CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Miris! Pengguna Vape di Bawah Umur Meningkat, PAVN: Akhirnya Buka Suara
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f117fc79775130cb242ae7a/miris-pengguna-vape-di-bawah-umur-meningkat-pavn-akhirnya-buka-suara

Miris! Pengguna Vape di Bawah Umur Meningkat, PAVN: Akhirnya Buka Suara

Miris! Pengguna Vape di Bawah Umur Meningkat, PAVN: Akhirnya Buka Suara

INDUSTRY.co.id, Jakarta-Produk-produk nikotin alternatif seperti vape merupakan produk yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan sebagai bagian dari Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL).

Trend konsumsi masyarakat terhadap produk-produk yang ada di pasaran pun terus berubah seiring dengan perubahan gaya hidup manusia, termasuk halnya pada produk vape, yang telah diterima di banyak negara sebagai produk tembakau alternatif bagi perokok dewasa.

“Sebagai asosiasi industri, Kami di Paguyuban Asosiasi Vape Nasional memahami akan adanya kekhawatiran yang berkaitan dengan penyalahgunaan produk tembakau alternatif dan juga penggunaan bagi kalangan di bawah umur, dan bersama-sama berkomitmen untuk mencegah hal tersebut,” ujar Johan Sumantri mewakili AVI.

Menyadari pentingnya hal tersebut, pada 7 Desember 2019, Paguyuban Asosiasi Vape Nasional yang menaungi empat asosiasi, yaitu Aliansi Vaper Indonesia (AVI), Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Aliansi Pengusaha Penghantar Nikotin Elektronik Indonesia (APPNINDO), dan Asosiasi Vaporiser Bali (AVB) secara sukarela menandatangani komitmen bersama untuk menjalankan Kode Etik dalam Industri Vape Indonesia demi memastikan industri yang bertanggung jawab dan berintegritas.

Adapun kode etik yang terdiri dari enam komitmen bersama ini meliputi:

1. Produk vape tidak untuk digunakan, dijual dan diberikan kepada anak di bawah umur 18 tahun, Ibu yang sedang mengandung dan menyusui.

2.Produk vape hanya untuk digunakan dalam mengurangi resiko yang lebih berat kepada kesehatan.

3.Memastikan informasi yang akurat pada bahan konten produk pada label dan kemasan.

4.Melindungi Industri dari penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang lainnya.

5.Tidak melaksanakan aktivitas promosi yang ditargetkan kepada anak berusia di bawah 18 tahun.

6.Mencegah pemakaian bagi pengguna yang sebelumnya bukan perokok.

Penerapan pengaturan batasan usia pengguna dalam produk vape mutlak diperlukan. Sebab, batasan tersebut adalah upaya untuk memastikan produk ini hanya ditujukan bagi perokok dewasa dan tidak untuk diperjualbelikan atau bisa diakses secara bebas oleh kalangan di bawah umur.

Sebagai perwakilan dari AVB, I Gde Agus Mahartika menambahkan, “untuk mewujudkan komitmen ini, kami juga memerlukan dukungan dari semua kalangan. Termasuk dari pemerintah, akademisi, para mitra usaha seperti retailer, dan juga dari para pengguna produk vape sendiri.”

Dalam melakukan usaha, sangat ditekankan keterbukaan dan kejujuran dalam melakukan bisnis di bidang ini karena masyarakat perlu mengetahui fakta-fakta yang akurat mengenai vape.

Menurut perwakilan dari APVI, Aryo Andrianto, “yang terpenting, semua produsen dan importir produk vape wajib mematuhi peraturan terkait produk vape yang ada di Indonesia, termasuk disiplin dalam melakukan pembayaran cukai, melindungi industri dari penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang lainnya, serta komitmen untuk mencegah produk vape diakses oleh mereka yang berusia di bawah 18 tahun dan bukan perokok.”

Sebagai industri baru yang lahir dari inovasi produk tembakau, maka sudah seharusnya produk vape diatur secara komprehensif berbasis bukti seperti halnya di negara-negara yang sudah lebih maju dalam hal pengaturan produk tembakau alternatif seperti di Inggris dan Selandia Baru.

“Namun, sebagai industri baru, kami di Paguyuban menyadari bahwa langkah yang harus diambil masih panjang demi mencapai tujuan tersebut,” tambah Aryo.

Apresiasi diberikan kepada Kementerian Perindustrian yang telah memulai pembahasan Rancangan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk Produk Tembakau Dipanaskan yang juga merupakan produk nikotin alternatif dan bagian dari HPTL.

Roy Lefrans sebagai perwakilan dari APPNINDO menekankan, “Paguyuban mendukung kolaborasi multi-sektoral dalam perumusan peraturan berbasis bukti yang komprehensif untuk industri vape dan HPTL.”

Langkah-langkah yang diambil oleh Kementerian Perindustrian untuk membahas SNI memberikan kesempatan bagi Paguyuban Asosiasi Vape Nasional untuk terlibat sebagai pengamat dalam diskusi Rancangan-SNI Produk Tembakau Dipanaskan tersebut.

“Standar sangat penting dalam industri ini, dan diskusi ini merupakan langkah yang tepat untuk memastikan kepastian bisnis dan perlindungan konsumen, khususnya terkait dengan penyalahgunaan produk vape. Paguyuban Asosiasi Vape Nasional senantiasa mengikuti arahan dari Kementerian Perindustrian dan bersiap untuk melanjutkan diskusi Rancangan-SNI produk vape lebih lanjut di 2021,” tutup Roy.

Baca Selengkapnya:
https://www.industry.co.id/read/7058...nya-buka-suara
profile-picture
Cosmoflip memberi reputasi
Setuju atau tidak emang sekarang ada aja cara buat bocah beli device..baik di barang bekas atau langsung ke vapestore..masih banyak bocah dengan seragam SMP atau SMA yang nongkrong di vapestore kalau disini..dulu memang dimintai KTP sekarang ane ga tau, karena umur udah lebih dari cukup...malah regulasi penggunaan Vape udah 21+..dan e comerce via aplikasi ngga melayani pencarian dengan keyword Vape...kita aja sebagai vapers yang lebih bijak..
profile-picture
hantumasam memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Turunkan harga liquid.
emoticon-Belgia
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
PAVN mah tentara vietnam utara
Perokok filter dan kretek di bawah umur juga masih banyak
Miris sih palagi dikampun² bocah abg alay sok tajir beli liquid aja patungan isep gantian blom lagi gk bisa ngerawat device kapas gk ganti-ganti kawat ampe hangus dsb.
mungkin rokok biasa udah ga jaman?
Emang nya kalo rokok biasa di gunain sama di bawah umur?
vape lebih mahal tapi lebih praktis secara keseluruhan....pengguna vape ga usah repot2 cari tempat buang puntung rokok atau kawatir sama abu rokok....isi ulang ketimbang nyimpen kotak2 rokok buat dibuang nantinya, pilihan rasa bejibun ketimbang rokok konvensional...ada kelebihan ada kekurangan lah kek biasa emoticon-Ngacir
Seharusnya penjualan device jangan dibuat online di e-commerce. Karena yg harus diawasi itu penjualan device bukan liquidnya.
Karena di ecommerce disitu seller gak tau berapa umur buyer.

Dan setau ane beberapa toko offline selalu ngusir pelanggan yg dibawah umur. Ane pernah lihat sendiri soalnya tu bocah dibawah umur diusir. Itupun karena bocahnya pendek jadi keliatan masih SMP. Gak tau klo yg SMA ketauan atau gak sekali liat tanpa periksa KTP.

Klo pemerintah/organisasi vape mau repot sih bikin website e-commerce sendiri terus daftarin toko" vape selindo. & hanya toko yg terdaftar yg bisa beli device serta gak terima penjualan perorang. Khusus toko vape yg boleh beli device pasti bisa sih dihindari pembeli dibawah umur. Jadi cust wajib beli/order device ke toko vape. Tinggal toko vapenya aja yg jual bebas atau ngikutin syarat 21+ buat beli device. Setidaknya pembeli dibawah umur bisa dikurangi.
Klo liquid mah bebas belinya. Perorang boleh toko boleh.

Tinggal yg jual secondhand aja yg harus diawasi.
profile-picture
yoshitake memberi reputasi
Naikin harga liquid, biar bocil ganti bygone ap byclen

Masalah tuntas.

Device susah diawasi, walaupun onshop ud melarang tp jual beli sosmed ngga, plus bisa pakai tehnik titipan ke kenalan dewasa.

G adil aj kl semua kena, gara2 bocil sm oknum dewasa, kasian yg ud nurut aturan kena tebas jg
emoticon-Belgia emoticon-Belgia
Diubah oleh Cosmoflip


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di