CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kepala Eijkman: Vaksi Luar Mahal, Indonesia Harus Pakai Vaksin Corona Buatan Sendiri
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f16acd909b5ca19425cb9e8/kepala-eijkman-vaksi-luar-mahal-indonesia-harus-pakai-vaksin-corona-buatan-sendiri

Kepala Eijkman: Vaksi Luar Mahal, Indonesia Harus Pakai Vaksin Corona Buatan Sendiri

Tampilkan isi Thread
Halaman 2 dari 2
Ane sih optimis gan vaksin dr eijkman ini nanti banyak nolong masyarakat, apalagi eijkman tiap hari berjibaku, respect sama semuanya yg disana
maunya sih juga pake vaksin buatan sendiri, bisa hemat anggaran pula emoticon-Toast

tapi kabar pengembangan vaksin di Indonesia udah sampai sejauh mana sih?? bisa cepet mengatasi covid di Indonesia gak?? emoticon-Bingung
lah gimana indonesia bisa bikin ngga tuh vaksinnya
untuk membuat vaksin sendiri ane yakin bisa ya kalo mulai dari sekarang karena vaksin juga butuh waktu untuk di uji. tidak apa-apa kita pesan vaksin dari china dulu sembari buat vaksin sendiri. kenapa gak di buat dari pas awal-awal pandemi. jadi start buat vaksin nya bareng instead of empon-empon and stuff yang belum teruji, ya gpp sih kalo emang untuk meningkatkan kekebalan tubuh pake empon empon juga gak masalah, sah sah aja.
Harga vaksin jutaan pun tetep gw beli demi keluarga, lha ini cuma 10 dolar perhitungan banget bangsad. Triliunan pun yg bayar tetep rakyat kan? Ayolah, percepat bikin vaksin covid, udah muak sama pandemi, belum lagi kelakuan kadrun dkk yg cuek ga ngikutin porobaik covid, bisa2 akhir tahun jadi episentrum sesuai ramalan oz kan malu kita emoticon-Gila
Kepala Eijkman: Vaksi Luar Mahal, Indonesia Harus Pakai Vaksin Corona Buatan Sendiri
yg kmrn blg tahap 8 made in indo ga lanjut lg apa gmn?
emoticon-Hammer2
fair As nya mulain di kluarin emoticon-Ngakak
Lah. Kok Dari China. Kan kafir haram



.....





Kta K Drone
Post ini telah dihapus oleh KS06
Lu aja buat,
Jangan beli vaksinnya pak ...
Beli hak patennya ... ===> Tapi tidak dimaksudkan untuk dimiliki sepenuhnya atau sebagai pemilik tunggalnya.

Untuk rakyat dalam jumlah sekian banyak, sudah masuk akal kalau kita punya manufaktur vaksin itu sendiri (yang mampu menyuplai kebutuhan vaksin dalam negeri). Karena perlu diingat bahwa, kalau dikatakan itu untuk 70% jumlah penduduk yang ada, masih ada kemungkinan kalau si virus itu tetap mengada, dan bisa beraksi saat generasi selanjutnya. Sama seperti virus polio, cacar dan semacamnya yang sudah ada vaksinnya itu. Karena ... jangan lupa pula bahwa ada sebagian kalangan yang ogah untuk divaksin. Mereka ingin hidup-mati (dan mungkin secepatnya) secara alamiah.

Beli vaksinnya itu cuma pertama saja dalam jumlah sedikit, untuk mengetes kemanjuran vaksinnya untuk jenis Corona yang ada di Indonesia. Karena akan percuma juga to, kalau kita terlanjur beli hak paten dan kemudian kurang mujarab.

Aku ingin begini
Aku ingin begitu
Ingin ini, ingin itu banyak sekali

Semua, semua, semua
Dapat dikabulkan
dapat dikabulkan dengan kantong ajaib

Aku ingin terbang bebas di angkasa
“Hey, Baling-baling Bambu”

La, la, la
Aku sayang sekali…
Doaremon…








































emoticon-Kaskus Radio
bikin sendiri tapi ujung ujungnya jadi ghoib, buat apa?
buat yg antivaksin gimana ya, apa nanti mau ikut pake? semoga aja nnti di vaksinnya ada enzim atau sesuatu yg "berbau" babi biar mereka yg antivaksin ga mau pake dan akhirnya mereka punahemoticon-Ngakak
coba dulu sukses apa ga, nanti kerja sama buat produksi sendiri.
buatan sendiri di sini maksudnya cuma produksi aja, bukan riset sendiri, alias beli lisensi. memang lisensi murah bambang? yang mahal itu hak ciptanya, bukan produksinya.
Quote:


Ulalaaaa.... Gak gitu juga itungannya bray emoticon-Leh Uga

5000 itu angka sementa, kalo gak ditangani pake dana ratusan trilyun, 5000 itu pasti naek jadi 10rb, 100rb, 1jt, dst....

Walaupun sebenernya sih worth it aja emoticon-Leh Uga
1jt korban = 0,5% total penduduk sebenarnya relatif kecil untuk sekelas pandemi
kalo bisa impor ngapain bikin sendiri
profile-picture
red.bezos memberi reputasi
Quote:


Problem pertama di Indonesia: Fasilitas 👆🏻

Quote:


Problem kedua di Indonesia: SDM 👆🏻
Halaman 2 dari 2


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di