CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Mungkin Ini Alasan Mengapa Thread Enggak Lolos Review
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dea1fb468cc95517b3345f5/mungkin-ini-alasan-mengapa-thread-enggak-lolos-review

Mungkin Ini Alasan Mengapa Thread Enggak Lolos Review


Mungkin Ini Alasan Mengapa Thread Enggak Lolos Review
Sumber gambar: pixabay.com

Halo, penduduk Kaskus yang budiman di manapun berada ...

Berangkat dari pertanyaan di kepala (mungkin kepala banyak orang, termasuk ane), kali ini ane ingin membahas sesuatu yang barangkali bisa memberikan sedikit manfaat.

Sebenarnya sebagai newbie sejati, ane nggak pantas bahas ini, tetapi karena ane merasa sebagai warga dari sebuah negara demokrasi tercinta, maka ane berhak beropini atau mengutarakan pendapat asal tidak bertentangan dengan undang undang yang ada.

Penulis (baca: pengarang) sejati adalah kebebasan, mereka memenuhi panggilan jiwa untuk menuangkan apapun yang ingin disampaikan ke banyak orang melalui sebuah tulisan.

Namun, penulis juga manusia. Sudah tentu sebagai manusia, penulis ingin tulisannya mendapat tempat di hati pembaca, atau setidaknya karyanya mendapat pengakuan. (Yaaa, termasuk ane emoticon-Malu (S))

Sebuah karya (tulis) disebut diakui itu umumnya jika telah melalui proses seleksi, lolos review, diterima meja redaksi, atau apapun itu istilahnya.

Karena sekarang sedang menuliskan opini di sebuah media online tercinta, maka bahasan ane kali ini akan lebih mengerucut pada karya yang telah memenuhi proses review.

Sudah menjadi rahasia umum jika sebuah karya tulis itu berhasil melalui proses review setelah memenuhi beberapa standart, misalnya orisinilitas, kualitas isi, serta memenuhi standar kuantitas karakter yang telah ditentukan.

Nah, yang jadi pertanyaan kebanyakan orang (termasuk ane), bagaimana dengan tulisan yang enggak lolos review? Apa alasannya?

Mungkin Ini Alasan Mengapa Thread Enggak Lolos Review
Sumber gambar: pixabay.com


Mungkin, inilah beberapa alasan yang membuat thread enggak lolos review.


1. Orisinilitas

Di mana mana, orisinilitas karya (tulis) adalah segalanya.

Sebuah tulisan, diakui (berhasil melalui proses review) jika telah memenuhi standart orisinilitas.

Orisinil (original) berarti murni hasil karya sendiri, tidak menjiplak, memplagiat, atau dengan sengaja mencontek karya orang maupun media lain.


2. Pencantuman sumber

Loh, tulisanku sudah orisinil, tetapi kok enggak lolos review?

Mungkin kita lupa mencantumkan sumber. Sebab dalam tubuh sebuah tulisan, kadang penulis membutuhkan ilustrasi/gambar dari media lain, referensi, angka atau data, dan lain lain, yang mana semua itu telah memiliki hak cipta.

Sehingga tidak etis jika seorang penulis memasukkan referensi tanpa mencantumkan sumber, baik berupa link maupun manual.


3. Narasi yang dibolak balik


Loh, tulisanku sudah orisinil dan menyantumkan sumber, tetapi tetap enggak lolos, why?

Bisa jadi, mungkin ini, ya. Bisa jadi kita membuat tulisan tersebut hanya membolak balik narasi yang telah dimiliki media lain. Kesannya berbeda, tetapi sebenarnya redaksi kata katanya sama.

Penulis memang tidak bisa hanya mengandalkan ingatan serta otak yang bisa jadi terbatas. Penulis juga membutuhkan referensi lain sebagai bahan tambahan pengetahuan, tetapi jika hasil narasi kita hanya sebuah narasi dari sumber lain yang dibolak balik dengan sedikit mengubah kata kata saja, maka apa bedanya?


4. Listicle yang sama persis

Jika kita menjabarkan tulisan dalam bentuk listicle, mungkin sedikit menjebak apabila list tersebut memiliki urutan yang mirip, meski narasi yang dijabarkan berbeda.

Ini sepengalaman ane yang dulu pernah enggak lolos review dan yang pernah lolos review dengan penulisan yang sejenis, yakni menggunakan teknik listicle.

Rupanya pembahasan menggunakan teknik listicle yang menyadur dari media lain bisa tidak lolos review jika berpatokan pada satu sumber saja. Sementara bisa lolos review saat menggunakan sumber lebih dari satu (asal tema tidak keluar ke mana mana).

Namun, entahlah emoticon-Bingung (S)


5. Tidak ada unsur opini pribadi atau insight

Paling aman, sih, memang membahas sesuatu yang bersumber dari pengalaman atau hasil pemikiran pribadi.

Namun, kan, kita bukan reporter yang tahu/up date banyak hal mengenai fakta lapangan. Atau, misalkan menuliskan hasil pemikiran maupun pengalaman pribadi, tetapi enggak banyak yang baca, bagaimana, dong? Kadang malah dianggap curhat.

Nah, barangkali sudah saatnya kita perbanyak wawasan dengan membaca. Sehingga ketika kita menulis, tulisan kita kaya pengalaman hasil dari opini yang telah diproses oleh otak kita, sehingga menghasilkan insight atau sesuatu yang baru.

Jadi, kita membaca sumber A, B, C, D, blablabla, lantas kita oleh dalam otak menjadi satu sehingga menghasilkan opini pribadi kita.

Kita boleh saja membuat tulisan yang sifatnya untuk jangka panjang (seperti tips, trik, kiat, dan lain lain) atau membuat tulisan yang sifatnya temporal, cepat menguap (seperti berita viral). Tetapi tetap harus ada unsur opini pribadinya, agar pembaca tetap mendapatkan insight atau hal baru dari tulisan kita.

Contohnya mengangkat berita viral tentang pelakor, nah, kita bisa menambahkan opini pribadi, misalnya hukum merebut suami orang seperti apa, atau sanksi sosial yang bakal didapat apa, dan lain lain. Jadi tetap ada insight baru serta bahasan tersebut tetap dikuasai oleh opini pribadi kita.


6. Ada unsur kekerasan, vulgar, SARA, dan sejenisnya

Dari sekian, mungkin ini alasan terakhir mengapa thread enggak lolos review.

Barangkali ada unsur kekerasannya, pornografi, pornoaksi, atau thread yang bisa memicu gesekan, sehingga lebih bijak tak diloloskan.

Mungkin ...


Ah, entahlah! Alasan alasan di atas sekadar opini belaka, ya. Karena itu banyak ane sertakan kata 'mungkin'. Apalagi ane anak baru lahir kemarin sore, jadi opini tersebut jangan jadikan keniscayaan, sih.

Semoga kita semua selalu semangat menulis dan berkarya emoticon-I Love Indonesia (S)

Meski secara pribadi, ane 'bodo amat'. Asal nulis aja, ya. Suka suka. Tidak berharap banyak dibaca, tar jatuhnya kecewa. Berusaha memberikan tulisan terbaik aja. Meski sering malas dan moody-an juga. Hahahaha (jangan ditiru!)

Cukup sekian thread kali ini. Bukan bermaksud sok tahu, sebab ane yang masih fakir ilmu ini bukan dari golongan kaum sotoy, tetapi sekadar beropini, dengan penuh kerendahan hati menerima kritik (sepedas b*n cabe level 30), saran, dan masukan yang membangun, terutama dari Mastah dan Mastih di sini emoticon-Wowcantik

profile-picture
profile-picture
profile-picture
tityann dan 4 lainnya memberi reputasi
Untuk membaca thread retjeh ane lainnya, klik gambar di bawah, Gans!

Mungkin Ini Alasan Mengapa Thread Enggak Lolos Review
profile-picture
Cahayahalimah memberi reputasi
Mantap
profile-picture
mbak.far memberi reputasi
Quote:


Thx emoticon-terimakasih
mungkin
profile-picture
profile-picture
Cahayahalimah dan mbak.far memberi reputasi
Quote:


Iya, Bun. Serba mungkin 😆
Quote:


Quote:
profile-picture
mbak.far memberi reputasi
semoga selalu lolos..hehe.. harus semangat nih ngethreadnya
profile-picture
mbak.far memberi reputasi
Ini jawaban dr banyaknya kreator yg tridnya nggak lolos akhir2 ini..


emoticon-Leh Uga
profile-picture
mbak.far memberi reputasi
Bunda Aya, thanks udah sering dimampirin 😍😆
Quote:


Aamiin ... 😍
Mbak Ila, mah, threadnya bagus semua. Pasti lolos emoticon-Jempol
profile-picture
ilafit memberi reputasi
Quote:


Semoga jawabannya sesuai dan membantu, meski sekadar opri 😆
Quote:


Thread kak far juga bagus2 kok☺
profile-picture
mbak.far memberi reputasi
Quote:


Hihi ... Malasiih emoticon-Kiss (S)
[quote=mbak.far;5dea1fb468cc95517b3345f4][CENTER]
Mungkin Ini Alasan Mengapa Thread Enggak Lolos Review
Sumber gambar: pixabay.com

Makasi infonya. Bisa jadi acuan, ding.
profile-picture
mbak.far memberi reputasi
Quote:


Woho ... Sip. Komen di thread ku yang sepi emoticon-Big Grin
profile-picture
tityann memberi reputasi
Quote:


Nanti saya ramaikan.emoticon-Blue Guy Smile (S)
profile-picture
mbak.far memberi reputasi
Quote:


Kuy, ramaikan emoticon-Big Grin
Gitu ya🤔


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di