CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Tak Semua Pekerja Gaji Rp 5 Juta ke Bawah Dapat Bantuan Pemerintah
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f30a155337f935bfb301bd7/tak-semua-pekerja-gaji-rp-5-juta-ke-bawah-dapat-bantuan-pemerintah

Tak Semua Pekerja Gaji Rp 5 Juta ke Bawah Dapat Bantuan Pemerintah

Tak Semua Pekerja Gaji Rp 5 Juta ke Bawah Dapat Bantuan Pemerintah
TRIBUNKALTIM.CO - Pemerintah tengah menggodok rencana memberikan bantuan kepada karyawan sektor swasta di tengah pandemi virus Corona.

Bantuan tersebut rencananya diberikan kepada karyawan dengan gaji di bawah Rp 5 juta.

Meski demikian ada syarat-syarat tertentu kepada karyawan yang bakal menerima bantuan. 

Pemerintah akan memberikan bantuan sebesar Rp 600.000 kepada para pegawai swasta yang penghasilannya di bawah Rp 5 juta per bulan.

Bantuan tersebut ditargetkan cair September 2020.

Menteri Keuangan ( Menkeu ), Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pegawai swasta dengan gaji di bawah Rp 5 juta akan mendapat bantuan sosial ( bansos ) dari pemerintah.

Hal itu disampaikan dalam video yang diunggah di kanal YouTube KompasTV, Kamis (6/8/2020).

“Pemerintah akan memberikan bansos untuk gaji bagi mereka yang berpendapatan di bawah Rp 5 juta,” kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani menyebut, penerima bansos itu akan mencapai 13 juta pekerja.

“Sekarang sedang diidentifikasi targetnya yang diperkirakan bisa mencapai 13 juta," tutur Sri Mulyani.

Bansos khusus diperuntukan bagi 13,8 juta pekerja non pegawai negeri sipil (PNS) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dengan syarat, pekerja harus terdaftar di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dengan iuran di bawah Rp 150.000 per bulan atau gaji di bawah Rp 5 juta per bulan.

Menteri BUMN, Erick Thohir mengungkapkan, pemberian bantuan ini dilakukan karena pemerintah melihat banyak pekerja yang penghasilannya dipotong 50 persen dan dirumahkan.

Hal itu disampaikan dalam acara Mata Najwa yang diunggah di kanal YouTube Najwa Shihab, Kamis (6/8/2020).

“Ada dua program yang sedang kita usahakan bulan ini terlaksana," ujar Erick Thohir.

"Yaitu program bagaimana subsidi untuk membantu para pekerja yang masih bekerja hari ini yang gajinya sudah dipotong 50 persen.”

"Sudah ada yang dirumahkan belum dilepas yang jumlahnya 13,8 juta,” kata Erick.

Erick mengatakan, bantuan yang diberikan sebesar Rp 600.000 per bulan selama empat bulan.

Namun, bantuan itu hanya diberikan untuk pekerja dengan penghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan.

Ia menambahkan, pemberian bantuan akan dilakukan dua kali untuk menjaga daya beli masyarakat.

“Yang gajinya di bawah Rp 5 juta kita kasih program baru, yaitu kita bantu 15 persen dari gajinya, kurang lebih Rp 600.000 per bulan," beber Erick Thohir.

"Akan berlangsung untuk empat bulan ke depan dan kita bayarkan dua kali karena kita pastikan daya beli tetap terjaga,” imbuhnya.

Dalam program ini, pemerintah menyiapkan dana sekitar Rp 33,1 triliun.

“Hampir Rp 33,1 triliun yang kita akan gelontorkan. Jangan jadi kontroversi,” kata Erick.

“Ini akan dimulai bulan September, Oktober, November, Desember tapi dibagikannya per dua bulan,” jelasnya.

Mendengar program baru yang dibeberkan Erick Thohir, presenter Najwa Shihab menanyakan data yang digunakan pemerintah untuk pemberian bantuan tersebut.

Mengingat pemberian bantuan melalui Kartu Prakerja sebelumnya menuai kontroversi.

Dalam kesempatan itu, Erick menjelaskan data yang akan digunakan pemerintah berasal dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Bantuan ini diberikan untuk pekerja di luar BUMN dan pegawai negeri sipil (PNS) yang rutin membayarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan.

“Datanya harus konkrit karena itu kita bekerjasama dengan BPJS Tenaga Kerja yang datanya solid dan konkrit,” ujar Erick.

“Di luar BUMN ,di luar PNS, di sektor industri yang terdaftar di BPJS tenaga kerja, yang memberi iuran,” imbuhnya.

Menurutnya, program ini telah didukung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto, dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

“Ini program memang yang kemarin Pak Presiden ingin dijalankan dan Alhamdulillah sudah mendapat dukungan dari Menteri Keuangan, Menko Airlangga.”

“Kita dongkrak kembali daya beli masyarakat,”tandasnya.
PNS dan Pegawai BUMN Tak Dapat

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, Pemerintah memang berencana menyalurkan bantuan langsung tunai ( BLT) sebesar Rp 600.000 per bulan kepada pegawai dengan penghasilan di bawah Rp 5.000.000.

Namun, kebijakan ini tidak berlaku bagi Pegawai Negeri Sipil ( PNS) dan pegawai BUMN.

"Fokus bantuan Pemerintah kali ini adalah 13,8 juta pekerja non PNS dan BUMN yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran di bawah Rp 150.000 per bulan atau setara dengan gaji di bawah Rp 5.000.000 per bulan," kata Erick seperti dilansir dari Kontan.co.id., Kamis (6/8/2020).

Saat ini, program stimulus di bidang ekonomi ini tengah difinalisasi agar dapat segera dijalankan oleh Kementerian Ketenagakerjaan pada September 2020.

Ketua Pelaksana Komite Penanganan covid-19 dan Pemulihan Ekonomi itu menambahkan, besaran bantuan yang akan disalurkan sebesar Rp 600.000 per bulan selama empat bulan. Bantuan itu akan diberikan sebanyak dua kali per dua bulan ke rekening masing-masing pekerja.

Dengan demikian, skema ini tidak akan menimbulkan penyalahgunaan.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan stimulus itu akan diberikan kepada sebanyak 13 juta karyawan, dengan total anggarannya diperkirakan mencapai Rp 31,2 triliun.

Insentif kepada pegawai ini bertujuan untuk mendorong konsumsi masyarakat pada periode semester II-2020.

"Bantuan gaji kepada pekerja yang saat ini sedang dijajaki. Ini langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah untuk terus membantu memulihkan daya beli masyarakat," kata Menkeu Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Rabu (5/8/2020). (*) 

Baca di Opera News untuk pengalaman membaca yang lebih baik


sumber
profile-picture
profile-picture
screamo37 dan nomorelies memberi reputasi
Diubah oleh KS06
Anggap aj pembayaran bpjs naker dikembaliin tp ga motong tabungan bpjs nya ..
Pegawai bisa dihitung, tp Kl bantuannya menyasar org2 yg kurang mampu, bnr2 dibawah garis ketidakmampuan, negara bisa triple bangkrut.

emoticon-Ngakak
profile-picture
sinyoirwan memberi reputasi
Diubah oleh Korban.Adopsi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Artinya kriteria pegawai dengan gaji diatas 5 juta, tapi dikarenakan pandemi menerima pemotongan gaji sehingga gajinya dibawah 5 juta ga dapet bantuan ya..
profile-picture
666fapfap memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Syarat dan ketentuan berlaku
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
berita S & K nya next week
emang suka kali bikin orang pusing
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
yang phk inalilahi emoticon-Wakaka
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
gimana pekerja harian lepas bray, trus kalo g punya bpsjs tenaga kerja tapi punya bpjs kesehatan bijimana
Syarat nya :
1. Tunjuken slip gaji dibawah 5jt
2. KTP dan KK
3. Sudah berkeluarga
4. BPJS ketenagakerjaan aktif
5. Punya cicilan kendaraan bermotor
6. Lulus stage 1 & 2 Ninja Warrior
Diubah oleh mibmobz
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
masak cuma 13 juta rakyat Indonesia doank yg di bantu?
rakyat kita kan ada 300 jutaan?
semuanya lagi susah sekarang
inilah akibatnya kalo ngent0d atas nama pembiakan umat
profile-picture
westciss memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Yang terdampak kebanyakan di kota2 besar terutama di Jawa
Sebaiknya fokus ke sini
yah freelance hanya bisa gigit jari nih
13 juta semua provinsi ? Semua sektor ga ?
Pns nakes sama guru di daerah ane gaji ga sampe 3 juta. Pegawai swasta gaji 4,9 juta malah dapat emoticon-Ngakak
Lihat 7 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 7 balasan
wah alamt rame yg belum daftar bpjs ketenagakerjaan
ojol dpt kgk kan dia cuma mitra bukan karyawan tetap
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
syarat & ketentuan berlaku dan yg kedua tergantung hrdnya mau ngurus atau tidak emoticon-Ngacir
Daftar ah
tu kan, gue bilang juga apa "Tak Semuanya", sekali lagi "Tak Semuuuuaaaanya"!emoticon-Ngacir
Demi mencegah penyalahgunaan,
jadinya pakai syarat.
Kacian yang gak dapat bantuan.

emoticon-Turut Berduka
Diubah oleh ILW
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di