CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e8c9632f4ae2f16f60e216d/ineffable---part-1

Ineffable

Tampilkan isi Thread
Thread sudah digembok
Halaman 257 dari 429
Quote:


Tepat sekali gan
emoticon-Goyang
profile-picture
adorazoelev memberi reputasi
profile-picture
juragan.goyang memberi reputasi
Quote:


Kemarin udah ane bisikin kok
emoticon-Leh Uga
Quote:


Kelebihan 900-an pm
Gegara turun tag emoticon-Leh Uga
Diubah oleh heane
Quote:


Meskipun begitu, tapi ada kebahagiaan tersendiri kan?
emoticon-Big Grin
profile-picture
pe.rusuh memberi reputasi
Quote:


Udah jarang kesana
Sejak aku taruh mod baru di sana emoticon-Big Grin
Quote:


enih
Quote:


'Kebodohan' yg turun menurun sepertinya mas
emoticon-Big Grin
Quote:


@feraldi2001 ini dicariin kakakmu di sini emoticon-Leh Uga
profile-picture
juragan.goyang memberi reputasi
Quote:


Ga mesti omhen..emoticon-Big Grin
Quote:


Ini apa mbak?
emoticon-Bingung
profile-picture
eni050885 memberi reputasi
Quote:


Udah banyak yang ikut?
profile-picture
eni050885 memberi reputasi
Quote:


Sing di share marta nggon wA mau omgow
profile-picture
pe.rusuh memberi reputasi
Quote:


CA juga sepi ya
Quote:


Ga tau omhen q aja baru tahu tadi

Lagian yo ga bs pantun emoticon-Ngakak
Quote:


Jangan kita turunkan lagi ke generasi setelah kita emoticon-Big Grin


Ineffable emoticon-Big Kiss
Purnama Membelai Semesta

Lihat indahnya langit malam ini, rembulan membelai semesta dengan teduh cahayanya. Ada memori yang berkelebat silih berganti pada riak-riak kerinduan yang pernah tercipta pada dua hati anak manusia yang sepadan sebagai pengila purnama. Pada purnama malam ini, saat gelap terusir oleh cahaya, batin pinta menjaring bintang-bintang di angkasa, untuk persembahan pada pemuja malam yang kilaunya melebihi intan permata, lalu memintalnya dengan benang rasa. Kemudian kalungkan di dadamu sebagai bukti cinta.

Angin bergejolak serupa pepohonan tertiup angin yang tak tentu arahnya. Aku berusaha untuk memahami isyarat alam, tak luput telingaku menangkap lirih pesan yang sayup terlontar yang memintaku selami dasar samudera, memetik mutiara langka yang di jaga peri-peri istana, Tanpa banyak tanya ku datangi lautan lepas menyelami palung-palung terdalam, menerjang badai raksasa nan ganas, demi sebuah jawab dalam kejujuran.

Di sanalah istana indah bawah air. Berkilauan oleh pendaran kristal kegelapan yang seolah mencair oleh pantulan cahaya purnama serupa taman-taman surga. Peri-peri penjaga menyambut di gerbang istana, terpukau oleh cantiknya rupa. Laksana bidadari nirwana.Terlupa oleh lekuk tubuh sempurna, terpesona dan terbawa bangkitkan naluri manusia. Saat mereka bertanya, hendak kemana hingga berani selami ganasnya samudera yang sesakkan dada, tak terbersit lagi tujuan awal yang utama.

Di purnama malam ini, ku temukan keajaiban menawan dari keindahan dan syahdunya dawai amor. Hasrat jiwa telah siap untuk tuntaskan.Tak ada lagi cerca, tak pula ada lagi keinginan lain di purnama nan dingin. Purnama yang mengapung di rangka langit malam ini seperti bercerita tentang sebuah kehilangan yang pedih dengan jejak-jejak luka yang tertinggal pada sepanjang bias cahaya lembutnya.

Purnama yang menggigil di kelam malam, adalah pilu kegetiran yang tersematkan pelan-pelan dimana embun menyesapnya dalam-dalam, lalu membawanya pergi seiring terik mentari esok pagi. Purnama yang menangis terisak di pucuk malam ini, mengantar segala nyanyian duka dan airmata yang mengalir di sepanjang sungai kenangan menuju muara yang jauh ke sana, sungguh tak tahu, apakah di sana segalanya kelak menjadi hangat mendamaikan atau malah menjadi hangus tak bersisa.

Duhai rembulan malam, temani aku dalam kidungmu. Di sini meratapi jejak, entah ke mana berkelana. Jiwa ingin mencecap ulang, dalam riang dan senyum, bercanda di bawah sinar bulan, pernah terjalin rasa yang istimewa, seakan dunia ini milik berdua, Kini sendiri termangu, meracik asmara yang entah berharap adanya di sampingku.Padang rembulan di rimba malam, kerlip bintang menemani yang sedang menanti bayang-bayang, bertebaran sepanjang jalan berdesakan impian tentang kesukaan terang bulan di hati, menghalau kabut mimpi yang terbenam pada sebuah misteri purnama malam ini.

Sesosok yang terpapar lara, berdiam di bawah terang bulan. Meretas ayat-ayat malam, Ada petikan gitar syahdu mengalirkan sajak cinta nan indah. Melintas bingkai kenangan lampau, berlayar kasih yang pernah singgah. Sepucuk surat kubaca, Engkau tawarkan benang rasa. Masih malam purnama yang sama. Getar ini tak pernah pergi. Walau sekian purnama terlewati, masih saja hingga kini sosokmu yang selalu kunanti. Sungguh tak mampu untuk ungkapkan meski purnama telah pancarkan, Ineffable








profile-picture
eni050885 memberi reputasi
Perut berasa penuh diisi sama susu emoticon-Gila
Quote:


Ngobrol tentang apa enaknya om emoticon-Thinking
Quote:


Kalo dulu kalo ada yg sunat dibuat guyonan om, ada telek di jorok2in emoticon-Leh Uga
Halaman 257 dari 429
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di