CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Hutang Membawa Derita (KISAH NYATA)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e52ba0bc82084059922a9bb/hutang-membawa-derita-kisah-nyata

Hutang Membawa Derita (KISAH NYATA)

Tampilkan isi Thread
Halaman 2 dari 5
Titip sendal gan
ijin nenda,, sambil nunggu orng lewat
lanjut gan...kisahnya persis saya...dan saya masih menyelesaikan utang....😭
profile-picture
sunflower.id memberi reputasi
Numpang neduh ya gan emoticon-Traveller soalnya ini cerita relate banget sama idup ane. Tp sampe part harta, tahta, wanita aja. Soalnya keburu dicerein sama mantan suami, demi wanita penggodanya. 😆 setidaknya dengan baca thread agan sy jd ga sedi2 amat jalanin idup.
profile-picture
sunflower.id memberi reputasi
Dan masalahpun mulai muncul

Untuk bagian TTM ane ga akan menceritakan dengan detail, karena tidak ada hubungannya dengan judul.

Singkat cerita:
Istri tau ane ada hubungan dengan TTM, dia samperin rumah TTM, aduin ke cowonya, ane berantem sama cowonya TTM, anak ane yg masih kecil menyaksikan siaran langsung ane berantem dengan istri sampai main tangan, si kecil juga ikutan nanggis waktu melihat bapak dan ibunya bertengkar setiap hari.

Setelah itu ane melepas hubungan dengan TTM walaupun masih bekerja di kantor yang sama. Gosip mengenai ane dan TTM terdengar oleh rekan-rekan kerja lainnya. Hidup tetap berjalan kembali normal walaupun sampai saat ini istri masih belum terima perbuatan ane dulu.

Kemudian istri ijin resign dari kantor untuk mengurus anak. Dia mau memulai usaha sendiri, katanya walaupun hasilnya belum pasti, paling tidak bisa mengurus di kecil setiap hari.

Waktu itu ane mengajukan KTA untuk memenuhi kebutuhan modal usaha istri.

Sampai disini hutang yang ane miliki bisa dikatakan sudah tak mampu bayar cicilannya. Ada hutang kartu kredit yang jumlahnya sudah mencapai ratusan juta, ditambah lagi beban KTA baru. Cara mengatasinya, kartu kredit ane titipkan ke tempat gestun untuk dijadikan dana talangan. Cara kerjanya, tagihan setiap bulan akan dibayarkan penuh oleh mereka, setelah itu mereka gesek lagi sebesar jumlah yang dibayarkan (tentu ditambah bunga).

Sebagai ilustrasi, misalkan tagihan kartu A bulan ini 50jt, maka mereka akan membayarkan full sebesar 50jt, setelah itu mereka akan melakukan gesek ulang untuk menarik uang mereka ditambah bunga sekitar 51,5jt.

Lalu lain lagi ceritanya bila kartu B memiliki tagihan 40jt, sedangkan limitnya hanya 41jt, mereka akan membayarkan misalkan 30jt, lalu gesek ulang 30,9jt. Sehingga pemakaian kartu B sudah mencapai 40,9jt. Kartu yang dibayar seperti cara ini ada sekitar 7-9 kartu dengan setiap kartu nominalnya puluhan juta.

Cara ini cukup ampuh selama beberapa bulan, ane cukup fokus membayar tagihan KTA. Tetapi cara itu tidak menyelesaikan masalah, karena beban hutang malah bertambah besar setiap bulannya. Kenapa semakin besar? Karena selain membayar bunga kepada pihak gestun, ane juga membayar bunga pemakaian kartu kredit yang jumlahnya besar, karena tagihan tidak dibayarkan secara full (contohnya kartu B)

profile-picture
NoMaLz memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
gan... ente kan anak accounting seharusnya lbh paham lah masalah hutang kaya gini. semog acepet selesai masalah nya gan
profile-picture
yuri21 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Quote:


Iya bener gan, gua juga dulu pernah terjerumus pakai KTA dari pinjol, sampai tiap gajian habis cuman buat bayar KTA tsb, terus gua pengajuan lagi buat biaya idup, dibayar pas gajian bulan depanya lg. Berulang terus sampai berjalan 6 bulanan. Bisa berhenti gara2 dapet THR + bonus lebaran.

Ditunggu kelanjutanya gan. Semangan update terus.
profile-picture
sunflower.id memberi reputasi
Gelar tiker dulu ya.

Ntar sore balik lagi emoticon-Ngacir
Mana lanjutannya ini?
Ane udh brb emoticon-Belo
nenda ah, siapa tau ada lanjutannya
Usaha baru, semangat baru

Usaha yang dirintis istri belum menunjukan hasil yang signifikan, keuntungan belum mencapai gaji yang biasa ia peroleh tiap bulan. Sejak dia resign, memang ada sedikit biaya yang dapat ditekan, seperti upah pengasuh anak.

Kondisi memaksa untuk memutar otak mencari penghasilan tambahan. Terbesitlah pikiran untuk membuka agen minuman dalam kemasan seperti teh gelas, teh pucuk, okky jelly drink, aqua, viro (kayaknya udah bangkrut, ga pernah kelihatan di pasaran), ale-ale, teh rio, coca cola, fanta, sprite, 7-up, granita dan banyak lagi merek lainnya.

Planning sepertinya cukup bagus, secara hitungan di atas kertas keuntungan memang sangat kecil, tetapi perputarannya sangat cepat. Kebetulan ada ruko 2 lantai posisi di belakang pasar mau disewakan. Untuk sewa ruko dan modal pembelian barang dagangan, 100 juta masih sangat jauh. Paling minim setidaknya membutuhkan modal 200jt.

Uang tidak punya, hutang sudah cukup dalam, tapi kalau usaha ini berhasil setidaknya bisa membantu. Akhirnya lanjut ke tahap pengajuan KTA sesi kedua emoticon-Hammer (S)

KTA sesi kedua, dapat 100jt, dipakai untuk bayar sewa ruko, beli motor VIAR roda 3 bekas, sisanya untuk membeli sedikit barang dagangan. Sy masih ingat jelas barang dagangan yang pertama kali dibeli adalah air mineral merek OASIS dalam bentuk gelas dan botol. Untuk pembelian semua merek air minum dalam kemasan dari distributor diwajibkan minimum 1 truk per pengiriman.

Modal dari KTA sudah habis, barang dagangan masih sangat sedikit, ruko pun tampak kosong emoticon-Hammer (S) Oh ya, karena ane pemain baru, jadi setiap pembelian entah ke vendor manapun pasti pembayaran COD, belum ada fasilitas pembayaran tempo waktu itu.

Di toko ini ane mempekerjakan 2 orang karyawan. 1 orang sebagai kasir, yang 1 lagi sebagai tenaga kasar untuk angkat dan kirim barang. Ane sendiri masih berstatus pekerja kantoran. Jadi pengecekan ke toko hanya malam hari atau dihari sabtu dan hari libur lainnya.

Untuk menambah variasi barang, ane meminjam modal dari saudara, orang tua, bahkan juga mertua. Ya usaha mulai menunjukan hasil, awal sehari omset hanya puluhan-ratusan ribu, sekarang sudah bisa diatas 1 juta per hari. Langganan juga sudah lumayan banyak, kadang 1 warung kecil saja bisa belanja diatas 1 juta. Menurut ane perkembangan usaha ini sangat cepat, karena mungkin dalam waktu 2-3 bulan omset sudah bisa tembus diatas 2 jt per hari.

Ini yang dibahas baru omset ya, jangan tanya untung bersihnya berapa. Sebagai patokan aja nih, dulu aqua gelas itu modalnya 19.700 jualnya 20.000 per karton. Kalau ada acara hajatan bisa dipesan 40 karton, untungnya berapa? Silahkan hitung sendiri.

Lain lagi kalau teh pucuk, waktu itu belum lama launching ke pasaran. Barangnya masih sangat langka, peminatnya cukup banyak. Minta dari supplier ga pernah kebagian, sampai akhirnya cuma dikirim 100 karton aja. Turun dari truk, baru disusun masuk toko, sudah ada yg tanya harga berapa. Kalau ga salah ingat waktu itu modalnya 48rb per karton, dijual 55rb (ya pokoknya kurang lebih per karton untung 5-7rb). Ga pake lama, langsung dibeli semua sama itu orang.

Wuih asik nih kalau jualan kayak gini terus. Utang bisa lunas, bisa resign dari kantor, nongkrong aja dikios tiap hari. 100 karton kali 5000, untung bersih 500rb. Suruh karyawan muat ke VIAR, langsung kirim, bawa balik uang cash.

Untung? Uda pasti. Tapi kenapa warung kecil berani keluar uang cash 5jt lebih untuk 1 produk? Walaupun di tempat dia ga ada tempat untuk menyimpan barang tsb? Ternyata diluaran sana, agen lain jual diatas 60rb per karton emoticon-Hammer (S)

Minta dikirim lagi dari supplier, barang sudah kosong, entah kapan baru bisa kirim lagi, karena mereka memprioritaskan agen besar dan langganan lama mereka emoticon-Cape d... (S) emoticon-Cape d... (S) emoticon-Hammer (S)
profile-picture
profile-picture
NoMaLz dan alhani27 memberi reputasi
jejak
Ane rada gak abis pikir

Kalau dari cerita TS, beliau seorang Head accounting di perusahaan yg lumayan..tapi untuk nalar berhitungnya kok ngga jalan?

Berfoya foya dari kartu kredit, nutup kartu kredit dr kartu kredit lain, modal Usaha via KTA, blm selesai malah nambah lagi hutang/cicilan KTA lagi untuk tutup sana sini

Kok berfikirnya "maaf" bukan seperti seorang Head accounting ya?
emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)
profile-picture
joniahjoni memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
ijin bikin tenda gan
kalau sembako n minuman mah kecil tp perputaran cepat, kebetulan ane dl wkt kuliah bantuin kakak buka warung sembako jd paham, n sekrng posisi ane kerja juga sama sebagai accounting juga sama kayak agan cm ane masih setap, wkwkwk
Ijin utk mengikuti thread
Pengalaman Bisnis part 1

Bisnis agen minuman perlahan mulai berkembang. Saat itu sudah terjalin hubungan dengan banyak pedagang warung dan juga kenalan beberapa agen yang jauh lebih besar. Variasi produk sudah cukup banyak, bahkan minuman yang jarang terlihat di supermarket ataupun minimarket, ada di toko ane.

Saling tukar informasi dengan agen lain. Selain itu juga kami saling oper barang dagangan. Contohnya, di agen A produk sosro kurang laku, ane ambil stok dia karena di tempat ane cukup laris. Sedangkan di toko ane produk teh rio kurang laku, ane lempar ke toko dia. Malah terkadang harga beli dari agen lain lebih murah daripada ambil langsung ke distributor (karena ada tips dan trik, ane males jelasinnya disini) hehehe

Setiap libur kantor, terutama sabtu dan minggu, ane hunting barang2 lain di hypermart maupun pusat grosir. Kadang kalau dari distributor sudah menaikan harga, di hypermart masih menggunakan harga lama, jadi masih lebih untung ketimbang ambil ke distributor. Selain itu ane juga mulai hunting sembako, seperti minyak goreng dan gula.

Kadang di hypermart ataupun pusat grosir sering mengadakan promo (terutama minyak goreng), jadi kerjaan di hari libur ngantri seharian di kasir buat beli minyak goreng. Selain itu juga beli gula pasir dalam kemasan karung 50kg untuk ane kemas ulang. Kedua produk tsb cukup menguntungkan walaupun menghabiskan banyak waktu emoticon-Hammer (S)

Lalu di suatu kesempatan, salah satu rekan kantor mengajak mencari peluang bisnis baru di luar Jakarta. Singkat cerita kami pergi ke perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Melihat lahan untuk bercocok tanam (ane ga mau cerita lebih jelas tentang usaha ini). Di perjalanan pulang ada melihat kebun cabe sedang panen. Saat itu di berita harga cabe sedang pada titik terendah, sekitar 3000/kg di tingkat petani.

Iseng-iseng mampir ke kebun tsb. Wah lumayan panen mereka ada sekitar +/- 250kg. Nego dengan pemilik kebun, ane beli semua dengan harga 2750/kg. Sampai di Jakarta, ane bawa semua cabe itu ke toko ane. Malam harinya ane cek ke pasar (posisi toko ane belakang pasar), rata-rata pedagang disana menjual cabe dengan harga 12-15rb/kg. Besok paginya ane pajang semua cabe yg ane beli di depan toko, jual dengan harga 8000/kg, ga sampai 2 jam itu cabe habis terjual semua emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)

Wah dengan keuntungan 5250/kg sepertinya dagang ini sangat menjanjikan. Bagaimana kalau bawa truk isi cabe 2-3 ton sekali jalan? Mungkin sekali jalan bisa mendapat untung bersih 10jt, mungkin keuntungan masih bisa lebih baik lagi kalau harga jual ane naikin sedikit lagi. Sayang peluang tsb tidak ane lanjutkan, karena pasokan cabe tidak selalu ada disana, juga jarak yang terlalu jauh (belum ada tol seperti sekarang ya, dulu masih lewat jalur pantura)

Setelah itu memasuki bulan Ramadhan. Di supermarket/hypermart/pusat grosir banyak sekali promo sirup dan biskuit. Selama itu pula ane spekulasi membeli biskuit dan sirup untuk dijual kembali. Masih ingat dulu pernah beli Tango kemasan kaleng, dijual lagi bisa untung hampir 10rb/kaleng. Sirup Marjan bisa untung hampir 5rb/botol. Lalu buat parcel lebaran isi sirup dan beberapa jenis biskuit dengan harga 100rb, keuntungan bisa mencapai 10-20rb/parcel.

Ya itu masa jaya di toko, enak untung terus, tapi capenya luar biasa.

Sisa hutang? Jangan ditanya, KTA cuma berkurang sesuai angsuran bulanan aja emoticon-Hammer (S)
Selebihnya masih jalan di tempat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
NoMaLz dan 4 lainnya memberi reputasi
Pengalaman Bisnis part 2

Suatu hari ada tetangga berkunjung ke rumah. Sambil ngobrol, tiba-tiba dia menawarkan order untuk usaha angkutan truk.

"Gan, gw ada dapet order nih dari bos pabrik ###, dia lagi cari angkutan buat kirim barang-barang dari gudang dia ke toko-toko langganannya, lu ada kenalan ga?" tanya dia saat itu

"Wah klo ada orderan, oper ke gw aja sis, biar gw yg jalanin hehehe" jawab ane sambil bercanda waktu itu

"Lu beneran mau? Kalau mau nanti gw kenalin sama orangnya" jawab tetangga ane

"Maulah, masa ada orderan ditolak emoticon-afro "

"Emang lu ada pengalaman jalanin bisnis truk?"

"Ga ada sis emoticon-Malu tapi bisalah nanti belajar sambil jalan" jawab ane

Singkat cerita, ane yg waktu itu ga ada pengalaman dan buta tentang bisnis angkutan, akhirnya mulai terjun ke usaha tersebut. Modal awal tentu saja yang dibutuhkan adalah truk. Setelah mendapatkan kontrak resmi dari perusahaan tersebut, sekarang waktunya pusing cari modal buat beli truk, cari supir dan biaya operasional.

Sekarang waktunya merayu orang tua, supaya boleh meminjamkan SHM rumah untuk dijaminkan ke bank emoticon-Hammer
Setelah semua rayuan mulut manis keluar, akhirnya ortu setuju meminjamkan SHM untuk di agunkan ke bank. Yeah dapat pinjaman modal usaha kalau engga salah ingat waktu itu cair 300jt.

Action pertama, beli satu truk bekas (karena waktu sudah mepet dengan kontrak), tambah per belakang supaya kuat bawa beban berat. Total habis sekitar 110jt. Sisanya setelah dipotong biaya adm bank, notaris dan lainnya, uang tersebut dipakai untuk menambah stok dan variasi barang untuk toko agen minuman dan juga untuk pegangan biaya operasional trucking.

Usaha angkutan atau lebih tepatnya menyewakan truk beserta supir untuk mengantarkan barang dari gudang ke toko-toko langganan pabrik sebenarnya cukup menguntungkan. Perhitungan 1 rit (waktu itu 1 rit dihitung berdasarkan semua muatan di truk habis terkirim) ratenya agak lumayan. Malah terkadang dalam 1 hari bisa dapat 2 rit walaupun sangat jarang.

Omset per bulan sekitar 13-15jt dengan laba bersih sekitar 4-6jt diluar biaya maintenance dan perijinan.

Belum lama berjalan, pihak gudang meminta penambahan armada, karena aktivitas penjualan mereka meningkat. Lalu mereka juga meminta kerjasama untuk pengiriman dari gudang-gudang mereka yang ada di luar Jakarta. Dalam sekejap, yang tadinya hanya ada 1 truk bertambah menjadi 5 truk. Itupun belum dapat memenuhi seluruh permintaan mereka. Apalagi ditambah bila pengadaan kendaraan (truk gandeng/trailer/fuso/wingbox) untuk pabrik mereka.

Penambahan 4 truk bekas dibeli secara leasing. Uang muka rendah, cicilan masih cukup terjangkau. Untuk membeli 4 truk ini menggunakan hampir semua dana cadangan operasional harian. Masalahnya adalah dengan adanya leasing ini, maka keuntungan sudah pasti hampir tidak ada ataupun sedikit sekali, karena digunakan untuk membayar leasing. Perhitungannya adalah setelah leasing lunas, maka keuntungan per bulan cukup besar bagi ane, ditambah lagi ane akan memiliki aset berupa truk tersebut.

Sebenarnya usaha trucking ini sangat menjanjikan bila memiliki modal yang cukup besar. Terbukti seiring berjalan waktu, ane mendapatkan permintaan dari perusahaan lain untuk pengadaan truk, dump truk, wingbox maupun trailler. Kalau saja ane punya modal cukup besar dan tak punya tanggungan hutang, tentu jalan cerita akan berbeda dengan kondisi saat ini emoticon-Hammer

Jadi sampai update sudah jelas hutang bank bertambah, muncul lagi hutang baru berupa leasing.

Sampai titik ini, ane ga pernah merasa menyesal telah menjalani semua usaha ini, karena ini adalah pengalaman hidup yang sangat berharga walaupun dibayar dengan sangat mahal emoticon-Gila emoticon-Hammer (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
NoMaLz dan 4 lainnya memberi reputasi
ceritanya mirip ane gan
ijin jejak gan...suka bgt baca ceritanya..
Halaman 2 dari 5


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di