CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Gaji TKA China yang Bekerja di Indonesia dinilai Lebih Besar dibanding TKL Indonesia
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef3abc9f0bdb231a6781ea0/gaji-tka-china-yang-bekerja-di-indonesia-dinilai-lebih-besar-dibanding-tkl-indonesia

Gaji TKA China yang Bekerja di Indonesia dinilai Lebih Besar dibanding TKL Indonesia

Gaji TKA China yang Bekerja di Indonesia dinilai Lebih Besar dibanding TKL Indonesia
[KASKUSER] Gaji tenaga kerja asing China yang bekerja di Indonesia dinilai lebih besar dibanding tenaga kerja lokal. Konselor Bidang Ekonomi dan Bisnis Kedubes China untuk RI Wang Liping menjelaskan mengapa hal tersebut terjadi.

Menurut Wang, sebetulnya perusahaan China menggaji karyawannya sesuai dengan kompetensi pekerja itu sendiri, dilihat dari kontribusi dan produktivitasnya juga. Dia menegaskan dalam menentukan upah, perusahaan China di Indonesia tidak melihat latar belakang kebangsaan.

Lebih lanjut, Wang menyebutkan masih ada pekerja Indonesia yang sudah menjadi beberapa ahli teknis mendapat gaji jauh lebih besar dibanding pekerja Tiongkok.

"Pertama perusahaan Tiongkok sama seperti semua perusahaan dunia, mereka menaikkan gaji karena kontribusi dan produktivitas pekerja, tidak ada kaitan soal kebangsaan. Ahli teknis Indonesia pun mendapat gaji lebih besar daripada pekerja Tiongkok biasa," ujar Wang dalam video teleconference bersama wartawan, Rabu (24/6/2020).

Wang menjelaskan, di lapangan, pekerja China kebanyakan merupakan pekerja dengan kompetensi tinggi makanya mendapatkan gaji besar. Sementara pekerja lokal, cuma pekerja biasa.

"Pekerja Tiongkok kebanyakan merupakan pekerja terampil dan manajemen teknis, sementara pekerja lokal kebanyakan kurang terampil dan cuma pekerja biasa, maka gaji pekerja Tiongkok lebih tinggi," kata Wang.

Dalam sebuah kesempatan, sebelumnya Wang menyebutkan pekerja China bisa digaji US $30 ribu per tahun di Indonesia. Sementara itu, pekerja lokal cuma digaji 10%-nya.

"Seorang pekerja terampil Tiongkok pada umumnya dibayar US$ 30 ribu per tahun ditambah biaya penerbangan internasional dan akomodasi yang wajib ditanggung oleh perusahaan, sementara itu seorang pekerja lokal Indonesia dibayar 10% dari total biaya pekerja Tiongkok," sambung Wang dalam keterangannya yang diterima media, Selasa (2/6/2020).

Kembali ke Wang, dia meminta pekerja lokal tak perlu khawatir, menurutnya pekerja China akan melakukan transfer tekonologi saat bekerja di sini, sehingga pekerja lokal bisa mendapatkan keterampilan tambahan. Ujungnya, pekerja lokal bisa juga mendapatkan gaji yang besar sesuai kompetensinya.

"Dengan upaya transfer teknologi, pekerja Indonesia akan mendapat keterampilan kuat dan bisa mendapat gaji lebih besar," sebut Wang.

Wang juga mengklaim sebetulnya semua perusahaan China di Indonesia mencoba terlebih dahulu untuk mencari pekerja lokal pada tiap proyek kerja sama. Hanya saja kalau tidak bisa mendapatkan tenaga kerja yang kompetensinya cukup, maka perusahaan akan menarik tenaga kerja langsung dari China.

"Untuk semua proyek kerja sama kedua negara, perusahaan Tiongkok berusaha mempekerjakan pekerja lokal sebanyak mungkin, hanya saja kalau kurang SDM dan tidak bisa memenuhi kebutuhan perusahaan, baru didatangkan pekerja Tiongkok," papar Wang.

Terakhir, Wang mengatakan bahwa pekerja-pekerja China oni juga tidak selamanya kerja di Indonesia. Bahkan kontrak yang diberikan juga cenderung pendek, saat tugasnya selesai mereka akan langsung kembali ke negaranya.

"Lalu pekerja ini jangka pendek dan mengatasi masalah teknis, jangka panjangnya kalau transfer teknologi selesai dan proyek stabil, mereka akan pulang," pungkas Wang.[]

Sumber: gelora
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan 3 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 2
PertamaX diamankan dulu ya gan dan sist emoticon-Cool
"Pertama perusahaan Tiongkok sama seperti semua perusahaan dunia, mereka menaikkan gaji karena kontribusi dan produktivitas pekerja, tidak ada kaitan soal kebangsaan. Ahli teknis Indonesia pun mendapat gaji lebih besar daripada pekerja Tiongkok biasa," ujar Wang dalam video teleconference bersama wartawan, Rabu (24/6/2020).

Wang menjelaskan, di lapangan, pekerja China kebanyakan merupakan pekerja dengan kompetensi tinggi makanya mendapatkan gaji besar. Sementara pekerja lokal, cuma pekerja biasa.

"Pekerja Tiongkok kebanyakan merupakan pekerja terampil dan manajemen teknis, sementara pekerja lokal kebanyakan kurang terampil dan cuma pekerja biasa, maka gaji pekerja Tiongkok lebih tinggi," kata Wang


Pekerja manajemen teknis mau disamain sama pekerja biasa...?

Emang susah kalo sudah iri hati...

emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bacotan.netizen dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh 37sanchi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Iri bilang, drun! emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
37sanchi dan 2 lainnya memberi reputasi
iri
ga mampu
otak ga nyampe
ga cukup skill
komplain.....?
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
Kalo kata arief puyono PKI itu cm isu yg d mainkan kadrun. Makanya jadi goblok gini ngolah info...

Yg bayar cina perusahaan cina, yg rekrut karyawan perusahaan cina, kok jadi orang kita yg ngatur2 gaji perusahaan cina....

Sekalian aja noh d cikarang perusahaan Jepang, Korea dan Amerika d usik2 knp gaji Pribumi yg jd operator pabrik cm 1/ 100 gajinya direktur pabriknya yg orang luar negeri

emoticon-Wakakaemoticon-Wakakaemoticon-Wakaka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
xneakerz dan 4 lainnya memberi reputasi
Kapan orang kita bisa pintar ya, cape tiap hari baca berita ginian mulu, jadi bahan ketawaan yang lain
profile-picture
galuhsuda memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
ente bandingin juga gaji expat indo di luar sama tenaga kerja lokal biasa. otak dibiasakan mikir jd gak jadi samvfah
Quote:



ga usah urusan dgn yg luar negri

yg lokal2 aja


kenalana ane ada yg pemborong atau kontraktor
dan ada yg buka rumah makan dan katering

kalau lagi ada proyek bangun rumah atau ruko, pasti ambil tukang orang2 dari kampung2 dia juga,
mau proyeknya di lain provinsipun, tukangnya diambil dari suku dan kampung sendiri,
ga mau ngambil orang setempat,

bukan karena rasis, tapi karena kalau suku dan orang sendiri, lebih gampang diatur dan berani dimarahin,
marahin suku lain takut jadi masalah besar


yg buka katering dan rumah makan juga sama,
karyawannya diambil dari kampung sendiri,
alasannya juga sama

profile-picture
profile-picture
profile-picture
mizunashi dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
crot ah gelora ah ah 💦💦💦
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jurumudi75 dan 3 lainnya memberi reputasi
Gaji TKA bukannya tergantung perusahaan yg bawa? Dlm hal ini si pemberi kerja. Dan juga ada yg namanya kompetensi si tenaga kerja, dimana klo di daerah blm tentu bisa memenuhi kualifikasi yg dibutuhkan.

Gimana klo cari di kota2 besar di Indonesia? Emang lbh murah dan pasti ada, tapi org2 yg direkrut di kota2 besar ini mau atau gak ke pelosok? Biasanya yg beginian pasti di pelosok, bukan di pinggiran kota emoticon-Big Grin
minta naik gaji klo gitu

Lihat dulu kerjaannya, kompetensinya, dan dedikasinya..... emoticon-Malu


profile-picture
37sanchi memberi reputasi
Diubah oleh qavir
dicari yg bisa basa mandarin
profile-picture
Gohgohda memberi reputasi
yaelah tenaga teknis kok dibandingkan dengan tenaga support, ya gak kuku.
benar-benar otak kadal taruh di selangkangan. masak hal sesepele itu pun nggak tahu?emoticon-Ngakak

gaji tukang sapu dan babu jangan minta disamain dengan teknisi lapangan coy.
boleh minta disamain kalao mereka buka lowongan tukang ngaji, sayangnya mana ada. dikata perusahaan tahyul?emoticon-Wkwkwk

kadal oh kadal.
Ngapain coba kerja ikut investor cina kalau gaji kecil, kadrun mending jadi ustad lu drun, tolol, terkenal dan duit ada buat jualan ayat mayat dan surga
emoticon-Ngakak
profile-picture
37sanchi memberi reputasi
sokoorrrrrr....jadi babu dirumah sendiri ya begitu
Gaji pekerja luar negeri dari dulu emang lebih gede dari pekerja lokal kok.... Mau india kek, jepang kek, korea kek begitu juga china...
Nasib mental babu banyak bacot goblokk lagi dari taun 45 cuman bisa rasis, kalau kita maju harusnya kita yang jadi majikan di menlen sana bukan jadi babu di negeri sendiri. emoticon-Travelleremoticon-Travelleremoticon-Traveller
gile.... semua diungkit terus, untuk menimbulkan KEBANCIAN eehh KEBENCIAN.

itu yang datang/kerja orang, bukan malaikat yang tanpa dosa!
gw kalo tugas kedaerah tetep ngikut gaji asal kantor gw.
kalo bawa pekerja dr kantor, digaji UMR domisili kantor. besarnya bisa 2x UMR daerah walopun jobdesc sama

kalo ngerekrut pekerja daerah baru dikasi UMR standar situ

bukannya ini praktek umum yak? emoticon-Shakehand2
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di