- Beranda
- Komunitas
- Entertainment
- The Lounge
[Naskah Film Pendek] Luka


TS
sylviafizzhiadh
[Naskah Film Pendek] Luka
![[Naskah Film Pendek] Luka](https://s.kaskus.id/images/2019/11/21/10601912_201911211059210336.jpg)
NASKAH FILM PENDEK
---LUKA---
KARYA : SYLVIA BASRI
---LUKA---
KARYA : SYLVIA BASRI
PREMIS:
Alif yang harus rela berpisah dengan ibunya yang pergi bekerja ke ibukota, menemukan kenyataan pahit ketika ia dan bapaknya nekat menyusul.
SINOPSIS:
Alif, anak 10 tahun, harus rela memendam rindu yang mendesak di dadanya pada sang ibu. Ibu, Puji, dengan alasan menopang ekonomi keluarga yang pas-pasan, pergi ke ibukota untuk bekerja. Sang bapak, Wahyudi, yang memang cuma pekerja serabutan, tidak ada alasan untuk melarang. Puji yang berjanji sering menelpon, tidak pernah lagi memberi kabar. Meski amplop-amplop berisi uang rutin ia titipkan pada tetangga yang juga sama bekerja di ibukota. Namun, bukan uang yang Alif dan Wahyudi harapkan. Kerinduan mereka pada orang yang disayang, lebih dari segalanya. Hingga hari ibu, memberi motivasi Alif untuk mencari ibunya.
Dengan berbekal uang dari celengan, Alif dan Wahyudi menyisiri ibukota. Alamat amplop yang rutin dikirimkan Puji, sebagai bekal utama untuknya melangkah.
Setelah lelah mencari, dan bertanya sana sini, akhirnya mereka menemukan kediaman Puji. Namun, kenyataan ternyata tidak seindah harapan. Mereka dihadapkan pada kenyataan bahwa Puji sudah menikah lagi dengan seorang pria kaya.
Remuk rasa di dada, hancur dalam jiwa. Itulah yang mereka rasakan. Namun, mereka berusaha untuk pasrah, demi kebahagiaan orang yang disayang.
FADE IN
SCENE 1 : INT Di Atas Ranjang Usang dalam kamar (Malam)
Cast : Alif ( Usia 10 tahun)
Alif yang memakai kaos kedodoran yang berwarna biru pudar, duduk di atas ranjang usang.
CAMERA: LONG-SHOTmengarah ke sekeliling kamar yang bercahaya redup lalu CLOSE-UP ke wajah Alif yang tampak gusar, menampilkan kesedihan yang terpendam di dadanya.
Cut To
SCENE 2 : EKT Teras Rumah Semi Permanen (Senja)
Cast : Alif dan Wahyudi (Bapaknya Alif, 38 th)
Alif berjalan tergesa ke arah Wahyudi yang sedang duduk di bale-bale depan rumah sambil mengisap rokok. Asap memenuhi udara.
CAMERA: LONG-SHOT ke sekeliling rumah semi permanen, lalu berhenti di wajah Wahyudi yang kuyu. CLOSE-UP ke wajah Alif.
Quote:
CAMERA LONG-SHOT ke arah langit.
Cut to
SCENE 3 : Ekt. Koridor Sekolah Alif (Siang)
Cast: Alif dan penghuni sekolah
SOUND EFFECT : Bunyi lengkingan bel pulang sekolah.
CAMERA :LONG-SHOT ke arah koridor hingga gerbang sekolah, lalu CLOSE-UP ke Alif yang sedang berlari menuju gerbang. Alif tidak memperdulikan meski ada beberapa kawannya yang memanggil.
Sound effect : Suara berisik anak-anak sekolah, klakson dan suara kendaraan dari kejauhan.
Cut to
SCENE 4 : Ekt. Teras Rumah Alif (Siang)
Cast : Alif dan Wahyudi
CAMERA : CLOSE-UP ke arah Wahyudi yang duduk di bale-bale sambil merokok. Dia batuk-batuk.
CAMERA LONG-SHOT sekeliling dari teras ke arah gang depan rumah, ada Alif yang berlari dengan senyum ceria.
CLOSE UP : ke arah Wahyudi dan Alif yang berdiri berhadapan.
Quote:
CAMERA CLOSE-UP ke arah Wahyudi yang termenung, bergelut dengan pikirannya.
SOUND EFFECT: Bunyi derit pintu di buka dan langkah kaki cepat
CAMERA CLOSE-UP ke arah Alif yang keluar dari kamar dengan baju yang sudah diganti.
Quote:
CAMERA LONG-SHOTke arah Wahyudi dan Alif yang berjalan menuju sepeda motor yang terparkir di depan rumah.
Motor itu melaju.
Sound effect : Bunyi motor butut yang knalpotnya sudah bocor
Cut to
SCENE 5 : EKT. Teras Rumah Alif (Sore)
Cast : Alif dan Wahyudi
CAMERA CLOSE-UP ke arah Wahyudi yang sibuk memencet-mencet keypad ponsel di tangannya. CLOSE-UP 2 ke arah Alif yang menunggu tidak sabar.
Quote:
CAMERA CLOSE-UP ke arah wajah sedih Alif dan Wahyudi bergantian.
Sound effect : Lagu sedih
Alif dan Wahyudi kecewa. Mereka bersikap normal dan seolah-olah sudah melupakan kalau ada sosok Puji dalam hidup mereka. Alif kuat, dan sekuat tenaga menekan kerinduan pada sang ibu. Begitu pun dengan Wahyudi, yang kembali aktif bekerja serabutan. Uang dalam amplop demi amplop yang selalu rutin dikirim Puji, tidak pernah digunakan lagi sepeser pun. Bulan pun terus berlalu.
Cut to
SCENE 6 : Int. Ruang Kelas (Pagi)
Cast : Alif dan murid-murid satu kelas
CAMERA : LONG-SHOTke seluruh ruang kelas yang dipenuhi murid. Mereka duduk berkelompok, seperti sedang merundingkan sesuatu yang menarik. CLOSE-UP ke arah Alif yang duduk diam, memperhatikan sekelompok kawan-kawannya yang sedang membicarakan perihal hari ibu.
Alif seperti mendapat sebuah ide dalam keheningannya. Meski sudah hampir dua tahun Puji tidak pulang, Alif tidak benar-benar membenci Puji. Dia sadar, biar bagaimana pun Puji tetap ibu yang wajib dia hormati. Dia berniat untuk mencari sang ibu. Mengucapkan selamat hari ibu sebagai bentuk kerinduannya.
Sound effect : Suara berisik para siswa
Cut to
SCENE 7 : Int. Kamar Alif (Senja)
Cast : Alif dan Wahyudi
Sound Effect : Suara celengan dipecahkan
CAMERA : CLOSE-UP ke tumpukan uang kertas dan beberapa koin. MOVE TO wajah Alif yang senang.
Sound effect : Bunyi pintu di dorong
CAMERA : LONG-SHOT ke arah pintu kamar yang bergerak perlahan karena didorong Wahyudi dari luar. CLOSE-UPke wajah Wahyudi.
Quote:
Wahyudi pun akhirnya mengangguk luluh. Dalam hati pun, kerinduan pada sang istri belum sedikit pun memudar.
Cut to
Hanya berbekal alamat di tangan, akhirnya Alif dan Wahyudi berangkat ke Jakarta. Alif berkali-kali merogoh ransel, memastikan kado berisi gamis untuk sang ibu tidak ketinggalan. Wajah mereka berdua semringah, berisi harapan yang besar untuk bertemu orang yang disayang.
SCENE 8 : Int. Taksi (Sore)
Cast : Alif, Wahyudi, dan sopir taksi
Sound effect : Suara bising kendaraan dan klakson
CAMERA : LONG-SHOT ke arah kota Jakarta yang ramai. CLOSE-UP ke Alif dan Wahyudi yang memandang takjup ke arah kota. MOVE TO ke arah sopir yang mengintip dari spion tengah.
Quote:
Alif hanya diam mendengar perkataan si sopir. Dalam hati ia merasa senang, sang ibu bisa bekerja di tempat yang elit. Mungkin karena itu, ibunya enggan pulang kampung. Terlampau betah mungkin, pikirnya.
Cut to
SCENE 9 : Ekt. Di depan pagar rumah elit yang megah (Sore)
Cast: Alif, Wahyudi, dan Satpam
CAMERA : LONG-SHOT ke rumah megah itu, memperlihatkan setiap sisinya yang indah. CLOSE-UP ke arah Alif dan Wahyudi MOVE TO Satpam yang berdiri di balik pagar.
Quote:
CAMERA LONG-SHOTke arah Alif dan Wahyudi yang menghilang di balik pagar bersama Satpam.
Cut to
SCENE 10 : Ekt. Teras Rumah Mewah (Sore)
Cast : Alif, Wahyudi, Puji, dan Suami Baru Puji
CAMERA : LONG-SHOT ke seluruh rumah, lalu CLOSE-UP ke Alif dan Wahyudi yang sedang menekan bel rumah.
Pintu dibuka.
CAMERA : LONG-SHOT dari kaki sampai wajah Puji, Lalu CLOSE-UP ke wajah Alif MOVE TO ke Wahyudi yang memandang tidak percaya dengan gaya Puji yang berbeda. Dulu biasa bergamis dan jilbab usang ditambah sandal jepit. Sekarang gaun selutut mengkilat dengan sepatu hak tinggi.
Quote:
CAMERA LONG-SHOT ke arah pintu yang tiba-tiba muncul sosok seorang laki-laki berpakaian necis. Lalu CLOSE-UP ke wajah Puji yang gugup MOVE TO ke Alif dan Wahyudi.
Si Pria melingkarkan tangan ke bahu puji.
CAMERA : CLOSE-UP ke Alif dan Wahyudi yang sama-sama terkejut. Tas yang dipegang Wahyudi terjatuh, saking mengejutkannya pemandangan itu.
Quote:
Closing
Wahyudi hanya menurut ketika Alif terus menarik tangannya. Wajah keduanya pias, dengan hati yang sama hancurnya. Kenyataan kalau Puji sudah menikah lagi, menggoreskan luka yang sangat dalam di hati keduanya. Mereka saling menggenggam, saling menguatkan. Air mata yang berderai dari keduanya, adalah tanda luka hati yang nyaris berdarah-darah.
Sound effect : lagu sedih
Fade Out
Credit Title
Diubah oleh sylviafizzhiadh 22-11-2019 16:06






4iinch dan 23 lainnya memberi reputasi
24
2K
88


Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama


Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan