CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
[CERITA PRIBADI DI SEBUAH MAL] Dance K-Pop Sudahkah Mematikan Rasa Seni Tradisi?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5eb57853977513675f1ad6f0/cerita-pribadi-di-sebuah-mal-dance-k-pop-sudahkah-mematikan-rasa-seni-tradisi

[CERITA PRIBADI DI SEBUAH MAL] Dance K-Pop Sudahkah Mematikan Rasa Seni Tradisi?

[CERITA PRIBADI DI SEBUAH MAL] Dance K-Pop Sudahkah Mematikan Rasa Seni Tradisi?


Beberapa bulan lalu, saya menonton kompetisi tari anak-anak muda di sebuah mal di pinggiran Jakarta. Bukan tari lokal, namun impor. Tepatnya, tarian Korea. Saya sebut saja, dance K-Pop. Maaf kalau istilah tersebut kurang pas, tapi untuk memudahkan mengalirkan cerita ringan ini saja.


Dance K-Pop merupakan tarian yang tidak bisa dipisahkan dari lagu-lagu K-Pop, yang sampai saat ini gaungnya masih sangat kuat dan hebat. Anak-anak muda, bisa digolongkan ke dalam usia anak dan remaja, dengan energik, lincah, dan penuh penjiwaan membawakan beragam dance di atas panggung. Mereka berkompetisi untuk mencari sang juara, yang terbaik dan terhebat.


Sekitar 50 grup dance ikut dalam kompetisi tersebut. Kostumnya bermacam-macam pula, tentu saja sesuai dengan selera anak muda masa kini. Tapi sebagian besar mengikuti tren yang ada di dalam video musik Korea, yang kebanyakan mereka akses dari Youtube.


Saya menonton lomba joget tersebut karena anak saya ikut dalam salah satu grup yang berkompetisi. Aura semangat anak muda mendominasi mal tersebut. Lagu-lagu K-Pop seakan tak henti menginspirasi anak-anak muda itu untuk menunjukkan kemampuan ngedance.


[CERITA PRIBADI DI SEBUAH MAL] Dance K-Pop Sudahkah Mematikan Rasa Seni Tradisi?


Lagu dengan irama menghentak atau mellow tetap bisa membuat generasi milenial itu berjoget. Asyik dan seru. Mereka menikmati kegembiraan dalam kompetisi tersebut. Para penontonnya yang juga didominasi anak-anak muda ikut menyanyi menirukan lagu-lagu K-Pop yang diperdengarkan lewat sound system yang menggetarkan mal.


Melihat tingkah polah anak-anak yang ngedance itu saya ikut senang. Seakan kembali ke masa muda, saya bisa menikmati lagu-lagu K-Pop dan gerakan-gerakan penuh penjiwaan dari anak muda zaman sekarang hahaha... Namun, saya juga kembali teringat dengan seni tradisi, kapan seni kita sendiri bisa memikat hati generasi milenial seperti dance K-Pop?

Kompetisi dance itu tidak hanya sekali. Terorganisasi dengan keren, ada jadwal perlombaannya. Anak saya punya tuh jadwalnya, meski saat ini jadwal kompetisi itu harus terhenti karena corona. Seharusnya, Maret atau April ada lomba joget Korea itu, tapi dibatalkan.

Apa pentingnya jadwal kompetisi? Ternyata sangat berpengaruh pada pola latihan dance anak saya, juga teman-temannya, segenerasi milenial. Seminggu sekali, mereka berlatih, kalau nggak hari Sabtu atau Minggu. Rutin, tidak pernah absen latihan, kecuali sakit atau ada peristiwa tak terduga seperti corona ini.

[CERITA PRIBADI DI SEBUAH MAL] Dance K-Pop Sudahkah Mematikan Rasa Seni Tradisi?

Kedekatan anak muda terhadap budaya luar negeri sebenarnya sudah dikeluhkan para orang tua sejak dulu.  Namun, kali ini menurut saya berbeda. Budaya impor itu terasa lebih intim, lebih dekat, seakan menjadi soulmate bagi anak dan remaja kita. Meski tetap banyak nilai positifnya, tapi dalam hati saya bertanya, “Mengapa seni tradisi tidak seheboh ini? Mengapa dance lokal, yang beragam bentuk tarian mengagumkan itu tidak mampu menyentuh hati anak-anak muda untuk mencintai dan mempraktikkannya?”

Apakah perlu kampanye seni di mal-mal atau sekolah-sekolah agar anak muda lebih mengenal seni tradisinya sendiri, terutama tari, sehingga bisa memberi keseimbangan terhadap dance K-Pop? Tapi, siapa yang harus melakukan kampanye seni? Siapa sebenarnya yang bertanggung jawab mengenalkan seni tari dari dalam negeri secara massif kepada anak dan remaja, yang saat ini kecanduan dance K-Pop?


Perlu kita pahami, ngedance K-Pop banyak manfaatnya. Selain anak-anak kita masuk dalam komunitas tari dan memperluas pergaulan, juga bisa untuk meningkatkan rasa seninya. Terutama dance atau tarian. Jika ini juga bisa dilakukan melalui tari tradisi maka lebih baik lagi olah rasa, olah seni anak-anak kita.


Tapi kapan itu terjadi? Saya hanya bisa berharap gerakan lincah, penuh penjiwaan, lewat dance K-Pop itu tidak mematikan semangat generasi muda untuk mencintai seni miliknya sendiri; seni yang terlahir dari Sabang sampai Merauke.

Yups, let dance together! 





Sumber foto: IG attention_sq dan Youtube dance cover id
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nona212 dan 15 lainnya memberi reputasi
Jawabannya adalah zaman cuk!

emoticon-Wakaka

Zaman berubah seiring permintaan mayoritas!
Kalau mayoritas sudah suka Dance Kpop, maka Tarian Daerah tenggelam dengan sendirinya!

Kalau mau Tarian Daerah jadi tren lagi, ya harus ada inovasi!
Peran seniman juga pemerintah sangat dibutuhkan dalam hal ini!

Mayoritas penonton terutama anak muda menunggu gebrakan inovasi dari mereka semua!

emoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
morning.boi dan herrypengarang memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Seniman indonesia mulai punah emoticon-Berduka (S)




emoticon-Bata (S) batain gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
iyusard dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Krisis seni daerah
profile-picture
herrypengarang memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Dari pada k-lol mending kuproy dance

[CERITA PRIBADI DI SEBUAH MAL] Dance K-Pop Sudahkah Mematikan Rasa Seni Tradisi?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
morning.boi dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
karena tema dance competitionnya bebas. coba dari awal temanya tradisional, pasti banyak yg nari tradisional emoticon-Jempol

anak muda zaman sekarang kebanyakan ngikutin tren emoticon-Jempol
profile-picture
profile-picture
herrypengarang dan danhen memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
tidak bisa berkomentar lebih jauh

emoticon-Takut
profile-picture
herrypengarang memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
gaikutan ngejudge ahhhh ane juga gabisa kalo disuruh menari hahaha
profile-picture
herrypengarang memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di