CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cbc851a018e0d5684371b5f/pacarku-hidup-kembali

PACARKU HIDUP KEMBALI (Romance, Ecchi, Horror, Comedy)

Tampilkan isi Thread
Halaman 123 dari 129
Kapan ya si agan apdet lg... Pnasaran sama next episode nih emoticon-Sundul
profile-picture
profile-picture
actandprove dan Martincorp memberi reputasi
Bantu up 👆
profile-picture
profile-picture
actandprove dan Martincorp memberi reputasi
BAGIAN 33
KOKI TERKENAL
part 1

Hayati kini bekerja bersama Tisha di Yayasan Putri Nurhayati yang berada di sebuah bangunan sederhana di bawah jalan tol. Yayasan ini memiliki lima lokasi yang tersebar di berbagai wilayah di Jakarta. Setiap minggu, praktek di yayasan ini selalu bergiliran di lima lokasi tersebut. Pada awalnya Tisha selalu kerja sendiri melayani pasien dari masayarakat miskin dan memberi mereka pengobata dengan gratis, tapi kini, Hayati ikut melayani pasien layaknya seorang dokter sungguhan. Berkat ilmu kedokteran yang ia miliki dan keterampilan yang mumpuni, Hayati dengan cepat menjadi terkenal dikalangan masyarakat. Bahkan ia mendapat julukan sebagai 'Jagal Sunat' karena keahliannya dalam mengkhitan orang, baik itu anak-anak atau orang dewasa.

Pada suatu hari, para penghuni rumah tengah duduk di ruang keluarga. Mereka tengah asyik berbincang membicarakan masalah sehari-hari para arwah gentayangan. Tampak Margono duduk diapit oleh Lenggayu dan Dolores yang sangat mencintainya, sedangkan Fathya tengah sibuk memotong kuku sambil duduk mengahadap ke jendela. Miramareu kala itu tidak berada di rumah karena diajak jalan-jalan oleh Rini dan keluarganya. Tak lama berselang Hayati membuka pintu depan rumah, kemudian masuk.

"Kamu dari mana aja Mal? Kok baru pulang sore-sore gini" sapa Dolores.

"Aku abis kerja, Nyonya... pasienku banyak banget" jawab hayati.

"Apaaaah!! Kamu kerja di hari minggu?" tanya Dolores.

"'Iya Nyonya, aku sekarang kerja di yayasan" jawab Hayati sambil duduk dihadapan mereka

"Maksudmu yayasan apa?" sambung Margono.

"Yayasan Putri Nurhayati Pak... yayasan itu punya bosku, Tisha... kita kerja berdua disana tiap hari minggu"

"Kamu kerja ngapain aja Mal?" lanjut Margono.

"Aku ngobatin banyak orang miskin Pak, tanpa dibayar sepeserpun" jawab Hayati.

Margono mendadak terhenyak mendengar jawaban hayati. Dia langsung berdiri sambil memandang hayati dengan tajam. Perlahan, ia melayang mendekati hayati, lalu kemudian memeluk erat hayati sambil menangis terharu. Hayati pun kaget dengan tingkah sang ayah.

"Bapak bangga sama kamu nak! Akhirnya kamu bisa memenuhi apa yang bapak inginkan"

"Maksud Bapak gimana?"

"Bapak dari dulu ingin menolong banyak orang miskin yang lagi sakit, makanya bapak nyekolahin kamu ke kedokteran buat tujuan itu Mal"

"Iya pak... aku juga bangga sama Bapak... Bapak punya hati mulia"

Suasana rumah pun menjadi dihiasi dengan haru biru para penghuninya. Dolores, Lenggayu dan Fathya ikut menitikan air mata ketika melihat momen mengharukan itu. Margono pun melepaskan pelukannya, matanya yang berlinang air mata menyiratkan suatu kebahagian yang sangat lama didambakannya.

"Bapak bahagia sekali Mal... aku bangga sama anak-anak ku yang udah kudidik dengan baik... Rini sekarang jadi pengacara handal dan kamu dokter yang membanggakan... walaupun Bapak gak menyaksikan kalian ketika hidup, tapi Bapak selalu melihat apa yang dialami kalia, khusunya Rini yang berjuang keras untuk mencapai cita-citanya... dia juga mengalai penderitaan yang luar biasa... tapi Bapak tidak bisa melakukan apa apa selain cuma melihat... begitu juga Ibumu... Bapak sangat merindukan dia kali ini"

"Bapaaaak... "

Tiba-tiba secercah cahaya terang muncul dari pernukaan langit-langit rumah.  Cahaya kuning itu menyinari tubuh Margono yang tengah memeluk Hayati.  Semua orang di ruangan itu terkejut dengan kemunculan cahaya itu. Margono kemudian tertegun sambil melihat pancaran sinar itu.

"Cahaya apa ini?" tanya Margono.

"Tidak mungkin!!  Cahaya itu keluar" sahut Lenggayu.

Hayati kemudian berdiri,  lalu memegangi pundak ayahnya. Sementara para istri Margono juga ikut berdiri dan manghampiri Margono yang tengah kebingungan.  Tampak raut sedih tersirat pada wajah mereka,  bahkan Dolores berlinang air mata.  Margono semakin bingung dengan tingkah aneh semua keluarganya.

"Bapak... Ini cahaya dari alam baka,  sudah waktunya bagi bapak untuk pergi kesana" jawab Hayati dengan mata berkaca kaca.

"Maksudmu,  Bapak udah gak gentayangan lagi?" balas Margono.

"Iya Pak,  Bapak udah gak jadi arwah penasaran lagi,  karena tujuan hidup Bapak udah terpenuhi" jelas Hayati.

"Jadi tujuan hidupku adalah liat kamu jadi dokter yang rela menolong orang-orang miskin tanpa dibayar... ya betul,  untuk itulah kenapa aku menyekolahkanmu ke kedokteran... tujuan hidupku yang sempat sirna ketika kamu menghilang Mal... aku senang kamu bisa memenuhinya" kata Margono yang terisak penuh haru.

Margono kemudian menoleh kearah para istrinya yang tengah menangis. Ia melihat Dolores,  Lenggayu dan Fathya yang kompak menundukkan kepalanya.  Suara isakan saling bersahutan seakan hal itu membuat suasana menjadi sedih.  Margono memeluk erat istrinya satu persatu sambil memberikan pesan terakhir. Dimulai dengan Dolores uang terlihat sangat sedih.

"Nyonya... makasih udah mencintaiku selama ini,  aku senang bisa hidup bersamamu baik dalam suka dan duka,  kamu selalu berada disampingku ketika aku takut menghadapi kenyaataan pahit kalo aku jadi setan gentayangan... kamu selalu memberiku semangat dan kasih sayang" ucap Margono.

"Ik juga cinta sama kamu Mas Margo... ik berterima kasih karenakamu udah bebasin ik yang terkurung di ruang bawah tanah... ik bahagia bisa jadi istri kamu" balas Dolores sambil memandang mata Margono.

"Kamu adalah pemilik rumah ini Nyonya,  sekarang kamu harus tetap menjaga rumah ini sampai kapanpun... dan sayangilah anak-anakku!!" pesan Margono.

"Baik Mas... ik akan menjaga rumah ini dan ik janji akan menyayangi Mala dan Rini" janji Dolores.

Setelah memeluk dan memberi pesan kepada Dolores,  Margono kemudian menghampiri Lenggayu.  Dia pun langsung memeluknya dengan penuh haru.  Lenggayu pun teriak histeris, dia terlihat paling sedih diantara semuanya.  Margono memandang wajahnya,  lalu mengusap air mata yang membasahi wajah Lenggayu dengan jarinya.

"Gayu... aku mencintaimu, sudahlah!! Janganlah kamu menangis" kata Margono.

"Aku gak mau kehilangan kamu Mas... aku sayang sama kamu" balas Lenggayu.

"Kalo kamu sayang sama aku,  kamu harus merelakanku pergi!  Semua ini udah takdir"

"Tapi aku..."

"Udah Gayu... sekarang tugasmu adalah menyayangi anak anakku, mereka adalah harta paling berharga buatku... aku titipkan semuanya padamu Gayu... lindungi terus mereka!  Sayangi mereka seperti kamu menyayangiku" pesan Margono.
"Baiklah Mas... aku janji sama kamu, aku akan melindungi Mala dan Rini" sahut Lenggayu.

"Terima kasih Gayu... " tukas Margino.
Terakhir,  ia menghampiri Fathya yang hanya tertunduk.  Dia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.  Margono kemudian memeluknya.

"Fathya... aku juga cinta sama kamu,  jaga dirimu baik-baik... walauoun kamu baru setahun tinggal disini,  tapi begitu banyak kenangan indah yang kamu ciptakan... jaga tubuh barumu itu ya! Dan tetaplah menjadi sahabat bagi Mala... dia butuh seorang teman" pesan Margono.

"Iya Mas... aku berjanji akan melakukan semua keinginanmu" balas Fathya.

"Oh iya... sampaikan juga kepada Miramareu yah!  Aku juga mencintainya sama seperti ke yang lain" tambah Margono.

"Baiklah Mas... akan kusampaikan" pungkas Fathya.

Margono kemudian berdiri ditengah pancaran sinar,  perlahan tubuhnya mulai memudar.  Ia lalu menoleh kepada Hayati yang berdiri disampingnya. 

"Akhirnya aku bisa kembali menemui ibumu Mal,  akan kuceritakan semua tentang kamu sama dia... ibumu adalah cinta sejatiku" pesan terakhir Margono untuk sang anak.

"Bapaaaaaak!!!" teriak Hayati.

Margono kemudian menghilang dari pandangan mata,  begitupun dengan cahaya yang seakan sirna ditelan kegelapan. Hayati langsung rubuh,  dia larut dalam kesedihan. Tangisannya menggema di senatero rumah. Para ibu tiri menghampirinya, mereka berusaha meraih kembali Hayati dari keterpurukan.

"Sudahlah Mala!! Kamu harus mengikhlaskan kepergian Bapakmu..." kata Lenggayu.

"Gayu bener Mal, kamu gak usah khawatir, kamu gak bakalan sendirian,  masih ada kita yang berjanji akan menyangi mu" tambah Dolores.

"Ayo berdirilah!! " ajak Fathya sambil menjulurkan tangannya.

Hayati kemudian meraih tangan Fathya,  lalu ketika berdiri,  semua ibu tiri memeluknya dengan erat.  Mereka semua berjanji akan selalu ada untuk Hayati.

Malampun tiba,  Hayati berbaring diatas ranjangnya sambil merenung.  Ia berusaha untuk tidak tenggelam dalam kesedihan,  ia membayangkan ayahnya bertemu kembali dengan ibunya di alam baka,  lalu dia menceritakan semua tentang dirinya kepada ibunya.

Tak lama,  tiba-tiba terdengar suara peralatan dapur yang terjatuh.  Hayati pun terkejut, ia langsung pergi ke dapur untuk mengecek nya.  Hayati melihat Fathya tengah memunguti bahan masakan yang diatas tercecer diatas lantai. Ia pun membantu Fathya memunguti bahan masakan itu.

"Kamu kenapa Fat?  Kok bisa tumpah begini? "

"Aku lagi belajar masak Mal,  tadi pas bawa panci ini,  aku kepeleset"

"Emang kamu belajar masak?  Tumben banget nih"

"Iya kan aku udah janibsama bapakkmu buat ngurus kamu,  jadi aku mau belajar masak buat nyediain makanan buat kamu yang rakus"

"Oalah!! Gitu toh... jangan bilang aku rakus dong!!  Malu ah"

"Ihhh!! Emang kamu beneran rakus kok dan pelit!! "

"Ya maafin aku Fat,  waktu itu kan aku beli nasi bungkusnya cuman dua,  jadi kurang,  lagian kan di rumah ini cuman aku yang makan makanan normal"

"Aku juga sekarang jadi normal lagi Mal!... semenjak aku merasuki tubuh ini,  aki jadi pengen makanan kayak orang,  bukan bangkai dan kotoran"

"Hmmm... kayaknya tubuh yang kami rasuki itu masih punya jiwa?"

"Aku gak tau Mal"

Akhirnya semua bahan masakan yang terserak berhasil diselamatkan,  Hayati kemudian mengangkat panci yang berada diatas lantai,  sedangkan Fathya mencuci bahan masakan itu sambi melihat kebuah smartphone yang ia simpan diatas meja dapur. Hayati terheran-heran dengan Fathya yang sedang menonton video di smartphonenya.

"Kamu kok malah nonton video Fat? "

"Aku belajar masaknya dari hape Mak,  dari Youtube"

"Wah... hebat!  Kamu belajar dari chef? "

"Iya Mal... aku lagi nonton video Chef Kartika... Dia sekarang lagi naek daun"

Hayati ikut melihat video yang ditonton Fathya.  Ia kaget ketika melihat sosok koki yang tengah memsaka dalam video itu. Dia sangat mengenali sosok itu.

"Bi Asih?"

"Apa kamu bilang?"

"Dia ini Bi Asih Fat...!"

"Kamu kenal sama chef Kartika? "

"Iya Fat... dia ini dulunya pembanti di rumah temenku"

"Ah masa sih? Pembantu kok bisa cantik banget? "

"Sumpah Fat!!! Dia ini pembantu di rumah temenku, dia ini lulusan sekolah memasak di Amerika dan Perancis, temenku itu orang super kaya, jadi dia mempekerjakan Bi Asih jadi pembanti di rumahnya"

"Astaga!! Kamu bener bener kenal sama chef Kartika? "

"Iya Fat, kenal banget malahan... Dia ini janda anak satu lho... terus umurnya sekarang sekitar 32 tahun"

"Waaw!! Kamu bener bener mengenalinya Mal, semua yang kamu sebuetin itu bener, aku pernah baca blog yang membahas dia, semuanya sama persis kaya cerita kamu barusan"

"Hahaha... kamu bisa aja ah Fat, tapi aku heran... kok dia bisa jadi artis yah? Jadi terkenal gitu"

"Dia emamg baru masuk tv Mal, ada sebulan mah...dia langsung viral karena makanan yang ia bikin enak-enak dan ditambah sama wajah dan penampilannya yang menarik"

Hayati pun terkagum kagum melihat Bi Asih beraksi dalam video masaknya. Ia jadi penadaran dengan kehidupan Bi Asih sekarang. Banyak timbul pertanyaan yang keluar dari otaknya mulai dari kenapa Bi Asih jadi celebrity chef? Apakah dia masih bekerka di rumah Cascade? Dan yang terakhir, apakah Asnawi masih berhubungan sama koki cantik ini? Hayati pun akhitnya ikut membantu Fathya memasak untuk makan malam waktu itu.
...

profile-picture
profile-picture
profile-picture
OkkyVanessaM dan 45 lainnya memberi reputasi
Lihat 11 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 11 balasan
waoow ane mencium aroma² kehadiran bik asih nih emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
actandprove dan Martincorp memberi reputasi
Asiikk Bi Asih nongol lagi..

Masih angeeet ini..
profile-picture
profile-picture
actandprove dan Martincorp memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Yeeeaaaaa update
Updatenya cuma atu
Hayatiemoticon-Belgia
Lanjut kan kisanaaaaakkkkk.....
woww ada bi asih, ane jd kepikiran bgmn kabar cascade ya
Bi Asih Return
Akhirnya setelah beberapa bulan corona, naik lagi nih thread lanjutannya gan.. ditunggu update selanjutnya
My favorit bi asih....
ditunggu update selanjutnya
Wow bi asih semelehoy pinter masak, ayo ayo ceritain dong emoticon-Kiss
Bi Asih muncul lagi...hikss emoticon-Matabelo
Mantap... Page 123
profile-picture
actandprove memberi reputasi
Mungkin nanti di page 124 ada update lg... Ngarep aja dulu emoticon-Cool
Page 125
Ayo lanjut lagi gan
Halaman 123 dari 129


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di