CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Hadapi Corona, Media Asing Sebut Masyarakat Indonesia Tahan Banting
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ea82fd4af7e9312ea72af75/hadapi-corona-media-asing-sebut-masyarakat-indonesia-tahan-banting

Hadapi Corona, Media Asing Sebut Masyarakat Indonesia Tahan Banting

JAKARTA (Realita)- Sempat bersikukuh absen dari virus corona hingga Februari lalu, jumlah penyebaran kasus COVID-19 di Indonesia ternyata justru kian brutal.

Hadapi Corona, Media Asing Sebut Masyarakat Indonesia Tahan Banting
Shane Preuss

Pasalnya, sejak pertama dilaporkan pada sekitar awal Maret lalu, jumlah kasus infeksi dilaporkan terus merangkak hingga kini hampir menyentuh angka 10 ribu orang

Namun, selama menghadapi wabah ini, Indonesia tidak hanya mendapatkan sorotan karena peningkatan kasus yang naik secara drastis, tetapi juga dalam hal fasilitas kesehatan, tingkat pengujian, hingga kondisi ekonomi masyarakat yang dinilai memprihatinkan.

Kondisi kasus COVID-19 di Indonesia ini tidak lepas dari perhatian salah satu media liputan Asia Pasific ternama, The Diplomat. Bertajuk 'Indonesia dan COVID-19: Apa yang Hilang dari Dunia,' jurnalis The Diplomat, Shane Preuss, lantas memberikan analisis mendalamnya terhadap kasus COVID-19 di Indonesia.

Menghimpun sejumlah laporan dari berbagai sumber, Preuss pada dasarnya terkesan ingin mengabarkan bagaimana pemerintahan Indonesia sebenarnya tengah pontang-panting dalam menangani wabah COVID-19, tetapi justru 'terselamatkan' gara-gara masyarakatnya yang dinilai sangat solidaritas.

Dalam berbagai awalan tulisan misalnya, Preuss terlihat ingin menggambarkan betapa mengerikan hingga hancurnya situasi kasus COVID-19 di Indonesia karena perpaduan fasilitas kesehatan hingga respon wabah yang buruk dari pemerintahan.

"Laporan tersebut (ABC News) berfokus pada 'adegan mengerikan' dari meningkatnya jumlah orang yang mengalami kegagalan pernapasan dan menyoroti masalah kemiskinan dan tekanan yang ditimbulkan oleh virus akibat sistem kesehatan di negara itu (Indonesia).

"Kesan keseluruhan adalah bahwa negara (Indonesia) yang hancur," tulis Preuss sesaat setelah mengutip laporan ABC News terkait dengan bagaimana para wisatawan asing sangat beruntung karena telah meninggalkan Indonesia.

Setelah menggambarkan fasilitas kesehatan yang buruk, Preuss lantas melanjutkan tulisannya dengan menyebut rendahnya tingkat pengujian Indonesia hingga kesalahan langkah pemerintah dalam memberikan respon awal terhadap krisis.

Selanjutnya, Preuss terlihat juga ikut menyoroti bagaimana wilayah Jakarta menghadapi begitu banyak tantangan hingga tekanan ekonomi untuk menghadapi wabah COVID-19.

"Indonesia, negara dengan populasi terpadat keempat di dunia dan rumah bagi wilayah perkotaan terbesar kedua di dunia, Jabodetabek, tentu saja menghadapi tantangan yang sangat besar," katanya.

"Pentingnya menyeimbangkan ekonomi dan kesehatan masyarakat juga merupakan ketegangan yang terasa lebih akut di negara-negara berkembang, di mana penurunan ekonomi dirasakan lebih kuat," lanjut Preuss.

Namun, menariknya, setelah membeberkan berbagai laporan negatif dari ABC News, Preuss justru mengingatkan pembacanya bagaimana di tengah kekacauan pemerintah Indonesia dalam menghadapi pandemi, masyarakatnya tetap 'tahan banting.'

Terkesan memuji ketahanan rakyat, Preuss bahkan menyebut dengan jelas bagaimana sebelum dilanda wabah pun, masyarakat Indonesia telah sukses menghadapi berbagai cobaan berat seperti penjajahan kolonial, bencana alam, konflik sipil, hingga reformasi 1998.

"Video laporan ABC News tersebut diedarkan di grup WhatsApp oleh banyak orang Indonesia yang bingung karena direndahkan oleh orang-orang di negara lain. Namun, apa yang telah dilewatkan media Australia adalah ketahanan masyarakat Indonesia.

"Walaupun negara ini jelas menghadapi tantangan penting, orang Indonesia telah mengatasi banyak cobaan besar sebelumnya (yaitu) bencana alam yang menghancurkan, pemerintahan kolonial selama berabad-abad, perjuangan untuk kemerdekaan, konflik sipil, dan kekacauan yang terjadi setelah krisis keuangan Asia 1998, yang menyebabkan kejatuhan kediktatoran serta reformasi sistem politik dan ekonomi negara," tulis Preuss.

Untuk membuktikan ketahanan hingga rasa solidaritas masyarakat Indonesia dalam menghadapi berbagai krisis, Preuss pun memberikan berbagai data pendukung dari laporan asing serta dalam negeri.

"Dalam Legatum Prosperity Index 2019, Indonesia berada di peringkat kelima di dunia untuk modal sosial dan (peringkat) pertama untuk partisipasi sipil serta sosial, dengan tingkat relawan tertinggi dari negara mana pun.

"Dalam Indeks Pemberian Dunia Yayasan Amal (CAF) tahun 2018, Indonesia juga menduduki peringkat teratas dalam frekuensi sumbangan dan kesukarelaan.

"Karena itu tidak mengherankan melihat banyak kampanye crowdfunding yang telah diluncurkan pada platform lokal seperti kitabisa.com untuk membantu mereka yang membutuhkan.

"Ini termasuk mengumpulkan dana untuk mendukung pekerja sektor informal, seperti penjual jajanan, pemulung, dan pengemudi ojek, dan untuk membeli alat pelindung diri (APD) untuk petugas kesehatan. Pada akhir Maret, 15 ribu mahasiswa kedokteran dari 158 universitas juga telah mendaftar untuk menjadi sukarelawan," tulis Preuss.

Makin memuji rakyat, Preuss juga tampak 'menampar' berbagai laporan negatif media asing dengan menyebut bahwa mereka lupa dengan fakta bahwa tingkat inovasi masyarakat Indonesia juga sangat tinggi. Dalam hal ini, Preuss lantas memberikan deretan contoh bagaimana berbagai universitas hingga perusahaan manufaktur Indonesia yang mencoba berinovasi menciptakan berbagai alat untuk menangkal virus corona.

"Sebagai contoh, Universitas Indonesia telah mengembangkan stan desinfeksi berbasis ultraviolet untuk peralatan medis, dan sedang melanjutkan penelitian dan pengembangan menjadi APD, instrumen pengujian serta perawatan cepat COVID-19.

"Institut Teknologi Surabaya (ITS) telah bekerja sama dengan Rumah Sakit Universitas Airlangga untuk mengembangkan ruang desinfektan yang menggunakan ozon (O3) daripada disinfektan kimia yang tidak aman, serta robot yang dapat digunakan untuk berkomunikasi jarak jauh dengan pasien,"

"Indonesia juga merupakan rumah bagi startup dan sektor digital yang berkembang pesat. E-commerce, pendidikan, kesehatan, dan perusahaan perjalanan lokal telah memungkinkan orang untuk mempertahankan kehidupan normal," lanjut Preuss.

Setelah menulis panjang lebar terkait dengan contoh berbagai bantuan hingga inovasi yang dilakukan oleh rakyat, Preuss pun menyimpulkan bagaimana alih-alih terus menyoroti kejelekan pemerintah, media asing seharusnya juga tidak lupa memperhatikan kekuatan dan ketahanan masyarakat Indonesia.

Sumber
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Maspri855 dan 250 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 14
wah ..disini kok beda
profile-picture
profile-picture
profile-picture
MRemy dan 36 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh mersonsama
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Jangan remehkan orang Indonesia
Tetangga yg gk prnh kliatan kerja bertaun2 aja bs hidup, ngeroko lancar malah
Di daerah penghasilan krg dr sejuta sebulan bs hidup
Gaji 3jt an sebulan bs menghidupi anak 4 di Jabodetabek, msh bs selingkuh lagi.. emoticon-Big Grin
Masih bnyk lagi

profile-picture
profile-picture
profile-picture
aparat46 dan 114 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh xrm
Lihat 24 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 24 balasan
Quote:


Ane membacanya "primitif gini, pantes aja bisa di jajah 350 tahun"
profile-picture
profile-picture
profile-picture
MRemy dan 41 lainnya memberi reputasi
Lihat 14 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 14 balasan
Tahan banting karena tidak ada pilihan lain.
Perut lapar membuat mereka tidak menghiraukan Corona.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
MRemy dan 47 lainnya memberi reputasi
kalau tidak ada duid tahan tidak ?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
MRemy dan 37 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Bukan tahan banting tapi dungu + dableg
Tipikal sifat org ini yg rata2 pemalas
Soalnya kalo wabah gini kan mereka digratisin uang listrik dan dikasih sembako dengan gak perlu kerja
Mangkanya mereka sengaja
profile-picture
profile-picture
profile-picture
qisatria dan 55 lainnya memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
hanya mobil esemka yg tahan banting... makasih pak jokowi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
MRemy dan 49 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
ketahanan masyarakat dalam menerima tingkah polah para pemimpin yang ndableg, arogan, egois dan apa lagi sangking banyak isi sendiri...

positif yang pasti mau bumi gonjang-ganjing bangsa ini tetap ada dan selalu berdiri tegak layaknya tak ada masalah, fucek with other nations!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
MRemy dan 38 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
udah terlatih gan... emoticon-Cendol Gan
makan gorengan pke plastik, batu es aer kali, makanan pke borak, beras pke pemutih emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 49 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
mauk makan corona n mintak disuntik coronah, hanya ada di Indonesia.


emoticon-I Love Indonesia (S) WONDERFUL INDONESIA emoticon-I Love Indonesia (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 36 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
orang RI itu tabah kok, lainnya ndableg emoticon-Imlek bangsa ini pernah dilanda perang,kerap dilanda bencana, kesulitan dsb tp mereka tak memilih mengungsi ke negara lain jadi boat people sperti vietnam, bangladesh, rohingya, warga timur tengah dll,... paling banter jd TKI , itu pun tetap pengen balik kampung emoticon-Cendol Gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 44 lainnya memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Mungkin ada hubungannya dengan iklim tropis di Indonesia, penyebaran nya jadi gak sekencang negara lainnya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 32 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Kuat dlm ngadepin apa aja...mau presiden nya sape juga... perorangan orang indonesia lbih kuat ngadepin dgn cara diri sendiri masing2... itu yg bkin kuat indon
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gh20 dan 33 lainnya memberi reputasi
yang tahan pemerintahannya, yang dibanting rakyatnya emoticon-Hansipemoticon-Betty
profile-picture
profile-picture
profile-picture
luweh dan 44 lainnya memberi reputasi
ngakak..
warga negara berflower emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 29 lainnya memberi reputasi
Tahan banting karna gak ada pilihan, mau protes ke pejabat...emang bisa ? Berapa persen kesempatannya didengerin trus dieksekusi ?

Dimari aja dah ketauan nyolong mash bisa ngeles2, mesem2...bikin kesalahan juga cepet terlupakan...

Jadi rakyat mah...yaudah gitu aja...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 39 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
makan gorengan pake plastik ga mati2 wkwkwkwk
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 29 lainnya memberi reputasi
Gimana gak tahan banting bre, kapal selem aja dimakan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gh20 dan 36 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
enak aja klo ngomong lu aja saya banting mau?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 22 lainnya memberi reputasi
wkwkwkwkwk
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 25 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Halaman 1 dari 14


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di