CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
Fakta: Komunis Tiongkok Membantu Perjuangan Palestina
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef1de8588b3cb42a40bd6b1/fakta-komunis-tiongkok-membantu-perjuangan-palestina

Fakta: Komunis Tiongkok Membantu Perjuangan Palestina

Fakta: Komunis Tiongkok Membantu Perjuangan Palestina

Fakta: Komunis Tiongkok Membantu Perjuangan Palestina

Permulaan 1980-an, tentara Israel gencar-gencarnya menyergap pos komando Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di selatan Lebanon. Mereka mendapati sejumlah dokumen terkait rencana-rencana operasi militer.

Nah, diantara surat dan dokumen itu korespondensi antara PLO dengan Jerman Timur, Yoguslavia, Vietnam, Pakistan, India, Korea Utara, dan Tiongkok. Isinya: soal pelatihan militer.

Terselip diantara surat-surat itu adalah dukumen tiga halaman berisi tutorial menangani dan membuat bahan peledak. Ada juga, dalam bahasa Mandarin, menjelaskan cara membangun tambang sederhana bermodalkan kawat berduri, semen, mesiu, dan material lainnya.
Jadi, surat-surat dan dokumen yang ditemukan di Lebanon itu hanya satu dari banyak kiriman komunis Tiongkok untuk PLO. Surat dan dokumen itu rata-rata berkalender 1960-an.
Surat-surat tersebut, yang berhasil didapatkan oleh Haarezt, media progressif di Israel, menunjukkan dukungan komunis Tiongkok untuk kemerdekaan Palestina.

Jadi, tak lama setelah pembentukan Republik Rakyat Tiongkok tahun 1949, posisi Beijing adalah mengakui (beberapa sumber menyebut hanya pengakuan de-jure) Negara Israel. Namun, sejak 1960, pemerintahan komunis Tiongkok berkawan akrab dengan Palestina. Bagi Beijing, perjuangan Palestina merupakan bagian dari lensa besar perjuangan melawan imperialisme.

Di tahun 1960-an dan awal 1970-an, Tiongkok menyuplai senjata kepada sejumlah kelompok gerilya di Palestina secara cuma-cuma alias gratis. Hitungan dinas intelijen Israel, jika diuangkan, jumlah senjata yang dikirimkan Tiongkok ke Israel antara 1965-1979 mencapai 5 juta dollars—kalau sekarang, disesuaikan dengan inflasi, nilainya mencapai 33 juta dollars. Mulai dari senapan, granat tangan, mesiu, ranjau, dan bahan peledak lainnya.

Awalnya, Tiongkok mengirimkan senapan bekas buatan Uni Soviet. Namun, pada 1967, Tiongkok mulai mengirimkan senjata buatan sendiri.

Fakta: Komunis Tiongkok Membantu Perjuangan Palestina

Dokumen berisi manual cara membuat bahan peledak, dengan bahasa Mandarin, yang ditemukan di markas/pusat komando Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), di awal 1980-an, oleh tentara Israel.

Selain menyuplai senjata, komunis Tiongkok juga memberi pelatihan militer kepada gerilyawan PLO.Tak berhenti di situ, komunis Tiongkok juga jadi inspirasi ideologis bagi PLO.
Sebuah surat yang ditemukan Haarezt, tertanggal 26 Maret tanpa tahun, berisi permintaan kepada 4 unit PLO untuk mengirimkan 4 perwira mereka untuk belajar di Tiongkok. Tampaknya, para perwira itu dididik di Akademi Militer Nanjing.

Meskipun jumlah perwira PLO yang pernah mendapat pelatihan itu tidak melebihi selusin, tetapi ini hanya awal dari tahun-tahun keakraban Tiongkok dan Palestina.
Sekutu Perang Dingin

Tahun 1970, Yasser Arafat, pemimpin PLO, pernah dikutip oleh sebuah ulasan di Peking Review. Dia bilang, “Tiongkok berpengaruh besar dalam mendukung revolusi kami dan melatiha kesabaran revolusioner.”

Antara 1964 sampai 2001, setidaknya ada 14 kali kunjungan resmi oleh pemimpin Palestina. Di tahun 1980-an, rumah-rumah orang di Tiongkok akrab dengan gambar Yasser Arafat di televise mereka. Ketika Arafat turun dari pesawat mengenakan seragam militer dan penutup kepala Kaffiyeh.

“Suplai senjata ini semacam bahasa pesan Tiongkok ke Palestina, kalau mereka mendukung perjuangnya,” kata Professor Yitzhak Shichor, pengajar studi Asia di Hebrew University, kepada Haaretz.


Menurutnya, PLO sebetulnya tidak begitu menggunakan senjata-senjata itu. Namun, meski tidak banyak terpakai, tetapi pasokan senjata dari Tiongkok melebih kebutuhan Palestina.
Kabarnya, beberapa buku petunjuk dari Tiongkok, yang berisi petunjuk-petunjuk soal rakit-merakit bahan peledak, dilengkapi dengan kolom kosong yang wajib diisi untuk memberi tahu apakah manual itu berguna atau tidak. Sayangnya, kotak kosong itu tidak pernah terisi.  

Prof Meron Medzini, pengajar dari Studi Asia di Hebrew University, berpendapat, segala bantuan dari Tiongkok itu tak lebih dari sekedar penyataan politik. Menurutnya, Tiongkok punya kepentingan yang lebih besar dari sekedar menyuplai senjata.

Tetapi, sejarawan Lillian Craig Harris punya pendapat berbeda. Dalam ulasannya di jurnal Studi Palestina tahun 1977, dia bilang, “tanpa bantuan itu (Tiongkok), PLO tidak akan menjadi kekuatan politik sekuat hari ini.”

Penulis buku China Considers the Middle Easti justru berpendapat, segala bantuan dari Tiongkok merupakan poin sejarah yang sering dilupakan. Padahal, berbeda dengan negara komunis lain seperti Uni Soviet, Tiongkok konsisten membantu Palestina dan benar-benar punya saham dalam revolusi di negeri timur tengah itu.

Tak hanya itu, demi menunjukkan dukungan ke Palestina, rakyat Tiongkok juga menggelar demonstrasi besar di kota Beijing. Itu terjadi pada 15 Mei 1951, rakyat Tiongkok menggelar aksi solidaritas untuk Palestina untuk pertama kalinya. Aksi serupa terus digelar hingga 1971.

Tiongkok menjadi negara non-Arab pertama yang menjalin hubungan dengan PLO sejak pendiriannya 1964. Salah satu pimpinan PLO, Ahmad Shukeiri, juga menjadi delegasi Palestina pertama yang mengunjungi Tiongkok pada Maret 1965.

Melalui perjanjian itu, PLO memastikan dukungan Beijing untuk mendukung perjuangan Palestina, dengan “segala macam cara”. Tak lama setelah kunjungan, Shukeiri menyampaikan misi PLO ke Beijing, yaitu untuk dukungan senjata dan pelatihan militer.


Dukungan itu membuat Israel berang. Israel kemudian menggandeng Taiwan, musuh Republik Rakyat Tiongkok (RRT), di panggung Perserikatan Bangsa-Bangsa. Manuver itu sekaligus pesan: Israel tak terima dukungan Tiongkok untuk PLO.

Tak lama setelah kunjungan PLO itu, Tiongkok mulai memasok senjata ke Palestina. Mereka masuk lewat pelabuhan Irak, lalu dikirim via Suriah untuk orang-orang Palestina di Lebanon dan Yordania. Namun, negara-negara Arab ini kurang sreg dengan aksi Tiongkok itu—mungkin takut dimarahi Uni Soviet (seteru ideologi Tiongkok saat itu), sehingga terjadi penyitaan kapal-kapal Tiongkok.

Seperti satu kejadian di 1970, satu kapal Tiongkok yang bermuatan penuh amunisi disita oleh pasukan Suriah di Latakia.

Mengekspor Maoisme ke Timur Tengah
Di akhir 1960-an, perhatian Tiongkok terhadap Palestina merupakan yang paling mencolok disamping negara-negara Arab.

Tiongkok memang rajin menyokong perjuangan pembebasan nasional di berbagai tempat, agar menjadi semacam Front Strategis Anti-Imperialisme. Ada banyak partai komunis yang dipengaruhi oleh pemikiran Mao Tse Tung, seperti di Malaya, Vietnam, India, dan Khmer Merah di Kamboja.

“Bantuan (Tiongkok) ke Palestina punya implikasi ke seluruh Timur Tengah dan seluruh negara Arab,” kata Professor Yitzhak Shichor.

Tiongkok menganggap Timur Tengah sebagai palagan penting untuk melawan imperialisme. Tiongkok melihat konflik Israel-Palestina sebagai bagian dari konflik negara-negara imperialis dengan kekuatan lain untuk menanamkan pengaruh di kawasan itu.

Karena itu, menurut Prof Shichor, dengan menyokong perjuangan Palestina, sementara sentimen Pan-Arabisme sedang menyapu seluruh Timur Tengah dan dunia Islam kala itu, Tiongkok akan mendapat sambutan positif.

Fakta: Komunis Tiongkok Membantu Perjuangan Palestina
Surat PLO ke pihak Republik Rakyat Tiongkok (RRT) perihal permohonan bantuan pelatihan militer bagi kombatan-kombatan Palestina.

Ketua Mao juga mendapat kesempatan mempopulerkan ajarannya ke tempat lain, termasuk Timur Tengah. Tentu saja, Palestina dianggap sebagai titik pijak awal untuk mempromosikan ideologi revolusioner Maoisme.

Bulan Maret 1965, Mao berpesan ke delegasi PLO. “Imperialis takut pada Tiongkok dan Arab. Israel dan Taiwan adalah basis imperialisme di Asia,” kata Mao.

“Negara Bung (Palestina) menjadi gerbang depan sebuah benua besar, sedangkan kami di belakang. Mereka menciptakan Israel untuk negara Bung, sedangkan Taiwan untuk kami,” tambahnya.


Tiongkok mendekati PLO tak hanya sebagai sumber dukungan, tetapi sekaligus sebagai sekutu dalam melawan imperialisme.

Di puncak konflik Sino-Soviet (konflik antara komunis Tiongkok versus komunis Uni Soviet di bawah Nikita Khrushchev) di tahun 1960-an, Tiongkok merasa diisolasi oleh AS dan Uni Soviet, yang mana dua-duanya mendukung Israel. Tiongkok kemudian berpaling ke dunia ketiga. Karena itu, mendukung perjuangan Palestina merupakan cara mengimbangi Uni Soviet di Timur Tengah.
Namun, biaya yang dikeluarkan Tiongkok untuk menyuplai senjata dan berbagai dukungannya ke Palestina tidak sebanding dengan apa yang mereka dapatkan: baik dukungan regional dan dunia maupun penyebaran ideologi Maoisme.

“Bagi Tiongkok, ini kesempatan yang baik untuk sejumlah hal: meluaskan sentimen anti-Amerika, anti-imperialis, dan anti-Israel, mengekspor revolusi, dan mengimbangi Uni Soviet,” terang Prof Meron Medzini.

Buku-buku Mao, seperti Persoalan Strategi dalam Perang Revolusioner di TiongkokPersoalan Strategi dalam Perang Gerilya Melawan Jepang, dan kumpulan Kutipan dan Pidato Ketua Mao (Buku Merah), menjadi bacaan rekomendasi bagi Fatah, salah satu faksi terkuat di tubuh PLO.

Melalui buku-buku itu, mereka mempelajari revolusi Tiongkok lebih dekat. Disamping mempelajari revolusi Vietnam dan Kuba.

Setelah Israel mengalahkan Negara-Negara Arab dalam Perang Enam Hari, ideologi Palestina mulai menjauh dari Pan-Arabisme dan makin dekat dekat Wataniya (cita-cita satu Negara Arab).
Bersamaan dengan itu, gagasan perjuangan bersenjata, terutama lewat perang gerilya, menjadi pilar utama faksi Fatah dalam mendefenisikan perjuangannya.

Segera setelah perang berakhir di 1967, Fatah menyadari menjadi perhatian besar Tiongkok. Saat itu, Tiongkok menganggap pendudukan Israel di Tepi Barat sebagai saat yang tepat untuk mengobarkan perjuangan bersenjata.


“Di beberapa kesempatan, Tiongkok mengingatkan orang Palestina, bahwa Uni Soviet mendukung berdirinya Negara Israel,” kata Prof Medzini. 
Fakta: Komunis Tiongkok Membantu Perjuangan Palestina
Daftar perwira PLO yang pernah mendapat pelatihan militer dari sejumlah Negara, termasuk RRT.

Fakta: Komunis Tiongkok Membantu Perjuangan Palestina
Fakta: Komunis Tiongkok Membantu Perjuangan Palestina


Partai Komunis di Palestina masih eksis hingga sekarang

Kalau dulu Palestina ga ada bekingan sudah lenyap dari peta, dicaplok Israel

Kadrun dimari malah pro Mamarica cs yg doyan bombardir Timteng termasuk Palestina


profile-picture
profile-picture
profile-picture
tepsuzot dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh therminust
Sesama laknat bagi alam semesta memang harus saling membantu.

Kuminis + Slemot = KLOP
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tepsuzot dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh akun.internet
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
luar biasa
profile-picture
comrade.frias memberi reputasi
Lihat 21 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 21 balasan
drun,, baca tuch,, drun,,..
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
China itu anggota GNB, khan aktif memperjuangkan kemerdekaan negara2 yg dijajah
sepi dari fans HTI nich berita, gak seru ah gak ada adu bacotnya emoticon-Traveller
ts tidak tau kalo fakta seperti ini tidak akan mempan buat orang yg merasa paling benar
trust me, ane sudah coba sendiri, mbulet aja jawaban mereka ato bahkan mereka tidak pecaya

emoticon-Bingung
profile-picture
free_use memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
astagfirullahemoticon-Mad
klo babu pkc bilang amerika kacungnya israel ....

kita bisa bilang mengland kacungnya palestinja

emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
drunkard88.cn dan 2 lainnya memberi reputasi
cilaka duwa belas lah, penjilat bool trump pig, terguncang imannya,
saudara semuslim palestina tolong dibantu ya drun
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Jesus Was Not a White Conservative; Jesus Was a Jewish Palestinian

pencucian otak white supremacy jesus
]itulah yg bikin orang jadi radikal paok pikir jesus adalah bule barat kulit putih
kenyataanya jesus itu org timur tengah bukan bule barat kulit putih
Diubah oleh ex.pasienRSJ
tees klonengan ahyan arie tampubolon kah?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
drunkard88.cn dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Ciye simpatisan PKC BPLN ternyata....

emoticon-Ngakak

Bela China cuma modus nih ye buat menutupi keyakinan aslinya

emoticon-Wkwkwk
profile-picture
Lockdown666 memberi reputasi
good

kilapak untuk chinese
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tepsuzot dan 2 lainnya memberi reputasi
pantesan Arie Tampubolon rela jadi kacung PKC ternyata PKC mainland telah membantu sodara seimannya Arie Tampubolon di Palestina emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S) emoticon-Najis (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tepsuzot dan 4 lainnya memberi reputasi
roots of evil ga jauh dari akarnya emoticon-Big Grin

The Jewish Origins of Communism

emoticon-Imlek
profile-picture
tepsuzot memberi reputasi
Komunis Tiongkok: Rakyat Palestina Adalah Saudara Kami

jpnn.com, NEW YORK - Pemerintah Tiongkok menegaskan komitmennya terhadap pemulihan hak-hak nasional warga Palestina dalam forum Majelis Umum PBB, Selasa (3/12). Bagi negara komunis itu, rakyat Palestina adalah saudara dan mitra abadi.

"Tiongkok merupakan sahabat yang baik dan tulus, mitra juga saudara bagi rakyat Palestina," kata Perwakilan Tetap Tiongkok untuk PBB Zhang Jun.

Zhang mengatakan Tiongkok merupakan pendukung setia perdamaian Palestina-Israel. Bagi Beijing, menemukan resolusi komprehensif dan adil bagi permasalahan tersebut merupakan tanggung jawab bersama masyakarat internasional.

Dia menambahkan bahwa Tiongkok mendukung penyelesaian politik terkait isu Palestina melalui negosiasi, dan mengapresiasi mediasi aktif oleh PBB, Mesir dan pihak-pihak lainnya dalam mendorong kesepakatan gencatan senjata.

Utusan Tiongkok tersebut juga menyerukan agar semua pihak tetap tenang dan menahan diri guna mencegah konfrontasi dan konflik menjadi kian meruncing, serta menjaga komitmen untuk membangun kembali dan mengonsolidasikan rasa saling percaya. "Sehingga kondisi menguntungkan dapat tercipta untuk memulai kembali perundingan damai antara Palestina dan Israel," tutup dia. (Xinhua/ant/dil/jpnn)
Tiongkok: Kemerdekaan Palestina Tidak Boleh Diperdagangkan

jpnn.com, NEW YORK - Utusan Republik Rakyat Tiongkok untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan diakhirinya retorika dan aksi tidak bertanggung jawab yang dapat menambah pelik konflik Palestina-Israel. "Penting sekali untuk menghentikan seluruh retorika dan aksi yang bertentangan dengan resolusi PBB dan konsensus internasional yang terkait, serta mematuhi tujuan keseluruhan solusi dua negara," kata Perwakilan Tetap Tiongkok untuk PBB Zhang Jun, Kamis (21/11). Zhang menegaskan sikap pemerintah Tiongkok mendukung penuh solusi dua negara di Israel-Palestina. Dia berharap negara-negara lain memiliki komitmen yang sama terhadap perdamaian di wilayah tersebut.

"Tak ada yang boleh mundur dari hal ini, bahkan meski hanya separuh langkah. Mendirikan negara independen adalah hak nasional bangsa Palestina yang tak dapat dicabut. Ini bukan sesuatu yang bisa diperdagangkan," ucap dia.

Lebih lanjut Zhang mengatakan, Resolusi Dewan Keamanan PBB 2334 dengan jelas menyatakan bahwa kegiatan pemukiman di wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, bertentangan dengan undang-undang internasional. Menghadapi situasi Palestina-Israel yang sangat buruk, semua pihak perlu menahan diri dari retorika tidak bertanggung jawab, mencegah meningkatnya ketegangan dan konfrontasi, serta berhenti menambah kepelikan baru dalam isu Palestina.

"Pihak-pihak terkait perlu segera menghentikan seluruh kegiatan pemukiman di wilayah Palestina yang diduduki, serta penghancuran rumah-rumah dan bangunan milik rakyat Palestina," imbuh Zhang. Tiongkok sangat prihatin dengan turbulensi yang berkepanjangan dalam situasi Palestina-Israel. Belum lama ini aksi militer meningkat, yang menimbulkan banyak korban dari warga sipil. Kegiatan pemukiman pun terus berlanjut, bahkan ada retorika yang membenarkan kegiatan tersebut.

.Dia menyerukan penyelesaian konflik secara politis dan diplomatis, serta mengecam tindakan yang dapat menambah ketegangan. Tiongkok mengimbau pihak-pihak terkait agar tetap tenang, menahan diri, dan tetap berkomitmen untuk membangun keyakinan demi menciptakan kondisi yang sehat untuk dimulainya kembali dialog damai. (Xinhua/ant/dil/jpnn)

soal ketulusan apakah mereka benar" tulus? ane pikir mah krn mereka py musuh yg sama. setidaknya itu alasan utama, krn china sendiri ga mungkin tarung sendirian

jangan lupa, AS dulu yg memperlemah Jepang dng embargo ketika China dijajah. jikalah dikatakan tidak tulus ya sama saja dng komunis dan palestina... mungkin di pelaku lapangan masih ada yg tulis, tapi elit elitnya jg tau, koalisi seperti ini ga akan abadi
syukron ya koh...
Quote:



Dari dulu hingga sekarang China tulus & konsisten bela Palestina lah

Presiden China tolak rencana Israel caplok Tepi Barat





GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di