CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Sports / ... / Liga Italia /
Milanisti Kaskus | Forza Milan, siamo tutti con te | Stagione 2019-2020
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d2c0fce5cf6c457905856d0/milanisti-kaskus--forza-milan-siamo-tutti-con-te--stagione-2019-2020

Milanisti Kaskus | Forza Milan, siamo tutti con te | Stagione 2019-2020

Tampilkan isi Thread
Thread sudah digembok
Halaman 382 dari 500
Menurut berita yg beredar, loss Milan 2018/2109 meningkat atau lebih besar dari sisen sebelumnya dan kemungkinan Milan bakal jual2 pemain pada Januari besok utk mengurangi loss.
Badai belum berlalu gan...
Mari doakan yg terbaik buat Milan
Lihat 1 balasan
𝗔𝗣𝗔𝗡𝗬𝗔 𝗬𝗔𝗡𝗚 𝗦𝗔𝗟𝗔𝗛

Oleh: Magico Milan

Pada jeda internasional seperti ini, paling tepat dilakukan adalah refleksi. Mencoba merenung dan mencari akar sebuah permasalahan. Kami pikir itu yang tepat dilakukan manajemen klub seperti AC Milan. Dan kamipun mencoba melakukan refleksi dengan tema besar, apanya yang salah dengan AC Milan.

Ya, pasti ada yang salah dengan klub ini. Indikatornya tentu saja minim prestasi. Sesuatu yang diidamkan institusi klub tentu trofi bergengsi. Kemudian keuntungan finansial yang dengan sendirinya akan mengikuti.

Terus terang, refleksi ini datang setelah menengok sebuah data dari Calcio Finanza (CF) tentang revenue (pendapatan) klub-klub besar Eropa termasuk AC Milan dalam dua kurun berbeda, 1994 dan 2018. CF kemudian melakukan penghitungan peningkatan pendapatan terhadap klub-klub Eropa selama kurun hampir seperempat abad itu.

Untuk tidak membuat artikel ini makin panjang, daftar selengkapnya lihat pada foto. Dari 10 klub yang diteliti, khusus untuk AC Milan ternyata hanya mengalami peningkatan pendapatan sebesar 74% saja. Tahun 1994 pendapatan Rossoneri mencapai 122,7 juta euro. Pada 24 tahun kemudian, pendapatan mencapai 213,7 juta euro.

Bandingkan misalnya dengan Manchester City yang naik 3369%. Loh tapi kan duitnya Man City itu seperti kata Football Leaks, keluar kantong kanan masuk kantong kiri. Sama-sama keluar dan masuk dari perusahaan yang dikendalikan Sheikh Mansour bin Zayed al- Nahyan atau ningrat Abu Dhabi. Ya sudah, kita gunakan contoh lain, misalnya Liverpool yang pendapatannya naik 1363%. Tampak bahwa kenaikan pendapatan Milan sangat tipis sekali, untuk tidak mau dikatakan tidak naik sama sekali.

Tahun 1994 menjadi masa jaya AC Milan di lapangan hijau. Dan pada saat itu pendapatan Milan terbesar di Eropa. Sekarang prestasi Milan terpuruk sementara tim-tim lain yang ada dalam daftar tidak seburuk AC Milan soal prestasi di lapangan hijau.

Secara sederhana bisa dikatakan, situasi di lapangan berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan. Tetapi apakah sesederhana itu untuk brand sekuat AC Milan. Brand yang mereka banggakan sebagai Il Club Piu Titolato Al Mondo. Slogan yang dengan bangganya mereka taruh di bawah logo elips di kostum (meskipun sekarang sudah dilewati Real Madrid dan Al Ahly).

Semestinya Milan bisa mendapatkan lebih dari sekadar 74%. So, apanya yang salah?

Kami melihat satu fundamen penting bagi kemajuan sebuah tim yaitu stabilitas. Situasi Milan di manajemen maupun dalam organisasi tim jauh dari kata stabil. Ganti kepemilikan. Diikuti ganti delapan kali pelatih sejak Max Allegri dipecat pada 2014 memengaruhi kondisi tim.

- 2014: Clarence Seedorf
- 2014-15: Filippo Inzaghi
- 2015-16: Sinisa Mihajlovic
- 2016: Cristian Brocchi
- 2016-17: Vincenzo Montella
- 2017-19: Gennaro Gattuso
- 2019: Marco Giampaolo
- 2019: Stefano Pioli

Situasi tidak stabil itu berpengaruh besar dalam perjalanan Milan. Jika dikerucutkan lagi lebih dalam, ketidakstabilan yang paling terlihat berupa buruknya rekrutmen pemain.

Manchester United memiliki problem yang sama soal rekrutmen. Meminjam istilah Ed Woodward untuk Manchester United, mereka menyebutnya sebagai “disfungsional”. Mereka mengalami hal ini terutama sejak Sir Alex Ferguson mundur pada Mei 2013.

Banyak sekali contoh disfungsi itu. Fred misalnya, tidak berarti apa-apa meski dibeli hampir 50 juta euro. Musim ini saja mereka kehilangan Alexis Sánchez, 30, Chris Smalling, 29, Romelu Lukaku, 26, dan Ander Herrera, 30. Sanchez bahkan masih mereka gaji. Lukaku cemerlang di Inter. Daley Blind yang dibeli di masa Louis van Gaal bersinar di Ajax. Memphis Depay yang dilepas kini menjadi tulang punggung Olympique Lyon.

Disfungsi itu yang berujung pada tekanan kuat untuk memecat Ole Gunnar Solksjaer meski yang bersangkutan masih dipercaya manajemen.

Nah, bagaimana proses disfungsional itu terjadi di Milan? Kami menduga semua bermula dari kepergian transfer guru Ariedo Braida bersama duet mautnya Adriano Galliani.

Braida berperan besar dalam transfer Milan pada kurun 1986-2013. Dia dilengkapi dengan struktur departemen pencari bakat yang kuat dan ada di semua benua. Saat masa jayanya bahkan Milan mengalami surplus pemain hingga terbuang ke klub lain meskipun sesungguhnya mereka pemain yang kompeten. Lihat Patrick Vieira atau Pierre Emerick Aubameyang.

Braida punya kelebihan pada metode, strategi, kegigihan dalam merebut talenta. Weah digosok jadi emas, Shevchenko diasah jadi pisau yang tajam. Pemain-pemain dari klub pesaing diangkut hingga menjadi roh Milan sekaligus melemahkan pesaing. Tengok Carlo Ancelotti (Roma ke Milan), Andrea Pirlo (Inter ke Milan), Filippo Inzaghi (Juventus ke Milan).

Bandingkan dengan transfer Andrea Bertolacci (Roma ke Milan) atau Leonardo Bonucci dan Gonzalo Higuain (Juventus ke Milan). Peminjaman Higuain bahkan menghabiskan 10 juta euro untuk setengah tahun. Sia-sia.

Wajar jika pada 2015, Braida dibajak Barcelona sebagai direktur olahraga. Ya, karena memang dia berkualitas midas. Bisa mengolah loyang menjadi logam mulia.

Kalau mau dibandingkan masa duo Massimiliano Mirabelli dan Marco Fassone, tentu bagaikan bumi dan langit. Pada masa Mirabelli dan Fassone, Milan belanja 150 juta euro untuk Leonardo Bonucci, Andre Silva, Hakan Calhanoglu dan Ricardo Rodriguez.

Hasilnya, kata Milanisti Garis Keras ala Indonesia: Ampas.

Pertanyaannya adalah, jika dihubungkan dengan Pioli, ke atasnya lagi Maldini, Boban, Massara, Gazidis dan Scaroni, apakah mereka bagian dari solusi atau melanggengkan disfungsi.

Dalam jangka pendek, Pioli menawarkan solusi stabilitas. Seperti pengalamannya di Inter dan Fiorentina pasca kepergian Davide Astori. Konon, latihan pertama Pioli di Milan buka soal teknis tetapi kebanyakan soal motivasi dan nonteknis.

Jangka panjangnya, kalau Milan mau bangkit cara paling sederhana yaitu membenahi departemen scout mereka. Ditambah kegigihan dalam mengincar pemain. Masak memperjuangkan Angel Correa saja gagal. Malu atuh sama aki Braida dan opa Galliani.


berita bagusnya semoga bukan PHP

Bola.net - Klub top Serie A, AC Milan dikabarkan bakal dibeli oleh seorang sultan kaya raya asal Qatar bernama Sheik Amad Bin Ali Al Thani. Kabar ini diungkapkan oleh jurnalis Italia bernama Maurizio Pistocchi.

Dalam unggahannya, Pistocchi menulis Sheik Ahmad pernah mengatakan kalau dirinya berniat mengambil alih klub Italia yang memiliki warna dominan merah. Sejauh ini, spekulasi merujuk pada AC Milan.

"Sheik Amad Bin Alì Al Thani, anggota dari Qatar Investment mengatakan: "Saya harap segera membeli klub Italia: Saya suka mereka dengan jersey merah," bunyi postingan Pistocchi.

Kabar itu disebut membawa angin segar bagi pencinta AC Milan di seluruh dunia. Pasalnya, di bawah kepemimpinan sekarang, yakni Elliott Management, AC Milan disebut melempem.

Rossoneri terseok di peringkat ke-13 pada klasemen sementara Serie A dengan raihan sembilan poin. Kondisi ini tak lepas dari peran pemilik klub.

Elliott Manangement disebut hanya setengah hati mengelola AC Milan. Sekadar informasi, sebelum pindah ke perusahaan asal Amerika itu, AC Milan sebenarnya milik pengusaha asal China bernama Yonghong Li.

Sayang, Yonghong Li tidak bisa membayar pinjaman pada Elliott Management. Imbasnya, ia menyerahkan saham AC Milan pada perusahaan tersebut.


98 Persen AC Milan

Belum jelas klub mana yang disinggung Sheik Ahmad tersebut. Namun sejumlah pengamat menilai bahwa 98 persen maksud konglomerat asal Qatar itu adalah AC Milan.

Apa pun yang akan terjadi, masa depan AC Milan memang harus diselamatkan. Performa AC Milan belakangan ini begitu tidak meyakinkan.

Terperosoknya AC Milan bahkan membuat mantan presiden Rossoneri, Silvio Berlusconi, ikut berkomentar. Berlusconi menganggap AC Milan hanya bisa berjaya di bawah kepemimpinannya.

Sumber asli: Sempre Milan
Disadur dari: Bola.com/Penulis Hesti Puji Lestari/Editor Yus Mei Sawitri
Published: 16 Oktober 2019

emoticon-Cendol Gan
emoticon-Cendol Gan emoticon-Cendol Gan emoticon-Cendol Gan emoticon-Cendol Gan emoticon-Cendol Gan emoticon-Cendol Gan emoticon-Cendol Gan emoticon-Cendol Gan emoticon-Cendol Gan emoticon-Cendol Gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
WesBorland. dan 9 lainnya memberi reputasi
10
Lihat 1 balasan
Balasan post ravestha
Quote:


aminin berita yg terakhir aja, bree emoticon-Maaf Agan
Quote:


Uang bukan segalanya
Tapi segalanya butuh uang
man u ama milan bedanya apa ya? perasaan sama sama jeblok prestasinya bertaon taon..tapi man u duit dan brand nya gede..milan kok malah smakin menurun?

apa ga bisa nyontek gya wopdward? kalau sklas pogba ada di milan..yakin ane milan langganan ucl..
Lihat 4 balasan
Balasan post novrycool
Quote:


munyuk awal2 abis ditinggal plergosong cuma apes aja kalo gw liat..

waktu milih moyes emang absurd sih, tapi abis itu mereka niat datengin pemaen bintang ama pelatih worldclass macem van gaal ama mourinho.. sempet dapet UEL juga kan
itu jaman mou kalo ibra ga cedera gw rasa ga nyampe anjlok begini

tapi makin kesini itu setan inggris malah niru milan, milih pelatih nubi ex legend, terakhir malah ditinggal chevrolet wkwkwk emoticon-Ngakak (S)

kalo milan mah dari awal abis jaman ale ale ngelawak mulu kalo beli pemaen ama milih pelatih.. gimana nggak ambyarr emoticon-Ngakak (S)
jukic bukannya sempet ribut ya ma piatek waktu romagnoli di injek kakinya pas lagi jatoh, biasanya yg begini klo udah 1 tim bakal akrab kaya robinho ma van bommel dulu emoticon-Ngakak (S)
untuk mengatrol milan sebenernya sederhana IMO
ambil aja pemain2 veteran yang punya kharisma dan skill kuat
contoh ibra atau van bommel
kalo mau, milan harus memperjuangkan modric
selain CR7 dan messi, hanya ibra dan modric yang bisa mendongkrak performa milan
ambil dua duanya lebih bagus emoticon-Big Grin
solusi sementara, milan harus punya leader di lapangan
ada sosok yang di segani lawan atau pun rekan satu tim
Quote:


Yap, gw jg masih ngarepin si hakan ini back to perform. Secara skill ni orang punya potensi, secara mental dablek. Passing punya,skill akurasi ada, bisa penetrasi klo mau, tekel jg mayan bagus. Tp klo ga punya nyali,ya jdi kek skrg, maen aman terus. Imbasnya, ga ada kreatifnya sama sekali.

Klo kessie menurut gw sih masih tidak jelas karakternya. Mau jadi gelandang angkut aer nanggung, mau box to box jg nanggung, kreatifitas jg tidak jelas. Cuman ya selalu seimbang aja,ada dmana mana juga.

Suso? Dlu lg gacor, umpanya legit legit.striker kita model kalinic dkk bapuk bener. Giliran dapet striker gacor, susonya jd so so an tidak jelas.

Iya menurut gw milan skrg ga ada leadernya, ga ada yg sangar dikit.

Jaman dark age, model preman ga punya skill, banyak. Sekarang agak agak punya skill, mental tempe semua. Klo big match lawan2 tim kek juve, inter dkk. Milan ini perawakanya kayak ayam sayur. 11 12 sama lecce lah emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
dimaszen dan sibaba memberi reputasi
Quote:


Kalo buat hakan, masih ada sedikit harapan buat berkembang gan, buat tessie agak membingungkan ini anak mau dikasih role apa serba nanggung, kalo buat sushow ane udah hopeless gan. Ibarat kata kalo yang pernah maen fm CA nya sushow udah mentok jadi segaris sama PA, mentok abis. Masuk list jual, soale peletnya strong bener. Cuma pelatih khilaf yg bisa cadangin doski

Buat agan2 yang udah stress berat liat ac milan belum bisa bangkit dari masa sulit, paling nggak fm bisa dijadikan obat penawar rasa kecewa liat kondisi ac milan saat ini.
Quote:


Klo ibarat bangunan
Milan itu udah rusak ampe pondasi dasar & tiang2 penyangga

MU itu baru rusak cuma atap bocor,kusen jebol sama cat tembok kusam

Pondasi MU hingga saat ini masih sangat kokoh..
apa c pondasi MU?
1. Sponsor jersey chevrolet 75jt
2. Sponsor Apparel adidas 75jt
3. Penjualan jersey 4jt lembar baju musim kemarin

Mau jeblok kaya apa min udah dapet 150jt

Sedangkan pondasi milan
1. Sponsor jersey emirates 20jt
2. Sponsor apparel puma 12jt
3. Penjualan jersey estimasi cuma 500rb

Dari situ aja milan cuma 20% nya MU
Blm pendapatn dari hak siar BPL yg super besar dan penonton di Old traffod berbanding hak siar milan dan penonton di stadion kontrakan

Gap nya udah terlalu jauh klo dibanding milan

MU ngejamban saat ini itu persis kaya milan sempet ngejamban pertengahan taun 90an saat baresi ngos2n ngejar vieri emoticon-Ngakak (S)

Pondasi milan masih bagus saat itu so Milan sanggup bangkit namun berlus lupa ga merhatiin pondasi milan..cuma moles exterior & interior aja tapi pondasi & tiang penyangga udah makin bobroj..akhirnya pondasi & tiang penyangga yang makin bobrok rubuh 2011emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
SaveTheForest dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh taribo.west
Balasan post abed22
Quote:


ya ampun
sudah jatuh ketimpa tiang jemuran ini mah
owner milan saat ini akadnya dagang gak akan berkembang kedepannya jika belum di take over owner yang bener2 ngerti bola.
Quote:


Wkwkw dulu kita surplus gelandang tukang pukul kek MvB Dejong Muntari sampe Essien dll dan kesusahan nyari pemain kreatif dan akhirnya dateng Bona.


Sekarang kita punya banyak pemain tipe kreatif kaya Hakan Bennacer Paqueta dll eh sekarang malah gapunya gelandang tukang pukul emoticon-Big Grin
Diubah oleh cumigorengtepun
Quote:


restart jd milan 1899
Balasan post novrycool
Quote:

Quote:

dari fans liga tendang lari kebetulan fans sama milan juga , sepakat sama taribo.west itu baru dri segi sponsor perbedaan mu sama milan yg paling penting liganya di tambah waktu 2014 an itali kena krisis ekonomi yg sanggup bertahan cmn agnellinya juve berlus sama morrati pada kena krisis dan bner kata taribo di saat lgi masa kejayaan milan sama inter lupa akan pondasi buat masa depan di tambah serie a yg bapuk ga ada inovasi, PL emng sistem liga terbaik saat ini semua merata soal pembagian hak siar + total hadiah beda sama la liga yg ga merata (yg dapet gede cmn 3 club doang ) serie a ga nemu datanya
Milanisti Kaskus | Forza Milan, siamo tutti con te | Stagione 2019-2020
Milanisti Kaskus | Forza Milan, siamo tutti con te | Stagione 2019-2020
ga kaget klo tdi ada yg share city ngalamin kenaikan 3000+% sedangkan milan cmn 74%
tim degradasi PL aja masih dapet 100 pounds (lbih tinggi dripada mata uang euro) https://www.besoccer.com/new/premier-league-club-payments-revealed-huddersfield-earn-as-much-as-la-liga-giants-atletico-639599 trus baca berita itu atm sama tim pringkat 20 PL masih gedean tim 20 PL buat prize money nya , pdhal atm di musim itu udh juara uel sama pringkat 3 la liga (la liga sama PL secara value jauh di atas seria a )
Milanisti Kaskus | Forza Milan, siamo tutti con te | Stagione 2019-2020 serie a peringkat 4 secara value penyiaran + prize money apalagi milan yg cmn main di seria a trus kmren pringkat 6 , itu baru pemasukan liga blom lagi masalah sponsor dmn team PL dapet sponsor gila"an + mereka punya stadion sendiri (ada beberapa klub stadionnya di sewain buat nambah keuangan makanya di sewain ke olahraga lain misal rugby di liverpool sama spurs )penontonnya selalu rame (beda sama serie a dimana bangku stadionnya sepi)
Milanisti Kaskus | Forza Milan, siamo tutti con te | Stagione 2019-2020
Milanisti Kaskus | Forza Milan, siamo tutti con te | Stagione 2019-2020
klo liat data di atas aja waktu milan main di uel sama klub medioker PL aja jauh kmna" profitnya pdhal mereka cmn main domestik makanya ga heran klo tiap musimnya bnyk klub medioker PL pada ga ngotak klo belanja di bursa transfer dan bnyk yg di ambil alih sama sultan minyak (musim ini newcastle di beli sama sultan minyak) karna secara value lbih untung ambil alih tim medioker PL (harga murah tpi profit tinggi ) di bandingkan beli milan harga buat akusisi mahal belum punya stadion sndiri pendapatan seria a jauh di bawah PL sama la liga , gw juga yakin milan sama tim yg degradasi kmren secara keuangan jauh baik tim yg degradasi PL kmren di banding milan
makanya gazidis di milan bisa ngalamin kerugian mungkin kaget juga sistem liganya kaya gitu , beda sama di arsenal gazidis bisa cuan trus
profile-picture
profile-picture
profile-picture
SaveTheForest dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh bjhj
Balasan post novrycool
Sejelek2nya MUnyuk masih dapat juara UEL gan.
Quote:


Aamiin..
Balasan post bjhj
@bjhj
Ya memang italy jelek utk investasi
Masi bau2 mirip indo busuknya

Tp berita minggu ini yg bikin kecewa gw
Djarum group yg paling kaya se indo
Ke italy cm beli como
5 musim depan bisa2 persaingan scudeto
Jupe, como, monza
Milan saingan salvezza sama parma lecce torino

Gw pikir jarum grup bakal beli milan
Yg fans base indonya gede
Tp bisnis is bisnis
profile-picture
saya.mey memberi reputasi
Milan sedang bernegosiasi dengan Genoa untuk meminjamkan Rade Krunic pada Januari.

[TMW]

Kessie msh tak tersentuh.. Yeeyyy
Quote:


Iya ya..
Padahal wapres kita kan Milanisti sejati...
Lihat 2 balasan
Halaman 382 dari 500
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di