CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ya Allah! Sudah Gali Kubur, Ada Saja Warga Tolak Pemakaman Jasad PDP Corona
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ebcb48beaab253ab84d986d/ya-allah-sudah-gali-kubur-ada-saja-warga-tolak-pemakaman-jasad-pdp-corona

Ya Allah! Sudah Gali Kubur, Ada Saja Warga Tolak Pemakaman Jasad PDP Corona

Ya Allah! Sudah Gali Kubur, Ada Saja Warga Tolak Pemakaman Jasad PDP Corona
Petugas saat menenangkan sejumlah warga di lingkungan pemakaman Masjid Al Muhajirin, Desa Anjir Mambulau Barat, Kecamatan Kapuas Timur, Kabupaten Kapuas, yang menolak pemakaman jenazah seorang PDP warga jalan Kapuas Seberang, Kelurahan Dahirang, Kecamatan Kapuas Hilir, Rabu (13/5/2020) sore. ANTARA/ HO-Polsek Kapuas Timur.



Suara.com - Pemakaman jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 mendapat penolakan sejumlah warga di lingkungan pemakaman Masjid Al Muhajirin, Desa Anjir Mambulau Barat, Kecamatan Kapuas Timur, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Jenazah PDP COVID-19 merupakan perempuan berusia 39 tahun warga Jalan Kapuas Seberang, Kelurahan Dahirang, Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas, Kalteng.

"Ya benar, ada beberapa warga yang keberatan dan menolak pemakaman jenazah tersebut," kata Kapolres Kapuas AKBP Esa Estu Utama, melalui Kapolsek Kapuas Timur, Iptu Siti Rabiyatul A saat di konfirmasi di Kuala Kapuas, Kamis (14/5/2020).

Kejadian bermula saat tim relawan Muhamadiyah sebanyak tiga rombongan yang akan melaksanakan pemakaman jenazah tersebut pada Rabu (13/5) sore.

Lokasi pemakaman itu sesuai dengan permintaan dari pihak keluarga yang menginginkan jenazah dimakamkan di lingkungan Alkah Masjid Al Muhajirin, Desa Anjir Mambulau Barat, Kecamatan Kapuas Timur.

Pelaksanaan penggalian makam sudah dilakukan terlebih dulu oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Kapuas, dalam hal ini Dinas Sosial setempat, namun pada saat jenazah memasuki lingkungan alkah beberapa warga melihat adanya petugas yang turun dari mobil jenazah dengan memakai pakaian Alat Pelindung Diri (APD) protokol COVID-19.

Melihat hal tersebut, ada beberapa warga yang keberatan dan menolak kemudian memanggil serta berusaha memprovokasi warga sekitar, sehingga massa yang berkumpul menjadi ramai dan bersama sama melakukan penolakan.

"Adapun alasan penolakan oleh warga sekitar di komplek lingkungan pemakaman adalah karena takut akan adanya penularan virus penyakit yang dalam pemikiran warga tersebut dibawa oleh jenazah dan petugas pemakaman," katanya.

Terkait dengan kejadian tersebut, pihaknya pun telah melakukan upaya mediasi dengan warga setempat agar bisa menerima kondisi yang sedang dialami, karena semuanya sudah ditangani sesuai dengan prosedur.

Memberikan penjelasan kepada warga setempat bahwa penggunaan baju APD Protokol adalah memang sesuai dengan prosedur COVID-19. Namun warga masih tetap ngotot dan menolak.

Dengan demikian, solusi dari Kepala Desa setempat didampingi Wakapolsek Kapuas Timur dan Bhabinkamtibmas akhirnya memutuskan untuk pemakaman dipindahkan ke Km3.

Namun dari pihak keluarga sepakat memindahkan pemakaman jenazah ke Alkah Muhamadiyah di Gang Kasturi Jalan Pemuda Kota Kuala Kapuas.

"Untuk proses pemakaman jenazah sendiri di Alkah Muhammadiyah, Gang Kasturi jalan Pemuda Kota Kapuas, berjalan dengan lancar, situasi aman dan kondusif,” kata Siti Rabiyatul.


https://www.suara.com/news/2020/05/1...sad-pdp-corona

Dekat sekali dgn perkampungan.
Wajar sih mereka was2emoticon-Ngakak
Maklumlah wong ndesoemoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anasabila dan 7 lainnya memberi reputasi
wkwkwk
Sudah bodoh, ngotot pula.
Dilingkungan masjid tuh bray, kok takut mokad kan enak makin cepet masuk syurga
profile-picture
pradanto17 memberi reputasi
Ya Allah! Sudah Gali Kubur, Ada Saja Warga Tolak Pemakaman Jasad PDP Corona
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
katanya menolak korban covid-19 itu pidana? coba di tangkep polisi enggak.. penasaran gw..
Cari provokatornya, di sel aja 1-2 bulan sbg contoh
Yg lain gak bakal pecicilan lg.
Apakah mereka masih ngumpul" saat PSBB?

Kalau iya, saya jadi bingung, mereka menganggap corona ga berbahaya tapi menolak jasad nya?

Kalau tidak, berarti mereka konsisten ucapan dan tindakan dalam menolak corona. Walau sebenarnya, harus di beri pengertian mengenai prosedur pemakaman dan dampak resiko. Seperti apa sih virus itu.
Udah hampir dua bulan masih ada aja kasus penolakan macem ni. Masih belum teredukasi dengan baik ya emoticon-Matabelo
Ada ada aja ini izin mantau
Warga goblok
strategi ayat dan mayat membuahkan hasil
maklum lah... wong dongo


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di