CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d7e51f510d29527ec0c8edd/rumahku

Rumahku I.

Halo agan & aganwati, ini tulisan pertamaku di Forum Kaskus. Yang akan aku tulis ini nanti benar-benar pengalaman yang aku alami sendiri bersama dengan orang-orang Yang ada di sekitarku. Tujuanku menulis thread ini bukan untuk bisa viral atau aji mumpung karena sedang tren menulis kisah-kisah horor. Nantinya, terserah agan & aganwati semua kalau mau percaya atau tidak dengan cerita yang saya ceritakan nanti. Oiya, karena beberapa kali saya pernah menceritakan pengalamanku ini ke beberapa teman, mohon bagi teman-teman yang ternyata nantinya ikut membaca tulisanku ini agar tetap merahasiakan identitas asliku ya emoticon-Big Grin

Sebelumnya perkenalkan dulu, sebut saja saya “A” karena A adalah huruf pertama dari nama kecilku hasil dari pemberian almarhum eyang. Saat ini umurku udah menginjak hampir 27 tahun, cukup tua ya untuk memulai menulis di Kaskus apalagi baru akan mulai di era ini emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin

Aku anak ke-4 dari 7 bersaudara (iya 7 bro). Wkwk
Saat ini sedang magang kerja untuk menyelesaikan syarat profesiku. Aku tinggal di kota Solo, dan bertempat tinggal di salah satu kampung padat penduduk yang erat dengan budaya batiknya, dan kental dengan budaya Jawa karena kebetulan sangat berdekatan dengan Keraton Kasunanan Solo. (Sekali lagi untuk yang tau siapa saya plis jangan dibocorin ya 😅) yang paling harus dimengerti, aku bukanlah seorang indigo atau apalah itu bahasanya. Aku hanya manusia biasa, yang kadang kita diberi kesempatan untuk bisa bersinggungan ataupun melihat makhluk ciptaan Tuhan lainnya.

Yang akan saya ceritakan ini adalah pengalamanku selama tinggal di rumah hasil dari pembangunan bapakku yang selesainya pun bertahun-tahun. Oiya sebelumnya aku tinggal di Sragen, tempat dinas bapakku karena bapak adalah seorang PNS. Setelah mulai TK sekitar tahun ‘97 aku mulai pindah ke Solo, ikut dengan eyang di rumah eyangku, rumah yang akan aku ceritakan ini letaknya tidak jauh dari rumah eyangku ini. Rumah bapakku ini mulai dibangun sekitar akhir tahun ‘96an, sempat berhenti pembangunannya pada masa krisis moneter akan tetapi bangunannya sudah berdiri, hanya saja selama beberapa tahun itu belum ditempati dan belum finishing pembangunannya. Pembangunan dilakukan secara bertahap, dalam kurun waktu kurang lebih 7-8 tahun. Sehingga selama beberapa tahun itu rumah ini pun kosong.

Tanah rumah ini didapat bapak dari eyangku, yang dulunya membeli tanah seluas kurang lebih 1000an meter, awalnya akan dibangun sebuah hotel, akan tetapi seiring berjalan waktu, dan eyang yang sudah memutuskan berhenti berbisnis batik setelah ibadah haji di sekitar tahun 60an sehingga mengurungkan niatnya untuk membangun hotel, pada akhirnya tanah dibagi-bagi beberapa petak untuk anak-anaknya. Dan bapakku mendapat bagian tanah yang terletak di sisi paling ujung selatan, ada di siku jalan. Jauh sebelum dibangun dulunya tanah ini dipakai oleh eyang untuk berjualan jam di bagian depan, dan dibagian belakang dibangun WC umum oleh eyang untuk dipakai warga sekitar MCK.

Kalau saya tidak salah ingat, pada akhirnya rumah ini selesai finishing di tahun 2004, tapi belum juga langsung ditempati. Karena pada waktu itu bapak masih dinas di Sragen, dan anak2nya pun enggan untuk pindah ke sana dari rumah eyang, hanya kadang aku & kakak pertamaku atau beberapa saudara kandungku lainnya sering tidur di sana di akhir pekan. Akhirnya di awal taun 2005 ketika aku menginjak kelas 2 SMP kurang lebihnya kita sekeluarga pindah ke rumah tersebut.

Dan berbagai kejadian dimulai dari sini. . . . .


PRA PINDAHAN

SOSOK HITAM DAN BAYANGAN

PERABOT KUNO

PEMBERSIHAN I

PEMBERSIHAN II

SOSOK HITAM DAN BAYANGAN ITU (?)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
d.caesar dan 11 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh trisulalazuardi
Halaman 1 dari 2
Quote:


Sikat gan tulis ceritanya biar ada yang bisa dibaca & nambah wawasan emoticon-Cendol (S)

Percaya kaga percaya itu urusan belakangan, jumlah uban di kepala orang aja bisa beda-beda, masa mau disamain semua yang baca harus percaya atau kaga percaya emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
chisaa dan trisulalazuardi memberi reputasi
Lihat 4 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 4 balasan

PRA PINDAHAN

Selayaknya anak2 pada umumnya, akan sangat senang mengetahui orang tua membangun rumah baru, apalagi selama bertahun2 aku serumah dengan eyangku. Meskipun hanya pindah berapa ratus meter dari rumah eyang, rasanya exited banget mau pindah ke sana tuh. emoticon-Big Grin

Rumah ini bergaya lekukan eropa modern tahun 90an, dipadukan dengan ornamen2 kayu khas Jawa karena bapak suka dengan gaya kayu2 ukiran jawa. Rumah ini terdiri dari 3 lantai, kamar seluruhnya ada di lantai 2 (4 kamar) & lantai 3 (1 kamar).

Sebelum kami resmi pindah dan mendiami rumah tersebut, aku dan ketiga kakakku sudah sering bergantian tidur bareng di sana, oiya semua kakakku itu cewek ya. Dan ketika tidur bareng ini kami biasanya tidur berbarengan di 2 kamar yang letaknya bersampingan. 2 kamar ini ada penguhung di bagian tengahnya dengan bagian tengah ada lemari dan meja rias kecil untuk sekedar berkaca ataupun dandan. Di periode sering tidur bareng ini ada 2 kejadian yang bisa aku ingat yang kala itu kita alami, semuanya terjadi dini hari.

KEJADIAN I

Malam biasa dan aku serta ketiga kakakku pergi ke rumah itu ba’da Isya. Tidak banyak yang aku lakukan di sana, hanya nonton tv bercanda dan selayaknya keseharian lainnya. Setelah cape bercanda dan bercerita ke sana kemarin, kami berempat memutuskan untuk tidur. Aku tidur dengan kakak ke-3, sedangkan kakak nomer 1&2 ku tidur di kamar sebelah. Di tengah waktu kami terlelap, kakak pertamaku terbangun karena suara langkah2 kaki, tepatnya suara gaduh dari lantai atas. Padahal yang ada di situ hanyalah kami berempat. Suara itu terus terdengar, seperti orang yang berlari ke sana kemari. Karena takut, kakakku membangunkan kami bertiga, bukannya menemukan solusi, kami berempat malah takut berjamaah -_-
Awalnya kami takut jika suara itu adalah langkah orang tak dikenal yang sengaja masuk untuk niat jahat. Tapi makin lama suara itu hilang timbul. Suara itu selalu terdengar lagi ketika kami diam. Kakakku mencoba untuk menelpon rumah eyang dan handphone bapak, akan terapi karena malam sudah larut sehingga belum ada jawaban. Suara2 tadi baru berhenti ketika ada adzan untuk sholat malam (masjid di kampungku selalu ada adzan untuk sholat malam tetapi tidak sekencang suara adzan sholat 5 waktu). Setelah suara2 itu berhenti, akhirnya bapak bisa dihubungi, dan berniat untuk menjemput kami berempat ke sana. Jarak rumah eyang ke rumah kami hanya beberapa ratus meter, akan tetapi waktu terasa begitu lama menunggu bapak datang. Seketika bapak datang, kami semua langsung berlarian ke bawah untuk menemui bapak dan menceritakan semuanya.
Dan kami semua pun memutuskan pulang ke rumah eyang.

KEJADIAN KE-II

Beberapa minggu setelah kejadian pertama, seakan kami lupa akan kejadian itu. Kami berempat kembali untuk tidur di rumah baru itu. Sebelum berangkat bapak beberapa kali menanyai kami apakah benar berani tidur ke sana lagi? Kami berempat sepakat untuk tetap ke sana tanpa menghiraukan pengalaman kami kemarin. emoticon-Big Grin

Malam pun berlalu seperti malam-malam biasanya, kami tidur setelah dirasa cukup malam karena besok kedua kakakku harus masih kuliah, sedangkan aku dan kakak ke3 ku masih harus bersekolah. Lelap pun menghampiri kami semua, sampai di tengah malam aku dibangunkan oleh kakak ke-3 ku yang tidur seranjang denganku karena dia kaget ketika sedang membuka mata ada sesosok hitam yang menunggui kami di jendela kamar kami. Aku pun seakan tidak percaya karena memang aku tidak melihat apapun di sana, sedangkan kakakku masih histeris dan ketakutan melihat sosok itu masih ada. Ya namanya anak2, aku pun jadi ikut ketakutan karena hal itu, sampai2 mau lari bareng ke kamar sebelah pun aku tidak berani.

Selama berjam-jam kami masih di tempat tidur dengan saling bertutupan selimut mejaga mata agar tidak melihat sesosok tersebut, sampai akhirnya kami berdua memutuskan berlari untuk menyusul kedua kakak kami yang lain di kamar sebelah. Sampai di sana kami langsung membangunkan mereka berdua, akhirnya mereka pun bangun dengan kaget dan mendengarkan kami bercerita. Untuk sekali lagi, kakak pertamaku memutuskan untuk menghubungi bapak kami. Dan untuk kedua kalinya bapak harus menjemput kami malam2 karena kejadian terulang lagi.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
triaayulestari dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh trisulalazuardi

SOSOK HITAM DAN BAYANGAN

Kejadian ini aku alami di masa-masa awal pindahan ke rumah baruku itu. Karena kamar-kamar di lantai 2 semuanya dipakai ketiga saudara perempuanku, dan kamar utama dipakai oleh bapak ibuku dan juga adik bungsuku yang kembar, akhirnya aku memilih kamar di lantai 3 paling atas, di lantai tersebut hanya ada 1 kamar itu, kamar yang tidak begitu besar seluas 3x4. Oiya masih ada satu saudara laki2ku yang tetap memilih tinggal di rumah eyang.

Kejadian2 sebelumnya tampak sudah berlalu bagi kami, dan hari-hari pun berjalan seperti biasa. Malam itu pun aku tidur di kamarku itu sendiri, tanpa ada rasa was-was apapun. Tetapi masuk ketika mulai tidur, di situ aku bermimpi ditemui sosok hitam berdiri tepat di depan jendela kamarku, ya memang rumah kami belum dipasangi gorden sehingga bagian luar kamar terlihat sangat jelas dari dalam kamar. Sosok itu hanya diam, tak berkata atau berbuat apapun. Aku pun terbangun kaget, dan membatin, oh ternyata cuma mimpi. Tapi untuk anak umur belasan yang kala itu masih duduk di bangku SMP, hal itu mungkin cukup menakutkan. Aku pun tak bisa melanjutkan tidur cukup lama, karena takut juga untuk keluar kamar seandainya sosok tadi benar ada dan menungguku di luar kamar. Sampai akhirnya aku tak sadar ketiduran.

Keesokan paginya aku menceritakan mimpi tersebut kepada ibuku, tapi jawab ibu adalah mungkin aku yang tidak berdoa dulu sebelum tidur, sehingga mendapat mimpi buruk.

Malam berikutnya aku masih tidur di kamarku lagi, dan benar saja mimpi semalam pun terjadi lagi. Apakah kalian pernah mendapatkan mimpi yang sama terus beruang-ulang? Bukankah Itu bukan sebuah kebetulan? Kali ini pun sosok itu tetap berdiri tanpa melakukan apapun. Aku tak bisa mengingat berapa kali mimpi tersebut terus berulang, akan tetapi mimpi itu sering aku alami.


Sampai suatu malam sosok itu kembali datang di mimpiku. Bukan, bukan mimpi, kali ini sosok itu kembali datang tapi benar2 ada di luar kamarku memandangiku tepat di depan jendela kamarku. Aku ingat betul dia memulai mencoba melakukan interaksi, dengan menanyai siapa namaku. Aku masih mengingat pelajaran sewaktu di madrasah, bahwa kita dilarang untuk berinteraksi dengan mereka. Aku pun diam, tak bisa berkata-kata, bahkan untuk menjerit pun aku tak bisa saking takutnya. Aku hanya menutupi wajahku dengan selimut sambil terus membaca do’a-do’a yang bisa aku ingat. Aku pun tak bisa tidur sampai adzan subuh berkumandang, akhirnya saat adzan subuh aku pun lari ke bawah menemui ibuku dan mengulang cerita itu kembali kepada ibu. Akan tetapi jawaban ibu masih sama, mungkin aku hanya bermimpi saja dan tidak berdoa waktu akan tidur. Aku pun cuma diam dan berharap memang itu semua hanya mimpiku saja.

Teror sosok itu terus berlanjut, kali ini dia terus datang ke mimpiku untuk mengulang pertanyaan yang sama, yaitu siapa namaku. Sampai aku tak bisa menghitung berapa kali aku bermimpi tentang sosok tersebut, aku pun tak kuat akan teror pertanyaan itu. Sampai akhirnya aku menjawabnya, “Namaku A**.” Sesaat setelah aku jawab, dia seperti langsung kegirangan tertawa kemudian terbang berputar-putar di depan kamarku. Aku pun terbangun, kali ini aku kaget bukan main, aku terbangun dan yang aku lihat pertama kali adalah sebuah papan kayu dan semua serba gelap, aku menutup mataku lagi sambil berpikir, “Ya Allah apakah aku ada di peti mati?” Ternyata bukan, aku terbangun di bawah tempat tidur. Dan tempat tidur itu bukan tempat tidurku, aku terbangun di kamar kosong lantai 1 rumahku dengan posisi di bawah tempat tidur. Aku pun langsung berusaha berlari naik dan masuk ke kamar orang tuaku. Kedua orang tuaku kaget karena aku panik malam-malam, aku menceritakannya kali ini ibuku mengira bahwa aku tidur sambil berjalan, bapakku mendengarkannya sambil merenung, seperti tau akan sesuatu.

Mengetahui hal itu, keesokan harinya bapak akhirnya memutuskan untuk memasangi semua jendela kamar kami dengan gorden. Sekedar untuk menutup jendela agar anak2nya tidak melihat sesuatu dari luar.

Setelah aku menjawab pertanyaan dari sosok hitam tadi, dia sudah tak pernah lagi datang ke mimpiku. Atau pun datang dengan memperlihatkan wujudnya kepadaku. Benar, sama sekali.

Akan tetapi hal aneh giliran menimpa ibuku, ibuku ini orang yang tak pernah pergi kemana-mana. Jadi ketika bapak kerja atau anak2nya sekolah, ibu hanya di rumah sekedar untuk membersihkan rumah atau memasak. Karena ibuku memang seorang ibu rumah tangga.

Suatu kali ibuku pernah melihat sosok persis seperti aku, di lantai 2 dekat tangga naik ke kamar lantai 3, akan tetapi hari masih siang seharusnya aku masih sekolah. Ibu pun memanggilku, akan tetapi sosok itu langsung lari ke atas tanpa menoleh ke ibuku. Kejadian itu juga sering terjadi sampai ibuku pun hafal sesuatu. Sosok itu selalu menampakkan diri jika aku tidak di rumah, dan meniru kebiasaan yang sering aku lakukan di rumah seperti : melakukan pull up di kusen pintu lantai 2, berlari ke sana ke mari, ataupun berlari di tangga. Ibu menceritakan itu baru setelah aku SMA, karena beliau takut nantinya serumah akan geger karena ceritanya. Sosok itu pun juga hanya menampakkan diri ketika rambutku mulai panjang, jadi waktu kecil dulu itu aku hobi memanjangkan rambut, sampai2 orang tuaku pernah dipanggil ke sekolah karena aku tak mau dipotong rambutnya. Ya memang sejak kecil aku suka memanjangkan rambutku, bahkan ketika masuk SD pertama kali aku pernah dikira murid cewek, karena rambutku panjang sebahu. emoticon-Cape d...

Saking seringnya sosok itu menampakkan diri, ibuku pun sampai menghiraukannya dan hapal kapan waktu dia menampakkan diri. Dan ternyata tak cuma ibuku, kakak ke-3 ku sering melihat aku berlari naik ke kamarku karena letak kamar kakakku ini ada di dekat tangga naik ke lantai 3. Tetapi sekali lagi, aku sedang tak ada di rumah ketika kakakku melihatku berlari naik tersebut

Menurut agan sekalian, siapa yang sering menampakkan diri dengan wujudku tersebut? Hmm.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
triaayulestari dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh trisulalazuardi

PERABOT KUNO

Sebelumnya sempat aku ceritakan di awal mula thread, bahwasanya bapakku adalah orang yang cukup getol dengan barang2 berupa ukiran kayu dan cermin2 kaca kuno. Rumah baru yang aku tinggali ini pun semua penuh dengan ornamen jati ukir. Karena rumahku ini masih rumah baru, dan masih kosong di beberapa sudutnya, bapak berniat untuk mengisi kekosongan sudut2 itu. Bapakku ini anak terakhir dari 10 bersaudara, kala itu dari saudara bapakku masih ada 5 termasuk bapak anak dari eyang yang masih hidup. Dan ketika akan berkunjung ke tempat2 penjual perabot kuno atau apapun itu biasanya bapak akan mengajak pakde untuk melihat barangnya. Rumah pakdeku ini bersampingan persis dengan rumahku. Saat pakde tau kalau bapak sedang mencari perabot kuno untuk mengisi rumah, pakde langsung menawarkan kepada bapak kalau temannya punya lemari kuno dan sepasang cermin kuno lengkap dengan meja riasnya. Lemari itu terlihat masih sangat terawat, lemari jati kuno dengan warna coklat tua berukirkan khas ukiran Jawa. Di bagian atas lemari terukir tulisan PB X, yang menandakan lemari tersebut dibuat pada zaman pemerintahan Raja Keraton Kasunanan PB X, yaitu antara tahun 1893-1939. Begitu juga dengan cermin dan meja riasnya, terlihat kuno dan cerminnya pun tidak berjamur layaknya cermin tua yang pasti akan berjamur di beberapa bagian. Akan tetapi, tetap terlihat bahwa cermin tersebut sudah berusia. Setelah cukup melihat, dan bernego dengan pemiliknya, akhirnya perabot tersebut sah menjadi milik bapak dan barang2 tersebut dibawalah ke rumah untuk di pajang.

Sesampai di rumah sore itu, lemari diletakkan di lantai 1 menghadap ke kolam ikan koi yang ada di dalam rumahku. Kemudian cermin diletakkan di lantai 2, di samping lemari buffet besar yang juga terbuat dari jati. Dengan kehadiran barang2 tersebut menambah susasana kuno namun tanpa menghapus sisi modern dari arsitektur rumah kami. Tidak ada yang aneh, namun menurut bapak kejadian bermula malam itu.

Bapak tidur seperti biasa, namun di dalam mimpi beliau bermimpi bertemu dengan beberapa penari. Bukan bertemu, melainkan penari2 tersebut yang datang ke rumah kami dan menari Jawa di depan lemari lengkap dengan busana penari khas Jawa. Mereka hanya menari mengikuti alunan musik gamelan yang menurut bapak juga terdengar di mimpi bapak tersebut. Bagi bapak hal itu bukan sesuatu yang menakutkan, seperti biasa bapak bangun di 1/3 malam untuk melakukan sholat malam. Namun bukan suara adzan yang terdengar seperti biasanya melainkan suara alunan gamelan. Aneh bagi bapak, karena itu bukan bulan maulid. Bisanya di bulan itu alunan gamelan akan terdengar selama beberapa minggu untuk memperingati sekatenan. Bapak pun menghiraukanya, dan tetap melanjutkan sholat kemudian melanjutkan tidur seperti biasa.


Malam berikutnya, mimpi aneh kembali dialami bapak. Masih bermimpi dengan adanya para penari, namun salah satu penari paling depan berhenti menari dan menghampiri bapak sambil berkata, “Balekno, balekno...” (“kembalikan, kembalikan...) berulang2. Bapakpun terbangun, dan beristighfar kepada yang Maha Kuasa atas mimpi yang baru dialami.
Bapak mulai merenung, apa maksud dari perkataan wanita tersebut.

Keesokan paginya selepas kerja, bapak menyambangi rumah pakde untuk bercerita akan mimpi tersebut. Bapak pun terkejut, ternyata pakde juga mengalami mimpi yang hampir persis sama, bedanya di mimpi itu pakde hanya bertemu sesosok perempuan Jawa yang juga berkata “Balekno..” setelah ngobrol panjang lebar, beliau semua bersepakat bahwa ada yang aneh dengan barang yang beberapa hari lalu dibeli oleh bapak.

Akhirnya bapak dan pakde sepakat untuk berniat mengembalikan perabot tadi kepada si pemilik. Awalnya, si pemilik tidak berkenan jika barangnya dikembalikan. Dia beralasan bahwa barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan lagi. Namun setelah mendengar cerita tentang apa yang dialami bapak beberapa hari ini beliau akhirnya bisa menerima alasan tersebut. Usut punya usut, lemari dan perabot cermin tadi tidak hanya dibuat di masa PB X, tetapi perabot itu dulunya merupakan hadiah dari PB X yang diberikan kepada bangsawan Solo pada zamannya. Itulah yang di sampaikan oleh si pemilik perabot yang merupakan ahli waris dari pemilik perabot aslinya.

Benar saja, setelah perabot tadi dikembalikan ke tempat asal pemilik, bapak sudah tidak lagi mengalami mimpi2 aneh seperti yang dialami beberapa hari lalu. Alhamdulillah.
Untuk mengisi kekosongan sudut2 yang ditinggal perabot tadi, akhirnya bapak membeli perabot baru dengan memesan kepada pengrajin kayu jati dan kaca. Beberapa minggu kemudian perabot itu datang, tidak kalah apik dengan perabot sebelumnya. Tentunya, tanpa membawa perempuan2 penari itu juga ke Rumah kami.

emoticon-rose emoticon-rose emoticon-rose
profile-picture
profile-picture
profile-picture
triaayulestari dan 4 lainnya memberi reputasi
Quote:


zendoll zent..zangan ada potato antara kita zuragan emoticon-Big Grin
profile-picture
trisulalazuardi memberi reputasi


Quote:


Thxxx agan mangga mampir sekedar minum cendolita emoticon-Cendol Gan


Quote:


Thxxx agan mangga mampir sekedar minum cendolita emoticon-Cendol Gan
Hi... tetangga...
emoticon-Salaman

laweyan ???
profile-picture
trisulalazuardi memberi reputasi
Rumah ente di kaum*n ya gan?
profile-picture
trisulalazuardi memberi reputasi
Ada Lanjutannya ga gan..
profile-picture
trisulalazuardi memberi reputasi
ijin baca gan...
profile-picture
trisulalazuardi memberi reputasi


Quote:



Bukan gan, satunya Laweyan hehe


Quote:


Ada gan. Belum sempet nulis mohon maaf, insya Allah besok malam update ya gan

emoticon-Smilie


Quote:


Yup gan monggo2 mampir minum cendol juga dimari

emoticon-Cendol Gan


Quote:


Mari gan

emoticon-Cendol Gan
Quote:


ditunggu apdetnya gan
profile-picture
trisulalazuardi memberi reputasi

Nongkrong

Minum kopi dulu
profile-picture
profile-picture
aan1984 dan trisulalazuardi memberi reputasi

PEMBERSIHAN I

Hari itu sekitar akhir tahun 2005, di saat semua hal aneh telah berlalu, rumah kami yang pada awal tahun sudah dilakukan selametan layaknya rumah2 baru yang akan ditinggali terus terjadi hal2 di luar nalar manusia. Bapak merasa ada yang salah dengan apa yang ada di Rumah kami. Bapak adalah sosok Muslim yang taat, namun dikarenakan kejadian2 yang terjadi ini akhirnya memutuskan untuk bersilaturahmi & berkonsultasi dengan seorang Kyai yang berasal dari Sragen. Beliau dulu pernah membantu bapak untuk “memagari” rumah bapak yang digunakan semasa Dinas di awal2 masa jabatan bapak sebagai PNS. Pagi itu Bapak ijin untuk ngantor untuk menyambangi kediaman sang Kyai bersama ibu, dan sang Kyai dijemput bapak untuk diajak ke rumah kami dengan tujuan untuk melihat kondisi di rumah kami.

Saya ingat sekali, siang itu sepulang sekolah aku sudah menunggu-nunggu kedatangan bapak ibu beserta sang Kyai. Kyai itu belum terlalu tua, dengan kupluk khas berwarna hitam dan kumisnya, beliau datang ke rumah kami. Kami sekeluarga menyambutnya untuk sekedar beramah tamah dahulu, sebelum akhirnya beliau memulai “tour” di rumah kami.

Beliau pun mulai dari lantai pertama. Dimulai dari garasi kami, beliau bertanya apakah dulunya garasi ini terdapat sumur? Benar sekali, hanya dengan memejamkan mata sejenak beliau langsung mengetahuinya. Menang benar, garasi kami ini dulunya adalah bekas WC umum yang dibangun oleh almarhum eyang. Dahulu wasiat eyang, sebenernya bagian garasi ini seharusnya agar dijadikan sudut mushola, namun karena keterbatasan lahan bapak memutuskan dijadikan garasi, sedang mushola dibangun tepat di atas garasi namun ada di lantai 2. Wasiat Itu bukan tanpa sebab & alasan. Kilas balik sejenak, dulu ada 3 buah kamar mandi dan sebuah sumur terletak di sana. Dari ketiga kamar mandi itu, hanya 2 yang aktif dipakai oleh warga sekitar. Konon di kamar mandi yang paling selatan sering terjadi hal2 aneh, seperti apabila ada yang sedang jongkok kencing banyak yang mengalami tiba2 tidak bisa berdiri. Seperti mendadak jadi patung. Usut punya usut, konon dulu warga sekitar sering bermain jalangkung. Setelah selesai bermain, boneka2 yang dipakai untuk bermain dibuang ditinggalkan di kamar mandi tersebut. Kejadian lain juga pernah dialami oleh 2 bude saya ketika beliau masih remaja, saat sedang ada di sana salah satu budeku melihat penampakan sesosok putih kecil setinggi anak balita di sudut. Awalnya sosok itu terlihat kecil, namun makin dilihat sosok itu makin besar dan makin besar. Bude berteriak, sedangkan bude satunya hanya bingung dengan yang dialami saudaranya itu karena beliau tidak melihat apa2. Sosok yang dilihat bude tadi adalah makhluk yang di percaya bernama “Wedon”. Kembali ke penerawangan sang Kyai, beliau menyampaikan apa yang dilihat oleh mata batinnya, bahwa di garasi kami ada seorang penunggu dari bangsa Jin berwujud seorang nenek tua, Jin ini bersifat agak usil dan merasa terganggu dengan kehadiran keluarga kami. Karena dia merasa bahwa disitulah rumahnya. Selain dia, ada satu lagi sesosok Jin berwujud binatang berwarna hitam. Sosoknya sebesar manusia dan mempunyai badan berwujud seperti kera namun punya moncong berbentuk seperti moncong anjing. Berbeda dengan makhluk sebelumnya, makhluk yang satu ini tidak mempunyai niat untuk mengganggu, malah sang Kyai menyampaikan bahwa makhluk ini ingin melindungi salah satu penghuni rumah ini. Siapa penghuni yang dimaksud oleh Kyai?

Setelah dari garasi dan berlanjut akan ke ruang tamu, beliau menoleh ke pantry rumah kami. Seperti ada yang aneh disitu, beliau berkata ada sosok anak kecil yang menunggu di bawah tangga. Kyai menjelaskan, sosok tersebut adalah qorin dari miskram janin yang dikubur disitu. Bapakpun langsung ingat, dulu kakak pertama bapak, pernah keguguran dan janin jabang bayi itu dikuburkan persis di situ jauh sebelum bangunan rumah ini dididirikan. Betul saja, ibu ternyata sering melihat ada anak kecil yang suka duduk dan berlarian di tangga itu. (Berbeda dengan sosok yang menyerupaiku)

Setelah dari situ Kyai melanjutkan untuk ke ruang tamu kami. Kali ini beliau tidak melihat apa2, hanya saja ruangan itu memiliki hawa negatif yang sangat kuat. Ternyata hawa itu berasal dari ruangan di sampingnya. Masih ingatkah ketika kejadian aku terbangun di salah bawah dipan salah satu ruangan kamar? Ya, kamar itulah yang dimaksud bapak Kyai. Sosok berhawa negatif kuat itu ternyata adalah jin yang sudah berumur sangat tua, mungkin ratusan tahun dan sudah ada di situ sejak ratusan tahun lalu. Sosok itu berwujud mirip sesosok “Semar”, wujudnya berdiri namun salah satu kakinya menyilang seperti seseorang yang sedang duduk “jegang”. Meskipun memiliki hawa negatif kuat, sosok ini tidak mempunyai niatan jahat menurut sang Kyai.

Selesai lantai 1, kami pun melanjutkan ke lantai 2 untuk naik. Di lantai 2 ini ada 4 kamar, mushola, dan ruang keluarga. Pertama kali Kyai menuju ke mushola, dan beliau meminta izin untuk sholat dahulu. Akhirnya kami pun menunggu beliau sholat. Setelah itu beliau tanpa panjang lebar langsung menyampaikan bahwa di kamar depan kamar kakak ketigaku, ada sesosok kakek2 tua mengenakan pakaian muslim lengkap dengan sarungnya, dia adalah seorang Jin muslim yang tidak mengganggu, tapi akan sesekali menampakkan diri sekedar untuk menyampaikan bahwa dia “ada”.

Selanjutnya, kami pergi ke 2 kamar yang bersebelahan yaitu kamar kakak ke 1 & 2 ku. Tak ada apa2 disitu, hanya menjadi tempat keluar masuk makhluk2 dari luar. Karena dulunya rumah kami lama tak ditinggali.

Berlanjut ke kamar utama yakin kamar bapak & ibu. Lagi2 hawa negatif terpancar jelas dari sana, hawa itu ternyata berasal dari sosok semar yang ada di lantai 1 tadi. Namun ada sesosok lain yang menggelitik Kyai. Sosok itu berasal dari balkon yang ada di bagian depan kamar bapak. Sosok itu berwujud perempuan berambut panjang, mungkin masyarakat menyebutnya kuntilanak. Dia tidak mendiami balkon tersebut, tapi hanya suka untuk “nongkrong” di situ sesekali. Benar saja, beberapa tahun yang lalu bude (istri dari pakde) yang tinggal di samping rumah kami pernah bertanya ke ibu, apakah semalam ibu tidur rumah? Pertanyaan itu langsung dijawab ibu dengan jawaban bahwa tidak mungkin kami tidur di sana, karena rumah itu belum ada perabotnya dan malam itu ibu juga tidak di rumah. Mungkin yang dilihat bude adalah sesosok itu.

Berlanjut ke lantai 3, kamarku. Sesaat sebelum naik, Kyai seperti kaget dan berhenti sejenak. Beliau mengatakan itulah sosok2 makhluk2 yang keluar masuk rumah kami hanya untuk mampir. Dan lantai 3 adalah semacam tempat berkumpul mereka ketika masuk ke rumah kami. Well, aku langsung merasakan kengerian setelah tau lantai 3 tempatku tidur adalah tempat nongkrong mereka.

Merinding bukan? Sejak tadi ketika aku menulisnya pun merasakan kengerian itu.

Setelah selesai berkeliling, ternyata Kyai menyampaikan bahwa untu mengusir mereka semua beliau membutuhkan sebuah minyak wangi yang ternyata harganya cukup mahal. Karena waktu itu permintaan kyai belum bisa disanggupi bapak akhirnya kyai hanya mendoakan dan memberikan pagar di rumah kami bertujuan untuk menangkal mereka namun pagar itu tidak bersifat permanen.

Aku tak menyangka ternyata Rumah kami merupakan semacam perkampungan keluarga dari makhluk tak kasat mata. Semenjak mengetahui hal itu, aku tak pernah lagi tidur di lantai 3, aku lebih memilih tidur di ruang tengah di depan tv atau di kamar kakak pertamaku yang sudah memilih untuk kembali ke rumah eyang jauh2 hari karena kejadian2 yang dialaminya.

Pagar tadi bukan bertujuan untuk mengusir mereka, melainkan hanya untuk menunda mereka untuk kembali mengusik kami. Untuk sementara kami bisa bernafas lega, namun lega itu tak berlangsung lama, karena sewaktu-waktu pagar itu dapat hilang dan mereka dapat menampakkan diri kembali. . . .

profile-picture
profile-picture
profile-picture
triaayulestari dan 4 lainnya memberi reputasi
wah keren apdetnya gan..ijo2 meluncur..klo bisa teratur apdetnya gan emoticon-Cendol Gan
profile-picture
trisulalazuardi memberi reputasi


Quote:


Siap gan, makasih gan. Masih ada lanjutannya kok gan 🙏
profile-picture
ableh80 memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di