CARI
KATEGORI
KATEGORI
Pengumuman! Proses Penukaran Koin Kreator Ada Perubahan Cek Infonya di Sini Gan!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Analisis: Islamofobia semakin menguat di Eropa
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5efb11ba337f9335cc480c31/analisis-islamofobia-semakin-menguat-di-eropa

Analisis: Islamofobia semakin menguat di Eropa

Aksi.id - Intelektual muslim di Indonesia mengkhawatirkan perkembangan Islamofobia di negara-negara barat.

Pandangan ini disampaikan menanggapi hasil riset lembaga think tank Turki, SETA, yang dipublikasikan pada Minggu.

Dalam “Laporan Islamofobia Eropa 2019 “, disebutkan, muslim yang tinggal di negara-negara Eropa cenderung mendapat perlakuan diskriminatif.

Masyarakat Eropa menurut laporan ini semakin kewalahan oleh wacana Islamofobia.

Laporan itu juga menunjukkan pemerintah dan media arus utama berpartisipasi mereproduksi wacana Islamofobia yang membahayakan hak-hak dasar jutaan warga Eropa.

Pada 2019, ada kenaikan jumlah insiden kebencian pada muslim dan bangkitnya ketakutan pada orang asing.

“Pemilihan umum di Parlemen Eropa dan beberapa parlemen nasional memperlihatkan peningkatan popularitas partai-partai ultra-nasionalis di beberapa negara,” ujar laporan tersebut.

Menanggapi laporan tersebut, Ahmad Suaedy, pengajar pascasarjana Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) mengatakan Islamofobia mengalami pasang naik di negara-negara barat.

“Sekarang Islamofobia bukan saja persaingan di lapangan pekerjaan. Tapi juga dimanifestasikan dalam kekerasan, penyerangan fisik dan terorisme,” ujar dia saat dihubungi Anadolu Agency, Senin.

Laporan tersebut juga mengonfirmasi bahwa “orang-orang dari etnis minoritas atau ras di Uni Eropa mengalami risiko kesulitan ekonomi yang lebih tinggi, perumahan berkualitas buruk, segregasi perumahan, pengangguran dan serangan.”

Laporan Islamofobia itu diterbitkan setiap tahun sejak 2015 guna menyelidiki secara rinci dinamika yang mendasari yang secara langsung atau tidak langsung munculnya rasisme anti-Muslim di Eropa.

Menurut Suaedy, islamofobia juga hadir dengan kemenangan Brexit di Inggris dan Donald Trump di Amerika Serikat.

Selain itu Islamofobia juga muncul Australia setelah warga negaranya menjadi pelaku penembakan 51 jamaah Salat Jumat di dua masjid New Zealand.

“Ada penelitian ‘Far right-wing violence and terrorism’, yang mengungkap kekerasan dan terorisme lebih banyak dilakukan oleh mereka ketimbang orang Islam dan pendatang.”

Menurut Suaedy kebangkitan Islamofobia adalah gejala populisme oligarki, fenomena seperti ini merupakan respons kebangkitan gerakan rakyat bawah seperti saat terpilihnya Presiden Obama, menjadi sentimen kulit putih kaya raya pada Trump.

Gerakan seperti ini kata Suaedy juga muncul di India dengan mengeluarkan UU Kewarganegaraan yang mendiskriminasikan muslim oleh Hindu. Di Myanmar juga terjadi diskriminasi etnis Rohingya oleh Budhis.

“Jadi ini bersifat global. Tapi masing-masing wilayah punya isu yang spesifik,” ujar dia.

Bias media Barat

Hamid Fahmy Zarkasyi, cendekiawan muslim, wakil rektor Universitas Darussalam, Gontor Ponorogo, Jawa Timur mengatakan Islamofobia di Eropa dan negara Barat lain disebabkan oleh gambaran yang sering dimunculkan oleh media, terutama media-media barat.

“Wajah Islam yang sering ditampilkan adalah Islam yang penuh kekerasan dan terorisme,” ujar dia.

“Padahal tidak terbukti bahwa Islam adalah ajaran yang melahirkan aksi kekerasan tersebut.”

Di tingkat elit global saat ini, termasuk Obama, sudah lebih memahami Islam, namun kadang suaranya tidak terdengar karena bias media Barat.

Di komunitas agama sebenarnya telah terjadi sikap saling memahmi.

Sudah ada pemakluman, bahwa orang Islam itu harus salat, pergi haji, dan seterusnya.

“Jadi secara teologis tidak ada masalah sebenarnya. Masalahnya ada pada komunitas di luar komunitas beragama. Jadi mereka tidak memahami bagaimana itu Islam,” ujar dia.

Menurut dia, Barat saat ini membutuhkan sikap pluralisme lebih besar, ketimbang Indonesia.

“Indonesia sudah sejak sejak lama memiliki sikap saling memahami dengan baik,” ujar dia kepada Anadolu Agency.

Perlu dialog

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Ali Munhanif mengatakan Islamofobia dalam jangka pendek adalah manifestasi globalisasi.

Dunia barat khususnya Amerika Serikat dan Uni Eropa menurut Munhanif ternyata tidak siap dengan globalisasi yang diiringi dengan migrasi para profesional, tenaga kerja.

“Globalisasi membutuhkan kesediaan untuk menerima pengalaman baru, yang tidak ada preseden sebelumnya. Ironisnya ketidaksiapan ini terjadi di dunia Barat,“ ujar dia.

Menurut dia, Islamofobia juga muncul karena problem identitas, setelah pertentangan sosialisme dan kapitalisme rampung.

“Karena ketiadaan dialog dan saling mengenal, problem identitas ini melahirkan kekerasan terhadap komunitas dan etnis serta agama lain sehingga muncul yang disebut Islamofobia,” ujar dia.

Dunia barat menurut Munhanif sebenarnya sudah mengenal budaya-budaya lain termasuk Islam melalui kolonialisme.

Namun generasi yang belakangan lahir tidak mengenal budaya lain selain mereka, termasuk budaya baru seperti Islam, sehingga mereka memiliki prasangka.

“Islam dan budayanya dianggap sebagai ancaman bagi modernitas yang mereka jalani,” ujar dia.

Menurut Munhanif untuk mengatasi masalah ini, dialog antarkelompok agama harus terus dilakukan.

Indonesia telah memulai lebih dahulu pada tahun 1970-an, sebelum negara-negara barat melakukannya.

“Dialog agama bersifat jangka panjang dan perlu terus dilakukan di Barat maupun di Indonesia untuk menghilangkan Islamofobia,” ujar dia. (ny/Sumber; aa.com.tr)
aksi.id


Islam meyebar lewat pengungsian itu fakta

bangga Islam menyebar di dunia barat

tp tdk mau islam diteliti oleh orang barat emoticon-Wakaka

Otak dimana wahai kawanku mana otak mu


emoticon-Wkwkwkemoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka


berbesar hatilah kawanku

islam mulai diteliti oleh ilmuan barat

terima segala konsekwensix

sebab sains dan agama di dunia barat sangat terbuka

itulah namax free nation country


emoticon-Wkwkwkemoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka








emoticon-Wkwkwkemoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka



profile-picture
profile-picture
profile-picture
rgenpeninsula dan 16 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 3
ada aksi ada reaksi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
areszzjay dan 3 lainnya memberi reputasi
siapin kacang nonton trit rame di pojokan emoticon-Hansip
profile-picture
entop memberi reputasi
Per- ta-max
profile-picture
entop memberi reputasi
kapirfobianya kenceng juga bingung ada reaksi balik
emoticon-Wow
intropeksi dulu gih
emoticon-Toast

Menurut dia, Barat saat ini membutuhkan sikap pluralisme lebih besar, ketimbang Indonesia.
gile khayalan lvl tinggi
konsep sekularisme sudah diterima di dunia barat
atheis, agnostik mo yg aneh2 pun asal kaga bikin rusuh juga diterima
di sini boro2 kaya gitu, ahmadiyah aja masih dianggap sesat
emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nurade247 dan 8 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ikyu828
Analisis: Islamofobia semakin menguat di Eropa

emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nurade247 dan 16 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Dan org barat dengan senang hati menyambutnya.. contoh syekh yg beli Manchester city dan PSG belum lagi syekh2 yg lainnya.. siap menerima gelontoran dana dari arab..

Analisis: Islamofobia semakin menguat di Eropa
profile-picture
entop memberi reputasi
Diubah oleh gmc.yukon
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Kafirphobia berbanding lurus dengan islamophobia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aloha.duarr dan 4 lainnya memberi reputasi
Datang sebagai pengungsi akibat konflik berkepanjangan dan tidak dipungkiri ada latar belakang agama.

Pada kondisi demikian orang tentu akan sangsi pada agama tersebut, terlebih kelompok orang yang mengungsi tersebut menuntut hal yang mungkin menyebabkan peperangan ditempat mereka dulu.

Kan bangkeemoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
areszzjay dan 3 lainnya memberi reputasi
“Wajah Islam yang sering ditampilkan adalah Islam yang penuh kekerasan dan terorisme,” ujar dia.

“Padahal tidak terbukti bahwa Islam adalah ajaran yang melahirkan aksi kekerasan tersebut.”

Yang dibold.. lol... karena pemikiran inilah masalah gak selesai2.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aloha.duarr dan 10 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Dibandingkan kafirphobia. Islamophobia kagak ada apa apanya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aloha.duarr dan 6 lainnya memberi reputasi
profile-picture
entop memberi reputasi
dapat versi indonesiax

profile-picture
profile-picture
profile-picture
entop dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 109 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 109 balasan
astagfirullah, masyarakat eropa belum mendapat hidayah dan telah melupakan jaman keemasan peradaban Islam yg menemukan logaritma sebagai bahan pembuatan komputer emoticon-Kagets
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pheeroni dan 6 lainnya memberi reputasi
Quote:


jadi mksdnya gimana?
sekali dapat presiden kulit hitam
seumur hidup harus kulit hitam gitu?
klo kemudian ganti kulit putih
lgsg rasis? white supremacy? islamphobia?




UU kewarganegaraan india jelas melindungi MANUSIA yang sedang tertindas di negara mayoritas muslim
jadi salahnya apa?
biarkan mereka mati tertindas baru paling benar?

myanmar diskrimnasi?
klo etnis rohingya gitu baik
kenapa ga tampung di rumah elu saja?
kenapa malaysia mau kembalikan mereka ke laut?

Quote:


Spoiler for saling memahami dengan sangat baik:


emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anak.soleh.mama dan 7 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh pasti2periode
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Islamophobia kagak ada hubungannya dengan terorisme. Qur'an sudah mencatat dari zaman muhammad sudah ada islamophobia
profile-picture
profile-picture
entop dan putrateratai.7 memberi reputasi
Diubah oleh slider88
Lihat 46 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 46 balasan
Semakin dibenci semakin banyak yg GILA

cek fakta after 11 September emoticon-Mewek

Cemas pple semakin berduyung duyung tergilakan emoticon-Rate 5 Star
profile-picture
profile-picture
areszzjay dan entop memberi reputasi
Ia bener mereka pada PD dengan bilang Uclim masuk Eropa. gak tau mereka ajaran kalian di pelajari di sana dan sekarang mulai di expose. Nasib kalian bakalan mirip Katolik, tragis. Takut nanti muncul pula protestan versi Uclim.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pheeroni dan 3 lainnya memberi reputasi
Analisis: Islamofobia semakin menguat di Eropa
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aloha.duarr dan 8 lainnya memberi reputasi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pheeroni dan 3 lainnya memberi reputasi
Analisis: Islamofobia semakin menguat di Eropa
profile-picture
entop memberi reputasi
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di