CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Denny Siregar: BPJS Rugi Karena Dokter Mata Duitan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5de458bc9a972e41c5211f1f/denny-siregar-bpjs-rugi-karena-dokter-mata-duitan

Denny Siregar: BPJS Rugi Karena Dokter Mata Duitan

Tampilkan isi Thread
Halaman 5 dari 9
hmm ane gak berani berbicara soal ini gan
Sudah kuduga, terbanyak ada di error pihak kalo gak BPJS ya dokter2nya dan kroni3nya...
Kalo eror di kalangan peserta dikit kayaknya tekornya emoticon-Big Grin
Ya mana tahu, ane nobodi
denny tolol
profile-picture
pemburu.kobokan memberi reputasi
ha te tapi sepi komen


emoticon-Leh Uga
Gokil nih si denny
Balasan post hantupuskom
Rakjat jangan sakit...
Mantap lah iuran mahal kayaknya pelayananya jadi tambah waow
kali ini sependapat dengan argument denny siregar.

tapi bukan berarti sy setuju dengan argument dia yang laen, yang cenderung tolol.
Mungkin banyak dokter yang lupa, bahwa profesi ini adalah profesi pengabdian, bukan profesi mencari uang. Bayaran terbesarnya adalah pahala, bukan material. Kalau pengen kaya, kenapa enggak jadi pengusaha saja?

Setuju emoticon-Jempol
Lihat 1 balasan
Lha biaya kuliah kedokteran mahal
dokter lupa dengan sumpah pocongnya..
dokter senior suka halan halan ke LN bre emoticon-Ngakak (S)
ane jadi tau gan.. memang menyangkut nyawa anak biasanya ibu2 panik trs lngsung iya2in aja kata dokter. mau dirawat , dioperasi lah.... segitunya..jahat juga ya...
yo wajar mata duitan
loh di doktrin dari kecilnya jika jadi dokter "bakal kaya, bakal hidup seneng, digandrungin banyak org, mantu idaman lah dll" ya wajar mereka mewujudkan doktrin itu. tp itu sah2 saja selama tidak menggunakan fasilitas negera seperti bpjs ini. misal mereka buka praktek untuk kalangan2 elite dan sebagainya.
Balasan post then.must.koui
mending jadi ustat yah ngak usah mahal2 belajar ngak usah bayar pajak, modal cuma bacot bisa bikin org meledak modal kapling di akhirat doang, klontangemoticon-Angkat Beer emoticon-Angkat Beer emoticon-Angkat Beer emoticon-Angkat Beer
Bisa jadi, itu lah makanya menantu idaman itu salah satunya adalah Dokter emoticon-Ngakak
memang begitu,,kebanyakan dokter2 yg baru lulus.
profile-picture
c2tama memberi reputasi
Buzzzer geje,
silahkan tuh rakyatnya diobati dng spidol warna-warni, tetes herbal soelman, dan dihipnotis ala mbah Terawangan sampai lupa sakitnya apa aja.

Ane berdoa semoga banyak dokter di Indonesia yg banting setir jadi pengusaha murni dan gak usah peduli ama praktek di pedalaman, puskesmas, atau apalah yg namanya lembaga pemerintah,,, daripada tugas negara diragukan ama Menkes sendiri, sana gih bertobat ke Malingsh**t, sampai bangkrut tu bayar akomodasi aja gak kuat, atau kalau pada kecelakaan gegar otak suruh minum obat herbal.

BPJS dana terbatas, yaaa udah tahu terbatas, ngapain juga nasabah asuransi asal comot aje, ane mau ikut asuransi swasta aja cek kesehatan harus orang sehat dulu,, nah nii BPJS dari orang perokok, PSK, pemabuk, masuk semua,, hah,, gimane kagak rugi tong !!

Promotif dan preventif, bullsh***tt !!
liat tuh, dimana peran pemerintah dalam kontrol media dan anggaran iklan, kalah jauh cuyyy misal aje aman iklan2 rokok dan bir bentang,, malah ada daerah yg bupati nya dengan bangga pasang spanduk "Stop rokok ilegal",,, hahahahaha, itu duit;pajak kan, bukan kesehatan rakyat yg dibela ?! ,, denger tuh di radio,, isinya janji2 manis pengobatan alternatif tanpa bukti ilmiah yg valid, mana ada peran pemerintah mencegah berita halu obat2 tanpa efek samping itu, LOL, minum air putih aje bisa kembing emoticon-Big Grin

Diluar sana masih banyak dokter dan tenaga kesehatan yg baik, tapi kasihan y mereka dapat menkes yg serasa bapak tiri emoticon-Mad emoticon-Mad

profile-picture
pemburu.kobokan memberi reputasi
Diubah oleh c2tama
soal operasi caesar kok cuma dokter yg disalahkan...bukannya yg nentuin operasi atau enggak itu bidan di puskes atau faskes tk 1 dulu ?
Bukan hanya dokter tapi juga rumah sakit, sering ditemukan melakukan tindakan medis yang berlebihan terhadap pasien BPJS.

Tapi tidak bisa menyalahkan dokter atau rumah sakit seluruhnya. Pihak BPJS juga sering telat dalam membayar dokter/rumah sakit. Bagaimana pun juga dokter/rumah sakit memerlukan uang untuk beroperasi. Sedangkan uang pembayarannya sering kali tertahan di BPJS. Nah, kalau sudah begitu tidak salah juga dokter/rumah sakit melakukan praktik seperti itu.

Peserta BPJS juga sama. Dulu, sebelum ada BPJS, kalau sakit-sakit ringan bisa beli obat warung tanpa perlu ke dokter. Sekarang, coba lihat sakit sedikit langsung ke dokter/rumah sakit minta pakai BPJS. Pesertanya juga memicu tindakan media yang 'berlebihan'.

Ada sebab ada akibatlah.
profile-picture
c2tama memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Halaman 5 dari 9


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di