CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kisah Pengubur Jenazah Corona Melawan Takut demi Kemanusiaan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e97a75e2637724117466371/kisah-pengubur-jenazah-corona-melawan-takut-demi-kemanusiaan

Kisah Pengubur Jenazah Corona Melawan Takut demi Kemanusiaan



Kisah Pengubur Jenazah Corona Melawan Takut demi Kemanusiaan Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Kisah Pengubur Jenazah Corona Melawan Takut demi Kemanusiaan

Yogyakarta, CNN Indonesia -- Sudah sekitar satu bulan virus corona (Covid-19) mewabah di Yogyakarta. Selama itu pula tak sedikit orang yang meninggal akibat corona. Data Posko Terpadu Penanganan Covid-19 DIY per 15 April, tercatat 30 orang meninggal dunia.

Proses penguburan jenazah Covid-19 menjadi salah satu bagian penting dalam penanganan virus ini. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY adalah garda terdepan dalam penanganan jenazah Covid-19, selain Tenaga Kesehatan (Nakes).

Endro Sambodo, anggota TRC BPBD DIY, turut menguburkan sebagian jenazah Covid-19.


Pria asal Sleman ini telah enam tahun bekerja di BPBD DIY, namun tugas kali ini menjadi pengalaman pertamanya dalam mengebumikan jenazah.

Sedikit was-was sempat dirasakan Endro. Apalagi, pengalaman pertamanya langsung terkait dengan jenazah Covid-19.


"Pas awal-awal, kami juga agak takut," katanya kepada CNNIndonesia.com, di kantor BPBD DIY, Rabu (15/4).

Rasa takut, dikatakan Endro, terutama karena ia dan rekan-rekannya belum memahami prosedur pemakaman jenazah kasus Covid-19.

Endro berkata setelah berkonsultasi dengan seorang dokter RS swasta di Yogyakarta, pelan-pelan ketakutan itu pudar.

Hal lain yang membuatnya berani terjun dalam penguburan jenazah Covid-19 adalah pertimbangan kemanusiaan.

Kata dia, sejak virus mewabah, masyarakat saat ini hampir tidak berani menyentuh jenazah. Bahkan ketika jenazah itu bukan korban virus corona. 

"Kalau mengandalkan atau meminta bantuan kepada pihak-pihak yang selama ini menangani hal seperti itu, mereka juga takut... Akhirnya, mau tidak mau kami yang melakukan penanganan," ujarnya.

Protokol penguburan jenazah Covid-19 begitu ketat. Endro menuturkan protokol ini diterapkan petugas terhadap semua jenazah Covid-19, baik yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) maupu positif. 

Satu tim penguburan jenazah Covid-19 berjumlah enam orang. Pembagiannya, dua orang berada di ambulans jenazah, empat orang menggunakan kendaraan lain. 

"Karena tidak diperbolehkan personel itu berada satu ruangan atau kendaraan dengan peti," ujarnya.

Sejak awal proses pemakaman petugas yang terlibat wajib memakai alat pelindung diri (APD). 

"Cover all sehingga seluruh anggota badan tertutup rapat dari kemungkinan percikan-percikan atau terkena sentuhan kulit dari jenazah," tutur dia.

Selain itu, ada juga pembagian waktu. Dia bilang petugas pemakaman yang telah mengenakan APD selama 1,5 jam wajib diganti oleh petugas cadangan.

Endro berkata pergantian dilakukan karena penggunaan APD selama lebih dari 1 jam bisa menyebabkan dehidrasi. Pernafasan pun terhambat karena penggunaan masker yang rapat.

Selanjutnya, usai penguburan, para petugas yang terlibat harus beristirahat dalam waktu yang tak bisa ditentukan. Mereka dimasukkan ke zona dekontaminasi yang telah disediakan.

Setelah keluar zona dekontaminasi pun para petugas tidak dianjurkan berkegiatan langsung di lapangan selama 1x24 jam. Selepas menjalani semua protokol itu, barulah mereka diperbolehkan beraktivitas seperti biasa. 

Endro mengaku kerap bersedih menjalankan tugasnya sebagai pengubur jenazah Covid-19. Apalagi bila yang dikuburnya masih anak-anak. 

"Tapi kami kembali ke tupoksi. Kalau kami terbawa perasaan, terbawa emosi, dan segala macamnya, maka kami tidak akan jalan," ucapnya.

Tak hanya menahan sedih, kata Endro, para petugas juga harus rela jarang bertemu keluarga. Pertama, karena risiko terpapar virusnya besar. Kedua, petugas juga harus siap siaga selama 24 jam, jika sewaktu-waktu ada panggilan.

Meski begitu, Endro mengaku bangga menjadi bagian dari TRC BPBD DIY yang bertugas menguburkan jenazah pasien Covid-19. (tri/wis)



Sumber : https://www.cnnindonesia.com/nasiona...i-kemanusiaan

profile-picture
profile-picture
profile-picture
sebelahblog dan 9 lainnya memberi reputasi
kalau di new york Napi di suruh melakukan pekerjaan ini,,
profile-picture
chisaa memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
lha emang udah resikonya, malah mewek
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Quote:


Di sini malah di bebasin
Bayar pulak bebasnya

Lumayan seseran buat pns lapas
Diubah oleh chisaa
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Jangan parno
profile-picture
saya.kira memberi reputasi
bagus lah mikirnye demi kemanusian

jangan kayak kadrunisme mati di tangan allah,tentara allah. tp giliran ada korona kabur paling duluan
pahlawan dalam arti sebenarnya..
semoga jadi amal baik sampeyan masbro, pakbro..

emoticon-Shakehand2
Kan udah dibungkus plastik... udah aman. So ngapain takut? emoticon-Cool
Respect buat para pejuang garda terdepan Covid-19 semoga selalu ada dalam lindunganNya
Salut !

emoticon-2 Jempol
Angkat topi untuk mereka, kalian luar biasa emoticon-thumbsup
Wah gile ribet juga yak prosedurnya

Ngeliat korban nyata dari pandemi ini, ya pasti bakal ngefek juga ke dia
Wajar kalo sedih
#dirumahaja
Semoga diberi kesahatan ya gan para penggali kubur, rejekinya semoga juga lancar semua
emoticon-Kiss
Besar jasa nya para pengubur jenasah ini
Semua dilakukan dg SOP yg benar
Profesi menjanjikan di tengah pandemi corona.
Suka suka km lah mas..... Saya sibuk kerja. Gak sempat mikir aneh.


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di