CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Bisnis /
[COC Bisnis]Jualan Sepi Saat Pandemi? Intip Tips Jualan Laris Modal FB Organik, Sini!
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ee9bb5788b3cb51fb63585d/coc-bisnisjualan-sepi-saat-pandemi-intip-tips-jualan-laris-modal-fb-organik-sini

[COC Bisnis]Jualan Sepi Saat Pandemi? Intip Tips Jualan Laris Modal FB Organik, Sini!

"9 dari 10 pintu rezeki ada di perniagaan"

[COC Bisnis]Jualan Sepi Saat Pandemi? Intip Tips Jualan Laris Modal FB Organik, Sini!

Nampaknya hadits yang populer, terutama di kalangan pengusaha tersebut tidak berlebihan. Jika kita perhatikan kebanyakan orang sukses secara materi di dunia ini adalah mereka yang disebut pengusaha atau yang berkecimpung dalam bisnis/dagang/niaga/apapun itu sebutannya.

Ya, setidaknya itu memberi kita inspirasi untuk mempertahankan atau memulai usaha, dalam jenis usaha apapun.

Semua butuh proses. Misalnya, seorang pengusaha tidak harus langsung menjadi owner sebuah brand produk, tetapi bisa dimulai dengan menjadi distributor atau mendistribusikan produk dari supplier atau vendor ke konsumen. Bisa juga menjadi agen, mendistribusikan produk dari distributor ke konsumen. Atau menjadi reseller maupun dropshipper yang mendistribusikan produk dari agen kepada konsumen.

Quote:


Semua sama-sama disebut pengusaha. Meski tidak memproduksi sendiri, tetapi terlibat langsung dalam penjualan dan mendapat keuntungan.

Sedikit cerita, sekitar 3 tahun yang lalu ane mulai menyeriusi yang namanya usaha atau bisnis. Lebih tepatnya, menjadi reseller, atau tidak memproduksi sendiri, melainkan menjual produk dari distributor.

Berbagai macam produk sudah pernah ane jual, misalnya pakaian, obat herbal, makanan, skincare perawatan kecantikan, hingga buku. Namun, semuanya tidak membuahkan hasil. Malah modal yang sudah ane keluarkan, cenderung tidak kembali. Boncos alias merugi.

Untuk menjualnya sendiri, 100% ane menggunakan media online, yakni facebook.

Jadi sebelum ada pandemi, ane jualannya sudah modal media online doang.

Sebagai pebisnis pemula, ane rajin posting produk di facebook sebagai bentuk promosi, eh, tetapi malah sedikit banget yang beli.

Karena ane orangnya gampang bosan, akhirnya memilih lepas sesuatu yang tidak bisa diharapkan lagi itu emoticon-Big Grin

Namun, ane bukannya putus asa. Ane sering-sering scrolling medsos, ikut grup-grup bisnis, hingga ketemu dengan bisnis yang akhirnya ane geluti sampai sekarang.

Bisnis yang ane geluti sekarang, tidak ribet, nyaris tanpa resiko, dan bisa dikerjakan di manapun, termasuk sambil rebahan atau jongkokan di toilet sekalipun🙊.

Terbilang mudah, banyak dibutuhkan orang, murah (modal nyaris 0 rupiah) dengan keuntungan lumayan yahud, dan tidak terpengaruh oleh pandemi corona yang terjadi.

Bahkan, di masa pandemi corona sekarang, penjualannya cenderung meningkat.

Bisnis apakah itu?

Jeng ... Jeng .... emoticon-Big Grin

Yup, jualan produk digital, berupa eCourse dan jasa pembuatan Landing Page.

eCourse yang ane jual, segala macam ilmu tentang bisnis online. Misalnya Kelas FB Hacking, Copywriting Next Level, Mentoring Sales Funnel, Menuju 1 M dengan Tim Penjualan, WA Master Closing, dan lain-lain.

Quote:


Selain itu, ane juga bekerja sama dengan rekan ane, jual jasa pembuatan Landing Page atau halaman penjualan semacam website pribadi, tetapi lebih simple. Biasanya untuk kepentingan branding klien, untuk mengumpulkan pasar dalam satu tempat, atau memaparkan detail produk dalam satu media.

Jadi, produk-produk yang ane pasarkan untuk memudahkan bisnis para penjual online semua. Hehe.

Quote:


Target market atau pasar ane siapa? Tentu mereka yang berbisnis online, atau mereka yang main MLM, yang jelas mereka yang jualannya secara online (apapun produknya).

Nah, di masa pandemi corona beberapa waktu belakangan, banyak orang di-PHK, atau yang awalnya jualan offline mulai beralih ke online, tetapi mereka tidak tahu ilmu jualan online, akhirnya mengalami nasib sama seperti yang pernah ane alami saat masa-masa awal jualan online dulu (ceritanya di atas tadi. Hehe).

Mungkin sebab itu akhirnya banyak yang mulai sadar butuh belajar ilmu bisnis online, apalagi produk ane harganya sangat terjangkau, sehingga dampaknya bagi ane, produk digital ane nyaris tidak terpengaruh oleh teror corona, bahkan cenderung naik penjualannya. Alhamdulillah emoticon-Malu (S)

Quote:


Karena produknya digital, otomatis media yang digunakan pun berupa media online.

Media apa yang ane gunakan?

Yup, facebook!

Media online terbesar, yang potensial (terutama untuk jualan) saat ini dan kemungkinan seterusnya, kalau tidak instagram, ya, facebook.

Ini berdasarkan data NapoleonCat yang dikumpulkan oleh CupoNation, total pengguna Facebook pada awal 2019 di Indonesia mencapai 120 juta atau 44,94% dari total populasi. Sementara jumlah pengguna Instagram-nya mencapai 56 juta atau 20,97% dari total populasi.

Menjadikan Indonesia sebagai negara terbanyak ke-4 jumlah total pengguna FB dan IG-nya. (Referensi Data)

Dan tentu jumlah pengguna FB serta IG akan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Wow. Mereka semua adalah pasar untuk produk kita, lho, GanSis emoticon-Big Grin

Mengapa facebook?

Kalau di instagram, ane masih belum terlalu menyeriusi. Lebih banyak main facebook-nya. Ane megang 3 akun facebook sekaligus dan semuanya untuk kepentingan jualan.

Lagipula, pasar ane banyak yang ngumpulnya masih di facebook.

GanSis pun sebenarnya bisa memanfaatkan facebook untuk jualan dengan maksimal.

Tidak harus berupa produk digital. Produk apapun, ane yakin sebenarnya bisa saja laris. Sebab setiap produk itu pasti ada marketnya masing-masing (ya, meski di masa pandemi, emang baiknya jualan produk yang emang benar-benar dibutuhkan, sih. Macam handsanitizer, suplemen kesehatan atau vitamin, dan lain-lain).

Hanya saja, jualan online bisa gak laris, karena kadang belum tahu polanya.

Jualan di facebook sendiri ada dua macam cara; pertama memanfaatkan facebook ads atau berbayar, dan yang kedua hanya modal facebook organik atau gratisan doang.

Sayangnya, dari testimoni teman ane yang jualan di facebook ads atau yang berbayar, masih tidak memberi jaminan jualan tidak sepi. Akhirnya, ujung-ujungnya boncos (rugi) lagi.

Nah, kalau FB Ads yang berbayar aja masih bisa boncos, mending memanfaatkan FB Organik aja, kan? Kalau pakai gratisan bisa menghasilkan, mengapa pilih yang berbayar? Hehe.


Untuk itu, kali ini ane ingin berbagi sedikit tips/langkah sederhana bagaimana cara jualan apapun dengan media facebook organik bisa closing berkali-kali, yang selama ini ane gunakan.

Berikut tips/langkahnya:

1. Pisahkan akun jualan dengan akun pribadi

Ini buat yang personal branding-nya belum terbangun, baiknya pisahkan antara akun pribadi dan akun jualan. Terlebih jika produknya lebih dari satu jenis.


2. Isi friendlist khusus target market

Misalnya jualannya obat, berarti target marketnya orang yang sakit atau orang yang peduli terhadap kesehatan.

Jadi, isi 5000 kuota friendlist dengan target market sesuai produk saja.

Di bagian ini memang cukup melelahkan karena kita musti memetakan akun (sudah macam sensus penduduk saja. Hehe), tetapi sangat menentukan jualan ke depannya.


3. Sering-sering interaksi

Apakah facebook diciptakan untuk jualan?

Jawabannya adalah, tidak. Yang buat jualan itu, ya, marketplace. Orang buka marketplace pasti tujuannya mau belanja atau lihat produk. Kalau buka facebook? Biasanya, sih, cuma buat senang-senang atau hiburan. Malah jika ada konten promosi di beranda facebook, pasti-lah lekas-lekas di-skip. Kalau ane, sih. Hehe.

Jadi, facebook aslinya adalah media sosial, media untuk bersosialisasi. Senang-senang, main-main. Ngilangin jenuh, blablabla.

Orang main facebook bukan mau belanja, sebagian besar adalah mencari kesenangan atau bersosialisasi dengan teman dumay. Ya, namanya juga media sosial.

Karenanya, jangan jadikan facebook sebagai tempat gelar lapak, tapi jadikan sebatas traffic, ngumpulin target market.

Lah, jualannya gimana? Sabar! Hehe

Nah, di FB tugasnya cuma interaksi. Biar kenal dan dikenal.

Interaksinya, ya, nge-like, komen postingan teman. Juga membuat postingan sendiri.

Isi postingannya juga jangan (melulu) soal jualan, tetapi bisa jokes, nyapa, doa, motivasi, How To, postingan yang menguras emosi, atau nyinggung-nyinggung benefit produk (tentunya dengam bahasa jualan terselubung/covert, ya. Hehe).

Kalau interaksi, orang jadi kenal kita, kepo, lalu di level tertentu personal brand kita tercipta dengan sendirinya. Biasanya kalau personal brand sudah tercipta, malah jualan apapun jadi laris manis kayak jualan kacang goreng. Heuheu emoticon-Big Grin


4. Siapkan WhatsApp, Telegram, atau email

Karena facebook sebatas traffic, maka GanSis butuh media lain untuk membangun database. Bisa WA, telegram, atau email.

Umumnya, sih, WA. Karena hampir tiap hari orang menggunakan WA.


5. Lead magnet

Lead magnet itu semacam umpan, GanSis.

Kalau ingin dapat ikan saat mancing, maka kita musti menebar umpan.

Umpan di sini macamnya banyak, bisa bagi-bagi ebook gratis, give away, berbagi tips gratis, dan lain-lain, yang sekiranya friendlist butuhkan. (Biasanya, sih, kalau bau-bau gratis pasti pada mau. Hehe)

Nah, nanti sebar umpannya di Facebook, ketika interaksi sudah baik tentunya.

Baru setelah menebar umpan, kita giring ke kolam kita alias WA, telegram, atau email.


6. Database

Mengapa ada orang sekali jualan bisa tembus puluhan atau bahkan ratusan juta padahal cuma modal WA dan FB gratis?

Jawabannya karena mereka sudah punya database, atau kontak target market.

Kontaknya dari mana? Ya, dari sebar umpan tadi. Setelah itu saling save nomor, bukan? Hehe.

Prinsip jualan itu sebenarnya sederhana, di mana ada keramaian di situ terjadi transaksi.

Semakin banyak database, makin besar kemungkinan closing besar dan bertubi. Ini logika sederhana dalam bisnis.


7. Edukasi

Tak kenal maka tak sayang. Pepatahnya begitu. Dalam bisnis pun begitu. Sharing-sharing dahulu, closing-closing kemudian.

Orang butuh produk kita, tapi kadang mereka kadang tidak sadar bahwa yang mereka butuhkan ada di kita.

Orang butuh produk kita, tapi kadang belum menaruh trust (kepercayaan) kepada kita.

Untuk itulah kita perlu membuat mareka aware (sadar) juga memberi edukasi terkait produk, baik melalui broadcast maupun grub. Apalagi namanya jualan online, kita perlu membuat oranglain trust terhadap kita.


Oke, GanSis. Itu tips sederhana atau lebih tepatnya langkah sederhana dari ane yang juga masih terus belajar ini. Sebenarnya, asal sabar dan konsisten, tips atau langkah sederhana di atas InsyaAllah bisa sangat menghasilkan. Ane sudah membuktikan.

Namun, kalau ingin ilmu lengkap dengan hasil yang lebih dahsyat, silakan ikuti mentoring-mentoring di luar sana, atau pelajari berbagai buku bisnis dari para pakar. Ilmu dagingnya tentu lebih sangat teramat lengkap. Hehe.


Silakan dipraktekkan yang sederhana ini. Semoga bermanfaat, khususnya buat GanSis yang jualannya sepi karena terdampak pandemi emoticon-Smilie


___o0o___

Narasi dan gambar pribadi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Cahayahalimah dan 3 lainnya memberi reputasi
ayok jualan emoticon-Cendol Gan
profile-picture
Richy211 memberi reputasi
Lihat 4 balasan
jejak dulu ah. kali aja kepincut nanti
profile-picture
mbak.far memberi reputasi
Lihat 1 balasan
ecourse nya lewat afiliasi aja gan?

Landing page ni dia nebeng kemana sih? kayak bikin web biasa aja apa gimana


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di