CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Education /
Kenapa Agama Tidak Satu Saja? Sebuah Opini!
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ed0e13165b24d0c524a1532/kenapa-agama-tidak-satu-saja-sebuah-opini

Kenapa Agama Tidak Satu Saja? Sebuah Opini!

Pernahkah kalian berpikir, kenapa begitu banyak agama di dunia ini? Kenapa Tuhan tidak menetapkan satu agama saja? Dan manakah agama yang paling benar? Tuhan agama siapa yang paling benar? Kitab agama siapa yang paling memenuhi hasrat jasmani dan rohani seseorang?

Orang-orang dari berbagai agama yang ada di dunia ini, cenderung memandang bahwa apa yang dia anut dan dia yakini adalah kepercayaan yang paling benar. Seolah, tidak ada kesempatan untuk agama lain masuk ke dalam hatinya yang terdalam. Beberapa orang di dunia ini merasa agamanya yang paling memenuhi hasrat iman, apakah dari pembaca Kaskus saya yang setia ada yang berpikir seperti itu?

Mari kita lihat dari sisi kacamata sebaliknya.

emoticon-angry

Sebenarnya saya tidak mau menuliskan hal-hal yang bersinggungan dengan agama, tentu ini sensitif serta menimbulkan pro dan kontra. Tapi begitu melihat akhir-akhir ini, banyak orang-orang pindah agama dengan berbagai alasan.

Agama itu dicari atau mencari sebenarnya?
Mari kita deskripsikan makna "dicari" dan "mencari"

Dicari frasa yang bisa diartikan suatu objek yang mencari, sedangkan mencari frasa yang bisa diartikan objek yang dicari.

Mari kita bedah lebih dalam.
Sebenarnya agama dan manusia saling membutuhkan dan berkaitan yang sulit untuk dipisahkan. Seseorang dicari agama karena sebuah jihad atau perintah dari kitab suatu agama. Seseorang mencari agama karena sebuah kebutuhan hati yang tidak boleh kosong di dalamnya. Pencarian seseorang terhadap suatu agama tergantung bagaimana agama tersebut mencari orang yang sedang mencari. Jadi, jika agama A melakukan dakwah (istilah islam) dan tepat saat itu ada seseorang sedang melakukan pencarian dan ditakdirkan Tuhan untuk mendapat dakwah dari agama A, maka kemungkinan besar agama A akan menjadi pilihannya. Lalu, apa yang terjadi ketika agama A tersebut adalah agama yang kurang tepat bagi seseorang yang sedang melakukan pencarian itu? Itu tergantung dari seseorang itu, apakah dia akan melakukan pencarian kembali atau dia akan meyakini agama A itu dengan sepenuh hati. Dan apa yang terjadi ketika seseorang itu telah berkaca kuda dengan agama A, lalu menghardik agama lain, seolah agamanyalah yang paling benar?

Seharusnya kita berpikir bahwa:
1. Agama yang sedang saya anut ini belum tentu agama yang paling benar, karena setiap agama mengatakan bahwa agama merekalah yang paling benar.
2. Agama di dunia ini tidak ada yang mutlak kebenarannya karena agama-agama yang ada sudah terkontaminasi oleh "ego" manusia. Di agama Buddha ada aliran Theravada, Mahayana, dan beberapa aliran Buddha yang lain. Di Nasrani ada Katolik, Kristen, dan beberapa aliran Kristen. Di Islam ada Islam Sunni, Islam Syiah dan mungkin masih ada beberapa aliran Islam. Jadi jangan benarkan dulu agama pembaca, cari dulu kebenaran yang sesungguhnya dari agama pembaca dari aliran-aliran di berbagai agama.

Membingungkan bukan? Sangat membingungkan.
Saya Islam, tentu say percaya bahwa agama saya adalah yang paling "benar", tapi tidak menutup kemungkinan bahwa apa yang saya anggap benar, ada yang lebih benar.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

إِن الدينَ عِندَ اللهِ الْإِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلا مِن بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَن يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللهِ فَإِن اللهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

“Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab, kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan-Nya.” [Ali ‘Imran: 19].

أَفَغَيْرَ دِينِ اللهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَن فِي السمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ

“Maka mengapa mereka mencari agama yang lain selain agama Allah, padahal apa yang ada dilangit dan di bumi berserah diri kepada-Nya, (baik) dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada-Nya-lah mereka dikembalikan ?” [Ali ‘Imran: 83]

Allah Azza wa Jalla juga berfirman:

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan barangsiapa mencari agama selain agama Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.” [Ali ‘Imran: 85]

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

َاْلإِسْلاَمُ يَعْلُوْ وَلاَ يُعْلَى.

“Islam itu tinggi dan tidak ada yang mengalahkan ketinggiannya.” [2]

Timotus 6:

6:1 Semua orang yang menanggung beban perbudakan hendaknya menganggap tuan mereka layak mendapat segala penghormatan, agar nama Allah dan ajaran kita jangan dihujat orang. 6:2 Jika tuan mereka seorang percaya, janganlah ia kurang disegani karena bersaudara dalam Kristus, melainkan hendaklah ia dilayani mereka dengan lebih baik lagi, karena tuan yang menerima berkat pelayanan mereka ialah saudara yang percaya dan yang kekasih.

Mengenai penyakit bersilat kata dan mengenai cinta uang. Ajarkanlah dan nasihatkanlah semuanya ini. 6:3 Jika seorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan sehat yakni perkataan Tuhan kita Yesus Kristus dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah kita, 6:4 ia adalah seorang yang berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa. Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki, cidera, fitnah, curiga, 6:5 percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan yang kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan. 6:6 Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.  6:7 Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. 6:8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah 6:9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. 6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari imandan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. 6:11 Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. 6:12 Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi. 6:13 Di hadapan Allah yang memberikan hidup kepada segala sesuatu dan di hadapan Kristus Yesus yang telah mengikrarkan ikraryang benar itu juga di muka Pontius Pilatus, kuserukan kepadamu: 6:14 Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela, hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya,  6:15 yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan. 6:16 Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terangyang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin. 6:17 Peringatkanlah kepada orang-orang kayadi dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan,melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. 6:18 Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan,suka memberi dan membagi
6:19 dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang
untuk mencapai hidup yang sebenarnya. 6:20 Hai Timotius, peliharalah apa yang telah dipercayakan kepadamu. Hindarilah omongan yang kosongdan yang tidak suci dan pertentangan-pertentangan yang berasal dari apa yang disebut pengetahuan, 6:21 karena ada beberapa orang yang mengajarkannya dan dengan demikian telah menyimpang dari iman. Kasih karunia menyertai kamu!

Itu baru dua pernyataan dari dua agama yang paling besar di dunia, belum pernyataan dari agama-agama lain. Semoga para pembaca bisa membuka pikirannya lebih luas lagi. Namun, tetap yakinilah agama kalian adalah agama yang benar bagi kalian tanpa menjudge bahwa agama lain itu tidak benar.

Mari belajar bersama, mari berdiskusi, silakan tinggalkan komen kalian ya emoticon-Smilie.

Adanya perbedaan membuat hidup penuh keragaman, adanya perbedaan membuat hidup penuh keindahan.

emoticon-Jempol

Kenapa Agama Tidak Satu Saja? Sebuah Opini! Kenapa Agama Tidak Satu Saja? Sebuah Opini!
Kenapa Agama Tidak Satu Saja? Sebuah Opini!
Kenapa Agama Tidak Satu Saja? Sebuah Opini!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nona212 dan 10 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh DikiRamadhan14
Halaman 1 dari 2
mari baca dan berdiskusi :')
profile-picture
profile-picture
abellacitra dan ajiqueen memberi reputasi
mohon dimaafkan jika opini dan tulisan saya belepotan :')
profile-picture
profile-picture
abellacitra dan ajiqueen memberi reputasi
agama sebagai institusi bagaikan kue yg sangat besar. siapa pun mau kebagian. yg udah kebagian porsi gede pun emangnya mau bagi2?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
abellacitra dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Quote:

you're goddamn right, semua manusia yg lahir ke dunia ini punya porsi nya masing-masing.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
abellacitra dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Kenapa Agama Tidak Satu Saja? Sebuah Opini!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
abellacitra dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Kalo ane sih cukup bertoleransi aja dengan agama yg laennya, masalah agamanya bener atau nga itu semua tergantung diri kita masing² 🙏
profile-picture
profile-picture
profile-picture
abellacitra dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Lebih baik ga ada agama, toh adanya agama malah buat rusuh aja
profile-picture
DikiRamadhan14 memberi reputasi
TS muslim?
kaji ulang gan dari awal munculnya keyakinan TAUHID Nabi Adam, TAURAT Nabi Musa, ZABUR Nabi Daud, INJIL Nabi Isa dan terakhir ALQURAN.

flashback semua masalah keyakinan susah, klo cuma opini yang ada nimbulin perdebatan terus. jadi Agamaku Agamamu, masalah siapa yang bener biar nilai masing-masing aja.

toh setiap orang dikasih akal dan pikiran sama rata, jadi pergunain sebaik mungkin. IQRO.
Ngaji itu bukan sekedar dibaca, tapi di Kaji
profile-picture
dwikusumad memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Kenapa Agama Tidak Satu Saja? Sebuah Opini!
profile-picture
DikiRamadhan14 memberi reputasi
agama itu satu sebagai sarana privasi diri sendiri dengan pencipta, agama banyak secara universal tapi sebenernya cuma satu, itu menurut gua sih
profile-picture
DikiRamadhan14 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Tuhan ingin manusia berdamai walaupun penuh dengan perbedaan, bukan hanya agama, ada juga negara, ras, dan sebagainya itu juga beragam, tapi intinya berdamai.
profile-picture
DikiRamadhan14 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
karena agama itu buatan manusia
profile-picture
DikiRamadhan14 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
back to basic.. manusia mahluk yang paling sempurna karena diberikan otak/akal pikiran oleh tuhan yg maha esa dibandingkan dg mahluk yg lainnya.. justru karena di kasih akal pikiran itulah seharusnya mereka mencari di kitab sucinya masing-masing.. apakah disana di temukan kebenaran-kebenaran sesuai dg akal&logika manusia kalau ada.. itulah agama yg sempurna kalau tdk ada atau malah banyak kesimpangsiuran & keganjilan..? maka carilah agama yg sempurna dg jamannya.
profile-picture
DikiRamadhan14 memberi reputasi
Tidak mungkin agama bisa ada satu karena pemikiran manusia itu berbeda dalam memahami Tuhan bosq emoticon-Matabelo


Yang jelas ane percaya bahwa Tuhan tidak menciptakan agama emoticon-Coblos
profile-picture
DikiRamadhan14 memberi reputasi
Kenapa perusahaan asuransi ngga cuma 1 aja??
profile-picture
DikiRamadhan14 memberi reputasi
karena kepercayaan emoticon-Traveller
profile-picture
DikiRamadhan14 memberi reputasi
Quote:


Quote:


Terima kasih telah beropini :')
Makasih infonya gan
profile-picture
DikiRamadhan14 memberi reputasi
di agama manapun hampir sm tujuannya bahagia hidup di dunia dan akhirat/surga/nirwana.. sesuai dg fitrahnya manusia maka 'bacalah/iqro'..dg adanya perbedaan itulah salah satu ujian berat/besar yg diberikan tuhan yg maha esa kpd semua makhluk-nya..agar kita bisa hidup bertoleransi dg penuh kedamaian.
profile-picture
DikiRamadhan14 memberi reputasi
Menurut opini pribadi sih...agama itu sendiri yg disesuaikan dengan adat istiadat,coba aja cari artikel konstantin agung yg menyatukan roma,ntar kan paham.
Ya...emang dari dulu yg mabuk agama juga udah banyak,dari yg saya sekedar tahu bahwa yesus itu sendiri diceritakan dihakimi&dibunuh oleh para ahli taurat,orang ahli agama,aneh kan...bayangkan yg melakukan semua itu bukan pemuja setan/rampok/bajak laut/dan orang2 jahat model lain,tapi ahli taurat,orang yang ahli(yang menurut saya mabok)agama.
Jadi...saya sendiri,klo ada manusia2 yg terlalu fanatik dengan agamanya saya jauhi,karena ujung2nya hanya berdebat bila ketemu sesama fanatik dari faksi lain,ngapain juga saya ikut2an cari penyakit.
Temen SMA gue yg alim,sembahyangnya jor2an(ngga perlu sebutlah karena itu manusianya) masuk penjara,gara2 nemu dompet kartu kreditnya dipake buat beli hp,ketangkep masuk penjara yang disalahkan "iblis",katanya mendengar bujukan iblis...padahal iblisnya ngopi di pinggiran ngga ngapa2in kan kita juga ngga ngerti.
Kesimpulanya...agama apapun itu ajaranya baik,bisa dipelajari kalau kita open minded toh buku2 agama itu buku tua berisi pelajaran hidup dari jaman ke jaman jadi tidak bisa dikatakan outdated juga karena ditulisnya dari berbagai jaman,cilakanya.....banyak manusia2 sampah yg belajar agama supaya menunjukan kalau dia itu alim jadi kalau terlibat masalah bukan dia yg salah karena dia itu orang "alim" jadi ngga pernah salah,tuh contohnya temen gue sendiri,pake kartu kredit orang main pake aja,giliran masuk penjara ngga ada yg bisa disalahkan ujung2nya salahkan iblis...sumpah ini gue sendiri yg masa muda gue nakal,banyak main ke tempat spa,mabok,main perempuan jadi merasa seperti iblis langsung ngumpat keluar kata2 kasar,ya...gue emang nakal,ngga pernah ibadah...tapi tidak pernah melakukan kejahatan seperti itu,klo ngga suka ngga pernah juga nyinyir di sosmed saling sindir,langsung ketemu aja adu jotos ampe bonyok,sama2 capek besoknya jadi temen karena saling respect kalau kita bukan pengecut,noh yg alim2 pada sindir2an di sosmed(ampe udah beberapa tahun males buka FB)masalah ngga selesai2,kebencianya semakin dipelihara&bertambah besar.
profile-picture
DikiRamadhan14 memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di