CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Bisnis /
[COC Bisnis] Pandemi Covid-19 Mencekik Petani Kopi, Begini Cara Mereka Bertahan!
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ee1b02d10d29578a62d60be/coc-bisnis-pandemi-covid-19-mencekik-petani-kopi-begini-cara-mereka-bertahan

[COC Bisnis] Pandemi Covid-19 Mencekik Petani Kopi, Begini Cara Mereka Bertahan!

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Welcome to my thread


Hallo kaskuser, jumpa lagi di thread saya.

Seperti yang kita tahu, bahwa Pandemi Virus Corona (Covid-19) di Indonesia memberikan banyak dampak besar untuk proses perdagangan penduduk Indonesia termasuk perdagangan kopi Arabika Gayo. Selama pandemi Corona (Covid-19) Sektor kopi terus mengalami tantangan penurunan harga, ditambah pandemi yang terjadi saat ini turut memperbesar tantangan tersebut.

[COC Bisnis] Pandemi Covid-19 Mencekik Petani Kopi, Begini Cara Mereka Bertahan!

Meskipun di daerah saya, yaitu di Dataran Tinggi Gayo, Takengon Aceh Tengah tidak ada larangan untuk keluar bekerja di kebun. Namun sepinya aktivitas perdagangan dunia membuat proses jual beli kopi bukan hanya anjlok, tetapi nyaris tidak ada yang membeli.

Penutupan perbatasan lintas negara dan pembatasan sosial telah mengganggu rantai pasokan dan permintaan. Akibatnya, pasokan tidak dapat disalurkan dan konsumsi tertekan.

Padahal pertengahan bulan April hingga Mei lalu adalah puncak musim kopi yang sangat dinantikan bagi para petani setelah setengah tahun menunggu. Ironisnya, justru para petani kesulitan menjual buah kopinya karena para pembeli kopi berhenti dari aktivitasnya. Jika pun ada yang membelinya harganya sangat jauh dari harga normal.

[COC Bisnis] Pandemi Covid-19 Mencekik Petani Kopi, Begini Cara Mereka Bertahan!

Dalam konteks situasi seperti itu, kami sebagai petani kopi harus berjuang untuk tetap mempertahankan roda ekonomi yang memang hanya mengandalkan hasil kopi saja.

Berikut ini adalah cara para petani kopi mempertahankan roda perekonomian mereka:

1. Menjual Buah Kopi Gelondong Secara Langsung

[COC Bisnis] Pandemi Covid-19 Mencekik Petani Kopi, Begini Cara Mereka Bertahan!

Menjual kopi gelondong, atau kopi yang baru saja dipetik kepada pengepul adalah cara instan yang diambil sebagian orang untuk tetap bisa menikmati hasil keringat mereka secara langsung. Meskipun harganya sangat jauh dari harga normal namun setidaknya kami para petani masih bisa membuat roda perekonomian tetap bergerak di tengah pandemi.

2. Menggiling Kopi Sendiri

[COC Bisnis] Pandemi Covid-19 Mencekik Petani Kopi, Begini Cara Mereka Bertahan!

Menggiling Kopi sendiri adalah opsi yang sebagian petani lakukan untuk tetap mendapat keuntungan. Karena harga kopi yang telah digiling (baca:gabah) masih sedikit mahal dibanding dijual utuh dalam bentuk buah kopi gelondong. Untuk petani yang tidak mempunyai mesin giling, mereka biasanya langsung membawa hasil petik kepada orang yang memberikan jasa giling kopi. Para petani kopi cukup membayar dengan potongan kilo 1/10 kg buah kopi.

3 . Menimbun Ijo labu Kopi atau Greenbee

[COC Bisnis] Pandemi Covid-19 Mencekik Petani Kopi, Begini Cara Mereka Bertahan!

Menimbun sebagain kopi yang telah menjadi Ijo labu atau greenbee kering untuk sementara hingga harga kembali normal banyak dilakukan oleh para petani kopi. Meskipun masih harus bekerja ekstra karena proses pembuatan greenbe tidaklah mudah, dari proses menggiling kemudian menjemur yang tidak cukup dalam tiga hari. Hal ini mereka lakukan demi tetap mendapat keuntungan dari buah kopi.

4. Membuat Kopi Bubuk Roasting Sendiri

[COC Bisnis] Pandemi Covid-19 Mencekik Petani Kopi, Begini Cara Mereka Bertahan!

Dikalangan masyarakat Gayo, bubuk kopi Roasting adalah salah satu bubuk kopi yang harganya lumayan mahal. Petani mengambil kesempatan ini untuk membuat bubuk kopi sendiri lalu menjualnya secara online. Biasanya untuk proses penggilingan dan packing bubuk kopi, para petani cukup membawa ke jasa giling disekitar daerah mereka. Harga yang diminta untuk jasa penggilingan pun cukup bervariasi, berkisar antara, Rp.25000 sampai Rp.30.000 per kilonya.

Meskipun Covid-19 telah membuat para petani kopi merasa tercekik, namun dibalik itu juga pandemi Corona justru tanpa sengaja membuat para petani bukan saja bertani, melainkan menjadi pelaku bisnis kopi dadakan itu sendiri. Para petani yang tadinya hanya tahu menjual secara langsung namun karena adanya pandemi mereka menjadi tahu cara menggiling kopi, menjemur, atau bahkan menggilingnya sendiri menjadi bubuk kopi.

Oke, sekian thread saya kali ini. Semoga bisa bermanfaat. Jangan lupa beri cendol, rate, tulis komentar dan bagikan ke akun media sosial kalian ya. Terima kasih.

Penulis : fanya06

Sumber referensi dan sumber gambar : Opini pribadi, dokumen pribadi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
delia.adel dan 25 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh fanya06
Halaman 1 dari 2
pejwan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
riwidy dan 8 lainnya memberi reputasi
reserved
profile-picture
profile-picture
profile-picture
riwidy dan 9 lainnya memberi reputasi
cara petani kopi bertahan di tengah pandemi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
riwidy dan 9 lainnya memberi reputasi
semoga bermanfaat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
riwidy dan 8 lainnya memberi reputasi
Semangat. kita pasti bisa
profile-picture
profile-picture
profile-picture
makola dan 7 lainnya memberi reputasi
gue minta kopinya dol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
makola dan 4 lainnya memberi reputasi
Quote:


Aamiin. Terima kasih, Sis sudah mampir 😊

Quote:


🙄 Besok ya, On. Kalo gw udah tajir 😂
profile-picture
profile-picture
profile-picture
makola dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Keren kiye. Semoga sukses ya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
makola dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Wowww smoga sgera berlalu nih Corona
profile-picture
profile-picture
profile-picture
makola dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
jadi pengen ikut petik langsung dri pohonnya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
makola dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
mahal ya giling kopi di sana, kalau di Lampung cuma sekitar 10-15ribu/kg
profile-picture
profile-picture
profile-picture
makola dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
dari segi rasa, kopi daerah ente khasnya gimana nih, Sist?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
makola dan 3 lainnya memberi reputasi
jual dimarketplace kayaknya rame tuh
profile-picture
profile-picture
profile-picture
makola dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
wah buat giling perkilo sampai 30ribu? ditempat ane giling kopi ga pake packing perwadah maksimal 5000 aja nih. Apa bedanya? apakah ada yang spesial dari gilingan dan packingan tersebut?emoticon-EEK!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
makola dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Wah boleh tuh jadi bos kopi wkwk
profile-picture
profile-picture
makola dan miniadila memberi reputasi
Lihat 1 balasan
kasihan petani klo harga pd anjlok pdhal mereka sdh biaya pupuk dan tenaga yg luar biasa.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fanya06 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Mahal juga ternyata jasa gol Ng kopinya ya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gustiarny dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Saat pandemi begini memang hasil pertanian dan perkebunan menurun drastis. Sama dengan yang ane rasakan saat musim panen cengkeh di tengah pandemi.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gustiarny dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Harga kopi jatuh karena gak bisa ngirim ke luar daerah selama pandemi, tapi salut, akbirnha bisa mencari salah satu solusi dengan menjual kopi bubuk. Tetap semangat, berharap pandemi segera berakhir.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gustiarny dan 2 lainnya memberi reputasi
solusi pemikiran yang lumayan bagus. jadi produksi tetap bisa berjalan ya. salut.👍
profile-picture
profile-picture
gustiarny dan fanya06 memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di