CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Hutama Karya: Tol Trans Sumatera Tak Layak Secara Finansial
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f0bcf3f4601cf59d872bdd2/hutama-karya-tol-trans-sumatera-tak-layak-secara-finansial

Hutama Karya: Tol Trans Sumatera Tak Layak Secara Finansial

Tampilkan isi Thread
Halaman 6 dari 7
/Lha insfratuktur ini kan berkelanjutan untuk kedepannya, ntr jg rame. Bakal susah klo nunggu rame dulu
emoticon-Traveller emoticon-Cool
nanti juga rame sabar smua ada prosesnya
terasanya 40 tahun mendatang, mungkin nunggu istilah nasbung, nastak, kadrun udah gak ada, pasti ramai disana, investor pun juga masih survei lokasi, gak mungkin tiba2 bangun tanpa tau kondisi disana emoticon-EEK!
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Bukanny dengan adanya jalan yg lancar bisa mempengaruhi sektor sektor informal lainnya ya gan
traffict taek la, wong yg aktif baru area lampung sm medan aceh y wajar la klo g sesuai minimum traffic....
cb aj jambi - palembang - lampung konek, 25 ribu bisa kok.....
Tinggal menunggu endingnya nanti bagaimana
tarif yang ada sekarang jatuhnya lebih mahal, coba tarifnya diturunin...
Proyeksi-nya gk ada yg pas.
Bangun sekarang dg harga sekian atau mungkin 10 tahun lagi dg biaya dan tarif berkali kali lipat seperti tol tol baru dijawa yang sangat terlambat dibangun
untung mulu dipikirin.

rakyat pikirin

emoticon-Leh Uga
"Sementara yang ada saat ini semua di bawah 15 ribu bahkan sampai di bawah 10 ribu per hari"

itukan tahun 2020

kita membangun untuk jangka panjang
skrg rugi
gk taukan 10 atau 20 tahun lg
Quote:


Lampung tambah rame ga gan setelah ada tol misal pabrik pabrik atau lonjakan investasi di lampung?
Quote:


Biayanya lbh gede gan
Pemerintah pasti dah hitung hitungan mslh jemb selat sunda
emoticon-Hammer2
Tinggal bangun bandara kosong,
ibukota kosong,
industri kosong,
jalanan kosong,
Jalan tol tidak semua nya menguntungkan dalam jangka pendek.
Lihat saja beberapa tahun ke depan.
Dan kita sudah tertinggal jauh dari negara2 tetangga utk transportasi darat
Paok kau bocah kemarin sore...
Baru tau teori aja sok sok-an...
Pasti selalu adalah, feasibility study goblok...
Cm ini tetep aja dibangun untuk mengatrol sector yang lain di sumatra,,,
Jalan tol memang secara financial gak feasible, tapi kalau dengan adanya jalan tol bisa mendongkrak ekonomi pulau sumatra di sector-sector yang lain why not...

Pantek lah kau
Proyek bodoh, wong jalan trans aja masih lega lewatnya sdh mau buat tol trans...

Utk Sumatera, Kalimantan, Sulawesi apalagi Papua buat jalan tol gak bisa bikin tol trans, yg bisa utk saat ini hanya jalan tol utk ruas2 tertentu saja, semisal dari kota ke bandara, lain halnya kalau negara kita sdh makmur, income perkapita sdh seperti Singapura...
Malaysia aja yg lebih makmur dari Indonesia, utk Wilayah Sabah dan Sarawak, mereka gak berani bikin tol, karena jumlah penduduk yg minim, sedang jalan yg utk hari hari biasa aja masih sangat lengang, lalu siapa yg akan lewat jalan yg berbayar apabila yg gratis masih leluasa lewat??? emoticon-Bingung
Sejak Jokowi naik jadi presiden, membangun lebih banyak proyek2 prestise ketimbang proyek yg dibutuhkan rakyat, bangun jalan tol di luar jawa, bangun LRT Palembang, bangun atau renovasi secara jor2an bandara di daerah2 yg terpencil, bangun pos perbatasan termegah di dunia, bangun perpustakaan tertinggi dunia, bangun markas avenger yg katanya berfungsi sbg rumah mimpi di Papua???
Sementara jalan trans Papua, sampai hari ini belum tembus tembus juga, padahal kalau Papua sdh bisa terkoneksi lewat darat, barulah BBM satu harga itu bukan mimpi..

Harusnya sebelum membangun, ada studi kelayakan baik teknis atau non teknis, dicari dulu rasio jumlah penduduk setempat, dan potensi apa yg bisa dihasilkan dari pembangunan itu, jangan seperti LRT Palembang, dibangun hampir Rp 11 trilyun, berfungsi normalnya hanya saat Asian Games saja, emangnya Asian Games setiap hari???
Akibatnya pemerintah mesti nombok Rp 180 milayer pertahun... emoticon-Bingung
profile-picture
ev103 memberi reputasi
Diubah oleh doelpaten
Proyek yg berbasis investasi, itu harus untung, karena dibangun non APBN, melainkan dibiayai secara mandiri, seperti membangun jalan tol, LRT, MRT, KA Cepat, Pembangkit Listrik, dll, apabila pembangunan itu atas inisiatf pemerintah, maka pihak investor tentu minta jaminan dari pemerintah, bagaimana apabila proyek itu rugi???
Maka gak heran, pemerintah bertanggungjawab utk menutupi kerugian akibat beroperasionalnya LRT itu...emoticon-Bingung
Halaman 6 dari 7


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di