CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
TEROR HANTU PENUNGGU TPU
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5da0247288b3cb1e7403d46f/teror-hantu-penunggu-tpu

TEROR HANTU PENUNGGU TPU

Tampilkan isi Thread
Halaman 5 dari 15
tiap hari lewat kuburan????? SAMA DAN SeNASIB! Waktu kecil aq tinggal sama nenekku , dibelakang rumahnya ada TPUemoticon-Ngakak . Tapi biasa aja. Malem aja sering keluar, ane gak takut. Padahal waktu itu ane masih kecil emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak

Bukam takut, cuma merindingg... cumaemoticon-Ngakak
profile-picture
zaskiarmdn memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
wah forum horor jadi forum heart to heart.
alhamdulillah setelah sekian lama tak berjumpa
akhir nya melalui tali kasih ini kalian bertemu juga.
profile-picture
zaskiarmdn memberi reputasi
Quote:

Buahahahhahahaha emoticon-Hammerhammer
profile-picture
zaskiarmdn memberi reputasi
bikin pondasi
LanjutGan 😁
profile-picture
anakjahanam721 memberi reputasi
Quote:

emoticon-Leh Uga

Quote:

Siapp lur, malam ini ane post ya lanjutannya emoticon-Toast

profile-picture
profile-picture
zaskiarmdn dan anakjahanam721 memberi reputasi
Mana bang lanjutannya, penasaran sama si Arya,?? 🤔
profile-picture
anakjahanam721 memberi reputasi
Nitip tiker gan ane bli gorengan ma kupi dluTEROR HANTU PENUNGGU TPU
profile-picture
anakjahanam721 memberi reputasi
Quote:


Budiman itu maksudnya baik oyemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
profile-picture
Bolangtelmi memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Quote:


Yg dititip tiker, sendal, tenda, kaga ada yg nitip dompet beserta isinya apa neh?? emoticon-Cape deeehh
profile-picture
profile-picture
zaskiarmdn dan anakjahanam721 memberi reputasi
Quote:


Quote:


Quote:


emoticon-Om Telolet Om! emoticon-Om Telolet Om! emoticon-Om Telolet Om!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zaskiarmdn dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Quote:


Malam ini terbit lurr
profile-picture
profile-picture
profile-picture
zaskiarmdn dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Quote:


Dompet ny dipegang bibiemoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
AllKreatif dan anakjahanam721 memberi reputasi
Lanjut gan
profile-picture
AllKreatif memberi reputasi
Lg proses editing ky ny nih. G sabar lanjutan ny d rilis
profile-picture
AllKreatif memberi reputasi
Quote:

AMBIL LAHHHHH emoticon-Leh Uga

Quote:

Siapp lur

Quote:

Iya juragan, karena ini cerita dari orang, ane harus izin dulu ke narsumnya sebelum publish emoticon-Malu
profile-picture
zaskiarmdn memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 3 balasan

PART 4

DENDAM SI DUKUN SANTET

TEROR HANTU PENUNGGU TPU
sumber gambar : disini

"Benar2 sudah keterlaluan, harusnya itu kejadian lama dan tidak ada hubungannya lagi dengan keluarga kita" suara bibiku yang terdengar penuh teka teki ditelingaku

"Assalamu'alaikum.." terdengar suara ayah yang baru tiba, "Loh ini ada apa koq pada terlihat panik??"

Ayah lalu menaruh tasnya di atas meja dan duduk di sebelahku, nampak ibu bergegas mengambilkan air putih didapur dan segera memberikannya ke ayah.

"Begini Yah, Ibu sudah bicara ke Yati (Bibiku) soal perbincangan ayah ke abah Sapri" kata ibuku pelan

"Soal yang mana bu?" tanya ayahku

"Soal Kakek..." kata ibuku yang membuat suasana kembali hening.

Ayah lalu meminum air yang diberikan ibu tadi, dan dengan seksama mendengarkan cerita ibu

"Dulu waktu aku kecil, ayah pernah bercerita tentang seorang dukun santet dikampung ini, dan tidak sedikit yang menjadi korbannya. Dan suatu hari ketika anak kepala desa meninggal, kepala desa memanggil beberapa orang untuk melakukan pembunuhan, termasuk ayah." Ibu menghentikan percakapannya lalu menutup pintu depan, seolah olah takut pembicaraan ini didengar orang lain. Setelah ibu kembali ke posisi duduknya, ibu melanjutkan cerita yang membuat aku semakin takut untuk tinggal di desa ini.

"Kepala desa dan beberapa orang tadi, pergi ke salah satu paranormal di daerah Jawa Timur, dan dari sanalah mereka tau cara untuk membunuh dukun itu. Singkatnya dukun itu berhasil mereka bunuh" sebelum ibuku melanjutkan cerita aku memotong pembicaraannya dengan berbagai pertanyaan

"Jika dukun itu hebat, kenapa bisa mati dibunuh Bu?? dan kalau dia dendam sama keturunan kakek, kenapa bibi yang adik Ibu tinggal disini aman2 saja?? kenapa Ibu tidak diganggu, dan kenapa harus aku?" tanyaku yang terdengar sedikit kencang dari suara Ibu.

"Kakekmu tidak cerita jelasnya bagaimana dukun itu bisa mati, yang ibu tau jasadnya di bakar dan dikuburkan di tpu kampung ini. Dan soal Bibi....." suara ibu agak ragu untuk melanjutkan kata2nya

"Bibi ini bukan anak kandung kakekmu Arya" kata bibiku

Ibuku menatap bibiku agak lama, tangan ayahku mengusap2 punggunggku yang membuatku sedikit mengontrol diri. Lalu ibu kembali melanjutkan ceritanya

"Dari awal pindah ibu juga sudah diganggu, tapi ibu tidak menceritakan kekamu dan ayah, karena takut buat kalian khawatir. Lalu semenjak keris itu digantung gangguan2 dirumah ini hilang" kata ibuku sambil menatap sebuah keris pemberian Abah Sapri.

Ayah menatap ibu dalam2, mungkin yang ada dibenak ayah saat itu adalah, betapa hebatnya istriku, dia memendam sendiri penderitaan yang bahkan bisa membuatnya kenapa napa. Ya aku yakin sekali ayah pasti khawatir kepada ibu.

"Lalu kita harus bagaimana Yah? Bu? Apa sebaiknya kita pindah saja dari kampung ini?" kataku merengek

Ibu lalu menatap ayah, menunggu keputusan yang aku yakin agak berat bagi ayah

"Ayah sedang mengerjakan proyek agak besar bu, bukan bermaksud lebih mementingkan pekerjaan dari keluarga. Tapi kita semua tau kondisinya kan? saat ini ayah harus melunasi hutang2 dan membangun kembali bisnis ayah" kata ayah

Aku percaya kepada ayahku, dia adalah orang yang sayang sama keluarganya. Dan aku tau, ayah pasti sangat bingung dengan kondisi dan situasi seperti ini

"Berapa lama proyeknya Yah?" tanya ibuku

"Sekitar 3 bulan selesai Bu, Minggu besok sudah mulai jalan" kata ayahku

"Besok ayah coba balik lagi kerumah abah Sapri, barangkali beliau bisa kasih solusi untuk keluarga kita, lagipula..." belum sempat ibuku menyelsaikan kata2nya terdengar ketukan dari pintu depan, diikuti suara agak keras

TOK..TOK..TOK..TOK..

"ASSALAMU'ALAIKUM... BU,, PAK..."

Kami semua kaget dan segera ayah berlari kepintu depan dan langsung membuka pintu, kami semua mengikuti dari belakang. terlihat seorang yang nampak panik dan kelelahan

"FUZI PAK... ANAK BAPAK...ITU... HHH..H" suara orang itu terdengar seperti habis lari maraton

"Kenapa dengan anak saya pak??" tanya ayah

"DIA KESURUPAN PAK..!" suara orang itu mengagetkan kami semua

"DIMANA ANAK SAYA SEKARANG??" tanya ayah panik

"DIA MASIH DI MUSHOLA PAK, SEKARANG LAGI DIPEGANG PAK USTAD"

Kami semua langsung berlari kearah Mushola

PERGI ATAU KALIAN MATI.!

Sesampainya di Mushola, terlihat ada beberapa remaja lelaki dan perempuan yang berkumpul mengelilingi kakaku. Di samping kepala kakaku terlihat bapak2 yang mengenakan baju koko sambil melafadzkan do'a2, dia adalah Pak Imron, guru ngaji dikampung ini . Kami tiba dan seketika remaja yang mengelilingi kakaku memberikan ruang untuk kami. Tiba2 mata kakaku melotot memandangi kami

"KALIAN HARUS MERASAKKAN DENDAMKU.. WAAAHHH.." suara teriakan dari kakakku membuat tubuhku kaku, takut bukan main, tubuh kakakku meronta ronta, lalu beberapa pemuda kembali memegangi tangan dan kaki kakakku

"Ini pak airnya..." kata seorang pemuda yang berlari mendekati pak Imron

Pak Imron mengambil air itu dan memejamkan mata membaca do'a2. Lalu menyelupkan jari2 tangan kanannya kedalam gelas dan membasuh muka kakakku

"AKKKHHHHH,, AKKHHH.. AKU AKAN BUAT KALIAN SEMUA MATI..." kakakku terus teriak2 dan meronta ronta

Pak Imron terus mengusap usap wajah kakakku, dan terlihat kakakku mulai sedikit tenang dan lemas. Tatapan matanya sudah tidak seperti tadi, lalu ibuku langsung memeluk erat putri kesayangannya itu.

"Awalnya kenapa ini pak anak saya?" tanya ayahku yang mendekati pak Imron

"Kurang tau pak, waktu mau pulang ngaji, tiba2 anak2 sudah pada teriak, katanya Fuzi pingsan, dan setelah saya bawa kesini dia teriak2" kata pak Imron

Kami semua khawatir dengan kakakku, lalu setelah kakakku agak pulih, kami berpamitan dan langsung menuju rumah. Sesampaiinya dirumah ibu membuka percakapan

"Yah, sebaiknya besok pagi ayah kembali ke rumah Abah Sapri, tolong disempetin Yah" kata ibuku

"Iya Bu, gpp besok ayah agak siang berangkat kekantornya. Arya, kamu besok ikut ayah lagi yah" kata ayah

"Iya Yah, lalu ibu sendiri dirumah??" tanyaku

"Besok ada bibi koq, setiap hari juga bibi selalu nemenin ibu disini" jawab ibuku

Setelah semua kejadian hari ini, aku merasa gelisah (takut lebih tepatnya), maka aku dan kakakku tidur dikamar Ayah dan Ibu.

***

Keesokan harinya aku dan ayah sudah siap menuju rumah abah Sapri. Ayah dan aku berpamitan ke Ibu yang sedang membersihkan meja makan sisa sarapan tadi.

"Kami jalan ya bu" kata ayah yang sudah menaiki motor pamanku "Kamu udah siap Arya?"

"Sudah Yah" kataku yang duduk dibelakang ayah

Motor ayah melaju menuju rumah pak RT.

"Kita mampir dulu kerumah pak RT ya, gak enak awalnya kita kenal dari pak RT soalnya" kata ayahku

"Assalamu'alaikum pak RT" kata ayahku

"Wa'alikumsallam, Eh ada apa nih pagi2 begini?" tanya pak RT yang terlihat rapih pagi ini

"Emm, ini pak, minta diantar lagi kerumah abah Sapri, penting sekali soalnya" kata ayahku

"Oh.. iya, iya,, hayo langsung aja, saya juga mau kerumah pak RW, gak jauh dari rumah abah" kata pak RT yang langsung menghidupkan motornya "dibawa saja motornya pak"

Kami langsung menuju rumah Abah.

Sesampainya dirumah yang penuh nuansa mistis itu, kami kembali berjumpa dengan abah Sapri, dan langsung mempersilahkan kami masuk. Ayah menceritakan semua kejadian yang keluarga kami alami, nampak abah mendengarkan dengan serius sambil mengangguk anggukkan kepalanya.

"Hmm, begitu ya, malam ini saya akan kerumah kalian, saya akan coba dialog dengan dia" kata abah

"Sekarang kalian pulanglah, dan kalau nanti kalian keluar rumah, usahakan sudah sampai rumah sebelum gelap" lanjut abah kepada kami

Setelah memberikan amplop kepada abah, lagi2 abah menolak, dan kali ini ayah langsung memohon agar abah kembali menerima pemberian ayah

"Tolonglah bah, ini benar2 ikhlas, mohon di terima" kata ayah

Dengan berat hati akhirnya abah menerima pemberian ayah, lalu kami berpamitan dan di pertigaan jalan, pak RT memberhentikan laju motornya

"Pak, saya mau kerumah RW dulu ya, bapak langsung pulang saja gpp" kata pak RT

"Oh iya pak, ini uang rokok untuk pak RT" kata ayahku sambil menyodorkan amplop putih kepada pak RT

"Haduuuhhh apalagi ini??" kata pak RT sambil mengambil amplop itu dengan cepat
Hmm... RT yang aneh -_-'

Kamipun melanjutkan perjalanan kerumah. Dan sesampainya dirumah, ayah menceritakan semua kepada ibu

"Jadi abah Sapri mau kerumah Yah?" tanya ibu

"Iya bu, biarin lah biar tuntas kalau bisa" kata ayah

Tiba2 keris yang menggantung di belakang pintu depan terjatuh

BRAAKKKK

BERSAMBUNG
profile-picture
profile-picture
profile-picture
cococrash dan 23 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh AllKreatif
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Yahhh lagi seru2nya. bikin penasaran aja nih emoticon-Frown
asiikk nongol lagi lanjutannya
Boleh jg nih ceritanya. Ijin ngetag gan.
Halaman 5 dari 15


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di