723ae16c/sektor-properti-dipercaya-topang-pemulihan-ekonomi

Sektor Properti Dipercaya Topang Pemulihan Ekonomi

Sektor Properti Dipercaya Topang Pemulihan Ekonomi

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebutkan sektor perumahan atau property dapat menjadi leading sector untuk menopang pemulihan ekonomi nasional.

"Sektor properti dapat menjadi salah satu leading sector, karena memiliki multiplier effect yang besar dalam menggerakkan lebih dari 140 industri ikutan, seperti material bahan bangunan, genteng, semen, paku, besi, kayu, dan lainnya, sehingga akan mempengaruhi produktivitas masyarakat kita," kata Menteri Basuki.

Selain itu, Basuki juga meminta agar komunitas perumahan baik bank kreditur, asosiasi pengembang atau Lembaga Jasa Keuangan untuk tetap mengedepankan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

"Saya sangat gembira tadi disampaikan Bapak Dirut BTN bahwa permintaan (demand) sudah naik sejak Juli 2020, demikian pula pelayanan sudah semakin baik. Berarti kita semua sudah mulai mengubah channel dari yang rumit menjadi sederhana," kata Menteri Basuki.

Ia pun mendukung adaya relaksasi regulasi untuk meningkatkan pelayanan, namun tidak dalam segi kualitas. Kendati demikian, pihaknya juga harus ketat mengontrol kualitas rumah dan pengembang karena menjadi bagian dari tanggung jawab Kementerian PUPR untuk melindungi konsumen.

Kolaborasi Kementerian PUPR dengan berbagai entitas untuk relaksasi regulasi, perluasan skema pembiayaan dan penyediaan perumahan diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan sektor properti yang memiliki efek berganda (multiplier effect) yang besar pada sektor lain.

Sebagai regulator, Kementerian PUPR bertanggung jawab untuk melindungi konsumen dan memastikan kualitas rumah, khususnya untuk rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Bukan hanya itu saja, pertumbuhan kredit perumahan rakyat juga harus dibarengi dengan pelayanan yang baik mulai dari sanitasi, air bersih hingga kualitas pembangunan.

Sementara itu Direktur Utama Bank Tabungan Negara Pahala Nugraha Mansury mengatakan bahwa selama PSBB, permintaan akan perumahan bersubsidi naik 70% dan non subsidi 30%.

"Jadi kita bisa lihat tren positif sektor perumahan cukup baik. Kami berharap di saat perekonomian mendapat tantangan, pameran properti ini dapat meningkatkan minat masyarakat untuk kembali membeli rumah," kata Pahala.

gesuri.id
profile-picture
yudho66 memberi reputasi
tapi..............
kenafa malah ASN yg dibonusin macem2 dari DUIT PAJAK YG DIBAYARKAN RAKYAT????

Pulsa Gretong, gaji 13, dan berbagai tambahan lain emoticon-Leh Uga


iri? Kaga
gw kaga pernah iri liat orang lain jadi kaya raya kalau pake USAHA SENDIRI, bukan nerima ndeplok kayak pns2 yg merupakan PARASIT di negeri ini
(kecuali guru & Tenaga kesehatan)


profile-picture
heisennberg memberi reputasi
Hahahaha analisa paling aneh . Yg ada orang masih mikir gimana cara bertahan di tengah gempuran situasi sekarang . Bukan malah beli properti . Properti itu klo semua kebutuhan sudah terpenuhi baru orang mikir beli rumah atau properti ke sekian .
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
bukit golf mediterania ~~~~



ane lupa liriknya emoticon-Malu (S) emoticon-Ngakak (S)
logikanya sih bener,
property itu banyak pajaknya, dan property itu menyangkut banyak sektor, kalau property bagus penjualannya dan djadikan target investasi secara teori yang tepat.

masalahnya orang2 udah keburu susah duluan jadi ga sempet mikir kesana


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di