CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / Heart to Heart /
Tolong Dong, Harus Bagaimana?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f44712068cc953b99366e0a/tolong-dong-harus-bagaimana

Tolong Dong, Harus Bagaimana?

Hai kak, Aku butuh pencerahan atas masalah yang aku hadapi.

Sebentar lagi aku mau married. Tapi aku masih insecure kak, aku belum siap secara mental. Padahal persiapan sudah hampir 90%. Hal yang membuat aku tidak siap adalah calon suamiku itu sendiri kak. Aku masih belum sepenuhnya mencintainya, padahal sudah hampir 3 tahun bersama. Dia sangat cuek, tidak pengertian, suka ngomong yang nyakitin perasaanku, kadang juga dia suka mengeluh gak punya uang jadi aku kadang bantu dia untuk masalah materi, kalau dia atau keluarga ke rumahku tidak pernah sekalipun membawakan makanan untuk keluargaku, padahal kalau aku ke tempat keluarganya, keluargaku selalu sibuk membawakan ini itu untuk mereka.

Selama pacaran juga tidak pernah dia membelikan aku kado ulang tahun, atau memberiku kejutan. Padahal tiap dia ultah, aku selalu memberinya kado. Bukan berarti aku matre atau menjalani hubungan untuk mendapatkan materi saja. Tapi menurut aku dia sudah sedikit keterlaluan jika tidak pernah sedikitpun 'memberi' sesuatu kepadaku.

Sekarang kita mau menikah dan masih bingung mencari kontrakan untuk tempat tinggal. Disini saya juga insecure takut kita kekurangan dalam hal financial saat setelah berumah tangga. Ini belum hari H pernikahan saja kita sering ribut saat membahas pernikahan, apalagi hal yg sangat sensitif yaitu keuangan. Belum lagi jika aku memikirkan keluarganya yang tak sedikitpun mau membantu urusan pernikahan kami. Calon suamiku tak pernah meminta bantuan kepada keluarganya, tapi keluarganya tak pernah ada pengertian untuk membantu, mulai dari ongkos perjalanan untuk ke tpt ku (kami beda provinsi, rencana menikah di tempatku di Jawa Tengah. Sedangkan mereka orang Sumatera Selatan), uang untuk acara, dll. Untuk seserahan kemaren saja setengahnya pakai uangku kak, ini sebenarnya kalau kedua orangtuaku tahu pasti akan melarang, tapi aku tidak memberi tahu mereka. Waktu itu juga keluarganya datang berkunjung dan calon suamiku ini meminjam uang kepadaku 800 ribu untuk membiayai kebutuhan keluarganya selama berkunjung. Sudah 2 tahun tapi dia tak kunjung mengganti uang itu. Tiap ada masalah keuangan keluarganya, contohnya adiknya minta belikan ini itu dia ngeluh ke aku, aku gak enak jadi kadang aku yg belikan. Belum lagi keponakannya yang juga kadang minta ini itu.

Sejujurnya aku kadang ngerasa bagaimana gitu ya, soalnya gaji aku saja tidak besar.

Tapi giliran keluargaku yg butuh uang, dia gak bisa membantu dengan alasan dia gak punya uang, "biar nanti kalau aku ketemu dia aku tebel muka aja lah, biar malu sekalian, mau gimana lg aku gak ada uang." begitu katanya.

Jujur aja aku gak siap membina rumah tangga dengan dia kalau dia gak mau berubah, sikap dia yg bikin aku insecure. Belum lagi cueknya dia, sikapnya dia yg kadang seenaknya itu. Rasanya selama bertahun tahun sama dia aku gak pernah ngerasa yang namanya dicintai. Aku gak bisa pisah sama dia karena kita sudah lama tunangan. Aku gak bisa memutuskan sebelah pihak begitu saja.

Aku kadang iri melihat orang orang begitu akrab dan asyik dengan pasangannya, kami telfonan saja jarang, ketemu jarang, chat seperlunya. Aku ngerasa tertekan batin.

Kenapa kok bisa sampai tahap pernikahan, dulu saya dan dia pernah melakukan hal yang tidak senonoh. Dan dia mengancam akan memberitahu pihak orang tua kalau aku tidak mau menjalani hubungan dengan dia. Sedangkan aku tidak mau membuat keluargaku kecewa. Aku takut mereka kepikiran sampai jatuh sakit. Karena aku dibesarkan oleh keluarga baik baik. Dulu aku seperti itu karena lingkungan dan pergaulan πŸ™
profile-picture
profile-picture
profile-picture
engineergadung dan 7 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 3
Awas nyesel emoticon-Big Grin
"A cancelled wedding is still cheaper than a divorce."

* * *
How low that man could be?

Blackmail, huh?
Sist, kamu beneran butuh bantuan.
Semua orang pernah melakukan dosa, tapi kamu tak ingin dosa masa lalumu membayangi masa depanmu.

Ane ga akan bicara panjang lebar.
Karena kamu akan melewati garis batas (pernikahan), lebih baik selesaikan segera urusan ini sebelum terlambat.
Orangtua kamu akan marah, bisa jadi sakit, betul.
Tapi masa depanmu terselamatkan.
Harga diri keluargamu juga bisa diselamatkan.

Anggap saja disini keberanianmu untuk berkata jujur yang akan menentukan masa depanmu suram atau terselamatkan.

Ok, here's the plan :

  • Jujur. Ini poin utama.
    Kamu ga perlu jujur tentang bagian "itu", jujur saja di bagian yang kamu keberatan tentang peran dan tanggung jawab.
    Karena setelah ini, orangtuamu akan menjadi second choice dibanding suamimu, jadi sebelum statusmu berubah dari anak menjadi dewasa, lebih baik utarakan hal ini, sebagai anak kepada orangtua.

  • Setiap ancaman dia, abadikan sebagai barang bukti.
    Telpon direkam, chat ancaman di screenshot, bukti salah diamankan, dll.
    Kamu bisa gunakan blackmail serupa untuk membuatnya diam dengan mengancamnya untuk dibeberkan di keluarganya, kepolisian atau komisi nasional perlindungan perempuan.
    Memang hidupmu bisa hancur jika rahasiamu tersebar di muka publik, tetapi kamu bisa sekalian mengajak dia hancur juga.
    Ibarat bom bunuh diri, daripada self-destruct nya skala petasan, kamu bisa buat hidupnya lebih "miserable" dengan meledakkan granat.
    Barang bukti tersebut bisa jeblosin dia ke penjara atas dakwaan pencemaran nama baik.

  • Carilah bantuan ke teman atau partner terdekatmu.
    Jika kamu beneran jatuh nanti, kamu akan butuh partner untuk mengangkatmu berdiri lagi.
    Kamu butuh seseorang untuk menemanimu di saat kamu down.

  • Tetap tenang.
    Sugestikan dalam pikiranmu jika semua dalam kontrol kamu.
    Kamu tidak boleh kalah dalam perang ini, ini hanya reaksi tubuh melihat pertentangan, kamu masih bisa bernafas dan berpikir.
    Hal-hal positif tersebut bisa mensugesti kamu agar kamu sanggup melihat akhir dari cerita kamu ini.


* * *
Baru saja, masih fresh, ketika ane kemarin dimintain bantuan sama "partner" ane karena dia dibayangi sama mantannya akan hal-hal masa lalunya. Blackmail serupa, untuk dosa yang serupa.
Jadi, sebelum terlambat, lebih baik kamu segera mulai bertindak sebagai pengaman masa depanmu, walaupun itu harus sedikit melukai mental kamu.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
maharanith dan 15 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh artwing
Lihat 11 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 11 balasan
Lalu apa yg membuat ente bertahan selama 3 tahun?
profile-picture
profile-picture
bagashadi36 dan berodin memberi reputasi
Perjuangan kehidupan sesungguhnya setelah menikah, masa pacaran aja sdh seperti itu & di khawatirkan apalagi berumah tangga, berdoa minta petunjuk , kalo menurutku lebih baik minta pendapat atau bicara apa adanya jgn ada yg sembunyiin kpd keluarga sendiri agar dpt solusi terbaik
profile-picture
mhycroe memberi reputasi
Hmmm

Intinya yang gw tangkep ts ingin hubungannya ini ada timbal balik (ya wajar).

Saran gw yang terbaik itu pikirin dulu sebelum nikah.
Soalnya jaman pacaran dan kehidupan setelah menikah itu hampir sama bedanya di pernikahan ada tanggung jawab dan wik wiknya bisa tenang tanpa takut di gerebek emoticon-Hammer
Hari-hari lu ketika pacaran udah seperti ini ya pas nikah kemungkinan sama, jangan ngarep pasangan lu berubah karena itu bakalan banyak gak enaknya ketimbang enaknya

Tapi kalau maksa pengen lanjut ya terserah, sudah gede dan sudah pasti tahu apa konsekuensinya
profile-picture
profile-picture
mhycroe dan berodin memberi reputasi
Diubah oleh kucingkampung97
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 7 balasan
Nyimak aja dehemoticon-Thinking

*****

Tp kalau aku disuruh pilih. Aku pilih "No"
Sekarang aja banyak nge-batinnya, apalagi nanti kan.
Dr cara dia ngancem sista ini itu aja udh keliatan wataknya kek gimana.
Toh km jg emang gak cinta.

Sebenernya sista udh tau jawabannya, cuman sista hanya perlu diyakinkan.

Lebih baik kasih tau keluarga dulu sis yg sebenarnya. Jangan sampai mereka tau dr orang lain. Dijelasin baik-baik, kenapa bisa begitu dan seperti apa calon km wataknya.
Meskipun mereka akan kecewa, tp gak akan sesakit saat tau putrinya dilakukan semena-mena.

Keluarga adalah tempat kembali. Jd km jg harus percaya sama keluarga sista. Gak mungkin lah mereka buang sista karna masalah beginian.

Mantan suami ada, tp mantan keluarga kan gak ada.

Cheersemoticon-Angkat Beer
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mhmmd08 dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Cuma mau tanya, yg memutuskan kalian harus nikah dia atau kamu? Kalau kamu, saya jadi serem. Dari cerita kamu, dia nggak mau ngeluarin usaha buat bahagiain kamu. Bisa aja nanti habis nikah kamu sendiri yang bakal pontang-panting. Dia tetep cuek. Saya pernah lihat rumah tangga yang kaya gini. Apa2 istrinya yang ngerjain. Suaminya cuma santai2 aja sama urusannya sendiri. Mendingan stay single kalau cuma dapat yang kaya begitu.
profile-picture
profile-picture
babaysan dan Da2nk_tea memberi reputasi
You know exactly the answer.

Tapi gue juga tau endingnya lu bakal milih tetep lanjutin dengan segala keraguan elu dengan alasan semua persiapan udah lengkap, keluarga udah tau semua, dll. So ya jalani aja dengan segala penyesalan.

Klo gue sih "No"
profile-picture
sekutstaffel memberi reputasi
Melengkapi jawaban-jawaban di atas aja yang udah jelas 'Nggak'.

Nikah emang gak mirip kayak pacaran, yang cuma modal cinta. Nikah itu lihat bobot, bibit, bebet. Dari ceritamu udah banyak gak enaknya.

Dulu aku putus juga karena hal mirip dengan kamu ceritain, karena ceweknya cuek dan 99% gue yang biayain, ada pinjam duit juga, dll. Aku cowok lho padahal, yang lebih wajar biayai cewek. Klo kamu kan kasusnya terbalik. Bukan aku pikir materi aja, ada sebab lain juga putusnya sih.

Kasus kamu, kamu yang bisa putuskan. Saran aku jangan, nikah kalau bisa sekali. Soal dia akan cerita hal gak senonoh, itu resiko yang harus diambil daripada nikah bersama dia seumur hidup. Bisa diperkarakan sih klo dia emang udah keterlaluan, asal ada bukti aja.

Semangat yah... emoticon-thumbsup
jd relationship diatas ancaman dong ini ??? kenapa ente gak berpikir jernih gt ? apa bagusnya hubungan kalian ?

sudah lah akhiri saja, jauh lebih baik situ nyesel skarang dan sakit sekarang, drpd terlanjur nikah terus beban, amit2 sampe kdrt.

gw dukung elu buat ngumpulin keberanian untuk mutusin pernikahan gak sehat ini.
Big No. Ngebatalin pernikahan gk salah kan? Klw dia ngancam mencemarkan nama baikmu lapor polisi aja gratis asal pinter aja
Hidup apalagi RT ga cmn butuh cinta, butuh duit, realistis neng, matre itu perlu lg, buat hidup kita hingga tua
Urusan finansial itu penyebab perceraian kedua terbesar sesudah masalah komunikasi/kecocokan. Di mana-mana begitu. Jadi kalau ente perempuan dan pasangan ente ga punya uang, terus keluarganya sering minta uang, dari sekarang ditimbang banget. Hal yang jadi masalah saat pacaran, saat menikah tetap akan jadi masalah dan bisa lebih besar lagi. Siap ga? Kalau ga siap, lebih baik batalkan menikah.

Lebih baik batal menikah daripada cerai. Selain ribet urusannya, kata yang sudah mengalami itu biayanya pun besar. Terlebih kalau sudah punya anak, nanti anak ente mengalami jadi korban juga.

Baru kemaren baca yang mau cerai di pengadilan agama kayak orang ngantri sembako. Jadi urusan nikah itu harus dipikir matang-matang. Ga cukup hanya cinta aja. Urusan finansial jadi penting, saling mengerti dan menerima juga penting. Kalau itu ga ada, ga bisa jalan.
profile-picture
wisudajuni memberi reputasi
ikuti kata hati saat ini ... sepertinya berat dilanjut ya cancel saja ... ragu2 berbuah kurang baik ...
profile-picture
wisudajuni memberi reputasi
mending mundur,
kehilangan uang persiapan gapapa, daripada kehilangan harga diri

kalo dilanjut, ane prediksi, umur pernikahan ente paling cuma bertahan hitungan bulan
profile-picture
profile-picture
sekutstaffel dan wisudajuni memberi reputasi
Ane mungkin teknis ya.

Bicarakan baik-baik dengan keluarga sista tentang kegelisahan sista. Jangan dulu untuk membicarakan kemungkin untuk menggagalkan pernikahan. Kalau kondisi sudah ok, baru konsultasi ke keluarga tentang kemungkinan pernikahan sista gagal.

Mulai dulu dari keluarga sista kemudian ke keluarga besar. Sepertinya tetangga jarang ikut campur untuk masalah beginian. Tapi kalau ada aib rumah tangga bubar, baru tuh masalah bisa bertambah besar dan liar.

Malah lebih baik kehilangan uang yang kita dibandingkan kehilangan nama kita.

Renungkan kembali mba, Mba bisa bangun kembali nama baik mba dan keluarga mba bila mba gagal nikah. Lingkungan mba pasti bisa memahami kalau memang tidak jodoh saja saat itu.

Namun tidak untuk masalah rumah tangga apa lagi kalau ujung-ujungnya bubar. Soalnya, isu seperti ini tanpa disadari bisa menjadi liar yang membuat mba sendiri tidak sanggup untuk mengendalikannya.
Tujuan nikah adalah bahagia sampai mau memisahkan kan? Pikir aja sis

Utamakan logika dikasus seperti ini. Jangan ditipu perasaan
profile-picture
wisudajuni memberi reputasi
kan ude jelas --> "gak usah nikah"

lalu resiko laporin pernah hubungan gak senonoh yah laporin aja ....

lebih baik keluarga ente kecewa sedikit ketimbang dikemudian hari kecewa berat dan sedih ....

kecewa berat krn kelakukan suami ente .... dan sedih krn ente itu menderita, krn pada intinya kelualrga ente gak mau ngeliat ente menderita emoticon-Traveller
profile-picture
sekutstaffel memberi reputasi
Hmm pelik sih permasalahan ini
Semoga ada jalan terbaik lah
emoticon-Wow
Quote:




Ya begini kalo dibilang pacaran supaya jaga diri, malah sok2 an open minded, ngeuwe katanya tubuh sendiri bebas gak merugikan org lain.

Ketika kasus begini, yg rugi diri kamu sendiri kan, BUKAN mereka-mereka yg sok-sok an open minded tadi. Kamu menanggung konsekuensi dari perbuatan kamu sendiri.


Si cowo seperti itu mgkn memang tabiatnya, tapi karena dia sudah nunggangin kamu, jadi berlipat ganda mulai gak menghargai kamu, seenaknya, bahkan memanfaatkan kamu doang.

Udah dimanfaatin, dipake seenaknya, uang juga dari kamu semua, masih kurang apalagi? See?

Lain ceritanya kalo kamu ENGGAK gampangan, kamu jaga diri ga kuda-kudaan sama dia, ternyata perlakuannya begitu, ya tinggal kamu putusin, beres.



Untuk sekarang, mumpung belum menikah kalo mau dibatalkan juga enggak masalah,

Masalahnya, ketika nanti kamu ketemu cowo baru, yg ingin bini baik2 blm pernah ditunggangi org lain, apakah akan kamu caci maki dan kamu katain sok suci, munafik, otak selangkangan??

Apakah kamu akan mencari pembenaran atas perbuatan kamu, lalu nyalahin org lain yg nggak bisa nerima kamu? Itu yg harus kamu pikirkan.


Jangan bilang cuma masa lalu, jalan ke depan bukan ke belakang, ditampol orang tua kamu, baru tau rasa.


profile-picture
pendosa. memberi reputasi
Diubah oleh lurahgundul
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Halaman 1 dari 3


GDP Network
Bolalob β€’ Garasi β€’ Historia β€’ IESPL β€’ Kincir β€’ Kurio β€’ Lokadata β€’ Opini β€’ Womantalk
Β© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di