CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
LOVE, LIFE, LESSON, AND SHIT (18+)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dc8d8ea65b24d34ec40c462/love-life-lesson-and-shit-18

LOVE, LIFE, LESSON, AND SHIT

Tampilkan isi Thread
Halaman 9 dari 18
Quote:


Kaya yang ngarep banget bre emoticon-Baby Boy 1
profile-picture
anidiot memberi reputasi
Quote:


Lha gue mah flexibel kok bre emoticon-Leh Uga
profile-picture
anidiot memberi reputasi

PART 29: Rise Up

Sesampainya di lesehan, gue liat cuma ada Febi, Oding, sama Rangga

Quote:


Setelah mereka pergi, gue cepet-cepet buka obrolan dengan Febi

Quote:


Iya, dia cantik dengan cara berpakaian mirip Steffany tetapi dengan gaya lebih tomboy. Ga sedikitpun gue liat make up di DP Whatsapp miliknya.

Quote:


Ditengah obrolan kami yang ga jelas seperti biasanya, Steffany chat gue

Quote:


Gue menaruh HP dan menyalakan rokok

Quote:



profile-picture
profile-picture
profile-picture
IzyMom020 dan 9 lainnya memberi reputasi
kode keras steff bre
profile-picture
anidiot memberi reputasi
PAP apaan? emoticon-Leh Uga
profile-picture
anidiot memberi reputasi
tumben gak ada quotes inggrisnya Bre?

makin banyak aja cewenya.. amanda steffany alisha enak bet breee
profile-picture
anidiot memberi reputasi
pap apaan ? (2) emoticon-Ngakak
profile-picture
anidiot memberi reputasi
Quote:

Sett dah breee emoticon-Mewek

Quote:

Iya bre, tapi gue tetep kalah saing sama bokapnya emoticon-Turut Berduka

Quote:

Nganu bre...

Quote:

Gue tadi kebelet mbalik bre, kirain ga bakalan ada yang nyadar emoticon-Hammer (S)

Enak sih kalo pada mau barengan semua, tapi ini harus milih bre emoticon-Sorry
Quote:

Bre, tolonglah...
profile-picture
richie1933 memberi reputasi
Quote:


Komeok samemeh dipacok emoticon-Ngakak (S)
Lemesin" bre emoticon-Big Grin
profile-picture
anidiot memberi reputasi
bre.. da spoiler gg ? kayanya asekk nih dikasih part spoiler mah..
profile-picture
anidiot memberi reputasi
Balasan post DanyMartadinata
maap salah emoticon-Sorry emoticon-Sorry
profile-picture
DanyMartadinata memberi reputasi
Diubah oleh anidiot

PART 30: Welcome

Dan bener aja, Steffany ngirim foto selfie sedang berada di jok depan samping bokapnya. Ga tau apa yang Steffany bilang saat ngajak bokapnya selfie bareng. Yang pasti ga ada unsur n*dity ataupun t*pless (ga usah nanya lagi bre emoticon-Hammer)

Cukup keras gue memikirkan maksud Steffany sampe PAP gitu. Antara Steffany cuma ga enak karena udah nolak tawaran gue, atau dia emang berniat ngasih lampu ijo dan suruhan secara halus supaya ga kapok nawarin pulang bareng.Entahlah, gue juga bisa dibilang masih asing dalam hal sifat satu sama lain.

Akhirnnya gue memutuskan untuk engga dulu ngajak dia main ataupun sekedar tawaran pulang bareng. Tapi selama beberapa hari itu juga kami cukup intens kalo sekedar chat. Pernah beberapa kali gue berpapasan sama dia di kantin dan gue nawarin buat join bareng di meja gue sama anak-anak, tapi dia selalu menolak. Dan pas gue tanya lewat chat, ternyata dia malu emoticon-Hammer

Yaa wajar mungkin, karena gue sama anak-anak cowok aja udah ber-enam atau bahkan lebih, ditambah kadang suka ada Meli, Febi, sama Chintya (ceweknya Andrew (gue ga tau gimana spell nama doi (pokoknya dipanggil Sintia atau Sin lah emoticon-Hammer (S))))

Tapi menurut gue mereka welcome, dalam artian walaupun kami kelas 12 sedangkan Steffany kelas 11, ga ada namanya senioritas ataupun tatapan sinis yang mereka lemparkan ke arah Steffany.

Nabilla, cukup sering gue liat dia dengan sohibnya Meli. Tapi kalo udah di kantin, mereka berpisah. Meli bersama kami, atau lebih tepatnya sama si Rangga. Sedangkan Nabilla bersama beberapa teman sekelasnya. Bukan semeter atau 2 meter dia menjaga jarak dengan gue, tapi dari ujung ke ujung. Gue dan anak-anak di kantin paling kanan, sedangkan dia di arah sebaliknya. Cukup sering juga gue mendapati dia lagi melihat ke arah gue. Dan saat gue menatapnya, dia ga berusaha buat memalingkan ataupun tersenyum. Yap, paling kami hanya saling menatap dengan muka datar. Itu alesan kenapa gue fotonya masih tersimpan dan gue masih mendengarkan playlist yang sama.

Amanda, gue masih belum berani untuk ganggu dia. Disamping dia udah punya peliharaan, gue juga ga yakin kalo gue bisa mengimbangi hati dia yang "katanya" tulus dan setia. Jadi, lupakan sementara tentang nama ini.

Nisa, walapun kelas dia berada dibawah kelas gue yang notabene kami sama-sama berada di bangunan paling ujung, tapi dia selalu bertingkah seolah ga ngeliat gue. Bahkan kalo gue lagi jalan sama anak-anak, dia nyapa mereka tapi ga sudi buat sekedar liat wajah gue. Apa dia segitu bencinya? Iya. Apa gue ga ada usaha buat nanyain kenapa dia bertingkah kayak gitu? Menurut gue akan sia-sia karena sifat dia yang childish. Walaupun sebenernya gue juga sama emoticon-Hammer

Silvia, gue nganggap dia cuma sekedar teman. Atau mungkin lebih tepatnya partner in English. Dia yang nyuruh gue buat pake bahasa Inggris kalo chat sama dia. Saat gue tanya kenapa, dia jawab katanya bahasa Inggris gue aneh emoticon-Frown aneh dalam artian, gue sering menggunakan slang word yang belum dia tau, dengan begitu dia jadi sering buat sekedar buka Google Translate ataupun Urban Dictionary emoticon-Hammer (S) ga ada perasaan lebih yang gue simpen buat dia. Mungkin ada, hanya perasaan kagum. Mungkin dia juga ga ada perasaan lebih, mungkin.

Alisha, gue masih belum mulai. Wajahnya masih gue ingat, tapi samar-samar emoticon-Peace gue ga pernah liat wajah dia secara langsung, atau mungkin ga ngeh saat ngeliatnya emoticon-Hammer


******



Di awal-awal bulan Desember sebelum UAS, gue sama anak-anak di kantin. Ditambah duo bucin yang ngajak pasangannya, Febi dan Meli. Gue ngeliat Steffany lagi di salah satu kantin sedang nunggu pesenan, gue berinisitif buat menghampiri dia.

Quote:


Gue masih jalan tanpa menghiraukan pertanyaannya

Quote:


Gue kembali ke arah Steffany

Quote:


Gue menarik tangan Steffany supaya ga kabur. Malu juga sih karena ada beberapa pasang mata yang liatin gue, yang bikin ga enak nya posisi disini gue lagi maksa emoticon-Hammer (S)

Quote:


Ditengah-tengah obrolan kami, bel masuk udah berbunyi. Akhirnya kami bergegas buat bayar makanan masing-masing. Dah sebelum berpisah Meli sama Steffany lagi ngobrol

Quote:


Akhirnya kami pamit ke kelas masing-masing kecuali Meli yang nganterin dulu Steffany. Gue agak was-was sebenernya. Iya, gue takut Meli ngomongin kejadian itu.



"Life's too short to worry about stupid things. Have fun, regret nothing, and don't let people to bring you down."
profile-picture
profile-picture
profile-picture
IzyMom020 dan 10 lainnya memberi reputasi
Quote:

Hahahaha takut gue bre, wajah bokapnya agak serem

sorry Steff emoticon-Peace
Quote:

Kalo dikasih spoiler ntar gue gabisa ngentangin bre emoticon-Sorry
profile-picture
richie1933 memberi reputasi
penjelasan PAP yang mengecewakan emoticon-Leh Uga
profile-picture
anidiot memberi reputasi
sorry Steff emoticon-Peace

Kalo dikasih spoiler ntar gue gabisa ngentangin bre emoticon-Sorry[/quote]

Tengkulak kentang takut beut ya daganganya g laku 🤣
But, oke lah yg penting lo rutin update bre ke jadwal minum obat ye..
profile-picture
anidiot memberi reputasi
Quote:


SeSerem itu bre ampe lo takut emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
anidiot memberi reputasi

Side Story 1.1: Untold Place

Ini cuma cerita tambahan yang masih berhubungan dengan cerita sebelumnya tapi kalian bisa skip tanpa membuat jalan cerita jadi bingung.

Hari ini gue ada janji sama Wawan. Gue udah ajak anak-anak, tapi mereka lebih milih rebahan di lesehan. Alhasil gue kesana sendirian.
Sesampainya disana, gue langsung langsung ngobrol dengan Wawan setelah rokok menyala. Hanya obrolan ringan plus sedikit kabar yang terlewat saat terakhir gue kesana. Yap, memang itu janji gue, janji buat mampir kesana kalo ada waktu luang. Sebenernya waktu kejadian gue dulu ribut disini, itu bukan terakhir kali gue kesini. Hampir tiap minggu gue dateng kesini untuk sekedar ngobrol ataupun minum. Dan sekarang, part ini spesial buat cerita yang terlewat.

Kosan samping warung Wawan. A place where the sins are gathered.

Tempat ini banyak mengenalkan gue akan night life. Tempat dimana gue kenal beberapa jenis minuman, tempat dimana gue pertama kali ngerasain pusing dan bahkan (sorry) jackpot. Iya, gue bukan termasuk golongan yang kuat terhadap minuman. Memalukan? Memang. Ga jarang gue jadi bahan bully disini karena hal itu. Tapi jujur, ini tempat yang paling gue suka. Karena sama sekali ga ada drama apapun. Saat orang atau tempat lain sibuk dengan penilaian masing-masing, tempat ini mempersilahkan gue untuk jadi diri gue sendiri. Mereka ga menghakimi gue, begitupun sebaliknya. Disini gue banyak belajar tentang gimana anjingnya kehidupan.

Tempat ini juga megenalkan gue akan FWB. Kesenangan tanpa perasaan maupun paksaan. Ada satu orang dengan nama panggung Lina. Dia yang begitu beruntung karena mempunyai fisik yang sangat cantik. Jujur, dia cewek paling cantik yang pernah gue kenal. Sayangnya nasibnya ga seberuntung parasnya. Singkat cerita, dia mengalami trauma karena pemerkosaan sewaktu duduk di bangku SMP dan berita tersebut menyebar kemana-mana. Sekarang, disinilah dia.

Dimana mereka orang-orang baik yang berasal dari lingkungan baik? Orang baik seperti apa yang memberi Lina campakan bukannya dukungan? Lucu bukan? Tempat yang menurut mereka lebih baik nyatanya jauh lebih hina dari tempat ini. Anjing.
Entah gue harus seneng ataupun miris karena diumur yang masih belasan, gue udah tau hal semacam itu. Sepasang mata dan telinga gue yang menyaksikan kesedihan mendalam dari kenyataan yang mereka dapatkan.

Buat para reader, gue sangat minta tolong untuk memahami pesan yang gue sematkan dan juga tidak bertanya lebih dalam akan hal yang berkaitan dengan waktu, tempat, maupun tokoh.

Banyak cerita yang masih terlewat. Tapi gue rasa cukup sampai disini dulu tentang isi tempat tersebut. Gue mohon maaf yang sebesar-besarnya karena tulisan diatas banyak kata yang kurang pantas. Karena dengan sangat jelas, gue masih bisa merasakan kesakitan yang mereka dapatkan. Harap dimaklum ya bre. Semoga maksud gue bisa tersampaikan. Sekian.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
noth84 dan 4 lainnya memberi reputasi
Yapppp kadang lebih manusia orang2 seperti ini daripada wujud manusia yang secara luarnya saja namun hatinya tidak. Keep wrting aja tees emoticon-Angkat Beer
profile-picture
anidiot memberi reputasi
Karena para manusia Surga menilai orang lain hanya dari tampilan luar & moral
Bisa dibilang hanya kulit luar saja yg mereka jadikan tolak ukur
profile-picture
profile-picture
anidiot dan richie1933 memberi reputasi

Side Story 1.2: Getting Close

Quote:


Iya, Lina sangat cantik, tapi ya itu... emoticon-Hammer (S)
Disamping itu, Andrew berhasil bikin dia "turn on". Pernah gue tanya kenapa, dan jawabannya karena jenis gaya rambut doi merupakan fetish buat dia emoticon-Nohope tapi sayangnya Andrew menolak mentah-mentah. Entah apa alasannya, satu-satunya yang masuk akal ya karena dia setia. Kalo belok sih ga mungkin.

Kembali ke cerita, kami mengobrol ringan atau lebih tepatnya giliran gue yang mendapat celaan karena kejadian minum minggu kemarin

Quote:


Lina dan gue pun beranjak dari warung dan masuk ke kamar Lina. Sedikit gambaran, kamar Lina layaknya kebayakan kamar kost dengan kamar mandi didalam. Ga terlalu sempit maupun terlalu gede. Cukup lah untuk ukuran kasur nomor 2, meja, tv, lemari, minibar, kipas angin, dll.

Gue duduk di kasur memanjang dan bersandar ke tembok. Sedangkan Lina mengambil botol Icel*nd dari atas meja dan 2 beer dari minibar.

Quote:


Lina menaruh kembali 1 beer kedalam minibar, dan gue mengambil asbak dan rokok Lina yang ada di meja. Duh, rokok khas PL lagi...

Quote:


Gue kembali duduk bersampingan dengan Lina. Lina yang memenggunakan kaos longgar terlihat sangat cantik. Ditambah dengan celana training yang bisa dibilang salah satu fetish gue emoticon-Malu

Dia membuka botol dan menuangkannya kedalam sloki lalu menyodorkannya kearah gue. Sloki pertama berhasil membuat tenggorokan dan perut gue hangat. Sekarang giliran gue yang menuangkan untuk Lina. Setelah Lina meneguk sloki pertama, kami mulai menyalakan rokok. Gue memutuskan untuk membuka obrolan terlebih dahulu.

Quote:


Lina kembali menuangkan minuman untuk gue dan langsung gue minum. Begitupun sebaliknya. Setelah itu dia membuka beer dan meminumnya. Belum ada efek apapun selama botol kedua. Kami lebih memilih diam dan menikmati rokok masing-masing. Hening masih terasa sampe sloki ketiga kita minum. Efek minuman mulai terasa, sifat introvert gue selalu hilang setelah sloki ketiga dari Icel*nd. Gue merangkul Lina dengan tangan kanan gue, ga ada penolakan dari dia.

Quote:


Lina hanya diam menanggapi ucapan gue. Kami melanjutkan ke bagian sloki keempat. Dan bibir Lina mendekat kearah bibir gue



"Look at what some good people have done. Blame the victim and left her all alone. What a sick world."

profile-picture
profile-picture
profile-picture
NoMaLz dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh anidiot
Halaman 9 dari 18


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di