- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Gandeng Penjahit, RSUD Moewardi Solo Bikin APD Virus Corona Sendiri


TS
yellow.press
Gandeng Penjahit, RSUD Moewardi Solo Bikin APD Virus Corona Sendiri
Quote:

Solopos.com, SOLO — Terbatasnya alat pelindung diri (APD) berupa pakaian hazardous material (hazmat) atau baju astronot di tengah pandemi virus corona (Covid-19) membuat RSUD dr Moewardi Solo tak kehilangan akal.
Mereka akhirnya membikin APD sendiri dengan menggandeng penjahit di sekitarnya. APD berbahan polypropylene spundbound tersebut sudah diproduksi dua hari terakhir.
Kapasitas produksinya mencapai sekitar 200 hingga 250 lembar per hari dengan biaya produksi per lembarnya sekitar Rp35.000 hingga Rp50.000.
Direktur RSUD dr Moewardi Solo, Cahyono Hadi, mengatakan bahan yang digunakan untuk APD virus corona sudah sesuai standar dan pernah dipakai saat virus H5N1 merebak beberapa tahun lalu.
"Bahan ini diklaim bebas bakteri. Solusi kami ambil karena APD di pasaran sudah sangat terbatas. Kalau pun ada, harganya mahal. Kami bikin beberapa lembar prototipe kemudian dijajal oleh tenaga medis, ternyata pas, lalu kami perbanyak," katanya kepada wartawan di Balai Kota Solo, Senin (23/3/2020).
Cahyono mengaku APD tersebut untuk sementara digunakan tenaga medis RSUD dr Moewardi sendiri. Namun jika diketahui ada sisa, pihaknya akan mengirim ke rumah sakit rujukan atau dinas lain yang membutuhkan.
"Bahannya sangat mudah didapat, di pasar-pasar pasti ada. Pemerintah daerah kalau ingin memproduksi juga bisa dengan asistensi dari kami," ucapnya.
Ihwal kebutuhan APD virus corona per hari di RSUD dr Moewardi Solo, Cahyono menyebut sekitar 15 set per pasien. Sebanyak 15 set itu digunakan untuk dokter, perawat, dan tenaga lain yang terbagi menjadi 3 shift.
Dengan tercukupinya kebutuhan hazmat, pihaknya tinggal berburu piranti APD lain yakni masker bedah dan kacamata plastik. Namun menurutnya, masker relatif mudah dibuat. "Kalau masker N95 kan harus standar, kami enggak bisa bikin sendiri," kata Cahyono.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengaku tengah menginventarisasi APD di seluruh rumah sakit di Solo. Selain itu, pihaknya juga mengusahakan pengadaan kendati di pasaran jumlahnya terbatas.
"Informasinya bantuan dari pusat akan didistribusikan ke provinsi, nah provinsi yang nantinya membagi ke daerah. Mudah-mudahan segera dapat dropping. Kami usahakan agar tenaga medis tetap memakai APD saat bertugas. Jejaring antar rumah sakit dimaksimalkan, mana yang berlebih menyuplai yang kurang," tandasnya.
https://m.solopos.com/gandeng-penjah...endiri-1053293






4iinch dan 8 lainnya memberi reputasi
9
2.5K
Kutip
44
Balasan


Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama


Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan