CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
Lindungi Perdagangan AS, Donald Trump Tunda Beri Sanksi Pejabat Tiongkok Soal Uighur
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef1cb4510d2955d2c50fa8f/lindungi-perdagangan-as-donald-trump-tunda-beri-sanksi-pejabat-tiongkok-soal-uighur

Lindungi Perdagangan AS, Donald Trump Tunda Beri Sanksi Pejabat Tiongkok Soal Uighur

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menunda untuk menjatuhkan sanksi yang lebih keras kepada pejabat Tiongkok yang dituduh melakukan tindakan kekerasan terhadap minoritas Muslim Uighur di Tiongkok.

Adapun alasan Donald Trump menunda menjatuhkan sanksi karena khawatir tindakan tersebut akan mengganggu negosiasi perdagangan dengan Beijing.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden AS ke-45 itu dalam kesempatan wawancara yang diterbitkan pada Minggu, 21 Juni 2020.

Baca Juga: Pertama Kali, AS Akan Luncurkan Wisatawan ke Ruang Angkasa dengan 'Spaceship Neptunus' Tahun 2024

"Ya, kami berada di tengah-tengah kesepakatan perdagangan besar senilai 250 miliar dolar," ucap Donald Trump dilansir dari Al Jazeera oleh Pikiranrakyat-Bekasi.com.

Jawaban Donald Trump tersebut dilontarkan ketika ditanya mengapa dirinya tidak memberlakukan sanksi keuangan terhadap pejabat Partai Komunis Tiongkok terkait penindasan di wilayah Xinjiang.

Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan bahwa lebih dari satu juta Muslim telah ditahan di kamp-kamp di sana. Kementerian Luar Negeri AS menuduh Tiongkok menangkap serta menyiksa warga keturunan Muslim.

Akan tetapi pihak Tiongkok membantah tuduhan penganiayaan dan mengatakan kamp-kamp itu menyediakan pelatihan kejuruan dan membantu untuk memerangi ekstremisme.
Para pejabat AS sebelumnya mengatakan bahwa sejak akhir tahun 2018 pihaknya telah mempertimbangkan sanksi tehadap para pejabat Tiongkok atas kejadian di Xinjiang. Tetapi menahan diri karena pertimbangan perdagangan dan diplomatik.

Di bawah kesepakatan perdagangan Fase satu yang dinegosiasikan pada 2019 yang mulai berlaku pada Februari, Tiongkok telah menyetujui untuk membeli setidaknya 200 miliar dolar AS dalam bentuk barang dan jasa tambahan AS selama dua tahun.

Sementara itu, belum lama ini mantan Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton dalam sebuah buku menuduh bahwa Donald Trump meminta bantuan kepada Presiden Tiongkok Xi Jinping untuk memenangkan pemilihan kembali selama pertemuan pada tahun 2019 dengan melakukan pembelian pertanian.

Selain itu, dalam buku John Bolton juga, mengatakan bahwa Donald Trump mendorong Xi Jinping untuk terus membangun kamp di Xinjiang.

Baca Juga: PPDB Jabar 2020 Tingkat SMA Tahap 1 Resmi Diumumkan, Kadisdik: Tenang, Kuota Belum Terpenuhi Semua

Sementara pada hari yang sama, Donald Trump menandatangani RUU yang bertujuan untuk menghukum Tiongkok karena pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap penduduk Muslim Uighur.

Dalam sebuah kutipan dari bukunya yang akan diterbitkan oleh The Wall Street Journal, John Bolton menulis bahwa Donald Trump membahas kamp-kamp penahanan yang dibangun oleh Pemerintah Tiongkok untuk Uighur di Tiongkok barat selama makan malam di G20 pada tahun 2019.

Dengan tegas, Donald Trump membantah atas tuduhan yang dilontarkan oleh John Bolton.

AS sejak tahun 2019 telah memberlakukan pembatasan impor pada beberapa perusahaan Tiongkok dan larangan visa pada pejabat Tiongkok yang tidak disebutkan namanya yang terkait dengan Xinjiang, tetapi belum memberlakukan sanksi keuangan yang lebih keras.***

https://bekasi.pikiran-rakyat.com/in...-uighur?page=2
presiden amerika donald trump memang idiot

]orang pintar terpelajar tahu
bahwa mayoritas muslim di china adalah hui bukan uighur

china cuma basmi radikalisme uighur

arab saudi & negara2 muslim di timur tengah saja mendukung china soal uighur
https://news.detik.com/kolom/d-48288...-bersama-china
https://nasional.republika.co.id/ber...na-soal-uighur
dll

37 negara yang dukung China
1 Aljazair
2. Angola
3. Belarus
4. Burkina Faso
5. Burundi
6. Komoro
7. Republik Kongo
8. Republik Demokratik Kongo
9. Kuba
10. Korea Utara
11. Eritrea
12. Gabon
13. Laos
14. Myanmar
15. Nigeria
16. Filipina
17. Rusia
18. Somalia
19. Sudan Selatan
20. Suriah
21. Tajikistan
22. Venezuela
23. Zimbabwe
24. Arab Saudi
25. Pakistan
26. Mesir
27. Togo
28. Kamboja
29. Oman
30. Qatar
31. Uni Emirat Arab
32. Bahrain
33. Sudan
34. Turkmenistan
35. Kuwait
36. Kamerun
37. Bolivia.
https://www.kiblat.net/2019/07/15/37...ini-daftarnya/
vote bunker b1tch out in nopember,,..
profile-picture
Akong.Jiugui memberi reputasi
Jangan mau beli barang buatan AS, mahal lagi. Kecuali baramgnya kaga bisa di subtitusi gpp.
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Emang efek ke pejabat mengleng paok yg disanksi AS apa?

kan pejabat mengleng? emang AS mau menyita asset pejabat mengleng?

kan assetnya di mengleng kan? (bukan di AS)
profile-picture
diamondchest memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Kenapa AS ngk sanksi aja polisi pembunuh Nigga


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di