CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/58001472e05227770c8b4567/sekedar-kisah

Sekedar Kisah

Tampilkan isi Thread
Halaman 13 dari 15
Guru sabar dari anti hero memang setan, mereka pantang meneyrah mencari kawan di neraka. Lemah kali diri ini, udah tau mereka luar biasa demangatnya buat cari teman di nereka tapi masih aja kegoda. Dadsr saya, manusia lemah emoticon-Big Grin

Butuh grounding biar pas halu gak kejauhan.. Akui.., lalu make plan emoticon-Smilie planning planning and also praying. Ada banyak hal yang bisa di syukuri, mari sibukkan dalam memoerbaiki diri dan bersyukur!!!
Ternyata kehilangan adalah hal yang besar, berbeda dengan perasaan sepi yang sering kali mampir. Secara common sense tentu mudah sekali dijawab, itu pasti tapi bagi yang terbiasa tidak berbagi ini cukup abstrak. Untuk percaya saja sulit, jadi sejak awal selalu berhati-hati untuk melibatkat emosi dengan yang lain. Di satu sisi nampak menyedihkan, di sisi lain bisa jadi ini jalan untuk membentengi hati yang rapuh di dalamnya.

Membayangkannya saja amat sedih, ada ikatan emosi, ada cerita bersama, lantas pergi untuk selamanya. Penerimaan bukan jalan singkat, berapa lamanya tak bisa dipastikan, tidak salah jika kemudian mencari sekadar subtitusi.

Ketika mereka yang di sekeliling pasti pergi, di situlah masa diri sendiri harus lebih erat memeluk hati sendiri, menguatkan langkah sendiri untuk melanjutkan sisa skenario. Lantas untuk apa mereka hadir? Ini seperti paradoks, jika datang dengan kemutlakan sebuah kepergian untuk apa hadir? Inilah hidup, seperti itulah manusia dengan emosi dan akalnya untuk menjalani kefanaan.

Menarik untuk dipikirkan, penuh daya juang dalam praktiknya.
Moody moody go away ~ hmmm.., andai semudah itu 🙃,
Terbiasa sibuk mungkin ya, jadi dengan adanya waktu luang seperti saat ini barulah terpikir dan terasa ini itu. Unik memang, seketika datang perasaan yang sangat depreaif tidak mau mengerjakan apapun, gelisah.., lantas seketika berubah entah karena angin apa. Kembalibhanya bisa berharap.., semoga bisa kontinu tidak melakukan hal buruk juka belum 'kuat' melakukan hal bail :')
Pergi atau diam memang tak menjawab apapun dari persoalan yang dihadapi emoticon-Smilie
Setidaknya cukup memberi jarak agar logika bisa kembali belerja dengn baik..,
Berbagi adalah hal baru bagiku, dalam arti membagi perasaan pribadi, berbagi keluh kesah, bersama bertukar perspektif. Berbagi itu menyenangkan, sayangnya entah sejak kapan aku lupa untuk berbagi lebih dari batas 'profesional'. Berbagi ide untuk diskusi tugas, berbagi ide untuk menyelesaikan proyek, berbagi peran dalam pekerjaan. Selalu seputar itu, yang pasti semuanya berada dalam ranah sang logika.

Saat ku angkuh merasa bisa menjalani semua sendiri, seolah melindungi diri dari rasa 'sakit' akan kehilangan, faktanya yang kulindungi semakin rapuh tapi dinding pelindungnya terlanjur menjulang tinggi dan kaku. Kini aku goyah, aku terjebak dalam dilematis melunak atau memperkuat dinding baja itu.

Perlahan semakin nyata bahwa mereka yang tak pernah ku dekap senantiasa berbagi kehangatan denganku. Aku tau ada orang yang tak bisa sendiri sama sekali, pikirku itu manja, tapi kini aku tau mereka kuat untuk jujur dengan perasaannya dan aku si lemah yang bersembunyi dibalik kata mandiri.

Semakin bertambahnya apa yang ku tau, aku semakin benci apa yang kuketahui. Semakin ku tarik kronologisnya, semakin aku ingin terus berlindung dengan sejuta elakan.

Yang ku takutkan memang benar, orang lain sampai kapanpun tak bisa kita kendalikan. Memang hanya diri ini yang bisa diarahkan bagaimana pemaknaannya. Entah sebodoh apa aku, hingga baru bisa menghayati perasaan ini sekrang.

Sekarang aku sadar, aku lupa cara berbicara karena terlalu nyaman menyelami perspektif orang lain dengan mendengar, hingga suara hati sendiri membisu tanpa sadar.
Lemah! gak pantes berharap lebih 🙃
Hidup ini aneh, manusia aneh, kalo gam punya ilmu beginilah jadinua semua nampak aneh.

Ku kira hanya aku saja yang mngalami masalah ini, nyatanya pasti tidak! Ada setidaknya ada satu orang yang mengalami hal persis seerti yang ku alamai, tapi tetap tak bisa disamakan karena manusia sendiri unik. Dengan pola asuh berbeda, proses belajar berbeda, pengalaman berbeda.., jadi masalah serupa tidak ada sosulusi yang seragam. Aneh tapi nyata
Bertahan bukan lagi pilihan, sebetulnya yang perlu kulakukan adalah hadapi! Bukan sekadar bertahan, aku pun harusnya menyerang. Hidup seperti hirima, yaa-ha!
Kalo milih buat formasi bertahan harus siap diserang. Serangan pikiran a b c d, owkay.., paling sedih kulihat betapa egoisnya aku dalam mimpi sendiri, pas kebangun capeknya kerasa nyata sekali. Hahaha.., dasar akuhh akuhh 😁
Terima kasih tubuh, kamu udah jujur. Aku selalu mengelak dan mencari pembenaran atas perasaan, tapi kamu jujur menunjukkan apa yang sebenarnya dirsakan. Sulit bagiku mengakui bahwa ini tidak baik-baik saja, bahwa ada yang salah dengan perasaan ini. Karena aku tidak tahu, beluk juga ingin tahu, atau memang ingin tetap berpura-pura tidak tahu 'ada apa? '. emoticon-Smilie
Raguku atas diri sendiri. Teriak tiada arti
Tubuh yang terlalu jujur emoticon-Smilie skait disaat banyak kerjaan yang hars diselesaikn. Terima kasih.

Baru ngerasain dilema sakit saat jauh dari org tua dan gak berani bilang karena takut bikin khawatir :')
Suatu saat nanti aku bisa jawab, selain keluarga ada yang bisa dikangenin juga. Hahaha. Antara bodo amat, atau sekecewa itu sama orngalaman masa bocah smp. Aku sadar, amat sadar, apa yang berlalu biar lah berlalu. Tapi ternyata amygdala berkata lain. Malah jadi kepikiran, saat pusat emosi ada di otak yang notabennya disandingkan dengan image logika, kok bisa jadi gini ya? Hahahaha. Aneh tapi nyata emoticon-Smilie
Saat di sini masih aja faking, gak paham lagi maunya aku tuh apa. Hahaha. 😅

Aku ingin diterima, enatah oleh siapa. Penerimaan yang aku sendiri selalu skeptis dan yakin tidal akan ada oenerimaan tersebut. Akan terlalu berlebih memintanya sama makhluk 😊
Word just a word till you mean what you say ~
Betul-betul dalam konfisi butuh nafas, butuh meyakinkan diri satu per satu akan selesai, butuh nyadarin diri kalo orang lain itu gak bisa dikendalikan sama kita, kalo diri ini perlu dikuatkan, kalo diri ini akan dibanti oleh skenario terbaik-Nya.
barulah merasakan makna dari lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. tidak ada yang harus disesali barnag sedetik pun dari masa lalu. manusia memang lah lemah, tak perlu kahwatir emoticon-Smilie
Terima kasih emoticon-Smilie
Atas masa lalu yang terlewati, atas setiap kesulitan yang dijalani, atas masa depan yang tak mudah kau akhiri. Terima kasih
Not good enough 🙃
inilah proses tumbuh dewasa. bisa berlalu dengan ikuti arus atau berlalu dengan menuju suatu muara.

berat untuk berjalan jika dalam diri belum lah tuntas. tidak mudah untuk menuntaskannya, emmang. tapi bukan tidak mungkin.

hai diri ini, dengan segala rasa di masa lalu, dengan segala pengahyatan di masa kini, sewaktu-waktu takutlah untuk bermimpi karena kelemahanmu! semkai lama sekain sadar sajalah kalau kau memang lemah, dengan demikian segala kegagalan adalah sebuah keniscayaan. dengan demikian kau akan semakin sering meminta kepada yang Maha Kuat emoticon-Smilie
Halaman 13 dari 15


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di