CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Rohis SMA Negeri di Sragen Kirim Teror WA ke Siswi Tak Berjilbab
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e16982fc8393a2703680360/rohis-sma-negeri-di-sragen-kirim-teror-wa-ke-siswi-tak-berjilbab

Rohis SMA Negeri di Sragen Kirim Teror WA ke Siswi Tak Berjilbab

Rohis SMA Negeri di Sragen Kirim Teror WA ke Siswi Tak Berjilbab

JOGLOSEMARNEWS.COM | 08/01/2020 10:00

SUMBER:
https://joglosemarnews.com/2020/01/m...tes-ke-sekolah

direlay oleh teras.id: https://www.teras.id/news/pat-23/200681/rohis-sma-negeri-di-sragen-kirim-teror-wa-ke-siswi-tak-berjilbab

Rohis SMA Negeri di Sragen Kirim Teror WA ke Siswi Tak Berjilbab
Agung Purnomo, wali murid siswi SMAN 1 Gemolong saat mendatangi pihak sekolah mengklarifikasi perihal putrinya yang mendapat teror gara-gara tidak mengenakan jilbab. Foto/Istimewa
SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM– Kasus dugaan intoleransi di lingkungan sekolah mencuat di Sragen. Seorang wali murid di SMAN 1 Gemolong mengaku resah karena putrinya mendapat teror dari kelompok rohani islam (Rohis) sekolah setempat karena tidak mengenakan jilbab.

Wali murid bernama Agung Purnomo (46), warga Doyong, Miri, Sragen itu pun bahkan langsung melabrak ke sekolah karena tidak terima putrinya terus menerus diteror hanya karena tidak memakai jilbab.

Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM Selasa (7/1/2020), Agung mengatakan putrinya berinisial Z, saat ini duduk di bangku kelas I. Kejadian itu bermula ketika beberapa waktu lalu, putrinya mendadak menerima pesan spam (pesan tanpa ada pengirim) bernada keagamaan yang masuk ke WA.

Awalnya ia mengira itu hal biasa. Namun lama-kelamaan, berondongan pesan spam itu makin gencar dan bahasanya mulai setengah menjurus pemaksaan soal jilbab.

Kebetulan putri saya kan nggak pakai jilbab. Nah ada teman-teman yang tergabung dalam Rohis sekolah itu yang melalui spam mengirim pesan-pesan ke anak saya. Awalnya saya anggap hal biasa. Tapi lama-lama kok menjurus keras, pemaksaan dan ada ancaman juga karena anak saya nggak pakai jilbab. Akhirnya kemarin saya berinisiatif tabayun klarifikasi ke pihak sekolah, dinas dan Rohis sekolah,” papar Agung.

Agung menguraikan dirinya mulai tergerak untuk bertindak karena makin hari, pesan yang dikirim sudah semakin keras.

Salah satunya, ada pesan WA yang bernada malah menghujat dirinya sebagau orangtua dianggap tidak tahu aturan dan tidak paham dalil agama Islam.

Awalnya saya maklumi mungkin ini dinamika anak-anak dalam masa tumbuh kembang dan mencari karakter, tapi makin ke sini seperti menjurus keras,” terang Agung.

Ia menguraikan karena resah, putrinya sempat memblok WA spam dari Rohis yang mengirim pesan itu. Namun karena makin berlebihan, ia pun tak bisa membiarkan.

Sempat saya ajak ketemu untuk ngobrol. Kalau saya ada salah atau dikritik, saya welcome kok. Tapi dijawab gak mau ketemu, malah WA-nya nggo opo ketemu karo wong tuwo ora mudeng dalil agama tiwasan debat kusir. Akhirnya saya minta anak saya scrennshoot semua pesan itu dan saya bawa ke sekolah,” terangnya.

Agung menyampaikan saat di sekolah, dirinya ditemui Kepala Sekolah, Suparno, pengurus Rohis, Kepala Disdikbud Sragen dan Kepala Cabang Disdikbud Jateng Wilayah VI, Eris Yunianto.

Menurutnya dalam pertemuan itu, pihak Kasek mengakui kecolongan dan pihak Rohis mengakui bahwa memang mengirim pesan-pesan itu ke putrinya.

Ia hanya berharap kasus ini menjadi perhatian semua pihak agar bibit-bibit intoleransi dan subyektivitas keyakinan sampai meneror itu dikaji ulang bahkan dihentikan.

Saya hanya khawatir, kalau sudah tertanamkan intoleransi dari kecil, nanti kita yang akan kecolongan sendiri. Kita itu Bhineka Tunggal Ika, perbedaan itu berkah dari Gusti Allah, jangan dijadikan penyebab jadi pecah dan kemudian bisa memaksa orang untuk sama. Saya juga sampaikan ke Rohis, jangan berfikir bahwa jika sudah kerudungan lalu, anak saya disoroti karena tidak kerudungan. Jangan karena tidak pakai kerudung amalan selamanya dianggap tidak lebih baik daripada yang pakai kerudung. Subyektivitas-subyektivitas seperti itu yang ingin kita jelaskan. Kita itu hidup di NKRI,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Cabang Disdikbud Wilayah Jateng VI, Eris Yunianto mengaku sudah menerima laporan itu dan bahkan juga hadir di pertemuan klarifikasi di SMAN 1 Gemolong dengan orangtua siswa, Rohis dan pihak sekolah.

Ia menegaskan secara prinsip, tidak dibenarkan memaksakan seseorang untuk ikut memakai jilbab di sekolah. Menurutnya, hal itu adalah hak asasi yang dilindungi.

Siapapun punya hak yang sama. Setiap anak punya hak yang sama. Untuk satu hal itu (keyakinan) kan pilihan hidup masing-masing. Toleransi itu nomor satu yang harus dikedepankan,” paparnya dikonfirmasi JOGLOSEMARNEWS.COM.

Eris mengatakan saat ini kasus itu masih ditangani di level internal sekolah. Ia mengaku sudah berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait baik sekolah, orangtua siswi, maupun rohis.


Ini masih dalam tataran pembinaan. Makanya saya klarifikasi lebih lanjut, kita akan lihat lebih lanjut teknisnya kegiatan pembinaan di situ seperti apa, apa yang harus kita benahi. Kemarin kami juga sudah diskusi itu termasuk dengan orangtua siswa. Nanti kita review kembali SOP-nya untuk kegiatan pembinaan siswa seperti apa,” tandasnya.

Sayangnya, pihak sekolah belum bisa dimintai konfirmasi perihal kasus itu. Kepala sekolah beberapa kali dihubungi belum mengangkat teleponnya.
Wardoyo

BERLANJUT GAES...
Tak Hanya Diteror, Siswi SMAN 1 Gemolong Sragen Yang Tak Pakai Jilbab Juga Diancam. Begini Ancamannya!

===============================================
Sudah terjadi sejak tahun 1990-an hingga sekarang, proses infiltrasi paham keagamaan yang intoleran, tidak wise, tidak arif, ke dalam sekolah-sekolah negeri.
Padahal di Arab Saudi sana, terjadi proses yang membalik dari ultra-konservatif ala wahhabi menjadi liberal-moderat dikomandoi Pangeran Muhammad bin Salman. Entah kaum Islam puritan seperti salafi dan PKS di Indonesia ini mau bergerak ke mana.

UPDATE:
Quote:


IG dan FB-nya:
https://www.instagram.com/rohis_sman1gml
https://www.facebook.com/RohisSMAN1G

Sudah jelas ini pengaruh dari kelompok mana.


Quote:


Setuju gan!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
4iinch dan 23 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh mat_indon
Halaman 1 dari 6
Jateng lagi.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
itkgid dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh eggnostick
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan
Tak Hanya Diteror, Siswi SMAN 1 Gemolong Sragen Yang Tak Pakai Jilbab Juga Diancam. Begini Ancamannya!

Rohis SMA Negeri di Sragen Kirim Teror WA ke Siswi Tak Berjilbab
Tangkapan layar salah satu pesan spaming bernada ancaman yang diterima siswi SMAN 1 Gemolong gara-gara tak pakai jilbab. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM– Kasus dugaan intoleransi yang dialami seorang siswi SMAN 1 Gemolong gara-gara tak pakai jilbab, ternyata tak hanya sebatas diteror saja.

Akan tetapi, siswi kelas X berinisial Z itu juga sempat menerima ancaman lewat pesan-pesan spam.

“Ada ancaman juga. Seperti salah satu pesan yang bunyinya ingat jangan bawa masalah ini ke sekolah. Dan kalimatnya itu di-bold (ditebalkan). Lha, anak saya ini di sekolah kalau gak dibawa ke sekolah mau dibawa ke siapa, saya jadi heran. Karena nggak tahan, sama anak saya diblog tapi semua pesan sudah saya suruh screenshoot semua,” papar orangtua Z, Agung Purnomo (46) kepada JOGLOSEMARNEWS.COM, Selasa (7/1/2020).

Agung mengaku terpaksa angkat bicara karena teror yang dikirimkan oleh Rohis sekolah itu sebenarnya sudah berlangsung lama.

Saat diklarifikasi ke sekolah, di hadapan Kepsek, pihak Rohis juga mengakui bahwa pesan-pesan spaming bernada intimidasi dan teror itu memang dikirim oleh mereka.

“Kami melihat ini sudah bahaya. Mereka anak-anak sudah memakai teknologi bisa mengirim pesan spam yang tidak ada pengirimnya. Saya kemarin sempat mengingatkan juga, ini sebenarnya bisa melanggar UU ITE lho ya. Tapi ya sudah lah, saya juga alumni situ, saya masyarakat juga. Saya hanya berharap ini jadi perhatian semua, kita pinya kewajiban membina adik-adik dan anak-anak kita. Saya berharap dukungan sekolah agar hal-hal ini bisa diperhatikan,” terangnya.

Agung mengaku memberanikan diri mendatangi sekolah karena sudah prihatin keluh kesah putrinya yang terus menerus mendapat teror dari kelompok rohani islam (Rohis) sekolah setempat karena tidak mengenakan jilbab.

Terpisah, Kepala Cabang Disdikbud Wilayah Jateng VI, Eris Yunianto mengaku sudah menerima laporan itu dan bahkan juga hadir di pertemuan klarifikasi di SMAN 1 Gemolong dengan orangtua siswa, Rohis dan pihak sekolah.

Ia menegaskan secara prinsip, tidak dibenarkan memaksakan seseorang untuk ikut memakai jilbab di sekolah. Menurutnya, hal itu adalah hak asasi yang dilindungi.

“Siapapun punya hak yang sama. Setiap anak punya hak yang sama. Untuk satu hal itu (keyakinan) kan pilihan hidup masing-masing. Toleransi itu nomor satu yang harus dikedepankan,” paparnya dikonfirmasi JOGLOSEMARNEWS.COM.

Eris mengatakan saat ini kasus itu masih ditangani di level internal sekolah. Ia mengaku sudah berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait baik sekolah, orangtua siswi, maupun rohis.

“Ini masih dalam tataran pembinaan. Makanya saya klarifikasi lebih lanjut, kita akan lihat lebih lanjut teknisnya kegiatan pembinaan di situ seperti apa, apa yang harus kita benahi. Kemarin kami juga sudah diskusi itu termasuk dengan orangtua siswa. Nanti kita review kembali SOP-nya untuk kegiatan pembinaan siswa seperti apa,” tandasnya. Wardoyo

Tambahan tangkapan layar WA:
Rohis SMA Negeri di Sragen Kirim Teror WA ke Siswi Tak Berjilbab
Sumber: https://www.solopos.com/tak-berjilba...-rohis-1040549
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sitilestari2019 dan 7 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh mat_indon
Islam yg diajarkan Rasulullah itu rahmatan lil alamin, jadi klo saat seseorang menjalankan ajaran agama islamnya malah membuat orang menjadi terancam dan ketakutan, berarti jelas, itu bukan rahmatan lil alamin..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dic.lvx dan 10 lainnya memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan
Ga boleh gitu ga boleh gini.

Harus gitu harus gini.

Semua diatur sama ahli surga.

Tersiksa banget jadi member ini.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dic.lvx dan 10 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Inilah efek orang belajar agama tp gak berguru atau salah cari guru.. Lebih parah modal gugel.
Hijrah bukannya makin introspeksi diri tp malah merasa jadi Tuhan.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yandirgaa dan 6 lainnya memberi reputasi
Wajib dipantaw oleh bnpt, sekolah itu kelak bakal jadi almamater teroris.. camkan itu emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yandirgaa dan 6 lainnya memberi reputasi
Quote:


Teroris katanya ga beragama brayemoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
SpiritOfZoro dan 4 lainnya memberi reputasi
Kasus Teror Siswi Tak Pakai Jilbab di SMAN 1 Gemolong Sragen Jadi Perhatian DPR RI. Kepala Disdikbud Jateng Instruksikan Didalami

Rohis SMA Negeri di Sragen Kirim Teror WA ke Siswi Tak Berjilbab
Kadisdikbud Pemprov Jateng, Jumeri. Foto/Wardoyo


SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM– Kasus teror yang menimpa salah satu siswi SMAN 1 Gemolong gara-gara tak pakai jilbab, dilaporkan mulai menjadi perhatian DPR RI.

Orangtua siswi kelas X berinisial Z itu mengaku sudah dikontak oleh salah satu anggota DPR RI asal Jateng VI terkait kasus tersebut.

“Tadi kami sudah dihubungi oleh anggota Komisi X DPR RI Bu Agustin yang sudah baca berita soal SMAN 1 Gemolong. Beliau memberi perhatian khusus,” papar Agung Purnomo, orangtua Z, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM, Rabu (8/1/2020).

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Jumeri mengaku sudah memerintahkan Dinas Cabang Wilayah Jateng VI untuk menindaklanjuti dan mendalami kasus tersebut.

“Kami sudah minta Cabang VI untuk mendalami. Terimakasih,” ujarnya saat dikonfirmasi JOGLOSEMARNEWS.COM, Rabu (8/1/2020).

Terpisah, Kepala Cabang Disdikbud Wilayah Jateng VI, Eris Yunianto mengaku sudah menerima laporan itu dan bahkan juga hadir di pertemuan klarifikasi di SMAN 1 Gemolong dengan orangtua siswa, Rohis dan pihak sekolah.

Ia menegaskan secara prinsip, tidak dibenarkan memaksakan seseorang untuk ikut memakai jilbab di sekolah. Menurutnya, hal itu adalah hak asasi yang dilindungi.

“Siapapun punya hak yang sama. Setiap anak punya hak yang sama. Untuk satu hal itu (keyakinan) kan pilihan hidup masing-masing. Toleransi itu nomor satu yang harus dikedepankan,” paparnya.

Eris mengatakan saat ini kasus itu masih ditangani di level internal sekolah. Ia mengaku sudah berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait baik sekolah, orangtua siswi, maupun rohis.

“Ini masih dalam tataran pembinaan. Makanya saya klarifikasi lebih lanjut, kita akan lihat lebih lanjut teknisnya kegiatan pembinaan di situ seperti apa, apa yang harus kita benahi. Kemarin kami juga sudah diskusi itu termasuk dengan orangtua siswa. Nanti kita review kembali SOP-nya untuk kegiatan pembinaan siswa seperti apa,” tandasnya.

Sayangnya, pihak sekolah hingga kini belum bisa dimintai konfirmasi perihal kasus itu. Kepala sekolah beberapa kali dihubungi sejak kemarin belum mengangkat telepon. Wardoyo

profile-picture
profile-picture
sitilestari2019 dan comrade.frias memberi reputasi
nih calon kadal kalo dibiarin ntar gedenya jadi tkg rusuh macem banci rijik yah akhiemoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 2 lainnya memberi reputasi
Maksa amat sih...sama2 peserta aja kok sok merasa di angkat jd juri. Nanti kl di tanya ama Juri yg asli mau ngomong apa? Kok sok2an mau ambil hak-Nya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yandirgaa dan 12 lainnya memberi reputasi
Kenakalan remaja sekolah.. bisa diatasi oleh kepala sekolah atau pak Rt
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yandirgaa dan 5 lainnya memberi reputasi
kadrun ngira bakal tetep aman di jaman kebabasan informasi kek sekarang emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yandirgaa dan 4 lainnya memberi reputasi
Udah dari jaman dahulu kala ini model gini mah pelakunya ya kader2 yo know lah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yandirgaa dan 4 lainnya memberi reputasi
banyak perempuan yang pakai jilbab karena disindir2 kaya gini, sangat membuat ga nyaman
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 2 lainnya memberi reputasi
penuh teror, agama apa itu emoticon-Takut
profile-picture
profile-picture
abahsange69 dan eggnostick memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Belum dipenggal, baru sebatas teror lisan. Yang kayak gini harus dimusnahkan sejak awal.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aldonistic dan 4 lainnya memberi reputasi
Astaga emoticon-Kagets
Sdh mencium bau surga rupanya.. emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
bikerok dan galuhsuda memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Keluarin aja murid kaya gini,
Rohis gak dimana mana pasti ada simpatisan HTI, pr besar nih buat nadiem
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan highlander. memberi reputasi
Halaman 1 dari 6


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di