CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Wantim MUI: Jangan Munculkan Isu Radikalisme di Tengah Corona
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f20bce810d29516090bb0e8/wantim-mui-jangan-munculkan-isu-radikalisme-di-tengah-corona

Wantim MUI: Jangan Munculkan Isu Radikalisme di Tengah Corona

Wantim MUI: Jangan Munculkan Isu Radikalisme di Tengah Corona

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) Didin Hafiduddin meminta semua pihak tidak memunculkan isu radikalisme di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Hal itu disampaikannya berdasarkan hasil rapat ke-68 Wantim MUI, Selasa (28/7).

"Wantim mengharapkan pada semua pihak jangan sampai memunculkan isu radikalisme di saat kita sedang menghadapi musibah Covid-19. Di mana bangsa dan negara kita harus bersatu padu," kata Didin.

Menurut dia, ketika narasi radikalisme dimunculkan, akan selalu dikaitkan dengan dengan Islam maupun tokoh-tokoh Islam. Hal itu, kata dia, sangat disayangkan dan tidak adil bagi umat Islam.

"Padahal Kapolri pernah menyatakan pada saat fit and proper test di DPR dua tahun lalu, bahwa radikalisme tidak ada kaitannya dengan agama apapun. Radikalisme bersifat perorangan, kelompok dan ada pada berbagai macam bidang," kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Wantim MUI Din Syamsudin menyinggung soal radikalisme yang tidak bermotif agama. Ia menyebut ada radikalisme yang bermotif ketidakadilan ekonomi yang dilakukan oleh pihak dengan kekuatan ekonomi, hingga kemudian menyengsarakan pihak lain.

"Itulah radikalisme ekonomi," kata dia.

Selain ekonomi, ia juga mengatakan radikalisme bisa menjelma dalam bentuk politik, terutama dilakukan oleh kelompok politik yang ingin mendominasi dan ingin memaksakan kehendaknya.

"Termasuk radikalisme ini dilakukan oleh kelompok yang punya motif politik terhadap umat islam. Kami berpendapat, cara seperti itu, dengan menuduh pihak lain radikal atau ekstrem, adalah bentuk radikal dan ekstrem itu sendiri," kata dia.

sumber

profile-picture
profile-picture
profile-picture
Shyesun.pucha dan 25 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh kaskus.infoforum
Halaman 1 dari 5
booked
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan entop memberi reputasi
Jangan munculkan juga isu PKI di tengah corona emoticon-Nyepi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
reyndrabv dan 19 lainnya memberi reputasi
Urusin tuh anggota ente...

emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
starbox.design dan 10 lainnya memberi reputasi
Iyain aja
profile-picture
profile-picture
profile-picture
irwin173 dan 4 lainnya memberi reputasi
Quote:


аstajim emoticon-Kagets gak bisa, itu buat kajian internal ya akhi. emoticon-Marah


emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
eriksa dan 7 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh netizen.usil
makany komunis minta stempel halal ma mui
profile-picture
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan 4 lainnya memberi reputasi
eek kuda
itu anggota lw si ngustad palsu doyan bocah sma aja diliarin cocotnya kok
emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
irmanator dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Skrg ini yang sering demo bilang antek aseng siapa? Yang sering bilang ulama di kriminilisasi siapa? Emangnya seorang ulama walau berbuat kriminal gak boleh di proses hukum? Padahal dia juga manusia biasa, warga negara juga, bukan orang suci

Yang sering radikal justru dari kelompok kelompok itu aja, yg sering ceramah radikah justru dari ulama ulama gak jelas, kenapa ente diam aja?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
RyanYulio dan 15 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
temennya jul
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan 2 lainnya memberi reputasi
Post ini telah dihapus oleh KS06
Penjahat membela sesama penjahat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
apollion dan 4 lainnya memberi reputasi
Hrsnya nasehitin anggota ente si Dengkul yg suka provokasi ..pak.
emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
irmanator dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Quote:


Isu radikal dan komunis merebak di tengah pandemi corona. Pernyataan Wantim MUI jelas berat sebelah dan yang ditujukan kepada siapa hanya dia yang tau.

Istilah radikal juga sering digunakan oleh masyarakat selain pemerintah, tapi yang ngak kalah penting apakah hal itu berindikasi pelanggaran HAM atau hanya sekadar memberikan peringatan terpenting semua harus bisa dikontrol bersama baik masyarakat maupun pemerintah. Masyarakat bisa memberikan penilaian apakah tindakan labeling, stigma radikal yang dilakukan khususnya kepada sebuah kelompok sudah sesuai atau tidak.

Kalau diliat dari lima formasi Menteri, Tito Karnavian Menteri Dalam Negeri yang pernah menjabat sebagai Kepala Densus 88 Antiteror Polri dan Kepala Badan Nasional Penganggulangan Terorisme (BNPT). Tjahjo Kummolo Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang memiliki rekam jejak mendukung pembubaran Hizbur Tahrir Indonesia, dan mempersulit perpanjangan izin ormas Front Pembela Islam di Kemendagri. Mahfud MD Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan yang pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.  Prabowo Subianto Menteri Pertahanan, kemudian Menteri Agama Fachrul Razi. Terlihat sinyal saat itu pemerintah lima tahun ke depan berfokus pada persoalan melawan radikalisme di Indonesia.

Wantim MUI: Jangan Munculkan Isu Radikalisme di Tengah Corona

Pengamat terorisme Al Chaidar mengatakan ada ketakutan yang luar biasa dari negara terhadap radikalisme dan terorisme. Bukan tanpa alasan, penyebaran dan pertumbuhan kelompok radikalisme ini sudah di 34 provinsi dan menguasai kota-kota penting di Indonesia. Ia mengklaim, ditahap pertama jumlah pengikut JAD 34 ribu anggota, kini setelah pelarangan mencapai 200 ribu anggota 

"Ini tidak main-main. Pertumbuhan yang mengkhawatirkan. Semua kementerian harus berpikir bagaimana untuk menghadang ini (radikalisme-terorisme)," kata Chaidar.

Sementara itu, Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia PBNU Rumadi Ahmad menilai ideologi radikal merupakan perkembangan lebih lanjut dari pikiran dan sikap intoleran. Intoleransi merupakan bahan baku yang bisa berkembang menjadi gerakan radikal yang menghalalkan kekerasan, mengganti ideologi negara sampai dengan terorisme.

Oleh karena itu perlu mewaspadai sikap-sikap intoleransi yang semakin tumbuh dalam masyarakat. Berdasarkan surveiLembaga Kajian Islam dan Perdamaian (LaKIP) Oktober 2010-Januari 2011 dengan sampel 1.000 siswa SMP (kelas III) dan SMU se-Jabodetabek serta guru pendidikan agama islam (PAI) se Jabodetabek ditemukan hasil yang mencengangkan. Sebab 62,7% guru dan 40,7% siswa menolak berdirinya tempat ibadah agama non islam di lingkungan mereka.  

Pikiran-pikiran intoleran juga semakin masuk ke dalam ruang kehidupan berbangsa, bukan hanya di kalangan masyarakat, tapi juga birokrasi dan lembaga pendidikan. Namun terkadang penanganannya berlebihan.

Hasil survei opini publik nasional Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) pada 2017 menunjukkan bahwa 86,8 persen responden menyatakan tidak setuju adanya kebangkitan PKI.

Ketika Jokowi dan FX Hadi Rudyatmo maju Pilkada Solo dengan didukung PKS saat itu enggak ada tuh isu PKI, isu Komunis. Dan ketika Jokowi dan Ahok BTP didukung Gerindra maju di Pilkada Jakarta 2012 juga ngak ada isu PKI dan Komunisme. Sekarang di tengah pandemi corona ketika Gerindra sudah bergabung kedalam pemerintahan Jokowi menguat lagi isu PKI, isu Komunisme padahal Pilpres juga baru aja selesai tahun kemarin 2019.

Berfikir runut dari mana dan siapa yang memainkan isu² tersebut, silahkan dinilai sendiri²
profile-picture
profile-picture
profile-picture
irmanator dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Makanya kerja yg bener, jgn kepentingan uu, pribadi, golongan yg di utamakan...

Tuh anggotanya diberesin dulu, tuh ormas islamnya dibenerin dulu.. namanya aja Majelis Ulama tp ga ada tajinya .... mending dibubarin...

Ga jelas ... makin ga didenger itu ulama, klo kyk bgini. Terus.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
irmanator dan 5 lainnya memberi reputasi

Radikal dan teroris itu kayak tim sepakbola.....

Ada strikernya, ada beknya, ada gelandangnya, ada pelatihnya, ada kipernya, dan ada bagian pertahanannya. emoticon-Embarrassment
profile-picture
profile-picture
profile-picture
irmanator dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Dasar kaum kontil pekok
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan entop memberi reputasi
Statemen itu muncul karena dia masih butuh jabatan emoticon-Big Grin
mana bisa dia ikut memberantas radikalisme sedangkan pelakunya dari lingkungan sekitar

coba aja bukan dari Internal, pasti blak blakan macam Ruhut, Ferdinan atau DeSi emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan entop memberi reputasi
Radikalisme muncul karena pembiaran dan sifat defensif MUI yang selalu melakukan denial, padahal ulah oknum2 radikal tersebut sangat merugikan MUI dan umat Isam lain yang toleran
profile-picture
profile-picture
profile-picture
apollion dan 3 lainnya memberi reputasi
Tai anjing lah belaga mewek lagi loe
profile-picture
profile-picture
Goxen dan entop memberi reputasi
Udah saat nya di berantas radikalisme ..
Kalo di biarkan bisa merambat sana sini..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
apollion dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Halaman 1 dari 5


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di