CARI
KATEGORI
KATEGORI
Pengumuman! Segera Daftarkan Komunitas Kalian Disini
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Cerita Hidupku Chapter 04: Mimpi
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ea3317ea727682278641a64/cerita-hidupku-chapter-04-mimpi

Cerita Hidupku Chapter 04: Mimpi

Cerita Hidupku Chapter 04: Mimpi

Didalam ruang kelas Dinda terbangu dengan suasana yang sepi. Tak ada seorangpun disana, dia mencoba membiasakan mata terhadap lingkungan sekitar. Bola matanya tak hentinya mengamati objek-objek dalam ruang kelas. “Astaga aku ketiduran, kemana yang lain.” Bantin Dinda. Ia melirik jam yang bertengger didinding.


Betapa kagetnya Dinda ketika jam sudah menunjukkan pukul 11.15 lebih. “Kenapa aku bisa ketiduran dikelas, apalagi udah jam segini. Sudah pasti aku dimarahin sama ibu dan ayah.” Teriak frustasi.


Dinda mencoba mengingat-nginat kenapa dia bisa ketiduran didalam kelas. Namun ketika Dinda mencoba mengingatnya, tidak ada satupun yang membantu. Tanpa pikir-pikir lagi Dinda langsung berdiri dari kursi dan mengambil tasnya. Melangkahkan kakinya keluar kelas, perasaan tidak enak muncul didalam diri Dinda. Lorong kelas yang minim pencahayaan, namun penglihatan Dinda terbantu dengan cahaya bulan. “Aku harus cepat, aku merasakan hal tidak enak dari tadi.” Batin Dinda.


Matanya tak hentinya mengamati sekitar, rasa parno Dinda muncul. Bahkan ketika mendengar suara aneh, mata Dinda langsung menuju sumber tersebut. Namun objek yang mengeluarkan suara tersebut tidak ada. “Astaga, komohon jangan ada yang keluar, apalagi hantu.” Sambil memeramkan matanya ia terus melangkah. Sampai suatu ketika ia melihat sebuah bayangan yang berada didalam kelas.


Dinda yakin kalau banyangan tersebut membentuk seorang siswi. Dinda mencoba mengintip dari sela-sela jendela, saat Dinda mencoba mengintip sosok tersebut mendadak menghilang. Dinda bingung dan mencoba mengamati lebih jauh, tiba-tiba sosok tersebut muncul didepan Dinda dengan muka hancur dan mata sebelah kanan tidak ada. Sosok muka tersebut terus mengeluarkan darah segar. Kemudian sosok tersebut berteriak yang bisa membengkakkan telinga, Dinda kabur sambil menjerit.


Ditengah pelariannya ia bertemu dengan orang yang mirip Andi yang tengah berdiri membelakangi Dinda. Dinda mencoba mendekati orang yang dia duga Andi.

“Andi, apa itu kau?” Sambil mendekat.
“…..”
“Hei, kau tak dengarku?” Tanya Dinda.

“…..”

“Andi!” Memaksa sosok tersebut menghadapnya.



Betapa kagetnya Dinda ketika ia balikkan sosok tersebut, “Kau seharusnya tidak disini.” Dinda langsung teriak dan lari dari soksok tersebut, sampai masuk kedalam ruang kelas. Dengan nafas yang terengah-engah, ia mencoba menormalkan nafasnya. “Itu jelas-jelas bukan Andi, mukanya hancur.” Dinda menegakkan tubuhnya, ia baru sadar kalau dia tidak sendiri, ada sosok yang dari tadi memperhatikan dia sampai suatu ketika makhluk tersebut melompat dan menghampirnya.


“Apa yang kau lakukan disini?” Kata Makhluk tersebut. Sontak Membuat Dinda terbangun dari tidurnya. Ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 9.30 pagi.


“Syukurlah itu hanyalah mimpi.” Hela nafas. Baru saja menghembuskan nafas lega, Dinda kaget ketika baru sadar dia telat masuk sekolah, dengan segera Dinda langsung melompat dari kasur dan cuci muka, terus pakai baju seragam.


Dinda keluar kamar dengan terburu-buru, itu membuat seisi rumah bingung.

“Eh, Din mau kemana?” Tanya ibu.
“Sekolahlah bu! Kok ibu ga bangunin aku sih?” Keluh Dinda.
“Loh kak, kan hari ini hari minggu! Emang ada gitu sekolah buka dihari minggu?” Sahut Cantika.

“Eh, hari minggu?” Dinda bingung.

“Iya kakakku yang pekok.” Ledek Cantika.



Sambil menahan malu, Dinda balik kekamar untuk mengganti seragamnya dengan baju rumahan. “Aduh malunya, untung baru dirumah. Ga tau kalo sampai disekolah terus sekolahnya tutup, mau ditaruh kemana mukaku.” Batin Dinda.



Thx telah meluangkan waktu untuk membaca thread ini. emoticon-Smilie

Quote:



profile-picture
profile-picture
bleedingscream dan hugomaran memberi reputasi
Diubah oleh trikunprayoga


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di