Kaskus

Entertainment

diisantosAvatar border
TS
diisantos
Banyak Kebaikan saat Menjadi Petugas SATGAS COVID-19, Kuncinya Ikhlas!
Banyak Kebaikan saat Menjadi Petugas SATGAS COVID-19, Kuncinya Ikhlas!

Ikhlas Suatu Kebaikan yang Berasal dari Hati

Banyak Kebaikan saat Menjadi Petugas SATGAS COVID-19, Kuncinya Ikhlas!

Keikhlasan dalam menghadapi covid-19 menumbuhkan banyak kebaikan

Hay agan dan sista sekalian apa kabarnya, semoga senantiasa dalam limpahan kebaikan-Nya. Ngomongin tentang kebaikan tentu banyak macamnya, mulai dari hal-hal yang memang terencana sampai hal kecil yang dilakukan karena refleks. Namun dari semua hal itu tentunya kita tidak tau apakah kebaikan tersebut dilakukan dari hati atau sekedar untuk mencari sensasi seperti yang banyak terjadi belakangan ini.


Kali ini ane mau berbagi kisah selama masa lockdown hingga bulan Ramadhan ini yang mungkin akan dianggap sebelah mata dan bahkan tak ternilai. Namun, ane percaya Allah itu Maha Kuasa. Sekecil apapun kebaikan itu jika memang kita melakukannya dengan ikhlas tentu akan mendapat ganjaran yang setimpal, bukan sekarang tapi nanti di yaumul hisab.


Kisah ini semenjak diberlakukan lockdown akibat adanya covid-19 di negeri ini, saat semua diharuskan untuk tetap di rumah. Keharusan untuk di rumah ini berlaku bagi semua orang. Hingga pemerintahpun mengeluarkan kebijakan untuk beraktivitas di rumah, bekerja dari rumah, belajar dari rumah, bahkan beribadahpun dari rumah. Semua aktivitas sebisa mungkin dikerjakan di rumah kecuali jika kondisi sangat mendesak saja baru diperbolehkan keluar rumah. Untuk memastikan agar masyarakat mematuhi kebijakan tersebut tentu perlu adanya pengawasan. Semua aspek dilibatkan untuk ambil bagian, tidak terkecuali dengan pihak keamanan untuk siap siaga di pos pemantauan dan pos perbatasan untuk memantau setiap orang yang ke luar masuk wilayah kami.


Banyak Kebaikan saat Menjadi Petugas SATGAS COVID-19, Kuncinya Ikhlas!


Jadwal dibuat, tugas pun dibagi. Mulai dari tugas jaga pos perbatasan, hingga patroli untuk menegur warga yang masih berkerumun dan keluyuran. Nampak mudah, namun menjadi sebuah tantangan tersendiri karena banyak dari masyarakat kita yang nir kesadaran. Sebagian dari mereka yang melanggar adalah acuh pada peraturan, padahal semua diupayakan untuk kebaikan. Tak jarang pula kami para petugas justru dibantah ketika memberhentikan di portal perbatasan. Padahal kami menanyakan kepentingannya untuk ke luar rumah, tak jarang pula diantara mereka masih enggan memakai masker. Sembari menegur sembagi mengedukasi agar tetap terlindungi dalam kondisi seperti ini.


Awalnya memang sangat sulit. Seberapun coba mengedukasi, bantahan demi bantahan pun memancing emosi. Namun perlahan niat itu semakin tertata. Untuk menumbuhkan kesadaran memang susah, tetapi setidaknya telah mencoba dan berusaha dengan ikhlas dan tabah.


Memasuki bulan Ramadhan tentu membawa berkah tersendiri bagi kami. Begitu pun sebanding dengan tantangannya. Anjuran untuk tetap di rumah sudah mulai dilakukan, banyak yang mulai tumuh kesadaran, namun bertambah lagi permasalahan karena banyaknya warga berdatangan dari perantauan karena alasan kebutuhan dan kelaparan jika bertahan di perantauan. Pemeriksaan demi pemeriksaan kami lakukan dengan pengetahuan yang diberikan sewaktu pembekalan, tak lupa kami bekerja sama dengan petugas dari puskesmas. Arahan untuk karantina mandiri pun diberikan pada mereka yang memang tidak mempunyai gejala dari paparan covid-19. Tentu bukan hal yang mudah, tapi inilah faktanya masih banyak yang tidak mengindahkan sebuah peraturan.


Banyak Kebaikan saat Menjadi Petugas SATGAS COVID-19, Kuncinya Ikhlas!Masih ada pemudik


Di malam hari untuk memastikan jika kondisi aman terkendali, kami pun membagi tugas untuk patroli. Moment ini pun kami manfaatkan sambil menebar kebaikan. Sambil berkeliling membangunkan sahur untuk sedikit mengobati kerinduan pada rutinitas bulan Ramadhan. Memang tahun ini sangat berbeda dengan Ramadhan sebelumnya. Tak ada ngabuburit dan buka bersama di rumah-rumah makan, tak ada sholat berjamaah tarawih di mushollah dan masjid, tak ada suara tadarus dari toa tempat-tempat ibadah, pun dengan kegiatan gugah sahur. Harapan kami dengan berpatroli sekaligus membangunkan sahur bisa menjadi alarm bagi mereka yang menjalankan ibadah sekaligus memastikan bahwa keadaan aman dan semua tetap di rumah.


Dari sini ane merasa bahwa berbuat baik itu memang mudah, namun konsekuesi dari kebaikan kita tergantung dari niat dan keihlasan kita. Awalnya ane menjadi petugas tanggap covid ini karena terpaksa, hasilnya pun banyak masyarakat yang membantah tidakk mematuhi anjuran pemerintah. Namun, ketika kebiakan itu kita lakukan dengan ikhlas akan berbeda pula hasilnya. Ketika tidak sesuai dengan harapan kita bisa lebih bersabar dan lambat laun tumbuh kesadaran, bahkan dari satu kebaikan bisa tumbuh banyak kebaikan.


Sambil menyelam Minum Air atau lebih cocok lagi dengan pepatah "Sekali Dayung Tiga Pulau Terlampaui". Nah mungkin itu pepatah yang tepat.
Dari menjadi penjaga portal lantas bisa mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan, mencuci tangan, menggunakan masker,bahkan menjaga keselamatan saat di luar rumah. Dari menjadi penjaga portal lantas berpatroli memastikan keamanan. Dari menjadi penjaga portal bisa menebar kebaikan mebangunkan orang sahur. Dari menjadi penjaga portal banyak kebaikan yang bisa kita lakukan.


Mari menebar kebaikan dengan penuh keihlasan agar bisa menciptakan perubahan


Ditulis oleh Diisantos dari porlal penjagaan Satgas Covid 19


Spoiler for Berbagi Kebaikan:
darmawati040Avatar border
bestakesiangan.Avatar border
CahayahalimahAvatar border
Cahayahalimah dan 58 lainnya memberi reputasi
59
866
26
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan