CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Bisnis /
[COC BISNIS] KISAH JUALAN ONLINE DI TENGAH PANDEMI COVID-19
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef7572dfacb9554593b1528/coc-bisnis-kisah-jualan-online-di-tengah-pandemi-covid-19

[COC BISNIS] KISAH JUALAN ONLINE DI TENGAH PANDEMI COVID-19

Sebelumnya saya mau berkisah sedikit tentang online shop yang kujalani selama pandemi ini gan, sis.
Semoga saja menjadi inspirasi bagi yang membaca. Nanti juga pasti aku kasih trik dan tips jualan ala-ala vien NH juga di akhir cerita, biar tambah bermanfaat tulisannya. Hehee

Jadi gan, sis. Selama pandemi ini, khususnya mulai di bulan ramadhan kemarin, saya berpikir untuk mencari bisnis yang cocok di bidangku sendiri. Kira-kira apa bisnis yang cocok untuk kujalankan selama pandemi ini. Kalau bisa sih, untuk seterusnya.
Aku sempat mikir beberapa waktu, dengan pertimbangan yang agak sulit.
Iya, memang sulit bagiku. Sulit karena tidak ada modal buat usaha. Punya uang sih, tapi cuma 30.000 saja, jadi bingung mau bisnis usaha apa dengan uang segitu.

Biasanya sih, kalau tahun-tahun kemaren pasti tidak ketelatan uang sama sekali. Ya, walaupun uang dari kerja dari sawah metik cabai merah berhari-hari, tapi aku bangga dengan diri sendiri. Sebab aku masih bisa menikmati jerih payah dan dari kerja keras sendiri. Dalam artian punya uang sendiri, tidak minta ke orang tua. Aku tuh suka malu kalau harus minta uang ke orang tua. Kalau bisa mah, ngasih, tidak meminta.

Memang tahun ini tidak ada pemasukan sama sekali selama corona masuk Indonesia, biasanya kerja di sawah, sekarang yang punya sawah pada nggak nanem cabai karena ada Corona. Bukan takut keluar rumah. Tapi karena takut harga-harga jadi murah terdampak corona, belum lagi beberapa bulan lalu, sawah-sawah di sebagian daerah jember, khususnya jember selatan daerahku yang mayoritas bercocok tanam cabai merah, bulan-bulan lalu terkena banjir sebab hujan sehari semalam, jadi petani-petani yang mulanya sudah nanem, semua tanamannya mati terdampak banjir. Eh, kok malah bahas di sawah sih, aku kan mau bahas tentang jualan ya🙈, maap-maap, ane suka khilaf kalau bicara tentang sawah. Maklum lah, anak orang desa yang suka ke sawah. Heheheee. Nulis aja nyaman banget kalau sudah ke sawah.

Soal bisnis, pikiranku sudah memantapkan diri untuk jualan buku anak, seputar buku-buku Paud, TK, buku cerita fabel, cerita rakyat dan semacamnya yang berhubungan dengan buku anak.

Kenapa harus buku anak? Kenapa nggak buku-buku lain seperti perguruan tinggi, buku-buku Novel, buku-buku lainnya?

Buku-buku seperti itu aku juga jual, bahkan aku juga ikut jualan dari penerbit jember yang banyak buku-buku pendidikan dan perguruan tinggi. Namun, sebagai tambahan aku juga jual buku-buku usia kanak-kanak biar banyak yang mengenal aku sebagai penjual buku, hehee. Terutama biar dikenal orang-orang daerahku. Soalnya di sini jarang banget yang jualan buku anak. Kalau nggak di toko besar pasti tidak ada yang jual.

[COC BISNIS] KISAH JUALAN ONLINE DI TENGAH PANDEMI COVID-19

[COC BISNIS] KISAH JUALAN ONLINE DI TENGAH PANDEMI COVID-19

Sebenarnya ane jualan buku anak itu ada tujuan tersendiri. Seperti yang ane pernah tulis di FB pribadi dulu. Intinya ane jualan buku anak untuk meningkatkan cinta baca kepada anak-anak di usia dini. Biar nggak maen HP terus, jadilah aku berinisiatif jual buku anak. Dan, alhamndulilah usaha itu membuahkan hasil. Alhamndulilah aku puas dengan usahaku ini. Sampai sekaran usahaku masih berjalan, masih melayani pembeli yang mau beli buku-buku anak. Bahkan aku juga menerima pesanan buku, biasanya ada yang memesan, lalu aku carikan.


[COC BISNIS] KISAH JUALAN ONLINE DI TENGAH PANDEMI COVID-19

[COC BISNIS] KISAH JUALAN ONLINE DI TENGAH PANDEMI COVID-19

Dengan buku yang menarik bagi anak, selain itu juga harga murah tapi bukan murahan, pastinya para ibu-ibu juga suka karena harga nggak menguras isi dompet. Dijamin yang kujual semua memuaskan pembeli. Bahkan dari hasil testimoninya pembeli, mereka suka dengan buku-buku yang di pesan. Katanya sih, buku-bukunya pas dengan harganya dan tidak mengecewakan. Alhamndulilah, aku jadi merasa senang. Sudah membahagiakan orang lain lewat jualan buku anak.

Di sini ibuku juga berperan penting sekali gan, sis. Sebab, berkat beliau aku bisa seperti ini. Aku suka diskusi bareng beliau untuk soal harga. Soalnya aku juga takut kalau misal harga yang kupakai takut kemahalan, takutnya nanti malah menjadikan kecewa yang beli. Kan merasa nggak enak hati.

Dan juga, ketika buku sampai di rumah, pasti aku tanya dulu sama ibuk. ”Buk, buku seperti ini enaknya di jual berapa ya, Buk. Harga belinya segini, kalau dijual segini pantas nggak ya?”

Ibukku pasti menanyakan dan melihat soal ketebalan buku dan dalamnya seperti apa, dan juga kertasnya bagus enggaknya. Pasti selalu itu yg dilihat. Dan alhamndulilah selalu cocok dengan harga yang kupikirkan juga. Kalaupun kurang cocok dengan hargaku, pasti beliau bilang. ”Lebih baik untuk buku yang ini harganya diturunin sedikit, soalnya dilihat dari tebal dan kertasnya ini agak tipis, jadi lebih baik diturunin sedikit biar tidak mengecewakan yang beli buku.”

Memang sih, ibuku bukanlah orang yg ahli dalam berjualan. Bahkan nggak pernah jualan. Tetapi, beliau selalu tahu tentang harga-harga yang harus dijual. Beliau melihat dari keadaan buku secara fisik, tebal halamannya berapa, kertas bukunya seperti apa, Berwarna atau enggaknya, dll. Semua dipertimbangkan secara baik oleh ibuku. Jadi menurutku harga yang dikasih sama ibuk itu harga yang pas dan cocok untuk pembeli. Dan alhamndulilah semua berjalan sesuai dengan keinginanku. Ada saja yang membeli dan bilang suka dengan buku-bukunya, dengan seperti inilah aku bisa meningkatkan minat baca dan cinta buku kepada anak. Alhamndulilah juga dengan modal yang ala kadarnya aku bisa melanjutkan bisnis jualan buku ini. Pelanggan selalu ada dan penghasilan buat nambah beli buku juga semakin ada.

Dan inilah tips dan trik saya berjualan.

Ilmu, tips, dan trik berjualan yang menyebabkan banyaknya pelanggan sebetulnya tidak begitu mempengaruhi kalau menurutku.
Cuma soal rezeki yang diberi oleh Allah. Kalau menurutku pribadi seperti itu. Bukan persoalan mengikuti banyak kelas jualan yang berbayar. Tetapi dari diri kita sendiri dan dari rezeki yang diturunkan olehNya. Pernah tau nggak, kata-kata seperti ini

Quote:


Begitu juga dengan rezeki berjualan. Harus ada usaha kalau jualannya ingin di lirik dan dibeli sama orang lain, jualan apapun pasti butuh usaha. Kan nggak mungkin juga tanpa usaha bisnis seseorang bisa sukses. Seperti halnya kalian berdoa kepada Allah minta rezeki lewat jalan apapun, tetapi kalian tidak berusaha mencari peluang usaha. Ya, yang di kasih sama Allah rezeki Anak. Karena setiap malam usahanya tidur sama suami, dengan jalan seperti itulah Allah ngasih rezeki, dikasih anak, malah sebagai harta tak ternilai. Heheee.
Ini serius lho, ane dapat cerita dari temen sendiri seperti itu, minta rezeki di jalan manapun malah dikasih anak, lucu kan ya, hehehee. Tapi itu fakta lho

Untuk trik dan tips yang saya jalani selama ini ada beberapa hal yang saya lakukan. Diantaranya :

Quote:


Apapun itu pasti butuh kekonsistenan. Menulis butuh konsisten, apalagi dalam hal berjualan. Harus bisa konsisten posting tiap hari. Jangan mikir ;
”aku nggak enak sama teman-teman sosmed, masa postinganku jualan terus.” abaikan saja perasaan itu. PD aja, nggak usah merasa nggak enak, akun sosmed kan kita yang punya, jadi ya terserah kita mau dibuat post apa saja. Pokoknya jangan malu selagi postingan positif ya gan, sis. Kalau pingin tidak mengganggu teman sosmed bisa kok, dengan cara buat akun baru khusus untuk jualan. Jadi di akun itu dikhususkan untuk berjualan saja, bukan yang lain.

~> Yang selanjutnya adalah :
Quote:

Berjualan online dan posting dagangan juga perlu waktu juga lho gan, sis. Bukan suka-suka jam berapa saja postingnya.
Kalau daganganmu pengen dilirik dan diminati orang banyak. ya, kamu harus mencari waktu yang tepat untuk menjalankan itu semua. Kalau yang saya pernah pelajari di kelas jualan, seingatku waktu yang bisa menarik pembeli yaitu pada waktu pagi, siang, dan sore. Pokoknya pada jam-jam istirahat. Jamnya entah jam berapa aku kurang tahu, yang jelas 3x sehari dan harus rutin. Kayak minum obat saja ya, gan, sis. Harus 3x sehari. Hehee, tapi memang harus seperti itu sih, harus konsisten tiap hari posting jualan. Yang pasti di saat orang-orang lagi istirahat dan bersantai.
Ada juga kakak-kakakku yang memberi trik jualan juga. Tapi agak horor sih ini waktunya, hehee. katanya sih, kalau posting pada waktu tengah malam, di antara jam 1 sampai jam 3. Katanya kalau pagi banyak yang lihat postingannya dan banyak yang chat. Memang benar, dagangan mereka dalam waktu satu minggu ludes terjual. Ini juga fakta loh gan, sis. Bukan hoak, hehee

~> dan selanjutnya adalah :
Quote:

Seperti yang ane bilang tadi, kalau malu jualan di akun pribadi yang sudah lama di huni, kalian buat saja akun baru khusus jualan. Dan kita juga harus menentukan kira-kira sosmed mana yang cocok untuk berjualan. Apakah di FB, WA, atau Instagram? Buat akun jualan di semua sosmed juga tidak apa-apa kok, malah terkesan baik dan menguntungkan, mau buat di manapun itu terserah. Sebab, semakin banyak akun, semakin banyak pula orang yang melihat jualan kita. Dan pastinya peluang untuk laku semakin besar. Iya ngaak sih? Ya, iya lah pastinya. Hehehe.

~> Selanjutnya yang terakhir adalah :
Quote:



Bertemanlah dengan orang-orang yang sama-sama menyukai produk. Misalnya,
Jual kosmetik, ya harus berteman dengan orang-orang yang suka kosmetik dan yang suka berjualan berbagai macam kosmetik, alat kecantikan, dan sebagainya. Dan jangan lupa gabung di grup-grup facebook jualan yang se tujuan juga. Nanti kita juga bisa post di sana, siapa tau dari posting di grup jadi banyak yang beli.

Jualan buku, ya harus berteman dengan pecinta buku dan para penulis dan juga grup-grup pecinta buku. Jangan lupa posting juga di grup-grup yang sama pecinta buku gan, sis. Nanti kita bisa promo buku-buku yang kita jual di grup-grup jualan buku di FB.


Quote:



Dan buat yang jualan di manapun itu, arahkan saja para pembeli ke WA, ane punya trik tambahan nih buat agan dan terkhusus buat sista-sista yang jualan online.

Bila ada pelanggan baru, arahkan saja ke whattsap, siapa tahu dari komunikasi di WA semakin baik, dan malah deket. Kemungkinan besar akan membeli produk dari kita. Nah, setelah itu jangan putus kontak di situ saja ya kalau bisa, minta izin untuk save nomor, pasti mereka juga bakal save wa kita. Dengan begitu kita menambah perteman di kontak WA sebagai penambahan pembeli untuk produk kita.
Cari pertemanan atau pelanggan melalui saling save WA, setelah itu barulah kita posting tiap hari untuk menarik daya beli ke mereka. Dan jangan saling save saja, tetapi mulailah untuk saling berinteraksi dengan baik, saling balas postingannya. Kalau kita sudah dikenal baik sama seseorang, kemungkinan besar pasti mereka akan membeli produk kita lagi dan lagi. Percaya deh. Hehehee


Kalau untuk di FB, ikuti saja berbagai grup sesuai kebutuhan online shop masing-masing. Dan juga jangan lupa, manfaatin tuh ’market pleace’ yang ada di FB. Jadi kita bisa cari pelanggan di sana juga gan, sis.


Itulah cerita, tips dan trikku di challange kali ini gan, sis. Semoga bermanfaat bagi pembaca.

Quote:




Cukup sekian dariku


Salam Sayang

”Vien NH”

#region Jember
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muselimah dan 3 lainnya memberi reputasi
canggih ya ibunya
profile-picture
vien26 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
salah baca trit orang wkwkwk
profile-picture
vien26 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Buku yang didapat dari penerbit itu beli langsung disana atau jadi reseller tetap gitu?


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di