alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Wiranto : Sekarang Penyadapan KPK pada terduga korupsi lebih sulit dan harus izin
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d82ce43a7276826fc42038e/wiranto--sekarang-penyadapan-kpk-pada-terduga-korupsi-lebih-sulit-dan-harus-izin

Wiranto : Sekarang Penyadapan KPK pada terduga korupsi lebih sulit dan harus izin

Tampilkan isi Thread
Halaman 5 dari 7
Quote:


Ehem.. Kasih tau ga yah? emoticon-Betty
Diubah oleh filusufkacang
Balasan post nipta1179
tapi pengadaan yang dimaksud dalam UU baru ini ada di luar KPK. gimana bisa penyadapan yang masuk dalam proses penegakan hukum harus minta izin sama orang yang bukan penegak hukum. Bisa jadi celah koruptor pra peradilan trus bebas gan.

https://dari-catatan.blogspot.com/2019/09/asumsi-ricuhnya-ruu-kpk.html
profile-picture
88venomwolf88 memberi reputasi
Balasan post Rogue.EXE
Pengawas merupakan bentuk penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM)

gk salah baca gw?
bkn nya ni orang buronan PBB
karena melanggar HAM thn 98
emoticon-Wakaka
profile-picture
pemburu.kobokan memberi reputasi
Kalau memakai logikanya dibalik kira-kira bagaimana ya? Koruptor kalau mau melakukan tindakan korupsi ijin dulu ke kpk emoticon-Ultah
profile-picture
profile-picture
pemburu.kobokan dan stingshoot555 memberi reputasi
Nyadap tuh diem2 tong, kalo bilang2 namenye arisan, Pe'a dah emoticon-Cool
profile-picture
pemburu.kobokan memberi reputasi
suruh nungging aja, lalu ditusbolin emoticon-Embarrassment

#bata
hancurr negara ini ,
Misal yg mau disadap orang² penting , pasti ada aja mata² ,"bapak mau disadap KPK, utk 1 bulan kedepan harus benar² bersih dan waspada"
profile-picture
pemburu.kobokan memberi reputasi
merdeka...
emoticon-I Love Indonesia
Balasan post munjima
Quote:


jangan lupa termasuk Pemerintah gan emoticon-Traveller
profile-picture
pemburu.kobokan memberi reputasi
emoticon-Ngakak
dewan pengawas. selama yang pegang kuncinya manusia, ya pasti akan ada celah emoticon-Hammer2

terlebih lagi dipilih oleh DPR. kayaknya mulai sekarang anggota DPR yg ditangkep bakal berkurang drastis emoticon-Hammer2
Ane yakin pendukung garis kerasnya jokowi pun kaget dengan kejadian ini. Tapi yah....mo gimana lagi, gengsi dunk ngakuinnya.
suatu hari yang cerah
KPK: wan, mau nyadap si A nih, boleh?
Dewan pengawas: OK K, kita urus dulu bentar yaah ||| A si K mau nyadap ente nih, ngemeng yg alim-alim ye
A: Thank you wan, i love u so full dech
emoticon-Leh Uga
Nyadap melanggar ham di mananya c? CCTV melanggar ham jg gk c? Ya, klo bersih knp harus takut disadap. Toh gk ada juga urusan pribadi bukan korupsi yg disebarluaskan KPK dr hasil nyadap. Apa yg prlu ditakutin c dr proses sadap seandainya qt jd pejabat bener.
Quote:


Quote:



KPK dari dulu diawasi DPR






Quote:


terimakasih JOKOWI + DPR , jangan lupa gan
emoticon-Wkwkwk

profile-picture
munjima memberi reputasi
Diubah oleh gorogu5
Lihat 1 balasan


buat kalian yang pake otak
seiring dengan revisi uu kpk ada juga revisi mempermudah koruptor bebas

KALAU KALIAN pake otak , kalian pasti bisa mikir kalau jelas ada antek2 koruptor yang bermain disini

dan kalian mendukung revisi ?
sini , sebutin revisi yang memperkuat kerja KPK itu di bagian mana?


terimakasih JOKOWI + DPR (yang mayoritas pendukung jokowi ) emoticon-Wkwkwk









profile-picture
kalex46 memberi reputasi
kok jd lucu n aneh rev uu kpk..
ibarat kancil kasih syarat2 ke petani bgmn tangkap maling timun
profile-picture
pemburu.kobokan memberi reputasi
ane mau donk daftar jadi Dewan Pengawas, kerjaanya enak jadi tau siapa2 aja yang akan disadap dehh
profile-picture
pemburu.kobokan memberi reputasi
Kenapa apa2 topiknya harus ada embel2 HAM.
Jadi terduga Dan terpidana korupsi harus diperhatikan HAM nya, gitu?
Mereka sadar ga sih, bahwa akibat korupsinya mereka2 itu, banyak warga Negara yang ga mendapat hasil yang seharusnya dari program2 koruptor itu? Kalo ud begitu, derajat HAM nya koruptor sama ama derajat HAM nya korban lebih tinggi si koruptor dong.
Same old story, new player.
Indonesah
Halaman 5 dari 7


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di